Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
23. Menjadi Cinderella Dadakan


__ADS_3

Ini sudah kesekian kalinya Kaisar Ryu melihat pelayan berkulit coklatnya itu keracunan makanan. benar benar sangat lemah. Bagaimana bisa ia merekrut pelayan yang sangat bodoh itu jika tidak mengingat tentang Hani yang mengetahui sedikit hal tentang masalah racun.


lalu, mengapa bisa ia sampai salah makan? sedangkan aku tidak merasakan hal apapun.


Tabib istana Tan telah selesai memeriksa Hani.


ia langsung menghadap Kaisar Ryu untuk memberi keterangan tentang keadaan Hani. tangan tabib Istana Tan bergetar karena semenjak tadi tatapan Kaisar Ryu tidak pernah terlepas dari dirinya yang memeriksa tubuh Hani.


"Yang mulia"


"Bagaimana?"


"se - seperti nya dia hanya mengalami Alergi saja dari suatu makanan. Hamba sudah memberikan Obat pereda sakitnya".


"Baiklah, kau bisa keluar"


Tanpa menunggu lama Tabib istana Tan Cepat Cepat mengemas Alat pemeriksaan nya . Ia tidak ingin berlama-lama dengan sosok kejam yang hampir tidak pernah melepas pandangan padanya layaknya sosok seorang algojo.


Kaisar Ryu menatap Hani yang terbaring tidak sadarkan diri . ia mendekati nya lalu menatap wajah berkulit coklat itu dengan tatapan tidak terbaca. Menunduk dengan ragu lalu mengecup bibir merah Hani secara singkat.


Ah apa yang kulakukan?


Kaisar Ryu seperti seorang pencuri saat ini. Mengapa ia bisa melakukan hal itu kepada seorang perempuan lemah yang tidak sadarkan diri . ia menyugar rambutnya merasa bodoh. ia harus segera meninggalkan Hani.


'sial , mengapa aku tidak memerintahkan seseorang untuk menemani nya saja tadi. apa sekarang aku menjadi bodoh karena gadis itu. bukan ! bibir itu ahhh sialan'


Kaisar Ryu bergegas keluar mencari seseorang atau siapapun itu untuk Menemani Hani yang belum sadarkan diri.


Ada banyak pelayan dari istana Tan yang berlalu lalang atuapun tabib wanita yang bisa ia perintah. namun, Ia tidak memiliki minat untuk mempercayakan Hani kepada mereka.


" Yang mulia"


Seorang perempuan tua menghampiri Kaisar Ryu yang terlihat mencari - cari seseorang.


"Ah bibi Anne , Kebetulan sekali . bisakah kau menemani pelayanku didalam. Dia sedang alergi dan belum sadarkan diri".


Bibi Anne yang disebut Kaisar Ryu itu mengintip seseorang di balik punggung kaisar Ryu . merasa penasaran dengan wujud seseorang yang dibicarakan .ia tersenyum keibuan kepada kaisar ryu.


"Baiklah"


"Terimakasih bibi, Aku harus segera datang ke aula istana" tanpa berbasa basi lagi Kaisar Ryu melesat pergi meninggalkan Bibi Anne yang tersenyum penuh arti.


*******************

__ADS_1


Sayup-sayup terdengar seseorang sedang memerintahkan orang lain.


" hei kalian cepat - cepat ganti hanbuknya"


"salah, pemerah pipi nya bukan itu"


"Aishhh hati- hati jangan sampai mengganggu tidur nya"


itulah yang Hani dengar. Mungkin hanya teman sekamar nya yang mengigau atau halusinasi nya saja . tetapi mengapa ia mencium harum mewangi serta tangan tangan yang seperti menyentuh bagian tertentu dari dirinya. Dan sekarang sepertinya ia ingin bersin.


Hatttchuuuu.............


Akhirnya, ia terbangun dari alam bawah sadarnya dalam keadaan duduk . Samar samar ruangan sekitar Hani terasa asing. ia mengingat ketika tidak sadarkan diri masih berada di koridor istana menuju aula. Perutnya sakit dan seluruh badan nya terasa dingin.


Dan sekarang, ia tidak merasakan hal apapun lagi.


"Kalian semua boleh keluar" perintah Seseorang yang Hani tidak sadari semenjak tadi tengah memperhatikannya terlihat bingung.


"Apa yang terjadi?" Hani terperangah Dengan kondisi dirinya yang berubah. Hanbok pelayan yang ia kenakan telah menghilang berganti Hanbok mewah nan elegan bak seorang putri.


tubuhnya yang tertutupi lulur untuk menyamarkan kulitnya telah bersih seperti habis di mandikan. bahkan ia bisa mencium wewangian dari tubuhnya yang tidak pernah bersentuhan dengan sabun mewah.


"Ap-Apa yang terjadi pada diriku?" Hani meneliti setiap bagian tubuhnya " ini-…"


"Putri Isabella, bagaimana? apa kau menyukai pelayanan yang telah Permaisuri ini berikan? lihatlah kau sangat terlihat cantik. aku sangat iri padamu . Bahkan aku Berdo'a dimasa depan jika Putriku telah tumbuh dewasa iya bisa menjadi seperti dirimu. sungguh kecantikan yang dapat menghancurkan suatu kerajaan".


Permaisuri Diana begitu senang dengan hasil kerja keras para pelayan kesayangan nya. dilain waktu Mereka patut mendapat kan sebuah hadiah mewah darinya. Akan Permaisuri Diana ingat itu.


" Baiklah kurasa waktunya sudah tiba, Dan seperti nya kesadaran mu telah pulih. Ayo! Pangeran mu telah menanti lama dirimu dibawah"


Hani Masih belum bisa berpikir logis. Kesadaran nya kembali namun, otaknya belum bisa mencerna apa maksud dari perkataan Permaisuri diana. Ia hanya bisa menerima uluran tangan Permaisuri Diana yang begitu lembut untuk turun kebawah. Layaknya seorang anak yang mengikuti sang ibu, Hani begitu pasrah ketika Permaisuri Diana menuntunnya dengan senyum menawan Bak ibu peri.


***********************


Makan Malam telah usai, para undangan sudah berpindah tempat menuju aula istana untuk perkenalan Anggota baru kerajaan Tan. Namun, Kaisar Ryu masih belum menjumpai sosok yang ia cari semenjak tadi.


kemanakah ia? apakah ia takut melihat diriku? atau Aishhh


Kaisar Ryu tidak dapat berpikir lagi. ia terlalu larut dalam pencarian sosok yang ia ingin temui. Acara Hampir berakhir dan ia masih belum menemukan nya. Bahkan para Tamu undangan yang ingin meng akrabkan dirinya untuk menjilat Dukungan kekuatan ia hiraukan semenjak tadi.


"Kau mencari sesuatu?" Ichiro mendekati nya dengan senyuman menggoda. membuat Kaisar Ryu menatap nya tajam.


"Haishhh Baru kali ini candaanku membuatmu marah. Ha~ Apa benar tebakanku Barusan? Kau sedang mencari seseorang? " Ichiro memicing curiga kearah Kaisar Ryu yang tetap fokus mengamati orang-orang.

__ADS_1


Dari Arah tangga atas Permaisuri Diana Menggandeng tangan seseorang. Membuat seluruh tamu undangan terpaku Kearah satu titik disebelah Permaisuri Diana.


Bisik bisik Tamu undangan Wanita terlihat ada yang begitu iri , Kagum, bahkan terpaku seperti Para pria yang kini Tersenyum penuh niat. Para tamu undangan saling bertanya satu sama lain.


'Siapa gerangan putri Disebelah Permaisuri Diana?'


'sungguh kecantikan yang agung'


'aku ingin Permaisuri seperti dirinya'


'tidak dia akan menjadi milikku'


Suara Para tamu undangan yang saling memperebutkan sesuatu membuat Kaisar Ryu yang membelakangi Tangga merasa penasaran. Sedangkan Ichiro telah melesat menghampiri permaisuri Diana lebih awal Karena tersadar dengan kehadirannya.


Mata Dibalik topeng itu terbelalak lebar ketika melihat Dewinya kini sudah berada dihadapannya. Rasa bahagia membuncah tetapi hanya sesaat. Kepalan tangannya menguat ketika melihat mulut kotor Ichiro dengan sangat berani mencium punggung tangan Dewinya secara gamblang.


********************


"Putri Isabella?" Ichiro menyapa Hani yang baru saja tiba dilantai bawah. ia tersenyum menawan kepada Hani . sedangkan Hani begitu kikuk karena semenjak tadi Hani begitu sadar bahwa ia sudah menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


"Bisakah aku menitipkan Putri Isabella kepadamu, Ichiro?" Pinta Permaisuri Diana tanpa tau Hani melongo tidak percaya.


Apa yang sedang Permaisuri rencanakan?


Hani meminta penjelasan melalu sorot matanya . Dan permaisuri Diana hanya menatap Hani penuh arti dengan senyuman lembut.


"seseorang sudah lama menantikan kehadiran mu. Maka Jadilah dirimu sendiri malam ini. Berbahagialah dengan nya. Dia takdirmu". Itu bisikan Permaisuri Diana yang Hani dengar sebelum berlalu meninggalkan dirinya bersama Ichiro.


"Maukah putri Isabella berdansa dengan ku?" Ichiro mengulurkan tangannya.


"Ta-tapi tuan- " Belum sempat Hani menyelesaikan ucapannya karena merasa was was. Ichiro sudah menggenggam tangannya secara tiba-tiba. membawanya ke tengah- tengah aula istana bergabung dengan para tamu yang sedang berdansa. Tanpa tau sesosok manusia tengah menahan amarah karena dirinya.


Kaisar Ryu hanya dapat menyaksikan Kejadian tersebut. Kepalan tangannya begitu erat hingga gelas yang iya pegang semenjak tadi Hancur diremas . ia menghiraukan darah yang menetes dari telapak tangan nya . sedangkan para tamu yang berada di sekitar dirinya terlihat ketakutan akibat aura Dingin yang terpancar dari dirinya.


Kaisar ryu ingin mendekat kearah putri Isabella. SANGAT. namun, apa daya. ia takut putri Isabella akan kembali lari ketika bertatapan ataupun bertemu dengan dirinya seperti terakhir kali bertemu. seperti ada sesuatu yang membuat Putri Isabella takut kepada dirinya. tetapi, apa?


"Paman" Pangeran Gabriel menyapa Kaisar Ryu dengan santai tanpa perduli keadaan sekitar yang terlihat tegang karna ulah aura seram Kaisar Ryu.


"Paman tau dia calon ratuku" goda pangeran Gabriel membuat kaisar Ryu meliriknya sesaat.


"Haisshh Kau sangat pecundang paman. Kemana larinya sebutan Kaisar pemberani itu? Jika paman Tidak menyukai bibi itu. Jangan salah kan jika Takdir menyatukan Paman Ichiro bersama bibi itu" Bak tersihir dengan perkataan pangeran Gabriel yang hanya sebaris.


Kemarahan Kaisar Ryu semakin menyala. " itu tidak akan pernah terjadi". Dari balik topeng separuhnya. Sudut bibir kaisar Ryu menyeringai mengandung penuh makna. Sampai pandangan nya kembali menatap lurus.

__ADS_1


Kaisar Ryu melangkah mendekati Kedua pasangan yang tengah begitu asyiknya berdansa ditengah Aula istana.


Ia menarik tangan lembut yang berada di pundak Ichiro secara paksa dan menggenggam nya dengan pelan. ia dapat melihat Mata sebiru samudera itu terkejut atas tindakannya itu begitupula seluruh tamu undangan yang hadir.


__ADS_2