
Saat ini, ketika Kau memasuki kawasan istana. Kau akan menemukan Para pekerja Dimana mana. Mereka disibukkan untuk menghias Penjuru istana menjadi lebih Indah dan megah.
Begitupun dengan Calon Ratu Masa depan Kerajaan Tin. Hani Juga disibukkan Dengan Pembuatan Pakaian yang akan ia kenakan saat perayaan pernikahan nya nanti. Ia tengah Diukur oleh Beberapa perancang Pakaian terkenal di kerajaan Tin.
Hani begitu bosan, Beruntung ada Nyonya Hana yang menemani nya.
" Apa kau baik-baik saja?" Nyonya Hana Mengerti Akan Kondisi Putrinya yang tidak terlalu suka dengan kondisi seperti ini. Kondisi Dimana dirinya harus dituntut menjadi seorang Putri Terhormat yang Anggun dan sopan.
Sedangkan Yang dilakukan Hani selama hidup didesa tidak terlalu jauh dengan kegiatan seorang lelaki. mungkin, Kebiasaan nya Berubah Saat memasuki istana menjadi seorang pelayan. apa boleh buat, Takdir sudah Berjalan Dengan pengaturan sang penulis.
Hani mengangguk lesu. Ia tidak mengira kehidupan nya akan seperti ini. Andai ia tidak memutuskan pergi ke istana. mungkin sekarang ia masih dapat Berlatih bersama sang Paman ataupun bermain bersama Nana ke hutan.
Mengingat Nana, ia jadi teringat juga dengan sang kakak Yang tidak kelihatan batang hidungnya beberapa hari ini.
" Ibu, Dimana kakak? mengapa Beberapa hari ini aku tidak pernah melihatnya? "
" Ryeon sedang Menyebar Undangan mu Ke Beberapa Kerajaan Dan juga Kepada Tuan Dwayne"
" Tuan Dwayne? Maksud ibu tetua desa penghubung?"
" Ya, Dia juga Akan mengajak seseorang yang sangat mengenalmu dengan baik" Nyonya Hana Tersenyum penuh makna.
" Siapa? " Tanya Hani penasaran. seperti nya ia tidak pernah memiliki seseorang yang begitu dekat dengan nya. kecuali keluarga nya sendiri.
" Kau akan tau nanti" .
*************
Hanya dari kejauhan Kaisar Ryu Dapat melihat Hani tanpa menyentuhnya. Permaisuri nya itu kini tengah Dikerubungi oleh para perancang Pakaian Hingga kaisar Ryu tidak di perbolehkan untuk mendekat.
" Kapan mereka selesai merancang, paman? "
Kaisar Ryu menyorot tajam Ke arah Posisi Hani yang berada di Gazebo Pavilliun Sakura. Ia tidak suka ketika miliknya Dibuat kelelahan oleh orang lain. lebih baik kaisar Ryu saja yang membuat Hani lelah.
" Hamba tidak terlalu yakin yang mulia, mungkin Sore nanti" jawab Kasim Lee.
" Suruh percepat mereka mengerjakan nya . aku tidak ingin melihat permaisuri ku kelelahan" .
__ADS_1
" Baik yang mulia "
Tidak sengaja tatapan mata kaisar Ryu bertemu dengan Hani. Sang permaisuri Tersenyum lembut dari kejauhan membuat kaisar Ryu mengkedutkan bibir tidak suka.
' Ah, Entah mengapa ingin sekali aku Mengurungmu hanya di kasurku saja, gula arenku. Agar siapapun tidak dapat melihatmu. Senyuman mu itu, Tidak setiap orang Dapat Kuat untuk bertahan melihatnya, Termasuk Aku ' .
Namun apa daya Mereka hidup bukan Hanya sekedar seorang diri ataupun berdua. Akan tetapi bersama dengan banyak orang yang saling berinteraksi satu sama lain. Dan didalamnya terdapat sebuah peraturan yang harus di taati.
*********************
Sementara Pangeran Gabriel Masih tetap dalam Rencananya. Ya, Rencana Menawarkan Paman Ichiro yang jomblo kepada Nona Nana Agar segera laku Dan memiliki pasangan seperti ayah dan ibunya ataupun paman Ryeon dan Nona cantik.
"Jadi, maukah Bibi Bersama Paman?" Setelah Gabriel menjelaskan keunggulan yang dimiliki Ichiro panjang lebar. Ia selalu tidak melupakan kata kata keramat itu. Membuat Ichiro geram mendengar nya.
Ia seperti merasa menjadi Seorang Perjaka Tua yang sangat menyedihkan Dimata Nana Saat ini . Hingga perlu menunggu Jawaban Nana untuk dikasihani. Sedangkan Nana sendiri tidak enak hati melihat tatapan Ichiro yang berubah menjadi gelap.
" Emmm, Ini sudah larut. Sebaiknya, kita cepat pulang . Aku takut Mama akan Marah jika kita keluar terlalu lama" Ichiro mengangguk mendukung.
Nana mengalihkan pembicaraan Agar Gabriel tidak mengulas Topik kembali.
" Hei bocah, kau belum kenyang? "
" Belum. aku masih lapar " Sahut Gabriel Enteng membuat Ichiro menganga lebar. Pasalnya, Mereka bertiga sudah Makan malam di salah satu kedai ramen. dan Gabriel Telah menghabiskan 2 porsi besar ramen ukuran Dewasa . Lalu, kemana semua makanan itu mengalir?
" Baiklah. tapi, setelah ini kita pulang " putus Ichiro di angguki oleh Gabriel.
********
Memang Niat awal dan Tujuan akhir susah di tebak. Ichiro menggeleng kan kepala pasrah ketika melihat Gabriel yang tidur sangat tenang di gendongan Nana.
Setelah membeli Sate Kelinci dan memakannya beberapa tusuk. Gabriel, iblis kecil itu tidak langsung pulang melainkan merengek menangis meminta makanan lain yang berjajar di sepanjang jalan.
Alhasil, niat pulang tertunda demi memenuhi Keinginan Gabriel kuliner hingga Ichiro memboyong berbagai macam jenis cemilan maupun makanan di kedua tangan nya.
' Dasar bocah sialan, uangku habis Karena Nya. Dan sekarang Justru tidur dengan damai setelah menghambur kan Uangku. Dasar setan'
Maki Ichiro ketika melihat Kedua tangan nya penuh menenteng makanan yang tidak sempat Gabriel makan.
__ADS_1
" Apa kau Keberatan? " Tanya Ichiro khawatir melihat Nana yang merubah posisi menggendong Gabriel.
" Ah, tidak tuan. Hanya Memperbaiki posisi Gabriel agar tidak jatuh"
" Katakan jika lelah. aku akan menggantikan nya"
" Tidak apa apa tuan. Dia tidak terlalu berat" Nana sesekali menepuk pundak Gabriel yang merengek dalam tidurnya.
" Kau ikut?"
" kemana? tuan" Nana penasaran dengan pertanyaan Ichiro yang ambigu.
" Kepesta pernikahan Hani. Kau di undang olehnya . kau ikut? "
" Itu- Seperti nya tidak tuan"
" Kenapa? "
" Aku bukan seseorang yang begitu penting Baginya Dan aku juga bukan Keluarga nya" .
" Tapi, Kau orang yang pernah sangat dekat dengan adikku" jelas Ichiro.
" tidak, tuan" Tolak Nana dengan suara lirih agar Gabriel tidak terganggu.
Ichiro tau Bagaimana pun kondisinya, Nana masih berharap adiknya adalah seorang lelaki yang bisa Nana cintai. Namun, apa daya kenyataan nya memamng seperti itu. adiknya hanyalah seorang perempuan yang menyamar untuk bertahan hidup. Dan Nana tidak sengaja terperangkap dalam masa penyamaran itu.
" Sebagai kakak Hani. Aku meminta maaf kepada mu Atas semua kesalahan Adikku padamu. maaf selama ini, ia telah banyak membohongi mu"
Ichiro tidak berharap Air sebening kristal akan mengalir dari pelupuk mata Nana. Gadis itu menangis ketika Ichiro meminta maaf mewakili kesalahan sang adik.
" Tidak apa apa tuan. Adikmu tidak bersalah. Hanya saja aku yang terlalu terlena atas kebaikan maupun ketampanan adikmu. Sungguh, aku begitu bodoh, Hahahaha padahal Dia juga sama sepertiku diriku. Tapi, mengapa Aku begitu sampai sangat mencintai dirinya? " Nana terisak.
" eh-Maaf. maafkan adikku" Ichiro Merasa tidak enak hati ketika melihat Nana menangis karena sang adik. Dia merasa Bingung harus melakukan apa ketika seorang gadis menangis.
" Eh Anu. Baiklah, baiklah. kau tidak usah ikut ke istana. kau bisa tetap disini jika kau tidak ingin ikut. aku tidak akan memaksa"
" Terimakasih" Nana mengusap air matanya pelan . ketika Ichiro tidak lagi memaksanya untuk ikut.
__ADS_1