
Hani Diam tidak bersuara. Dirinya begitu Canggung. Meskipun suasana disekitar cukup ramai. Namun itu tidak membuat dirinya melupakan insiden saat makan malam tadi.
Sungguh, ia sangat malu sekali. Tetapi, juga sangat kesal Kepada kaisar Ryu. Sejak tadi ia ingin sekali memaki Kaisar Ryu. Namun, Apa daya ia tidak memiliki Kekuasaan ditangannya.
Saat makan malam berlangsung, Sesuatu telah terjadi . Hani sudah Membuat kehebohan besar. Sampai orang orang tidak Dapat menampik perkataannya.
Hani tekankan Dirinya adalah seorang gadis yang Jujur. mungkin, Dilain kesempatan saja ia akan berbohong Ketika memiliki Kesulitan atau kepentingan yang diperlukan . Bukankah kejujuran adalah Sifat yang baik? Tetapi, Mengapa Ia malah mendapat Tanggapan sebaliknya?.
Tuan Ichiro Sepertinya marah Besar kepada Dirinya. Karna ia tidak sengaja Membeberkan sesuatu yang tidak selayaknya ia katakan. hal itu menyebabkan akan berdampak kepada masa depan seseorang nantinya.
Awalnya Makan malam berjalan baik. Hidangan tersaji begitu banyak dihadapan Hani. Mama Athena yang memasak langsung karena Senang Melihat Para anaknya Lengkap berkumpul. Jadi, ia tidak melewatkan kesempatan yang ada untuk memasak makanan Kesukaan Para anaknya satu persatu.
Hani dapat melihat perbedaan nya. mereka semua memiliki kesukaan masing-masing Dan makan dengan sangat lahap. Sampai ketika Tuan Ichiro memberikan segelas susu Kepada Chen. Dan Chen menerima nya dengan baik tanpa Memeriksa nya terlebih dahulu.
Hani Tidak sengaja melihat Gelas susu Chen. ia melihat sesuatu Didalamnya. ia meneliti lebih dekat Dan mendapati Serbuk Racun Hewan didalam yang belum terlalu larut.
" Ini beracun " Jelas Hani. Membuat seluruh mata di meja makan langsung menatap nya . Mereka semua menatap Hani satu sama lain. tanpa ada rasa kepanikan Pada Perhatian mereka.
Biasanya Ketika seseorang Mendapati Hal Seperti ini Bukankah Akan ada Reaksi Heboh. Lalu, Apa ini? Tidak ada reaksi apapun dari mereka. Bahkan Kaisar Ryu tampak santai Seperti tidak memiliki keinginan untuk tau terlalu jauh apa yang dikatakan Hani.
ini aneh.
Melihat tidak ada seorang pun yang bereaksi Hani mengulangi perkataan nya kembali.
" Chen Kau tidak boleh meminum susu ini. ini sangat berbahagia untukmu karena terdapat racun didalam nya" Peringat Hani.
" Benarkah? " Chen mengalihkan pandangannya Kearah Ichiro mencari sebuah kepastian "Apakah yang kakak Hani katakan benar Kak Ichiro?"
"Tidak, mana mungkin susumu Ada racunnya?" elak Ichiro sambil menatap Hani dengan pandangan Datar Sambil mengunyah makanannya.
" Tapi, tuan. apakah tuan tidak melihat Racun di Dalam gelas ini. Tuan harus memeriksa nya" Hani menyuruh Ichiro untuk memeriksa Susu yang akan diminum Chen.
" Tidak ada apa-apa didalam gelas Susu Chen. Aku sendiri yang menyeduhnya untuk Chen. Apa kau Mau Menuduhku Yang seorang tabib ini Tidak becus membuat susu untuk adiknya sendiri? Heh" Baru kali ini Ichiro dibuat kesal oleh seseorang. Bahkan Dengan sangat Berani Perkataan nya Hani Jawab. Ia tau mana sesuatu yang baik untuk adiknya.
Hani yang mendengar penjelasan Ichiro hanya bisa melongo ditempat nya. Ia tidak habis pikir dengan tuan Ichiro. sangat jelas ada racun di dalam susu milik Chen. namun, tetap saja ia mengelak Tidak ada Racun sama sekali.
Apa Dia sudah buta? Sudah jelas ada racun di dalam minuman Chen. Lalu, apa tadi? dia yang membuat nya? Apa jangan-jangan dia ingin....
Belum selesai Hani dengan pikirannya sendiri. Chen sudah bersiap Hendak meminum susu nya. Dengan cepat Hani langsung merampas Susu yang akan diminum Chen. Akibatnya Gelasnya terjatuh bersama susu yang berceceran di lantai.
Habis sudah semuanya. Hani telah menyelamatkan satu nyawa yang hampir melayang. Semua mata terlihat melotot dibuatnya. Hani bersyukur Susunya Masih belum terminum oleh Chen.
Krettt
__ADS_1
Suara Kursi berderit Mengalihkan Perhatian semua orang yang terfokus pada susu yang bercecer dilantai.
" Aku selesai" Ichiro beranjak dari meja makan. Dengan Muka yang terlihat memerah. Hani yang melihatnya hanya dapat terdiam membisu.
Apa tindakanku salah? Bahkan, aku hanya ingin menyelamatkan Adiknya.
" Sudah. Lanjutkan makan kalian" Perintah paman Dwayne Dengan wajah yang Hani susah tebak sedangkan Mama Athena langsung mengejar kepergian Ichiro. Semua Terlihat Diam membisu dengan Kegiatan masing-masing yang berlanjut.
"Yang-yang mulia" Hani berkata lirih kepada kaisar ryu disebelahnya.
" Hm"
" Apakah tindakan yang saya lakukan salah?" cicit hani Kepada Kaisar Ryu.
" Bukankah Mama sudah memperingatimu Agar tetap Diam sebagai Tamu. Hem" Kaisar Ryu memegang tangan Hani dan mengelusnya.
" Makanlah, Setelah ini akan aku jelaskan" Perintah Kaisar Ryu membuat Hani berangsur bernafas lega. Ia Memperhatikan bekas susu dilantai yang dibersihkan pelayan.
Bahkan, aku melihat Racunnya saja Masih sangat Jelas. lalu, mengapa Tuan Ichiro Berbohong?
**************
" Kau tau kisah raja Romawi Mithridates VI?" Tanya Kaisar Ryu disebelah Hani. Saat ini mereka sedang menyusuri Jalanan desa penghubung malam hari . Kaisar Ryu mengajak Hani setelah makan malam untuk mencari udara segar.
" Aku akan Menyamakan Chen seperti Raja Romawi Kuno Mithridates VI . Kau mengerti?"
"en"
"Raja Romawi Kuno Mithridates VI adalah putra dari penguasa Kerajaan Pontus, Mithridates V. ia lahir di kota Sinope. Dia adalah raja yang Rutin Minum Racun Setiap Hari Agar Kebal. Alih-alih menyewa penguji rasa untuk memeriksa makanannya untuk mencari racun, Mithridates VI malah perlahan-lahan membiasakan dirinya mengonsumsi berbagai racun hingga dia mengira akan menjadi kebal. Dan ya, Dirinya berhasil. Bahkan Sekalipun ia pernah mencoba bunuh diri meminum Racun. itu tidak berefek kepadanya karena sudah kebal".
" Maksud yang mulia, Racun diminuman Chen tadi Merupakan sesuatu yang memang disengaja oleh tuan Ichiro?"
"ya, Begitulah. Kau malah menggagalkan nya. Ichiro melindungi adik adiknya Agar Mereka Lebih kuat"
"tetapi, tidak dengan cara seperti itu"
"Kau memang tau apa dalam dunia kekuasaan? pengkhianatan dan pembunuhan Seringkali terjadi, Bahkan Musuh bisa saja dari orang terdekat. Jadi, seseorang harus lebih bijaksana untuk mempertahankan perlindungan dirinya sendiri".
Hani Diam Karena yang dikatakan oleh kaisar Ryu memang benar adanya. Ia tidak Dapat menyangkal Karena memang ketika seseorang memiliki sebuah kekuasaan maka ia harus rela mengorbankan sesuatu apapun itu bahkan sekalipun nyawanya sendiri.
Jadi, Seseorang harus menjadi kuat terlebih dahulu ketika Ingin menjadi seorang penguasa agar tidak tergoyahkan oleh musuh. sama seperti Kaisar yang berada disebelah Hani saat ini. Kaisar kuat yang tidak terkalahkan karena kekejamannya.
"mengapa tuan Ichiro tidak Jujur saja ketika Mendidik Chen untuk kebal terhadap Racun. bukankah itu lebih baik yang mulia?"
__ADS_1
" Chen masih Kecil, Kebanyakan anak anak tidak akan mau jika diperintah untuk meminum sesuatu yang bernama racun. siapa yang akan mau?" Benar juga. Anak seumuran Chen Pasti tidak akan mau meminum racun . Secara itu adalah racun. sesuatu yang bisa membuat orang kehilangan nyawanya seketika.
" Sepertinya, Hamba Memang bersalah yang mulia" Hani menatap sendu ke bawah. melihat kaki mungilnya yang melangkah.
" Tidak apa . jadikan itu sebuah pelajaran untukmu"
" Sebaiknya, Hamba Harus segera meminta maaf kepada tuan Ichiro"
" Terserah kau saja" Kaisar Ryu menghiraukan Perkataan terakhir Hani. ia lebih memilih fokus kearah Kerumunan orang-orang yang melingkar. Seperti ada pertunjukan musik jalanan.
Kaisar Ryu langsung mempercepat langkahnya. tidak lupa meraih tangan Hani dengan sigap. Sehingga Membuat Hani terkejut atas tindakan Tiba tiba kaisar Ryu.
" Ad-ada apa yang mulia?" Hani kebingungan. Tidak ada Jawaban dari Kaisar Ryu. mereka sudah sampai ditempat kerumunan. Namun, Hani tidak dapat melihat pertunjukan didepan nya akibat postur tubuh orang didepan nya yang terlalu tinggi. alhasil ia melompat lompat kecil.
Menyadari Kesulitan sang tameng yang bertubuh kecil . Kaisar Ryu Akhirnya berjongkok didepan Hani.
" Naik" perintah kaisar Ryu
"Ti-tidak usah yang mulia. Hamba masih bisa melihat pertunjukan nya" Hani berbohong padahal dirinya tidak melihat apapun sama sekali.
"Naik" Kaisar Ryu tetap dalam perintah nya.
"Ta-tapi yang mulia" Hani Enggan untuk digendong Kaisar Ryu. Karena Menyadari Batas Kedudukan nya hanyalah Seorang pelayan biasa saja. Bukankah akan terlihat sangat lancang ketika ia digendong Kaisar Ryu yang seorang penguasa.
" NA-IK " Dan untuk kesekian kalinya. Kaisar Ryu sampai Menekan kan Suaranya. ia tidak mau menerima penolakan. Menyuruh Hani untuk segera menaiki punggung nya.
Dan Ya, berhasil. Hani mengulurkan kedua tangannya merangkul leher Kaisar Ryu dari belakang. Ia sungguh malu, Detak jantungnya berdegup kencang. Hani berharap semoga Kaisar Ryu tidak mendengar suara detak jantung nya.
Tetapi, Siapa yang tidak tau dengan keahlian kaisar Ryu. bahkan Sekarang Bibir kaisar Ryu telah melengkung ke atas secara penuh. Membentuk sebuah senyuman yang menawan.
Kaisar Ryu berharap Malam ini semoga tidak cepat berakhir. Karena ia sangat menyukai Pelukan hangat dari sosok kecil dipunggung nya.
" Hani?" Panggil kaisar Ryu yang tidak mendapati suara Hani dari balik punggungnya.
" ya, yang mulia" cicit Hani Dengan suara rendah di dekat telinga Kaisar Ryu. membuat Kaisar Ryu Meremang seketika.
" Jangan pernah Izinkan orang lain untuk menggendong mu Seperti ini"
" Mengapa yang mulia?"
" Cukup Aku saja yang merasakan Hembusan Nafas menggoda mu dan Dua Gunung kecil yang menempel dipundakku. Mereka tidak akan menggairahkan lelaki manapun karena ukuran kecil Kecuali aku. Cukup aku saja yang menggendong mu . Jangan izinkan yang lain. kau mengerti?"
Sialan . Hani mengerucut kan bibir nya Kesal sekaligus malu. Ingin sekali rasanya ia menjambak Rambut kaisar Ryu dari belakang. Kaisar nya memang terlalu sangat bar bar untuk Dirinya yang begitu Datar.
__ADS_1