
" maksud nona?"
" Aku ingin pergi ke pasar diluar istana".
" Tidak boleh ! " itu bukan suara larangan dari Hani melainkan sosok berwibawa yang ntah sejak kapan sudah berada di kusen pintu kamar Sassy.
" Yang mulia" keduanya terkejut tidak menyadari kedatangan kaisar Ryu. Hani langsung memberikan salam kepadanya.
" Kapan yang mulia tiba?"
" Barusan" . Sassy merasa sedikit canggung karena kehadiran kaisar Ryu tanpa pemberitahuan.
"Em, yang mulia apa boleh hamba meminta izin untuk jalan-jalan keluar istana".
" Tidak ".
" bersama Hani"
" tidak diizinkan " pupus sudah harapan Sassy. ia mendadak muram mendengar Jawaban kaisar Ryu.
" Kecuali aku ikut"
" Benarkah ?" Sassy begitu bahagia hingga tidak sadar menggenggam tangan kaisar Ryu.
" oh maaf, yang mulia" Sassy segera melepas genggaman tangan nya karena merasa tidak enak. wajah dibalik topeng itu seperti nya langsung menyeramkan ketika tangan Sassy tidak sengaja menggenggamnya.
" Persiapkan dirimu". kaisar Ryu langsung meninggalkan kamar Sassy untuk menunggu di luar.
************
Sudah lama sekali Sassy tidak pernah berkeliaran seperti ini. mungkin terakhir kali saat dirinya masih kecil. ntah ia lupa bagaimana suasananya.
Mengikuti kaisar Ryu dari belakang bersama Hani. Sassy tidak menyangka ia akan berbaur seperti orang biasa pada umumnya dengan pakaian yang sudah diganti. mereka memasuki jalur tikus hingga sampai di pusat kota.
" kita makan dulu?"
" baik yang mulia" Sassy Hendak melangkah kembali Namun dicegah oleh kaisar Ryu.
" ada apa yang mulia? ".
" jangan Bawa kedudukan ku disini. panggil saja aku kakak" Sassy mengangguk faham. ia mengerti kaisar Ryu tidak ingin orang lain mengetahui bahwa dirinya seorang kaisar. dan meminimalisir akan adanya bahaya musuh yang mengintai dimana mana.
Mereka memasuki kedai yang sangat ramai oleh pembeli. memesan ruangan khusus hanya untuk orang bertiga saja.
"makanan nya sangat enak" .
" makanlah" . peruntah kaisar Ryu.
"hani kemari, mari kita makan bersama" .
" tidak nona. hamba disini saja " Hani memilih untuk menyadari bahwa ia memiliki batasan sebagai seorang pelayan yang tidak boleh makan satu meja dengan orang berkasta tinggi. terkecuali kaisar Ryu yang memaksa.
__ADS_1
" duduk lah". perintah paling mutlak memang dari mulut kaisar Ryu. tidak akan ada alasan bagi siapapun untuk menolaknya. Hani buru buru duduk ia tidak ingin beruang buas didepannya marah.
Mereka makan dengan sangat khidmat, dan setelahnya berjalan jalan menikmati malam di pusat kota.
Sassy menyempatkan diri untuk membeli beberapa barang di toko pinggiran.
" Hani kemarilah" Sassy merentangkan sebuah mantel bulu ke tubuh Hani.
" ini pas sekali kepada mu. bagaimana yang mulia? maksudku kakak?" Sassy meminta pendapat kaisar Ryu mengenai penampilan Hani.
" Bagus, tapi tubuhnya terlalu pendek"
' Sialan dia mengataiku pendek ' Hani menatap datar kearah kaisar Ryu yang mencemohnya.
" Aiya, tubuh Hani tidaklah terlalu pendek kakak. bukankah tubuh ini terlalu ideal untuk seorang wanita. dia sangat sempurna. bagaimana caranya kau merawat tubuh idealmu? hem" Tanya Sassy penasaran.
" Ah, itu hanya tidak makan terlalu banyak nona " Hani pura pura tertawa menanggapi.
" ralat Sassy, dia hanya makan terlalu banyak. kau belum tau saja makannya seperti apa" celetuk Kaisar Ryu membuat Sassy langsung bersikap skeptis.
" Apa kak? kakak mengatakan apa? " Sassy menantang kaisar Ryu untuk mengulang perkataannya.
" Tidak ada" kaisar Ryu segera berlalu menghindari perdebatan dia melawan 2 orang wanita yang masing-masing memiliki mulut cukup pedas. rasanya tidak mungkin ia menang melawan mereka berdua.
" dasar laki laki. Meraka akan pergi ketika tidak sanggup lagi untuk melawan perdebatan Dengan seorang wanita. baiklah, bibi aku aku beli mantel yang ini. dan serahkan kepada gadis ini setelah dibungkus". tunjuk Sassy ke arah Hani.
" baik Nona".
" nona, apa maksud nona?"
" Terimakasih nona" .
**************
Beberapa hari kemudian. Berbagai barang untuk perburuan telah di siapkan. Kaisar Ryu tengah mengecek kereta kuda yang mengangkut barang tersebut.
" Apa semuanya telah siap?"
" ya yang mulia. pasukan Tinggal menunggu perintah yang mulia untuk berangkat" .
"Baiklah. kita berangkat sekarang" .
**************
Kawasan perburuan tahun ini di adakan didekat sebuah gunung. Dimana di arah kanan kirinya terdapat banyak jurang yang mengiringi perjalanan.
' Sangat menyeramkan' Hani tidak dapat membayangkan jika seseorang sampai jatuh ke dalam jurang tersebut. pastinya ia akan mendapatkan luka yang sangat berat ataupun bisa saja tidak dapat berbentuk lagi. karena banyaknya benturan ketika terguling kebawah.
Ketika tiba, sudah ada banyak Tenda dari berbagai kerajaan yang hadir termasuk kerajaan Tan. Hani tidak sabar untuk bertemu kembali dengan permaisuri Diana. itu jika dia ikut serta.
" Woaahhhh cukup menarik " kata pertama yang keluar dari mulut Angel setelah ia bangun dari tidur panjangnya selama perjalanan.
__ADS_1
" nona tidak tau diri" bisik seorang pelayan lain bernama Lusi ke arah Hani. Sedangkan Hani tersenyum memaklumi.
" Lusi, bawa barang barang ku ke arah tenda ". Mendengar seruan Sassy, pelayan Lusi langsung kelimpungan seketika.
" ah iya nona. saya datang" .
" Hani, tolong kau turunkan barang barang ku. aku akan menyuruh prajurit saja untuk membawanya".
" Jangan nona. saya masih bisa membawanya" .
" kau perempuan. itu terlalu berat untukmu. biarkan prajurit saja yang membawanya". perbedaan yang sangat jelas antara nona Sassy dan Angel. jika Hani bisa memilih mana calon kandidat yang paling sempurna memenuhi syarat menjadi calon permaisuri kerajaan Tin. maka jelas, Hani akan memilih nona Sassy menjadi calonnya. tetapi itu kembali lagi kepada keputusan kaisar Ryu. karena dia memiliki haknya sendiri sebagai seorang kaisar.
Dari kejauhan Hani melihat sosok kecil yang dikenal nya tengah tersenyum lebar kearah nya.
' pangeran Gabriel?'.
" Ibunda lihatlah, ada calon permaisuri ku juga disana" tunjuk pangeran Gabriel ke arah tempat Hani. sedangkan disekelilingnya orang orang ikut serta mencari tau sosok yang ditunjuk pangeran Gabriel.
Sassy mendekat ke arah permaisuri Diana bersama Hani untuk sekedar menyapa karena sudah lama tidak bertemu.
" Salam kepada yang mulia Permaisuri Diana".
" oh Sassy, bagaimana kabarmu?".
" Hamba baik yang mulia. bagaimana dengan kabar yang mulia sendiri? "
" Ya, seperti yang kau lihat. aku bersyukur Tuhan masih memberikan kesehatan untuk ku hingga sekarang" .
" oh permaisuriku apa kabar? " Pangeran Gabriel menyapa Hani membuat tidak enak karena diperhatikan oleh seluruh orang disekitar yang kebingungan dengan perkataan Gabriel.
" oh- hamba baik Pangeran. bagaimana dengan pangeran?" Hani tersenyum senang ketika melihat pangeran Gabriel .
" aku merindukan mu". pangeran Gabriel Segera berhambur memeluk Hani tanpa memperdulikan sekitar.
" kau tau, dia sakit mendadak karena tidak mendapati dirimu lagi di kerajaan Tan" .terang permaisuri Diana.
" Ya, kau tau permaisuriku. aku tiba-tiba sakit karena tidak melihatmu lagi di kerajaan. Apa kau mau pulang bersama ku ke kerajaan ku?"
' lihatlah bagaimana anak sekecil itu bisa menyukai pelayan sejelek itu'
' seperti nya Permaisuri Diana memiliki seorang anak yang katarak'
' Omo anak sekecil itu sudah berhalusinasi rupanya. sangat kasihan'
Permaisuri Diana dengan jelas mendengar cemohan dari isi hati setiap orang yang melihat interaksi antara pangeran Gabriel dan Hani. ia sangat geram sekali.
" Maaf sekali tuan tuan dan nyonya nyonya. jika kalian ingin mengolok tentang anakku. pastikan mulut kalian berbicara langsung tanpa harus memendam dalam isi hati kalian. sangat pengecut". teriak permaisuri Diana.
beberapa orang orang yang menyadari isi hati mereka telah dibaca oleh permaisuri Diana. sempat terkejut ketika mengetahui bahwa kerajaan Tan memiliki seorang permaisuri yang bisa membaca isi hati setiap orang. mereka sadar untuk tidak berkata sembarangan lagi.
sedangkan beberapa orang yang lain tidak mengerti dengan perkataan Permaisuri Diana. mereka kebingungan mengira permaisuri Diana memiliki penyakit kejiwaan.
__ADS_1
" Sayang, ada apa?". kaisar William tiba-tiba mendekat memeluk permaisuri Diana.
" mereka mengolok olok anak kita ".