Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
6. Kaisar Kejam


__ADS_3

Matahari tenggelam keperaduannya. Menyisakan langit jingga yang nampak indah dengan semburatnya. Kini rombongan telah tiba di istana.


Sebelum masuk, terlebih dahulu ada beberapa pengecekan di gerbang utama istana. satu persatu barang-barang para pelayan baru diperiksa oleh penjaga gerbang.


itu dilakukan mewaspadai adanya penyusup dari kerajaan lain yang hendak memasuki istana. Dan juga perintah tiba-tiba dari kaisar untuk memperketat penjagaan akhir-akhir ini.


Kini tiba giliran barang bawaan yang dibawa oleh hani. Penjaga memeriksanya satu persatu. Tidak ada masalah sedikitpun. Sebenarnya Hani terbilang cepat dalam pemeriksaan. Ntah mengapa hani merasa para penjaga gerbang tampak enggan menatap hani.


Berbeda dengan gadis-gadis dari desa lain. para penjaga gerbang menampakkan senyum berbinar-binar seperti tidak pernah melihat wanita sekalipun.


'Dasar lelaki mata buaya, Melihat seseorang dari penampilannya saja'


Tetapi tidak mengapa untuk hani. Itu terbilang bagus penyamarannya berhasil. Ia yakin para penjaga tak memperhatikannya karena ia tampak seperti wanita yang buruk rupa dengan kulit coklatnya.


Berbeda dari gadis-gadis desa yang lain tampak cantik dan menawan.dan untuk pertama kalinya dalam hidup. ia bisa melihat dan memasuki istana secara langsung.


'Sungguh ini sangat indah aku tidak akan mengelaknya. Memang betul apa yang dikatakan oleh para warga bahwa istana memiliki keindahan tersendiri yang berbeda. Mungkin aku akan betah disini'


Hani merasa tinggal diistana tidak terlalu buruk baginya, karna ia tidak tau takdir apa yang akan menantinya dikemudian hari.


...*****************...


Keesokan hari.


Keheningan menyelimuti Aula Pertemuan istana. Para Menteri saling menyembunyikan wajahnya tertunduk dalam.


Mereka sangat takut melihat satu sama lain. bahkan untuk menelan ludah sekalipun menghilangkan rasa keringnya tenggorakan begitu susah.


" Sudah kukatakan bukan, aku tidak suka tikus pengerat berada diwilayah kekuasaanku" Hanya suara datar dari seorang pria yang berada di singgasana kaisar lah yang terdengar. Membuat Para menteri semakin menundukkan kepala mereka semakin dalam.


"Ampun yang mulia, ampun" Seorang menteri berlutut ditengah tengah aula pertemuan meminta ampun kepada seorang yang berada didepannya saat ini.


Kaisar Ryu tersenyum sinis dibalik topengnya yang ia pakai. Ia segera bangkit menghampiri menteri yang berada didepannya dan


sreettt.... akhhhhhhhhhh


Darah menyembur dari luka tusuk dibagian dada terdepan kasim jumong. Seorang kasim yang bertugas dibagian pemantau penyaluran Dana dari kerajaan untuk desa-desa yang membutuhkan.


Tetapi, sesuatu yang buruk telah didengar oleh Kaisar. Bahwa ia tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan ia sudah menggelapkan dana kerajaan sangat banyak.

__ADS_1


"Itu adalah hukuman bagi tikus yang membuat rakyatku menderita" Jelas kaisar ryu di aula pertemuan. Ia letakkan belati miliknya yang berlumuran darah agar cepat dicuci.


" Bereskan mayatnya" Begitulah sifat Kaisar ryu tegas dan kejam. Ia tidak akan segan-segan membunuh siapapun orang yang melanggar tugas darinya. apalagi sampai menentangnya.


Hukuman langsung ia berikan dari tangannya sendiri tanpa perantara seorang algojo. Itu lebih baik agar orang yang ingin menghancurkan kekuasaannya bisa berpikir dua kali untuk melawannya. Siapa Kaisar ryu yang mereka lawan?


"Pertemuan selesai" Ucap kaisar ryu berlalu dari ruang pertemuan setelah membasuh tangannya yang berlumuran darah kesebuah cawan air.


...***************...


Ditempat yang berbeda Hani tengah fokus mendengarkan apa yang dikatakan oleh kepala pelayan istana-nyonya Zuang. wanita yang masih tampak terlihat muda bagi hani meskipun umurnya sudah 30 tahun keatas.


Ia memberikan pengarahan kepada para pelayan baru tentang apa dan bagaimana tugas-tugas mereka serta tempat-tempat mana yang boleh dimasuki dan tidak boleh dimasuki. sebelum ada izin untuk memasukinya .


Dan kini para pelayan baru telah berada di depan Aula pertemuan saat ini. Mereka tampak mengangguk paham akan penjelasan dari nyonya zuang sampai suara pintu aula yang terbuka mengalihkan penglihatan mereka.


Kini semua mata memandang ngeri kearah pintu aula karena disana sudah ada mayat seorang Menteri yang dibopong oleh 2 prajurit kerajaan.


Para pelayan baru langsung tertunduk pucat melihatnya. Mereka sudah bisa mengira siapa orang yang telah membunuhnya. siapa lagi jikalau bukan kaisar mereka yang sangat kejam .


'Kebenaran dari sebuah rumor'


Batin hani, ia sangat merasa waswas saat ini.


sekarang ia sangat gugup sampai meremas bagian sisi Hanboknya sangat erat. "Aku berharap pemandangan tadi tidak menyurutkan niat kalian untuk mengabdi pada istana" terang kepala pelayan menyadarkan lamunan para pelayan baru yang ketakutan.


"Dan jangan fikirkan pemandangan tadi, itu akan terjadi ketika kalian berkhianat dan menentang perkataan kaisar. Kalian mengerti?" Mereka hanya bisa mengangguk paham dan pasrah dengan keadaan.


Bahkan berbicara pun mereka tidak sanggup. Hanya bisa terdiam kaku tanpa suara.


Sampai suara derap langkah kaki mengambil alih penglihatan mereka kembali. Belum sampai semua mata memandang. Kepala Pelayan langsung mengintruksi tegas.


" Tundukkan kepala kalian!" Dan ya, semuanya menurut termasuk juga dengan hani.


'tuk


tuk


tuk'

__ADS_1


Suara derap langkah kaki semakin mendekat kearah gerombolan para pelayan baru. Hani bisa melihat seseorang mengenakan jubah kebesaran seorang kaisar berwarna merah semakin mendekat kearahnya.


Hanya setengahnya ia bisa melihat dari area pinggang hingga kebawah. Alih-alih dengan cepat ia menggeser tubuh agar menepi. Kakinya menginjak Rok hanbuk yang ia pakai.


" Salam hormat kepada yang Mulia".


Deg


hani bisa merasakan tubuhnya menegang seketika. bukan karena suara kepala pelayan melainkan sebuah tangan merangkul pinggangnya yang sedang membungkuk. Dan


bugh...


'ahhh'


semua orang yang berada di halaman aula pertemuan langsung menatap Hani prihatin.


Hani bisa merasakan tubuhnya melayang terhempas ketanah.


'Oh Sakit sekali, berani beraninya ia menyentuhku tanpa izin . akan ku pukul dia' Hani mengusap bokongnya yang terasa sakit mendarat ketanah.


Ia langsung mendongakkan pandangannya, menatap siapa orang yang telah memanggulnya seperti karung beras dan menghempaskannya secara kasar ketanah.


Dan ya, ia langsung bertatapan dengan Mata tajam seperti elang menatapnya intens dengan topeng emas menutupi wajahnya.


'dia?Bukankah dia? oh tuhan tamatlah riwayatku dia, dia kaisar kejam itu' Hani langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan menundukkan penglihatannya menghindari tatapan kaisar ryu padanya.


'Mata itu sangat tidak asing bagiku. Tapi, dimana aku pernah melihatnya?' Kaisar ryu nampak berpikir. ia seperti pernah melihat hani disuatu tempat. Lebih tepatnya, mata indah milik hani.


Kaisar ryu menatap hani dari ujung rambut sampai kebawah 'mungkin aku salah melihat? Dan Desa mana yang mengirim seorang pelayan baru yang sangat berbeda ini?' kaisar mengangakat sudut bibirnya sedikit tanpa ia sadari.


Ia melanjutkan jalannya kembali. Menghiraukan Hani yang terjatuh ketanah.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya nyonya zuang menghampiri hani membantunya berdiri.


"Ia nyonya"


"Syukurlah kau tidak apa-apa. Jangan ulangi kembali. Jika kamu masih ingin hidup. Cepatlah menepi jika Kaisar ingin lewat" peringat nyonya zuang.


"Ia nyonya. Maafkan aku. Tadinya aku ingin menepi. Namun, kakiku tidak sengaja menginjak rok ku. Sehingga membuatku tidak bisa bergerak dan terdiam ditempat"

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Lain kali berhati-hatilah" nyonya zuang tersenyum lembut menasehati hani. Membuat hani sedikit tenang.


"Dan semuanya mari kita lanjutkan perjalanan" nyonya zuang mengintruksi kembali para pelayan baru agar mengikuti langkahnya menyusuri bagian terdalam istana.


__ADS_2