Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
52


__ADS_3

" Berikan surat perintah nya" .


Utusan tersebut memberikan sebuah gulungan surat kepada kaisar Ryu dengan tangan gemetar.


" SURAT INI PALSU " teriak kaisar Ryu Mencari pusat perhatian para warga agar mendengar kan dirinya dengan seksama.


Seluruh orang yang berada ditempat Terkejut. Berbisik satu sama lain mencari kebenaran dari perkataan tuan Ryu yang mereka kenal.


" APA MAK-SUD TUAN ? SURAT TERSEBUT RESMI ATAS PERINTAH YANG MULIA KAISAR RYU " Bantah sang utusan yang masih tetap dibiarkan hidup.


"Sangat jelas Surat ini palsu. lalu, dimana letak keaslian nya jika Surat ini terbukti resmi? "


Tantang Tuan Ryu dengan mata menyoroti sang utusan. Sehingga membuat tubuh mereka bergidik ngeri Seperti hewan yang sedang di intai Oleh Seorang pemangsa.


"itu- Ada pada Segel Kerajaan Tuan. Tanda itu mewakilkan segala perintah Dari kaisar Ryu Karena segel tersebut bukanlah segel sembarangan yang orang lain bisa pergunakan Sesuka hati".


" -Dan Kurang stempel Darah yang mulia kaisar. Berarti surat ini PALSU" Terang kaisar Ryu melanjutkan ucapan sang Utusan.


Kehebohan semakin bertambah. para warga semakin berbisik nyaring. membenarkan perkataan tuan Ryu yang sangat benar adanya.


Satu persatu warga Kini memberanikan diri mereka Menantang sang utusan yang membawa kebohongan besar kepada desa Mak.


" Apa karena kami rakyat kecil kalian bisa membohongi kami?" tanya salah satu warga kepada para utusan yang menelan ludahnya kasar.


" Ya betul . Kalian seenaknya saja memerintah kami dengan embel-embel perintah kaisar Ryu Dan ternyata semua itu bohong belaka"


" Kalian pantas dihukum "


" ya, hukum yang setimpal "


Para warga saling bersahutan . mereka mengepung para utusan yang tersisa sedikit . Tidak membiarkan satupun utusan Dapat melarikan diri. Mereka bersiap menghakimi dengan Hukuman yang dibuat sendiri seperti hukum rimba.


" Tunggu " Cegah Tuan Ryu.


" Siapa yang mengirim Kalian untuk Tugas ini? "


" Itu Salah Seorang Menteri dari Biro pertahanan Tuan"


" Biro pertahanan?"


" Ya , tuan. Beliau juga Diperintahkan oleh atasan nya yang menjadi Panglima pertahanan"


" Oh Begitu rupanya " Sekarang, Kaisar Ryu Tidak usah bersusah payah lagi untuk mencari para tikus berwujud manusia didalam istana. karena sebau baunya bangkai dipendam pasti akan tercium juga.


" Ambil - " Tuan Ryu melempar sebuah gulungan surat kepada para utusan yang tersisa. Menyuruh nya untuk membukanya dan melihat.


Membukanya lebar-lebar . Mereka terkejut dengan isi surat tersebut yang begitu resmi. Menatap bingung kearah tuan Ryu yang memberikan mereka Surat tersebut.

__ADS_1


" Oh ini surat resmi dari yang mulia" celetuk seorang warga yang tidak sengaja melihat surat tersebut dan ikut Serta membacanya.


" Kau yang bisa membaca. Siapa namamu? " Tuan Ryu menunjuk Orang tersebut.


" Nama saya Puak, tuan"


" Kau ku jadikan saksi Atas peristiwa ini jika dimasa depan Masalah ini dibawa menuju pengadilan "


" Saya bersedia tuan. tapi, bisakah saya Mengajak teman saya menjadi saksi juga, Agar dilain waktu jika saya diburu. Bukan saya saja yang meninggal"


HAHAHAHAHAHA


Tuan Ryu Tertawa karena mendengar Lelucon yang mengandung Undangan kematian tersebut. Sangat jelas Bahwa seorang saksi Adalah sebuah Bukti paling nyata Atas kejadian apapun. jadi, siapapun orang Akan jarang sekali atau sangat menghindari menjadi seorang saksi. Karena mereka tidak ingin menjadi sasaran empuk para pembunuh dari pihak musuh yang akan menghilangkan bukti.


" Baiklah, kau bisa menunjukkan mereka"


" Ter, shin, Aey dan ping "


" Hei kenapa kau menunjuk diriku " Seorang pemuda berkepala botak tidak terima dirinya dipanggil menjadi saksi.


" Sialan kau Puak " Yang lain ikut serta ketar ketir karena nyawa mereka Masuk didalam Kesaksian. Yang artinya Nyawa mereka didalam tahap bahaya sebagai seorang saksi.


" Baiklah, Jangan ribut. Ini hanya tugas sepele. Hanya sebagai seorang saksi dan bukan tugas untuk berperang" tambah Tuan Ryu sangat santai.


Akhirnya, Mereka lebih memilih menurut . Tidak ingin pedang ditangan tuan Ryu melayang kepada mereka yang masih ingin tetap hidup.


Kaisar Ryu memerintahkan puak dan para temannya untuk mengawal para utusan menghadap tetua desa mak. Gulungan surat tersebut harus sampai kepada Tetua desa Mak. dan selebihnya keputusan tuan Ryu serahkan Kepada tetua desa yang berbicara.


Gadisnya, terduduk Kaku ditempat. Menatap nya ngeri Seperti seseorang yang ketakutan.


Ada apa dengannya?


Kaisar Ryu segera menghampiri Hani. ia khawatir dengan raut wajah sang gadis yang memprihatinkan. Mata Sebiru samudera itu berkaca kaca seperti akan tumpah.


" Apa kau tidak apa-apa?" Kaisar Ryu ingin membantu Hani berdiri. Namun, tangan kecil Hani menyilang serta badannya yang bergeser mundur menjauhi Kaisar Ryu.


Dia menolak ku.


Ha-ha-ha


" Apa kekasihku takut kepadaku sekarang? " Kaisar Ryu tersenyum masam, merasa Tidak berdaya. Ya, dirinya tidak berdaya karena telah menjadi seseorang yang begitu kejam. Sampai gadisnya saja menolaknya Seperti itu. Masih pantaskah Ia mendapatkan cinta sedangkan hidupnya saja ia habiskan untuk membunuh orang.


...**************...


Hani Lebih memilih membuntuti Kaisar Ryu dari belakang. ia masih terdiam tanpa kata dengan wajah yang Ditundukkan. Menghindari kontak mata langsung dengan kaisar Ryu.


Rupanya tanah lebih menarik untuk dipandang daripada diriku yang sudah tampan. Ahhh ingin sekali rasanya aku membunuh Tanah Seandainya dia memiliki nyawa.

__ADS_1


Kaisar Ryu menggerutu Kesal dalam hati. ia tidak henti hentinya menyumpah serapahi tanah yang tidak memiliki dosa.


Sesampainya di tempat penitipan kuda. Kaisar Ryu segera mengambil zero . Ia belum memberi tahu Hani bahwa perjalanan pulang akan segera dilanjutkan.


Hani yang Sedari tadi melamun Dan hanya membuntuti kemana sosok kaisar Ryu berjalan tersadar seketika. Melihat Kaisar Ryu yang telah menarik Zero mendekati dirinya.


" Tu-an? " Hani terkejut.


" Apa? Kau tidak ingin pulang? "


" Pu-lang? "


" Hm "


" Tung-tunggu tuan, bukankah Kita harus berpamitan terlebih dahulu ke tetua desa sebelum pergi?"


" Tidak ada waktu , Kau ingin pulang atau tidak? Atau... kau ingin tinggal disini? " Hani menatap Kaisar Ryu dengan wajah yang rumit.


" Sebenarnya, Aku ingin memberitahu kan dirimu jika kita harus pulang dengan segera. Para musuh akan mendeteksi diriku dengan cepat jika mereka tau aku tidak ada di istana dalam waktu yang cukup lama. Apa kau mengerti? "


Hani mengangguk paham. ia sangat tau , Seorang kaisar tidak boleh terlalu lama meninggal kan Kerajaannya. Karena Akan berdampak kepada munculnya para Pemberontak yang Bisa leluasa menyerang tanpa adanya seorang Pemimpin dikerajaan tersebut.


......*****************......


" Tetua, tetua Pee! " Puak Memanggil Tetua Desa Pee dengan lantang sehingga membangun Kedua Peliharaan Tetua desa yang berada didekat pintu rumah.


GUK


GUK


GUK


" Haishhh kenapa kalian yang menyahut?" Puak merasa ngeri ketika melihat gigi taring peliharaan tetua pee yang menganga lebar . Seperti nya itu sangat tajam melebihi pisau yang diasah. untuk Mengoyak dagingpun Semestinya akan sangat cepat menjadi halus.


Mereka yang memperhatikan terlihat bergidik ngeri dengan peliharaan Tetua Pee. Mereka Anjing yang sangat besar dan menakutkan.


" Ck Kemana tetua? TETUA PEE . TETUA PEE? " Teriak sekali lagi puak dengan lantang.


" Sebentar "


Ada Sahutan dari dalam rumah dan setelahnya pintu terbuka lebar. Menampakkan tetua pee yang sedang memegang spatula ditangan.


Mereka yang berada di depan pintu terkejut mendapati tetua Desa yang terhormat Memegang sebuah spatula. bukankah tugas itu biasanya dilakukan oleh kebanyakan para wanita.


" Ehm , Ada perlu apa tuan tuan datang kemari? " Tetua desa pee segera memecahkan keheningan yang terjadi.


" Begini Tetua pee, Kami diperintah tuan Ryu untuk memberikan surat ini Kepadamu? " Salah satu utusan memberikan gulungan surat Dari tuan Ryu.

__ADS_1


" Ini- Bagaimana mungkin? " Tetua desa Pee tidak percaya dengan Isi surat tersebut. Baru semalam ia membicarakan Perihal tentang Kesulitan bahan makanan yang menipis didesa Mak serta Masalah lahan yang kering . namun, Tuan Ryu dengan sangat cepat menyelesaikan nya dengan hanya selembar surat.


Sungguh Hebat Kaisar Satu itu,


__ADS_2