Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
21. Ichiro Datang


__ADS_3

apa yang akan dilakukan permaisuri diana kepadaku?


pemikiran itu terus berputar di otak Hani . hingga pangeran Gabriel muncul dengan membawa sebuah kotak alat rias. Ia langsung memberikan nya kepada permaisuri Diana.


"Terimakasih sayang, Kau bisa melanjutkan membaca mu" permaisuri Diana tersenyum mengusap rambut pangeran Gabriel .


"Baiklah, Sekarang mari kita Mulai Mengubah penampilan si Phoenix yang Tenggelam kedasar lumpur menjadi sedia kala" senyum sumringah tercetak jelas di wajah permaisuri Diana yang mendekati Hani mematung karena perkataan nya.


"Yang-yang mulia Apa yang akan yang mulia lakukan kepada hamba? to-tolong jangan lakukan itu" Hani menolak tidak ingin di rias. itu sesuatu yang sangat dihindari nya.


"tidak ada penolakan" permaisuri Diana langsung bergerak cepat, ia tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada dengan sia sia.


**********************


Setelah beberapa waktu berkutat dengan Acara merias Hani . Permaisuri Diana bernapas lega dengan hasilnya. Bahkan sebelumnya, terjadi sedikit kesalahan dalam riasan di wajah Hani.


Permaisuri Diana Terlalu banyak memberikan pewarna pipi hingga mengakibatkan wajah Hani seperti pelawak Drama jalanan. Alhasil pangeran Gabriel yang menyaksikan nya tertawa terpingkal pingkal melihatnya.


"Oh tuhan" Kuas rias ditangan permaisuri Diana terjatuh.


"bagaimana mungkin? Ini, sungguh suatu Kecantikan yang dapat menghancurkan sebuah kerajaan" permaisuri Diana terkagum melihat wajah Hani yang begitu sempurna. Meskipun dirinya juga sangat cantik . namun, ini baru pertama kali nya permaisuri Diana bertemu dengan orang yang memiliki kecantikan melebihi dirinya.


"Bukan kah yang kukatakan benar ibunda? calon ratuku memang sangat cantik. bukan?" Gabriel tersenyum membanggakan dirinya sesekali masih tetap terfokus kepada buku ditangannya yang semenjak tadi ia baca. tanpa melihat sosok yang menjadi topik pembicaraan tersebut.


"Kau-kau benar sayang" Permaisuri Diana masih tidak yakin, apakah sosok didepannya ini masih seorang manusia ataukah seorang Dewi? ia segera memberikan sebuah kaca kepada Hani.


oh tuhan, apakah kecantikan ku sebuah kutukan ? apakah selama nya aku akan hidup dalam sebuah penyamaran? Kapan aku bisa menjalani hidupku layaknya orang biasa?


Hani meraba wajahnya yang sudah dirias sedemikian rupa oleh permaisuri diana. ia sadar perkataan permaisuri Diana memang betul adanya. Kecantikannya yang begitu luar biasa.


" Jangan pernah merasa dirimu Sangat buruk. Kecantikan mu bukanlah sebuah kutukan. Itu anugrah hidupmu. suatu saat kau pasti akan bahagia" permaisuri Diana tersenyum menenangkan Hani.


PRANG


GUBRAK


Suara benda jatuh membuat Ketiga orang dalam perpustakaan tersebut Langsung menoleh serempak. mempertanyakan satu sama lain lewat tatapan masing-masing. Dari mana asal sumber suara tersebut.


"suara apa itu? " permaisuri Diana orang pertama yang membuka pertanyaan.


"Gabriel akan memeriksa nya ibunda"


"berhati-hati lah" Pinta permaisuri diana kepada pangeran Gabriel yang langsung melompat turun dari Kursi ternyaman nya semenjak tadi membaca . ia bergegas menghilang dibalik rak rak buku perpustakaan mencari sumber suara yang dipertanyakan.


Permaisuri Diana hendak Merapikan alat riasnya. Namun, Dirinya di buat terkejut oleh sosok seseorang yang tidak pernah ia harapkan kedatangannya.


"Siapa nona ini?" seorang lelaki menatap Hani tidak berkedip.


"Oh astaga, Ichiro ! Kau mengagetkan ku" Permaisuri Diana terkejut mendapati Ichiro berada dibelakang nya sedang menatap Hani.


bukankah Dia adalah Tuan Ichiro? mengapa dia ada disini? tamat lah riwayat ku.


Hani mulai gelisah. ia takut Tuan Ichiro mengenalinya sebagai Hani . Bagaimana jika dirinya dilaporkan kepada kaisar ryu karena sudah berbohong menyamarkan dirinya. ia tidak ingin dipenggal dan seluruh keluarga nya dihukum.


itu tidak akan terjadi, kumohon bantu aku permaisuri

__ADS_1


Hani menatap permaisuri Diana memelas. semoga permaisuri dapat mendengar suara hatinya.


"oh di-dia . dia temanku Ichiro Namanya Isabella" Permaisuri Diana terlihat gugup memperkenalkan Hani kepada Ichiro. sedangkan Hani terlihat bingung mendengar kebohongan permaisuri Diana.


Apakah permaisuri mendengar isi hatiku. terimakasih permaisuri.


"Sejak kapan permaisuri Diana memiliki teman? " Ichiro memicingkan matanya Meminta penjelasan.


"Haruskah aku melapor padamu jika aku memiliki teman?" Tidak kalah sengit permaisuri diana juga menatap Ichiro begitu tajam.


" ibunda Gab- PAMAAAAAANNN ! ! !" Suara cempreng pangeran Gabriel menghancurkan pertandingan sengit tatap menatap permaisuri Diana dengan Ichiro.


pangeran Gabriel langsung berlari dan melompat kearah Ichiro. sedangkan Ichiro menyambutnya dengan suka rela .


" putraku, Kau merindukan ku?"


"GABRIEL BUKAN PUTRAMU. JADI, JANGAN PERNAH KAU PANGGIL DIRINYA DENGAN SEBUTAN PUTRAMU" Permaisuri Diana berteriak marah mendengar perkataan Ichiro.


Apa yang sedang terjadi? Sesuatu yang belum Hani ketahui ataupun dilarang Hani untuk mengetahui nya. ia hanya bisa menjadi penonton yang setia duduk manis mendengar ocehan permaisuri Diana yang memarahi Ichiro.


"sudahlah, Dia putra ku juga. bukankah dulu Kita pernah saling mencintai? " dengan tenangnya Ichiro bertambah memancing kemarahan permaisuri Diana.


"ICHIRO KAU?" tunjuk permaisuri diana kepada wajah tenang Ichiro. ingin sekali rasanya permaisuri Diana memukul wajah tanpa dosa itu.


"ibunda, apakah yang dikatakan paman Ichiro benar?" Dengan polosnya pangeran Gabriel menanyakan pernyataan Ichiro.


"sayang, jangan dengarkan paman Ichiro. dia pembohong" Permaisuri Diana meyakinkan pangeran Gabriel bahwa apa yang didengarnya adalah salah.


"DAN KAU, KEMARI KAU ICHIRO. AKAN KU TARIK MULUT PEMBOHONG MU ITU. KEMARI KAU PENGHASUT SIALAN" geram Permaisuri Diana mendekati Ichiro yang gesit menghindar dari amukannya sambil menggendong pangeran Gabriel.


ha ~ha ~ha


"Hentikan ! aku lelah" Permaisuri Diana akhirnya mengalah . ia memegangi pinggang nya yang sakit karena ulah mengejar Ichiro.


" Baiklah, mari kita lakukan lain kali lagi" Ichiro mengatakan nya tanpa rasa bersalah. ia mendudukkan pangeran Gabriel disebelah Hani berada. Awalnya Ichiro ingin pergi beristirahat saja. Namun, melihat sosok Hani yang begitu cantik. Terus terang saja ada sesuatu yang membuat nya ingin bertahan di perpustakaan.


"Maukah kau berdansa denganku?" Ichiro tidak sadar tangannya telah terulur otomatis menarik tangan Hani.


"Kurasa tidak ada penolakan" Ichiro tersenyum Menawan membuat Hani gugup dan khawatir. sejak tadi ia hanya terus diam tanpa pembicaraan sedikit pun.


"Tenang aku akan mengajarimu" Tanpa sebuah lagu sekalipun. Ichiro membimbing Hani mengajarinya berdansa. Hanya sebuah ketukan dari sepatu Ichiro saja menjadi jeda untuk setiap langkahnya.


"Putri Isabella, Anda begitu cantik dengan Mata biru itu"


"te-terima kasih tuan"


"Jika diizin kan, bolehkah aku tau dari mana asal mu?"


bagaimana ini aku tidak bisa menjawab Nya


Hani begitu gusar dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ichiro kepada nya. Ichiro bukanlah orang sembarangan yang bisa Hani bohongi dengan mudah. Dia adalah seorang tabib sekaligus pengelana yang sudah tau berbagai tempat penjuru negri ini. bukankah giok pengenal sudah menjadi bukti dirinya bukan orang sembarangan.


Hani sangat gelisah Mencari cara untuk bisa segera pergi dari hadapan Tuan Ichiro. penglihatan nya tidak sengaja terkunci kepada pemandangan dari luar jendela perpustakaan.


DEG

__ADS_1


Detak jantungnya memburu melihat Retina mata bagai elang itu kembali menatap nya tajam. meskipun itu dari arah kejauhan. namun, itu tidak dapat mengalahkan ketajaman nya . begitu mengerikan. Ia harus segera pergi bagaimana pun caranya.


"Ada apa ? mengapa kau terlihat ketakutan?" Rupanya Ichiro menyadari Keanehan gerak gerik tubuh Hani.


"Tuan, Maaf. Putri ini harus segera undur diri . ada sesuatu yang telah putri ini lupakan. dan terimakasih atas pengajaran dansanya" Hani membungkuk hormat dan langsung bergegas pergi. Sedangkan Ichiro terlihat kebingungan melihat kepergian Hani.


"Dia begitu aneh. apa kau melihatnya permaisuri?" Ichiro menatap sosok dua orang yang semenjak tadi menyaksikannya.


"Kurasa tidak" permaisuri Diana tersenyum simpul


"Paman jangan mengatai Calon ratuku. Dia begitu cantik ketika berdansa tadi ha ~ ha" pangeran Gabriel terkikik penuh teka teki.


"Apa maksudmu Gabe?" Seketika Ichiro menjadi serius. ia penasaran apa maksud dari perkataan pangeran Gabriel.


"Paman tunggu saja" pangeran Gabriel naik turunkan alisnya .


******************


Menghilangkan kebosanan dari Paviliun Tan dan juga menghindari kecanggungan yang dibuat oleh anaknya sendiri. Kaisar William menggiring Kaisar Ryu kearah taman istana yang begitu luas.


rasanya sudah lama ia tidak berbincang serius dengan sepupu tertutup nya satu ini.


" Sudah lama sekali" Kaisar Wiliam menghela napas panjang. "Apa Semuanya baik baik saja?" ia menatap Kaisar Ryu meminta jawaban.


"Pemberontak muncul kembali".


"Mengapa bisa? bukankah kau sudah memusnahkan semuanya?"


"Kau tau bukan, ada segelintir orang yang aku lepaskan untuk tetap hidup". Kaisar William tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kaisar Ryu. Melepaskan orang orang yang telah jelas berkhianat kepada pemerintahan nya. ia tau betul akan peristiwa yang terjadi di kerajaan tin pada masa itu. dan juga ikut serta dalam peperangan melawan pemberontak.


" Lalu, bagaimana sekarang?"


" Aku akan menunggu mereka. Sampai sejauh mana mereka ingin bertindak. Muncul untuk kedua kalinya Dan menyia nyiakan kesempatan hidup yang kuberikan. bukankah Hal itu sungguh disayangkan?"


"ya, seharusnya begitu. Bagaimana dengan para Menteri?"


"Mereka semakin menjadi. Sudah banyak Gadis dari berbagai desa yang mereka persembahkan untukku" Permainan politik para menteri . bagaimana pun juga Kaisar Ryu harus Tetap mengikuti alurnya. Dan ini belum saatnya dia untuk bertindak. Ada banyak kasus yang masih belum bisa ia pecahkan.


"Dan kau tidak tertarik?" tebak kaisar William.


" Mereka Bukan yang ku inginkan" Kaisar William memaklumi nya. Kebanyakan gadis pilihan para menteri sudah diatur dengan sangat baik dari awal. terlebih Mereka akan mempunyai hubungan kerjasama timbal balik antar sesama. itu akan sangat menguntungkan jika rencana berjalan lancar.


"Lalu , Jenis seperti apa yang kamu inginkan?" Kaisar William manaik turunkan alisnya menggoda.


Kaisar Ryu menghentikan langkahnya. Menatap lurus kearah depan . lebih tepatnya pada bangunan tinggi yang mempunyai Jendela jendela besar sebagai Hiasannya. Matanya bertemu sapa dengan sesuatu yang ia rindukan selama ini.


"Dia seperti " Dewinya , penyelamatnya. Dia ada disini?Lalu, mengapa dia bersama Ichiro?


Mata kaisar Ryu semakin menajam mendapati seseorang yang ia cari cari selama ini kini sedang bersenang-senang berdansa dengan Ichiro dari balik arah jendela.


Wushhhhh


Kaisar William terkejut mendapati Kaisar Ryu secara tiba-tiba meninggalkannya sendiri Berlari dengan begitu cepat bahkan menghiraukan pertanyaan nnya.


apa ada sesuatu yang terjadi?

__ADS_1


"Hei kau, ada apa? kau mau kemana? Aishhh " Selalu saja seperti itu. Lari ketika mempertanyakan masalah pasangan.


tetapi, mengapa ia lari kearah perpustakaan?


__ADS_2