Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
41. Bantuan Hani


__ADS_3

Udara terasa dingin ketika Malam semakin larut. Suara hewan malam saling bersahutan Mengganti kan keramaian yang ada. Mengisi kesunyian perjalanan Hani bersama Kaisar Ryu.


Mereka berdua Hampir Sampai Menuju rumah Paman Dwayne. Tetapi belum ada di antara keduanya yang ingin memulai percakapan. Kaisar Ryu Masih terdiam dengan Wajah Datar.


Membuat Hani merasa Tidak enak hati karena Belum sempat Menerima permintaan maaf kaisar Ryu tadi.


Hani seperti serba salah. dilain sisi dirinya sangat malu untuk memulai percakapan dengan kaisar Ryu. Pasalnya, ia takut mengingat hal itu lagi ketika melihat wajah kaisar Ryu.


Hani bodoh, Mengapa sekarang Kau sangat nakal?


Hani memukul kepalanya pelan tanpa tau kaisar Ryu telah menghentikan langkahnya dan berakibat dirinya membentur punggung kaisar Ryu.


Dug


Awww


Hani langsung memegang kepalanya yang terbentur sedangkan kaisar Ryu langsung sigap memeriksa kepalanya.


"apa kau tidak apa-apa? "


" ti-tidak yang mulia, Hamba tidak apa-apa. mengapa yang mulia menghentikan langkah secara tiba-tiba? Apa ada masalah?" Hani mengelus kepalanya yang sakit. ia menghindari tatapan kaisar Ryu kepadanya.


Baru kali ini Aku melihat Ichiro Seperti menunggu seseorang . Siapa yang dia tunggu?Kaisar Ryu mengerutkan keningnya berpikir.


" Tidak, tidak ada" Kaisar Ryu Memilih untuk mengelak Kepada Hani. Ia segera melanjutkan langkahnya kembali.


Ada mama Athena dan paman Dwayne yang sedang menghirup teh hangat di Depan rumah. mereka terlihat Senang Bercengkrama berdua. Serta Ichiro yang Bersandar didinding rumah tanpa memperdulikan keromantisan Kedua orang tua nya dimasa tua. Ia tidak perduli.


Baru saja tiba Kaisar Ryu dan juga Hani di halaman rumah . Ichiro sudah Menghilang pergi dari posisi nya. Hani tau betul Dirinya menjadi penyebab utama kepergian Ichiro.


Seperti nya ia harus segera meminta maaf.


" Yang mulia, Bisakah Hamba pamit undur diri untuk Meminta maaf kepada tuan Ichiro?" Hani meminta persetujuan kaisar Ryu terlebih dahulu.


" Pergilah"


Hani langsung mempercepat langkahnya. Ia ingin mengejar kepergian Tuan Ichiro. malam ini ia harus mendapatkan maaf nya.


Mama Athena yang melihat Hani terburu-buru mengejar Ichiro. meminta penjelasan kepada Kaisar Ryu yang baru saja duduk disebelah nya. ia Ikut serta bergabung menikmati teh hangat bersama Mama Athena serta Paman Dwayne.


*************


" Tuan tunggu" Hani menjinjing rok Hanbok nya agar bisa mengejar Tuan Ichiro. Ia tidak perduli Akan nafas yang semakin memburu karena lelah sehabis berjalan jalan.


Mendengar seseorang memanggil nya dari belakang. Ichiro segera menghentikan langkahnya dan membalikkan badan.


Ichiro Hanya menampilkan Wajah tidak sukanya ketika menunggu Hani yang belum juga bertutur kata.


" tuan " lirih suara Hani memanggil Ichiro.


"Hm"

__ADS_1


" Saya ingin meminta maaf kepada tuan"


"Hm"


" saya menyadari tindakan saya sangatlah wajar ketika Memperdulikan nyawa seseorang"


"Hm" Ichiro Mengerutkan alisnya tidak menyukai perkataan Hani. Seperti terdengar Menyinggung perbuatannya kepada Chen yang tidak patut di contoh.


Ya, Ichiro memang menyadari hal itu. Sangat . bahkan lebih dari yang Hani pikirkan tentang nya.


ia juga Seorang tabib yang Tugas utamanya adalah menyembuhkan setiap orang. tetapi ini berbeda . ia melakukan nya untuk kebaikan Chen di masa depan.


" Kau tidak mengerti" jelas Ichiro.


" Ya, maka dari itu. saya disini meminta maaf atas Kelancangan yang saya perbuat. Saya sudah tau apa yang dilakukan tuan bukan semata-mata menyakiti seorang adik melainkan untuk menjadikannya seseorang yang kuat dimasa depan. Jadi, tolong tuan memaafkan saya" Hani pasrah jika ia tidak mendapatkan maaf dari tuan Ichiro. Karena perkataan nya memang sangat pedas tidak dapat di saring ketika makan malam tadi.


" Hm" Ichiro hanya menjawab singkat Dan bermaksud untuk melanjutkan perjalanan nya yang tertunda. Ia tidak terlalu memusingkan hal itu.


Merasa tidak mendapatkan sebuah jawaban dari tuan Ichiro. Hani bertambah kesal karena usahanya meminta maaf Seperti disia siakan.


" Apa tuan Bisu? setidaknya Bicaralah, berikan saya penjelasan" Hani berteriak membuat Ichiro menghentikan langkahnya kembali.


" Aku sedang sibuk saat ini Dan itu Bukanlah hal yang terlalu penting untuk aku perduli kan"


Apa yang dia katakan? Hah~ Dia mengatakan permintaan maaf ku yang tulus tidak begitu penting baginya?


Hani mencengkeram rok Hanboknya menahan kesal. menyalurkan emosinya yang tidak dapat dibendung karena ketidak perduli an tuan Ichiro padanya. Dengan kemurahan hatinya Dia telah merendahkan harga diri nya untuk meminta maaf atas kebenaran yang dia perbuat. lalu , dia mendapatkan balasan seperti ini. Hah~


Tuan Ichiro Langsung mendekati posisi Hani dengan langkah cepat. sedangkan Hani terlihat ingin melarikan diri.


" tu- tuan saya minta maaf" Hani sangat cemas karena kebodohannya yang tidak dapat mengontrol diri.


Hani bodoh Umpat Hani dalam kegelisahan.


Ichiro menarik tangan Hani secara paksa. Tidak perduli dengan Hani yang memberontak untuk dilepaskan tangannya . ia membawa Hani kesuatu tempat Dibelakang rumahnya.


Memasuki sebuah pondok kecil yang terlihat terang benderang.


Ada beberapa orang lelaki yang menunggu didepan teras pondok dengan raut wajah cemas. seketika itu juga mereka terlihat lega, ketika mendapati Ichiro mendekat menuju mereka Sedang membawa seseorang.


" Tuan " Seorang pria menyapa Ichiro. Jika Hani tidak salah mengingat nya, dia adalah ayah Yuen. Ayah seorang remaja yang telah mencuri kantong emasnya waktu lalu.


mengapa dia disini? Hani penasaran.


" Apa Terjadi sesuatu kepada Bibi Yuen?" Tanya Ichiro seraya membuka pintu pondok sedikit. Dari luar memperlihatkan seorang wanita yang sedang memegang perut besarnya. Ada juga Seorang wanita tua yang menemani nya didalam.


" Ya, Istriku Terus menanyakan kedatangan tuan"


" Apa dia Sudah Menerima jika persalinan nya dibantu oleh diriku? Karena Aku tidak dapat menemukan Cheche dimanapun"


" Lalu, bagaimana tuan? Saya mohon tolong selamatkan istri saya tuan?" Ayah Yuen menumpu kedua tangan nya berharap kepada tuan Ichiro.

__ADS_1


Hani yang tidak tau apa permasalahan nya. Hanya bisa diam menyimak Percakapan yang sedang berlangsung.


" Jika boleh saya tau, apa yang sebenarnya terjadi tuan Ichiro?"


" Bibi Yuen akan segera melahirkan Dan dia tidak ingin persalinan nya jika dibantu olehku yang seorang pria. Cheche tidak dapat ku temukan. biasanya dia yang bisa membantuku dalam keadaan seperti ini"


" Mengapa tuan tidak meminta bantuan kepada mama?"


" Aku tidak menginginkan Bayi itu terbunuh sebelum melihat dunia. Mama bukan tipikal orang penyabar yang mau menunggu lama seperti diri ku"


" lalu bagaimana?"tanya Hani.


Semua orang terlihat begitu cemas dipondok tersebut. Bibi Yuen semakin meringis ia tidak tahan lagi. Sakit semakin menyerang perutnya. Bayinya akan segera keluar.


" Tuan, anakku kesakitan" Teriak wanita tua dari dalam pondok tersebut. membuat Orang-orang yang berada di luar pondok segera memasuki ruangan.


" Tuan, Biarkan aku saja yang membantu persalinan nya". Akhirnya, Hani memajukan dirinya untuk membantu.


"Apa kau bisa?"


"Ya, Aku sudah belajar kepada ibuku yang seorang tabib. Tuan tinggal memberikan aku arahan jika pekerjaan ku salah Dimata tuan"


" Baiklah"


****************


proses persalinan Berakhir lancar. Bibi Yuen melahirkan dengan selamat beserta bayinya. itu semua berkat bantuan Hani. Ichiro bersyukur Hani dapat diandalkan.


" Darimana kau belajar Hal itu? Dan terimakasih banyak telah membantu" Ichiro penasaran dengan keahlian Hani yang hampir setara dengan tabib tabib pada umumnya.


" Aku belajar dari ibuku. terkadang aku membantu dirinya dirumah pengobatan ketika ada orang yang melahirkan".


" Ibumu seorang tabib? " Ichiro Baru mengetahui suatu fakta ibu Hani adalah seorang tabib.


Pantas saja, ia tau banyak mengenai racun beserta cara pengobatan nya.


" Ya, ibu dan pamanku adalah seorang tabib didesa Nil".


" benarkah?"


" Ya tuan. Awalnya, Keluarga ku bukan lah seorang tabib"


" maksudmu?" Ichiro tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Hani.


" Sebelum nya kami tinggal didesa nam ketika aku masih berada didalam kandungan. Namun, sesuatu terjadi. maka kami berpindah ke desa Nil. seorang tabib bernama nenek junzi membantu persalinan ibuku. Ia begitu baik kepada ibu dan pamanku. lalu, ketika dia meninggal ia melimpahkan rumah pengobatan didesa Nil untuk diteruskan oleh Paman dan ibuku. Jadi seperti itulah kisah paman dan ibuku menjadi seorang tabib" jelas Hani kepada Ichiro yang diam mendengarkan ceritanya.


" perjalanan hidup yang menarik dan kau Gadis kecil yang begitu hebat" Ichiro memegang kepala Hani lalu mengusap nya dengan lembut.


" Baiklah. sekarang kau harus istirahat. karena tenaga mu sudah terkuras habis malam ini"


" Ya tuan" Hani mengangguk paham. ia Segera pamit beranjak meninggalkan Ichiro sendirian.

__ADS_1


Akhirnya, aku menemukan mu.


__ADS_2