Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
22. Hani Kesakitan, Seseorang itu iblis atau Peri?


__ADS_3

"Dia begitu aneh. apa kau melihatnya permaisuri?" Ichiro menatap sosok dua orang yang semenjak tadi menyaksikannya berdansa dengan Hani.


"Kurasa tidak" permaisuri Diana hanya tersenyum simpul


"Paman jangan mengatai Calon ratuku. Dia begitu cantik ketika berdansa tadi ha ~ ha" pangeran Gabriel terkikik penuh teka teki.


"Apa maksudmu Gabe?" Seketika Ichiro memicing penasaran dengan maksud dari perkataan pangeran Gabriel.


"Paman tunggu saja nanti" pangeran Gabriel menaik turunkan alisnya .


"Sudah, sudah .Biarkan aku menggantikan Isabella yang kabur dari seorang Ichiro yang bodoh ini . Hufh aku seperti melihat kisah dongeng didunia nyata" Permaisuri Diana menghampiri Ichiro untuk berdansa kembali.


" cihhh Aku bukan pangeran bodoh seperti William. Aku pria sejati yang rela menjadi biro jodoh untuk kekasih nya" Ichiro tersenyum menyeringai melihat Raut permaisuri Diana berubah merengut tidak suka.


"Jangan membahas itu lagi" peringat permaisuri Diana.


"Baiklah, asal kau menceritakan tentang dia?"


"Kau tertarik?" permaisuri Diana memicingkan matanya. menelisik seorang Ichiro untuk pertama kalinya tertarik kepada seorang Gadis


"Kurasa ....."


BRAKKKKKK


BUMMMMM


Ketiga sosok didalam perpustakaan Seketika terkejut mendengar Suara pintu yang seperti nya roboh akibat perbuatan seseorang. Terlebih seseorang yang mereka jadikan tersangka telah berada tepat dihadapan mereka.


Nafas memburu Namun tidak terlihat masih menghinggapi sang tersangka perusak pintu.


Butuh waktu beberapa saat untuk dia mencapai perpustakaan dari taman istana yang begitu sedikit jauh.


"DIMANA DIA?" Penekanan di setiap kalimat yang ia ucapkan seperti menandakan suatu kemarahan. Ia berusaha keras untuk cepat tiba . namun usahanya tidak membuahkan harapan.


"Siapa?" Ichiro kebingungan dengan pertanyaan yang Kaisar Ryu lontarkan. Aneh sekali, secara tiba-tiba datang dan langsung menanyakan sesuatu yang membingungkan semua orang.


Apakah aku salah melihatnya? tetapi, itu tidak mungkin.


Hati kaisar Ryu berkecamuk, mungkinkah dirinya hanya berhalusinasi saja. Tetapi, Matanya masih normal untuk melihat objek yang begitu jauh. Dan ia yakin itu adalah sosok Dewinya.


Namun, kenyataan nya diperpustakaan ia tidak menemukan sosok yang ia cari. melainkan hanya ada Ichiro yang sedang berdansa dengan permaisuri Diana.


"Kau mencari siapa?" untuk kedua kalinya Ichiro bertanya.


"Seorang gadis"


"seorang gadis? apa yang kau mak-" Belum sempat Ichiro menyelesaikan ucapannya. permaisuri Diana sudah bergegas membekap mulut Ichiro .


"KAU DIAM" Ancam Permaisuri Diana membuat Ichiro terdiam seketika.

__ADS_1


"Dan kau Ryu, apakah merusak pintu perpustakaan adalah Hadiah kedatangan mu?" Permaisuri Diana menatap tajam Kaisar Ryu. sedangkan Kaisar Ryu hanya menatapnya datar.


"Aku akan menggantinya"


Tap Tap Tap


'huffhhhh '


seseorang baru saja datang. mengatur nafas nya lelah karena terlambat mengejar Kaisar Ryu. Awalnya hanya biasa saja ia melihat anaknya, pangeran Gabriel duduk manis membaca sebuah buku dan sang istri yang berada disana sedang berdansa.


'ya, sedang berdansa. dengan seseorang. SE-SE-ORANG?! '


Mata Kaisar William kini melotot melihat Ichiro menggenggam tangan sang istri.


"Singkirkan tangan kotormu SIALAN !" tunjuk kaisar William kepada Ichiro bergegas mendekat mengambil alih permaisuri Diana dari genggaman Ichiro.


"menjauhlah dari istriku" peringat kaisar William dengan sinis.


"Haishhh, Apa seperti ini cara seorang kaisar menyambut Tamu terhormat"


"Aku tidak mengundang mu" Balas kaisar William tajam.


"Baiklah. Aku tidak akan merebut takdir seseorang yang bukan untukku. Lebih baik Aku mempersiapkan diriku untuk perayaan nanti malam. Sampai jumpa Dan Diana" Ichiro menatap permaisuri Diana begitu dalam. memancing kaisar William disebelahnya yang memicing tajam siap menerkam.


"aku berharap akan bertemu Isabella kembali" Ichiro mengerling nakal sebelum menghilang dibalik rak rak buku besar yang berada di perpustakaan.


********************


Mereka yang memiliki tempat tinggal jauh seperti kerajaan tin telah dipersiapkan tempat khusus untuk menginap.


Masih teringat jelas perkataan Ichiro dalam ingatan Kaisar Ryu Tadi. Nama seorang gadis yang begitu sangat ia rindukan. Entah mengapa semenjak saat pertama kali Kaisar Ryu bertemu dengannya . ada rasa kehangatan yang tidak dapat dijelaskan.


'apa yang sebenarnya terjadi kepadaku ? ini mustahil, seharusnya aku tidak memperdulikan nya. tapi mengapa?'


Hati kaisar Ryu berdegup kencang sejak tadi. itu karena Perkataan Ichiro yang memberinya harapan Malam ini ia akan hadir.


'Isabella, Nama yang begitu cantik. bisakah aku bertemu kembali dengan dirimu?


Kaisar Ryu berharap dengan sangat kehadirannya. Tetapi, ini Sudah Melebihi batas waktu kehadiran tamu undangan. Bahkan Dalam perjamuan makan pun ia tidak melihatnya hadir. Kaisar Ryu merasa kecewa.


Hani harus selalu siap siaga sebagai penyicip hidangan kaisar ryu. Ia berada dibelakang Kaisar Ryu berjejer bersama para pelayan Hanya bisa mengamati Tamu undangan lain lewat sudut pandang matanya.


Tidak sedikit ia mendengar bisikan-bisikan tidak mengenakkan perihal kaisar yang berada di depannya saat ini. tetapi, ia melihat sosok yang memunggunginya tersebut tidak terlalu menghiraukan apa yang dibicarakan orang lain.


makanan telah dihidangkan dan Hani tidak melewatkan tugasnya. Ia segera memberikan nya kepada kaisar Ryu dengan hati hati tidak ingin membuat kesalahan.


Mata Keduanya bertemu sebentar. Hani dapat merasakan ada rasa keputusan asaan disana dan juga kebimbangan didalamnya.


Apa yang sedang terjadi dengan Kaisar kejam itu?

__ADS_1


Hani merasa penasaran dan itu bukan menyangkut urusan nya . Jadi, itu bukanlah hal yang penting untuk ia pikirkan.


perjamuan telah usai kini saatnya para undangan digiring menuju aula istana . Menyambut Anggota baru kerajaan Tan serta peresmian namanya. tidak terkecuali dengan Rombongan Kaisar Ryu .


Namun, dalam perjalanan menuju aula istana. Sesuatu terjadi perut Hani terasa begitu sakit hingga ia mengeluarkan keringat dingin.


Mengapa perutku sakit sekali?


"Ahh, tolong perutku sangat sakit" Hani memegangi perutnya hingga seorang Teman yang bertugas melayani Selir Sassy secara khusus mendekati nya.


"Ada apa denganmu?" Rasa cemas terlihat di raut Pelayan khusus selir Sassy.


Tangan Hani bergetar. ia merasa Sangat pusing dan Tubuhnya seperti lemas tidak bertenaga.


"Jen-jendral fang Tolong bantu Temanku. DIA KESAKITAN " Sang pelayan meminta tolong kepada jenderal fang yang ikut serta dalam rombongan tersebut menuju Aula.


Ia tidak menyadari bahwa Panggilan nya kepada jenderal fang juga di dengar oleh rombongan Kaisar Ryu. Kini semuanya menghampiri nya tidak terkecuali kaisar Ryu sendiri.


"Ada apa Dengan nya?" jendral fang mendekati Hani yang terduduk lemas memegang perutnya kesakitan.


"Aku tidak tau tuan. Dia mengadu kesakitan sejak tadi "


Selir Sassy Menyuruh untuk jenderal fang mengantar Hani ke rumah pengobatan yang berada di istana. Tetapi, diluar dugaan Kaisar Ryu menyelanya.


"Lepaskan ia, biarkan aku saja yang mengantarnya . sungguh merepotkan" perintah Kaisar Ryu membuat Selir Sassy, jendral fang serta kedua pelayan khusus selir Sassy terkejut atas tindakannya.


"Jendral fang, Kau gantikan aku dampingi Selir Sassy sementara aku mengantar nya".


"Baik yang mulia"


Kaisar Ryu langsung membopong Hani yang tidak sadarkan diri begitu cepat. mengacuhkan rombongannya yang melihat terpaku.


" Dia Masih sama seperti dulu, seperti saat menyelamatkan diri ku . bukan begitu Jenderal fang?" Selir Sassy Akhirnya membuka suara ketika kaisar Ryu telah menghilang dari penglihatan nya .


"Dia adalah Kaisar Agung sejak dulu. terkecuali bagaimana orang lain merumorkan Dirinya" Balas jenderal fang melihat Selis Sassy.


" Silahkan yang mulia, Mari kita lanjutkan perjalanan yang tertunda"


************************


Cermin itu memantulkan sosoknya yang begitu cantik . Para pelayan sangat sibuk menghias dirinya hilir mudik. oh, dia lupa bukan kah dia tidak akan menjadi pemeran utama malam ini. mengapa ia harus berdandan begitu mewah.


" Sudah cukup" usirnya kepada pelayan yang menghias wajahnya. Kini ia sudah terlihat rapi Dari pantulan cermin. Ia dapat melihat seorang wanita tersenyum padanya.


" Bibi, apa kau sudah melakukan perintah ku? " Tanyanya pada sosok Lansia yang selalu setia mendampingi nya itu dari balik cermin.


"Sudah yang mulia, Sepertinya Obat itu sudah bekerja saat ini"


"Bagus, ini sangat menyenangkan" ia tersenyum menawan Bak mendapatkan sebuah hadiah. Namun kebingungan kini melanda dirinya.

__ADS_1


"Bibi, Apakah Apakah aku terlalu seperti Iblis beracun atau seperti peri penolong? "


"Yang mulia, Anda terlalu sangat baik untuk dikatakan menjadi seorang Iblis. Bibi ini tau itu" Sosok Lansia itu tersenyum tenang begitu Memahami Akan Wanita tersebut.


__ADS_2