
Hani menyusuri Jalanan setapak bersama Kaisar ryu. Menjauh dari inti jalanan umum . Mereka dapat menjumpai Rumah para warga yang terlihat agak kumuh tidak seperti Penampilan rumah megah dipinggiran jalan utama.
" Tuan, Bisakah Aku tau kemana kita akan pergi? " Hani ingin mematikan rasa penasarannya sedari tadi yang semakin tumbuh.
" Kita akan mendatangi Tetua Desa Mak ".
" Tetua desa Mak? Untuk apa kita kesana? "
" Untuk menanyakan perihal keadaan Desa Mak saat ini. Aku melihat keadaan disini semakin buruk dari terakhir kali yang aku lihat "
" Yang mulia pernah mendatangi desa ini sebelumnya? " Hani mengangkat sudut alisnya penasaran.
" Ya, Aku sering berkelana sendiri ke berbagai desa di bawah Naungan wilayah ku. Memeriksa Kondisi rakyatku secara langsung tanpa Perantara orang lain. Kau tau sendiri, Di istana Tidak Ada seorang pun yang Dapat kamu percayai. Sekalipun itu adalah orang kepercayaanmu sendiri "
Hani mengerti Maksud dari ucapan kaisar Ryu. Bahkan Paman Hani sendiripun, Juga pernah memperingati nya seperti itu. ketika akan berangkat menuju istana. Tidak ada seorang pun yang dapat kamu percayai didalam istana .
Sebuah peringatan yang Hani harus ingat selalu.
karena semua orang yang berada didalamnya. Begitu Banyak yang pintar Menyembunyikan Sisi terjahatnya. seperti serigala yang berbulu domba.
mereka sangat pintar untuk bermuka dua. menampilkan wajah kepolosan diluar namun menyimpan sebuah dendam yang membara . Begitulah Aturan didalam istana dimainkan.
" jika yang mulia pergi dari istana untuk memeriksa kondisi rakyat disini. Lalu, siapa orang yang akan menjaga kursi Kepemimpinan di kerajaan? Bukankah untuk mencapai desa ini membutuhkan waktu yang cukup lama?"
Kaisar Ryu Tidak mengira Hani akan berpikir Jauh Dari yang dirinya perkirakan. Hani mempunyai sisi lain yang hanya beberapa orang lain miliki. Dia memberikan sebuah Pemeriksaan terbuka Kepada kaisar Ryu atas pertanyaan nya.
" Kau itu Sudah bertanya terlalu jauh rupanya " Kaisar Ryu menyatukan kedua telapak tangan nya dibagian dada. memperhatikan Hani begitu intens.
"Maaf atas Kelancangan pertanyaan hamba tuan" Mengapit kedua tangannya gugup . Hani tidak ingin berakhir dengan membuat kesalahan lagi kepada kaisar Ryu.
" Baiklah, Kau harus mendengarkan ini Dan Kau tidak boleh membaginya kepada siapapun. Apa kau mengerti? "
" En "
" Apa Mama pernah bercerita kepadamu tentang diriku? "
" en "
__ADS_1
" Dulu, tubuh ku penuh dengan Racun. Seseorang membawaku ke desa penghubung untuk segera disembuhkan. Kerajaan Diambil alih oleh para pemberontak. Namun setelah 10 tahun lamanya, Kurebut kembali Hak yang pernah mereka rampas dariku . darah dibayar darah. tangisan dibayar tangisan. Mereka semua kubantai habis".
Kaisar Ryu tersenyum menyeringai membuat Hani Tiba tiba Merasakan Aura disekitar nya terasa dingin. Seperti ada sesuatu yang membuat nya tertekan.
" Dan Setelah itu Aku mengambil alih Kepemimpinan kerajaan tin. Mengatur ulang Seluruh Pemerintahan Agar Kembali teratur seperti sediakala. Rakyat menjadi makmur seperti masa ayahku yang memerintah. Tetapi apa yang ku dapati ? Hahaha " Kaisar Ryu Tertawa Kecil.
" Mereka yang kulepas untuk hidup lebih baik. Rupanya menikamku dari belakang. Bermain sangat bagus memporak porandakan pemerintahan yang telah aku atur dengan baik hah, mereka mencari mati lagi "
Hani Hanya bisa terdiam kaku mendengarkan Keluh kesah yang dikeluarkan Kaisar Ryu padanya. Ia sangat mengerti bagaimana dunia sangat begitu kejam kepada kaisar Ryu. Sehingga Membentuk Pribadi yang kaisar Ryu bangun menjadi Kejam dan juga bengis.
" Beruntung nya , masih ada Ichiro yang aku miliki. Dirinya akan menjadi diriku, ketika aku sedang memantau rakyat secara langsung seperti ini "
" maksud Tuan?" Hani sangat bingung dengan perkataan kaisar Ryu yang ambigu.
" Kau tau, aku dikenal oleh rakyat dengan sebutan tuan Ryu. seorang anggota Klan setan merah yang memaki topeng hitam separuh muka seperti ini" tunjuk kaisar Ryu kepada topeng yang ia kenakan.
" Sedangkan kaisar Ryu, Para rakyat mengenalnya sebagai Kaisar kejam bertopeng emas yang menutupi seluruh wajahnya"
" Mengapa yang mulia lebih memilih Menyembunyikan Jati diri Yang mulia, Daripada menjadi diri sendiri? bukankah rakyat akan terus berspekulasi buruk tentang yang mulia . ketika rumor semakin hari semakin beredar tidak baik tentang anda . Dan anda hanya membiarkan nya saja seperti angin lalu. Padahal Anda tidak pernah melakukan hal yang pernah orang lain katakan"
Hani marah Karena Kaisar Ryu yang tidak pernah perduli dengan dirinya sendiri. Hani kesal karena kaisar Ryu yang tidak mau Berbagi Keluh kesahnya. ya, Hani marah dan juga sedih.
Kehidupan nya telah membuatnya harus berjuang untuk bertahan hidup. Bertubi tubi Kaisar Ryu mendapatkan Ajakan kematian dari para musuh di setiap waktu. Namun, dirinya terus bertahan sampai di titik ini. titik dimana seluruh benua menyebutnya seseorang yang terkenal kejam.
" Hei Kau menangis?" Kaisar Ryu mengangkat dagu kecil Hani . ia segera mengusap air mata yang turun dari mata sebiru samudera itu.
" Kau tidak boleh menangis. kau dilarang untuk menangis. Kekasih ku hanya diperbolehkan untuk tersenyum, bukannya menangis".
Tangisan Hani semakin menjadi. Membuat Kaisar Meraupnya dalam sebuah pelukan. Mengusap punggung kecil Hani agar lebih tenang.
" Sudah, sudah. Jangan Menangis lagi. Aku tidak mau Gula Aren ku yang Yang sangat manis Mencair karena tangisanmu"
Hani menghentikan tangisnya seketika. menengadah ke arah wajah kaisar Ryu diatasnya.
" Gula Aren ? " Dalam kondisi mata yang sembab sekalipun Hani masih mempertanyakan sesuatu hal yang diucapkan kaisar Ryu. Itu sangat membuatnya Bingung.
" Ya, Gula aren. Gula yang berwarna merah atau cokelat seperti kulitmu. dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau. Rasanya sangat Manis sekali Seperti bibir mu Melebihi Gula putih biasa" .
__ADS_1
Kaisar Ryu Menggoda Hani dibawah pandangan matanya. Menaik turunkan Alisnya sambil tersenyum tipis.
Bugh
"akh "
Serangan tiba tiba Datang menuju dada Kaisar Ryu. Kepalan tangan kecil Hani sangat gatal untuk memukul Dada Bidang dihadapan nya saat ini.
" Menyebalkan " Cicitan Hani terdengar pelan. Bahkan untuk mengangkat wajahnya saja menatap Kaisar Ryu diatasnya. ia sungguh sangat malu.
" Kenapa ? Hem " Sekali lagi, Kaisar Ryu mengangkat wajah Hani Dengan kedua telapak tangan besarnya. mengapit kedua pipi yang berisi itu untuk menatap kedua matanya.
Hani tidak tahan lagi, ia sungguh malu. Mengapa penulis sangat ingin menyiksa dirinya. ia tidak mau melihat wajah Kaisar Ryu yang tersenyum menyeringai karena sudah bisa menaklukkan dirinya. Bahkan dirinya merasa saat ini kedua pipi yang ia miliki sudah bersemu merah.
'Sialan'
" Kenapa pipimu memerah? Apa kekasihku ini sakit? sepertinya tidak" Kaisar Ryu memeriksa Suhu di dahi Hani tetapi menemukan kenormalan Disana. Ia sangat Khawatir kepada kekasih kecilnya.
" Ti- tidak Yang mulia. Aku Tidak apa apa " Hani Segera Melepaskan tangan kaisar Ryu. Tangan itu tidak boleh terlalu lama berada Deket dengan Hani karena akan menimbulkan efek yang sangat menyeramkan.
Bahkan Efeknya sudah Hani rasakan Ditubuhnya. Pipi yang bersemu merah dan detak jantung yang sedikit lebih cepat dari biasanya.
Hani ingin segera menjauh dari dekapan Kaisar Ryu. namun, lagi lagi Tangan besar kaisar Ryu menarik dirinya dengan cepat . mendekapnya hingga tidak ada jarak yang tersisa.
Cup
Ciuman singkat Hani dapatkan dari kaisar Ryu di salah satu pipinya. membuat dirinya seketika mematung karena perbuatan tersebut.
" Dulu Ibunda pernah mencium pipiku yang memerah Karena kedinginan. Dan Alhasil, Pipiku Kembali normal. Sekarang Aku mencobanya kepadamu. Siapa tau itu akan membuat pipimu kembali ke warna semula "
' Ryu Sialan. ini bukan akibat karena kedinginan atau semacamnya. ini Karena Dirimu Kaisarku yang sialan tampan '
Ingin rasanya Hani melontarkan kata kata mutiara itu kepada kaisar Ryu saat ini. Namun, Keberanian hanya sejengkal kuku. Lebih baik ia masuk ke lubang semut saja. Karena sepertinya, pipinya akan semakin memerah.
Itu Terbukti dari penglihatan Kaisar Ryu yang kembali menyentuh pipi yang diciumnya. lalu, mengelusnya dengan lembut.
" Mengapa tetap memerah? Apa sebaiknya kita memeriksanya ke seorang tabib? "
__ADS_1
" I-tu Tidak usah yang mulia "
" TUAN RYU " Seseorang Tiba tiba Menyapa kaisar Ryu yang posisinya masih berada dekat dengan Hani. Membuat keduanya terkejut dan langsung menormalkan diri. menjaga jarak satu sama lain.