
Saat ini kaisar Ryu dihadapkan oleh dua pilihan sulit. Menyerahkan tahta atau keselamatan Hani. Dua duanya adalah Keputusan yang sangat berat untuk ia Ambil.
Pikiran nya berkelana memikirkan keadaan pemilik tusuk rambut yang ia pegang sedari tadi. Hingga kedatangan Ichiro tidak ia rasakan.
" Bagaimana? kau sudah putuskan?"
" Aku tidak tau "
" Tusuk rambut ini, Darimana Kau Dapatkan? " Ichiro mengambil Tusuk rambut yang sudah tidak asing lagi bagi dirinya. mengamati nya secara penuh ukiran yang pernah ia buat semasa kecil bersama Ryu.
" Ini milik Isabella Atau Kusebut Hani sekarang"
" Sudah ku duga. IA MEMANG ADIKKU YU, DIA MEMANG ADIKKU " Teriak Ichiro resah. Ia tersenyum penuh kesedihan.
" Adikmu? Tapi, mengapa Hiro juga Menganggap Hani sebagai Adiknya"
" Hiro? " Ichiro mengangkat alisnya heran.
" Ya "
Kaisar Ryu dan Ichiro menatap satu sama lain. mencerna apa yang sedang mereka bicarakan.
Sebuah titik terang muncul di otak keduanya. mereka langsung menuju kediaman panglima Hiro. Namun tidak mendapati sosok itu dikediaman nya.
" BAJINGAN " umpat Ichiro tidak terima.
" Jenderal fang? Apa Hiro belum kembali? " Tanya kaisar Ryu Kepada Jenderal Fang yang Tengah mengikuti nya.
"Belum yang mulia, Ia tidak kembali semenjak masa perburuan berakhir ".
" Ah Sialan " Kaisar Ryu murka. ia menghancurkan segalanya yang ada di rumah Panglima Hiro.
" Ternyata Mereka bermain Api Secara rapi dari dulu" Ichiro mengepalkan tangannya penuh dendam. Sedangkan Kaisar Ryu Baru menyadari ternyata Hiro Sosok penghianat yang bermain dengan sangat licik dibelakang nya. sehingga ia tidak menyadari nya sampai selama ini.
" Apa yang akan Kau putuskan yu?" Ichiro tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. ia tidak ingin Adik dan ibunya bernasib sama seperti paman Han-Kang.
" Akan ku Serahkan tahta demi Kebebasan Bibi Hana dan Hani " Jawab kaisar Ryu penuh ketegasan. Ia berharap keputusan nya kali ini Dapat mempertemukan Ichiro dengan sang ibu serta adiknya yang sudah lama hilang kembali.
" Kau Kaisar bodoh yang sialannya Menyukai adikku. arghhhhh " Ichiro murka menendang Kaisar Ryu hingga Terpelanting jauh menabrak pohon dihalaman Rumah panglima Hiro.
DUKKK
BUMMM.
Sedangkan Jenderal fang yang tidak tahu menahu tentang masalah yang terjadi. Melotot takut melihat Kaisar Ryu diserang Membabi buta oleh Ichiro. Ia tidak berani melerai Karena kaisar Ryu memperingati nya untuk tidak Membantu.
Ini sungguh gila. seumur hidup jenderal fang. ia tidak pernah melihat seseorang Seberani itu untuk memukul apalagi menendang kaisar Ryu yang terkenal dengan Kekuatan dan kekejaman nya.
__ADS_1
Setelah puas menghajar Kaisar Ryu. Ichiro menatap Jenderal fang dengan tajam .
" Fang, Kibarkan Bendera perang untuk memberikan tanda kepada kelompok pemberontak bahwa kita Menerima Penawaran mereka" Ucap Ichiro memerintah Jenderal fang.
" Tapi" " Jangan ! "
Jenderal fang maupun Kaisar Ryu Menolak bersamaan.
" Yu, kau mau Klan ku yang turun atau prajurit mu? pilih mana? " Tanya Ichiro Santai. mengingat kekuatan prajurit kaisar Ryu Masihlah dibawah klannya. Dan kaisar Ryu memilih untuk Mengalah.
" Fang, lakukan " Teriak Kaisar Ryu atas titahnya.
" Baik yang mulia" Setelah jenderal fang pergi. Kaisar Ryu menghampiri Ichiro. Dan sekali lagi Ichiro memukul Kasiar Ryu tanpa ampun.
" Jadi, Kau menyerahkan tahtamu hanya karena Kau sudah menikahi adikku hah "
" Kau tau? " Kaisar Ryu Terkejut Ketika Ichiro mengetahui dirinya telah menikahi Hani secara diam diam.
" Aku tau semuanya dari ayah. Dan Apa kau telah mengambil kesempatan dalam kesempitan saat adikku Kritis?" Selidik Ichiro memicing meminta sebuah penjelasan.
" Tidak "
" Kau Tidak boleh menyentuh adikku sebelum mendapatkan restu dariku. ingat itu yu Dan-tusuk rambut ini ku Ambil" Ichiro meninggal kan Kaisar Ryu dalam keadaan penuh lebam dan Rumah Hiro yang sudah porak poranda akibat ulah Ichiro maupun kaisar Ryu.
***************
" Kau tidak kembali? " Tuan seo-jung bingung melihat Hiro Tidak kembali ke kerajaan. mengingat dirinya adalah Musuh didalam Selimut. Tuan seo-jung memperingati agar Hiro berhati hati. karena sekali saja dirinya dicurigai. maka tamatlah riwayat nya untuk dipenggal oleh kaisar Ryu.
" Tidak. Keadaan sudah tidak aman lagi. Bawahan ku mengatakan kaisar Ryu telah memporak-porandakan rumahku. Hahaha - Bajingan itu sudah mengetahui jati diri ku paman. Dia sangat bodoh hingga mudah kubohongi sampai sejauh ini"
Hiro menggeleng kan kepalanya menertawakan kebodohan kaisar Ryu yang telah ia kelabuhi selama bertahun-tahun.
Sudah banyak Hiro menyengsarakan rakyat atas Nama Titah dari Kaisar Ryu. memalsukan Surat Resmi kerajaan untuk Dikirimkan keberbagai daerah, memungut pajak melebihi Kapasitas yang ditentukan kaisar Ryu, memaksa setiap desa untuk menumbalkan salah satu gadisnya untuk dijadikan seorang pelayan dan juga Menghasut beberapa menteri maupun jenderal yang membelot dari kaisar Ryu. Dan itu semua berhasil, Hiro hanya Tinggal memberi perintah kepada mereka yang mengikutinya untuk berperang melawan kaisar Ryu.
" Bagaimana dengan Keputusan Kaisar itu"
" Dia mengibarkan bendera perang di Alun-alun kerajaan. itu menandakan ia memilih Gadis itu mati bersama ibunya".
" Hem, rupanya Dia Tidak terlalu perduli pada gadis itu. sayang sekali, gadis itu terlalu cantik untuk dibunuh "
" Kecantikan nya akan pudar paman, dengan seiring waktu. Tapi dendam tidak akan sebelum terbalas. Sudah lama aku menunggu untuk membalas atas kematian ibu yang tidak bersalah "
Panglima Hiro mengepal tangan nya kuat. mengingat bagaimana ibunya Dulu ikut mati dihukum penggal. Hanya karena Salah satu tabib kerajaan tidak mengaku meracuni Ryu kecil hingga Sakit-sakitan. Kaisar Hyun-shik membantai habis seluruh tabib yang berada di istana. Dan salah satunya adalah ibu dari panglima Hiro.
' itu yang ku mau, jalan ku bertambah mulus tanpa rintangan untuk menjadi Seorang kaisar . mari kita lihat, siapa yang akan menang di Medan perang? '
Tuan Seo-jung menyeringai licik. ia beruntung memiliki sekutu yang begitu Cerdik Seperti Hiro.
__ADS_1
" Aku akan mengumpulkan Semua Sekutu paman untuk membahas strateginya "
" Baiklah, lakukan apa yang menurutmu tepat" Bukan baik. karena semua yang keduanya lakukan adalah semata-mata untuk Kepentingan hidup mereka masing masing bukannya orang lain.
***************
Tidak ada lagi Terangnya obor ketika membuka mata. Ataupun tembok goa yang selalu Hani lihat di sekeliling nya. Ia telah keluar berpindah bersama sang ibu Dan kelompok yang ia tidak ia kenal.
Hani sedikit curiga ketika melihat beberapa dari mereka menatap nya sinis. namun tidak ia hiraukan. Terkadang Bertingkah Angkuh ketika tidak ada Hiro ataupun Tuan Seo-jung. mereka Hanya seperti mencari muka ketika Kedua orang itu.
" Ibu, Tuan Seo-jung itu Siapa? " Hani penasaran karena ibunya Sedikit akrab dengan Tuan Seo-jung.
" Dia Teman seperguruan Ayah mu Dan juga Kaisar Hyun-shik saat muda dulu. Dia juga anak dari pemilik Perguruan Tianyi yang terkenal itu, Serta kakak Dari Salah satu selir yang dinikahi Kaisar Hyun-shik" terang Nyonya Hana Tersenyum lembut kepada Hani.
" Jadi, dia teman ayah? " Hani sedikit Ragu karena Sosok Tuan Seo-jung begitu menyeramkan seperti Penjahat.
Nyonya Hana mengangguk mengiyakan. Mereka kini tengah berada di Hamparan ilalang yang berada dibalik lembah. Hani bisa menghirup udara segar disini. Tempat yang sangat damai untuk menenangkan diri.
Namun ia masih Belum dikatakan leluasa untuk melakukan hal apapun. karena Sedari tadi Ia dijaga ketat oleh beberapa orang orang yang diperintah Hiro untuk menjaga nya. Ini menimbulkan sedikit kecurigaan bagi Hani.
' Ini sangat Aneh, Aku bersama ibu merasa seperti seorang tawanan yang harus dijaga agar tidak melarikan diri'
Kuaaaaakkkkkkkkkkk
Dan entah darimana datang nya suara itu. Hani seperti merasa tidak Asing lagi kepada seekor burung gagak yang bertengger didepannya. Ia dengan berani seperti mencari mati untuk diburu oleh para orang orang yang sedang menjaga Hani.
" Hei- burung sialan, pergi " usir salah satu Penjaga karena Berisik mendengar Suara sang gagak.
" Bunuh saja, Sangat mengganggu" tambah yang lain.
" Akan kupanah, itung itung untuk makan malam kita " penjaga itu bersiap dengan busurnya.
" Jangan !" Teriak Hani melarang .
" Kenapa nona? burung itu sangat berisik"
" Apa kalian tidak tau Jika mitosnya suara burung gagak yang berisik tidak seperti biasanya, menandakan akan terjadi sesuatu hal yang buruk" tukas Hani.
" Cihhh, itu Hanya mitos belaka saja nona. tidak perlu kau percayai. Apa mungkin nona ingin burung itu?"
"Eh "
" jika mau akan saya tangkap untuk anda" Tawar penjaga itu.
" Tidak, Aku akan menangkap nya sendiri. Apa boleh?" izin Hani. sedangkan Para penjaga melirik satu sama lain. mereka takut Hani akan melarikan diri.
" Tentu. nona bisa menangkap nya. tetapi, harus dalam pengawasan kami"
__ADS_1
" Baiklah" .