Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
8. Pertemuan Sepintas


__ADS_3

Mengikuti seluruh perjamuan Kaisar hanya untuk mendeteksi adanya racun. Menyedihkan sekali. Itulah tugas baru seorang hani saat ini.


Sementara para teman sekamarnya hanya bertugas untuk menyiapkan hidangan pagi saja.


ah itu lebih baik rasanya .


Seperti jiwa yang hampir terlepas dari raga. Remuk redam semua tulang-tulang hani. Ia harus berlarian kesana kemari mengikuti langkah seorang kaisar yang terbilang besar.


Sedangkan ia hanya siput kecil yang baru memasuki istana . ia belum terbiasa dengan kegiatan seorang kaisar . Bahkan di mimpinya ia tak berharap akan mendapatkan tugas sebagai dayang Kaisar .


Sungguh sial.


"Huuufffhhhh "


baru sekarang ia bisa menghirup udara senyaman ini didalam istana. Bahkan ia tak menyangka akan menemukan tempat sebagus ini. Kolam ikan yang besar dengan penghubung sebuah jembatan kecil menuju gazebo di tengah kolam. Dan sebuah paviliun yang terlihat tak terurus namun tetap bagus untuk dipandang.


"Tempat apa ini? Dan mengapa sangat terkucilkan?" Awalnya ia hanya ingin mencari perpustakan untuk menghilangkan penatnya, mencari dokumen menyangkut ayahnya. namun yang ia temukan tempat ini.


Mungkin pencarian ditengah malam memang tidak baik karena pencahayaannya yang terlampau gelap. Jadilah ia menikamti sunyinya malam ditempat itu menghapus lelah yang ia emban sehari penuh.


"Sepertinya tempat ini bisa kujadikan tempat pelarian disaat malam"


Sekarang ia bisa bebas mengekspresikan penampilannya tanpa terlihat oleh orang lain. Tetapi, ia masih tetap berjaga-jaga memakai cadar jika terjadi sesuatu.


***********


Ruang kerja Kaisar


"Apa kau sudah mendapatkan petunjuk? "


"Ya, yang mulia . Tapi, tidak untuk gadis itu". Kerutan menghiasi wajah kaisar ryu.


"Lalu apa yang kau dapat hiro?"


Tidak ada kepuasan dimata kaisar ryu, melihat panglima hiro baru pertamakalinya nihil dalam sebuah pencarian. Bahkan hanya untuk seorang gadis biasa pun ia tak sanggup.


"Hasil pemeriksaan pembunuh bayaran lebih tertuju kepada para kaum pemberontak. Sepertinya mereka sisa-sisa pemberontak yang masih hidup dari kejaran prajurit".


"Yah aku bisa melihat dari catatan yang kau berikan. Sepertinya ucapanku tak mereka indahkan untuk menyerah patuh padaku. Sia-sia dulu ku ampuni mereka yang lari dengan selamat. lalu gadis itu?"


"Dilihat dari panahnya, itu bukanlah dari luar kerajaan ataupun dari dalam. Sepertinya ia membuatnya sendiri yang mulia".


"Apa kau yakin?"


"Ya, ini baru pertamakalinya hamba melihat sebuah panah yang sangat halus dan juga kuat terlebih kayu yang digunakan hanya bisa didapatkan dari hutan larangan itu saja yang mulia".


"Jadi kesimpulannya, dia memang penghuni hutan itu? Ataukah warga disekitar hutan ?"


Kaisar ryu memprediksi tempat tinggal gadis penyelamatnya.


"Itu masih diusahakan yang mulia. Hamba telah menyebar bawahan hamba untuk menelusuri hutan tersebut. Yang terbilang cukup luas untuk ditelusuri. dengan desa disekitarnya hamba akan turun langsung".


"Baiklah kau bisa pergi".Kaisar ryu mengusir hiro.


"Hamba undur diri". Panglima hiro segera berlalu. Sepertinya kaisar tidak dapat diganggu terlalu lama untuk sekarang.


Mungkin, ia membutuhkan istirahat sejenak meninggalkan tugas kerajaannya. Hiro mengerti akan kondisi Kaisar yang siang dan malam tak pernah meninggalkan tugasnya mengatur kerajaan sehingga ia dijuluki Kaisar kejam oleh seluruh rakyatnya karena cara mengadilinya yang tanpa rasa ampun.

__ADS_1


namun, dari itu semua rakyat tak pernah mengerti bahwa tindakan yang kaisar lakukan adalah semata-mata untuk rakyat nya sendiri terlindung dari musuh . Baik itu dari luar maupun didalam.


"Kasim lee !"


Kasim tua pengawal kaisar masuk tergopoh-gopoh menghampiri dirinya.


"Ya, yang mulia".Ia membungkuk hormat dengan tubuh tuanya.


"Aku ingin keluar . Bereskan semuanya".


"Baik yang mulia". Kaisar ryu meningglkn ruang kerja. Meminta kasim lee untuk membereskan gulungan kertas yang berserakan dimeja.


Ia segera menghilang dengan cepat seperti angin. Menuju tempat yang ia rindukan meskipun penghuninya telah lama pergi .


...************...


Pavilliun Sakura


Udara dingin menyambutnya dengan hamparan bunga merekah disekitarnya dan pohon sakura yang berbunga .


Tempat terindah untuk Ryu kenang. Tempat dimana ia melihat senyum ibundanya yang bahagia ketika ia berhasil menyelesaikan tugas dari ayahnya belajar menjadi sosok seorang lelaki. Tempat kepulangannya ketika ia gagal disaat belajar.


Namun, apa daya itu telah berlalu. Ketika ia masih belum cukup kuat seperti saat ini. Dan penyesalan itu kembali ketika ia mengingat kejadian malam itu.


Malam dimana ia terluka parah karena keracunan makanan dan disaat yang sama istana diserang pemberontak secara tiba-tiba. Ia masih jelas mengingatnya. Sungguh ia menyesal tak mengindahkan perkataan ibunya yang menyuruhnya untuk belajar tentang hal racun. itu terbilang utama bagi calon seorang kaisar.


Ia terlalu fokus lebih kearah latihan beladirinya dan juga pendidikan yang diperintah ayahnya. Titah seorang kaisar yang tidak bisa diganggu gugat.


Langkahnya ringan seperti angin ia menulusuri pavilliun ibundanya menikmati tempat yang begitu banyak menyimpan kenangan hidupnya.


"Ibunda mengapa ibunda tidak tinggal di pavilliun utama bersama ayahanda dan para selir lainnya?" Tanya ryu kecil kepada ibundanya, permaisuri Sassy yang lebih memilih tempat terbelakang istana untuk ditinggali. Permaisuri sassy hanya tersenyum ringan menatap ryu kecil.


"Ibu hanya ingin ketenangan ryu, bukan ketenangan yang mencekam. Lebih baik ibu tinggal disini saja. Bukankah tempat ini sangat indah jika tidak dipelihara?"


"apa maksud ibunda dengan pavilliun utama yang mencekam?" Ryu kecil mengerutkan alisnya tak mengerti.


"ryu akan tau sendiri jika sudah dewasa" Permaisuri mengusap rambut ryu dengan sayang.


Sementara dikejauhan seseorang mendekat diikuti oleh beberapa rombongan yang menghentikan langkahnya enggan maju lebih jauh.


Permaisuri tak menyadarinya. ia lebih fokus mengusap rambut ryu yang merebahkan kepala dipangkuannya.


"Ryu" sapa seorang pria dengan jubah kekaisarannya. Mengejutkan ryu dan permaisuri.


"Ayah" ryu bangkit mendekat kepada kaisar hyun shik memeluknya. Sementara permaisuri membungkukkan badannya memberi salam kepada kaisar.


"Yang mulia".


"Aku sangat sedih. Kalian tak menyadariku datang" kaisar hyunshik menatap permaisuri sassy dengan tatapan sedih yang dimain-mainkan.


"Maafkan ryu ayah. Ryu akan belajar kepekaan agar jika ayah datang ryu menyadarinya". Kaisar langsung tertawa lepas mendengar penuturan ryu.


Kaisar meredakan tawanya ketika permaisuri mengisyarakatkan sesuatu kearah dibelakanngnya.


" oh ya" kaisar hampir lupa "Ryu, Ryeon datang menemuimu untuk berlatih" Kaisar hyun shik menyingkir sedikit memperlihatkan seorang anak kecil berumur 7 tahun sama dengan ryu.


"Hormat hamba kepada permaisuri dan pangeran" tak lupa ia membungkukkan badannya.

__ADS_1


"Ryeon" Cicit pangeran ryu.


"Kaukah itu?" Ryu memastikannya dan ternyata betul itu adalah ryeon.


"Pergilah berlatih" perintah kaisar.


"Tapi ayah , bisakah ibunda ikut bersamaku . Melihatku berlatih?" Pinta pangeran ryu.


"Tidak bisa. Ibunda ada urusan dengan ayah . Bukankah kau sudah bersama ibunda setiap waktu. Sedangkan ayah tidak selalu bisa bertemu dengan ibunda" rajuk kaisar hyunshik Membuat ryu cemberut.


Ryu paham akan keadaan ayahnya yang tidak selalu bertemu dengan ibundanya karana tugas negara yang selalu menanti dan juga keberadaan para selir-selirnya. Ya, karena ayahnya adalah seorang kaisar yang adil bahkan kepada istri-istrinya sekalipun. Meskipun kenyataannya. Ryu yakin ibunya saja yang ayahnya cintai.


Permaisuri hanya bisa tersenyum geli melihat suami dan anaknya yang memperebutkan akan dirinya.


"Ryu ibu tidak akan kemana-mana. Ibu akan tetap disini. Jadi, pergilah berlatih. Ibu akan menunggumu pulang. Kau harus berlatih lebih kuat agar bisa menjadi seperti ayahmu"


"Dan jadilah kuat baru kau bisa bertarung dengan ayah memperebutkan ibunda. Kau Mengerti! "Tambah kaisar hyunshik sambil terkekeh.


Permaisuri hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar penuturan kaisar hyunsik yang menggelikan.


-flashback off


"Ayah berbohong, mengapa ayah tak menyanggupinya? Ayah membawa ibunda pergi sebelum kita bertarung. ayah sangat curang. aku sudah kuat ayah" Kaisar ryu berbicara pelan sambil tersenyum miring sendirian. tanpa mengetahui keberadaan seseorang didepannya.


Dan saat mata itu kembali sadar dari ingatan masa lalunya. Kaisar ryu memperjelas penglihatannya. Ia diam tak melanjutkan langkahnya. Seperti bumi telah memaku kakinya untuk melangkah.


Sungguh kecantikan yang luar biasa. Bahkan kandidat yang dipilihkan oleh menteri-menterinya tidak ada apa-apanya. mata lentik yang yang terpejam dengan hidung yang mungil serta bibir kemerahan yang nampak menggoda. Ia seperti dewi yang nyata dengan pakaian putihnya.


Astaga apakah aku berhalusinasi? Ryu menundukkan kepalanya sebentar. Ia ingin memastikan sekali lagi penglihatannya. Sambil melangkahkan kan kakinya kembali. mungkin jaraknya yang terbilang jauh dari gerbang ke gazebo sehingga membuat ia agak buram.


Tapi, itu bukan keburaman melainkan itu sangat jelas nyata. Sekarang ia bisa melihatnya tertidur dengan nyamannya. Ya, dia sepertinya tertidur sangat damai. Sehingga langkah ryu saja tak ia dengar.


Sangat pintar jika ia bisa mendengar langkah ryu yang seringan angin. Siapapun tak akan bisa mendengarnya kecuali orang yang sama setaranya dengannya.


Tuk tak. tuk tak.


suara ketapal kuda yang sepertinya semakin mendekat. Sepertinya, para peajurit yang sedang berpatroli. Sangat bagus menjalankan tugas dengan baik.


Kaisar ryu memalingkan


wajahnya melihat tamaram obor yang melewati tembok disekitar paviliun Sakura.


Ia melupakan sesuatu. kembali ia mengalihkan pandangannya kearah gazebo dan ia telah menghilang.


kaisar Ryu cepat mendekat kearah gazebo dengan satu lompatan menyembarangi jembatan kecil.


Kemana dia? Bukankah ia tadi disini? Ryu menajamkan penglihatannya menatap sekeliling mencari jejak gadis tadi, namun nihil.


Ia memperhatikan sekitar gazebo. Aneh, mengapa tak ada bekas seseorang tidur? Ryu mengerutkan alisnya memandang gazebo yang sangat kotor dengan debu dan dedaunan karena tak pernah di tempati. dan matanya kembali bersinar terang


Ia mengambil sejumput rambut yang tampak panjang. Tersenyum menyeringai


Rupanya kau ingin bermain-main denganku. Kau sangat hebat bisa mengalihkan keadaan. Tapi , tidak untukku. Senyum terpatri indah dari balik topeng yang ryu gunakan. Ia mengibaskan pakaian hitamnya membuat dedaunan digazebo menyingkir bersih.


Keahlian yang nyata baginya sebagai sosok seorang beladiri.


"Siapa Dirimu ???" Bisik ryu dalam diam menggantikan tempat gadis tadi tertidur.

__ADS_1


__ADS_2