
Hani tidak mampu untuk mengadu kepada mama Athena. Dimasa depan ia tidak mau menjadi sumber Masalah untuk seorang Anak dan ibu Yang bertengkar karena Perkataan yang telah ia Adukan.
Ia lebih memilih diam menyembunyikan perlakuan kejam Kaisar Ryu kepada dirinya maupun orang lain yang pernah ia saksikan.
Bahkan sekalipun ia Menceritakannya kepada mama Athena. Itu adalah suatu tindakan pence maran Nama baik Kaisar nya Sendiri. Ia tidak Mau Memiliki Cap Sebagai rakyat yang menjelekkan pemimpinnya kepada orang lain. Meski kekejamannya Sebuah kenyataan.
Dan juga, itu terlalu beresiko untuk dirinya yang hanya sebagai pelayan biasa saja. Bisa jadi, ketika Hani sudah tiba dikerajaannya nanti. Ia mendapat kan Ganjaran Atas perkataan dirinya mengenai Kaisar Ryu secara sembarangan.
" Ada Apa ? Mengapa Kau melamun? " Mama Athena memperhatikan Hani yang terdiam tanpa kata.
" Tidak Mama " Hani berbohong Menampilkan Senyum termanis. Agar mama tidak mengetahui bahwa dirinya Masih sangat Lelah untuk Memulai perjalanan jauh kembali.
" Apa Kau ingin tetap disini? jika Kau bersedia, mama bisa meminta agar Ryu kembali lebih awal sendirian. Dan kamu bisa diantar oleh Ichiro" .
'sangat mau mama'
Kedengarannya bagus ditelinga Hani. namun, Apa Kaisar Ryu mengizinkan Jika Hani tetap tinggal disini. sementara kaisar Ryu pulang seorang diri.
Kurasa tidak. dia tidak akan mengizinkan.
mengingat Saat Tuan Ichiro meminta Hani untuk Hadir dalam makan malam keluarga Paman Yuen saja. Kaisar Ryu baru bisa mengizinkan Hani pergi ketika dirinya ikut serta dalam undangan tersebut.
" Tidak, Hani Hanya merasa sangat bahagia. sudah diberi kesempatan untuk mengenal mama dan Segelintir orang didesa ini. sangat menyenangkan"
" sayang, Kamu bisa bertamu kedesa ini kapanpun kamu mau. Pintu desa ini selalu terbuka lebar untuk mu. bahkan rumah ini, Dapat Kamu anggap Rumah mu sendiri. Kamu bisa pulang kerumah ini kapanpun kamu mau. Mama selalu menunggu mu"
Hani berhambur memeluk mama Athena. Merasa seperti memeluk Sosok ibunya yang berada didesa. Ia sangat merindukan sang ibu.
" Terimakasih Mama. Sudah mau menerima Kedatangan Tamu biasa ini. Dan seperti nya aku akan merindukan banyak hal dari desa ini"
" Kau harus sering kesini jika begitu"
" Hani berharap Kaisar Ryu mau mengizinkanku"
__ADS_1
" Jika dia tidak mengizinkan mu, pukul saja kepalanya. Agar otaknya pecah Dan tidak terlalu lama membeku. Dia terlalu pemalu orangnya jika mengenai wanita. Jadi, Kau harus memahami itu"
Apanya yang pemalu? jelas jelas dia memiliki banyak selir untuk dirinya Sendiri. Bahkan hidupnya dikerajaan tidak pernah jauh dari sosok para wanita cantik. Lalu, dimana letak keberadaan malunya ? Bibirku saja sudah ia nodai.
Hani Menghela nafas lelah Sebelum memberikan Senyuman terbaik untuk mama Athena.
" Dan satu lagi, Bisakah kau berjanji kepada Mama? "
" En"
" Bisakah kamu berjanji akan selalu berada disisi Ryu, Apapun yang terjadi nantinya. Mama mohon".
hani tidak pernah mengira Mama akan meminta sesuatu hal yang sama seperti kedua perempuan yang Hani baru saja kenal beberapa bulan terakhir. Selir Sassy dan permaisuri Diana Juga pernah meminta hal seperti itu sebelumnya.
Apakah ini sebuah kebetulan semata? Dan kebetulan permintaan itu sudah terjadi untuk ketiga kalinya dalam hidup hani. Ada sesuatu yang sengaja di rahasiakan terlalu dalam sehingga siapapun orang tidak dapat mengambilnya.
Hani yakin, Ada suatu hal pada diri kaisar Ryu Sehingga ketiga perempuan yang Hani jumpai dan begitu dekat dengan kaisar Ryu selalu meminta dirinya untuk terus selalu berada disisi Kaisar ataupun melindungi nya.
" Apa kaisar Ryu memiliki suatu riwayat penyakit?" Hani bertanya dengan bodohnya kepada mama Athena.
Ha ha ha.
" tidak. Bukan seperti itu sayang. maksudku" mama mengusap air disudut matanya yang keluar. " Kau tau, Ibu kandung Kaisar Ryu siapa?"
" en. mendiang permaisuri Sassy"
" Dan kau tau, mengapa Kaisar Ryu memanggil ku Mama? Sementara Aku Hanyalah Bibinya saja. Bukan ibu kandungnya"
Hani menggeleng pelan. inilah yang Hani pertanyakan selama ini semenjak dirinya menginjakkan kaki di desa penghubung dan mengetahui bahwa kaisar Ryu masih memiliki seorang paman yang masih hidup yakni paman Dwayne.
" 17 tahun yang lalu, mama pernah memiliki seorang anak lelaki seumuran Ichiro dan juga ryu. Dia meninggal kan mama Akibat terserang penyakit. Mama mengalami Depresi berat karena ditinggalkan olehnya. Mama hampir gila waktu itu" . Air mata Mama Athena Menetes tanpa disadari . Ia Tersenyum bahagia Saat menceritakan kisah pilunya waktu dulu.
" Lalu dia datang dengan penuh luka"
__ADS_1
" siapa yang terluka?"
" Ichiro, sayang. Suami ku membawa Tubuh Ichiro penuh luka serta bermandikan Darah kerumah ini saat itu. Lalu, Mama merawatnya Seperti anak kandung mama sendiri. Depresi mama berangsur membaik Karena kedatangan nya"
" Jadi, tuan Ichiro bukan anak mama?"
" Bukan, Dia Anak dari teman Paman Dwayne dan juga mama"
" Lalu, Dimana orang tua Tuan Ichiro sekarang?" Hani mulai penasaran dengan kisah tuan Ichiro. pantas saja, Wajah tuan Ichiro tidak terlalu sama dengan Cheche dan Chen.
" Ayahnya Memilih untuk menyendiri disuatu Bukit Saat ini. Lalu, ibunya . Entah lah Mama tidak pernah tau akan hal itu".
" Lalu, bagaimana dengan Kaisar Ryu. mama?"
" Ryu Kecil datang setelah nya. Ia tidak memiliki luka yang cukup serius ketika datang kesini. hanya saja jiwanya terguncang dan juga tubuhnya penuh dengan racun. Mama dan paman Dwayne sangat ekstra hati-hati Untuk mengobati nya Karena Ryu tidak terkendali saat itu".
" Apakah itu karena Insiden Pemberontakan waktu itu?"
" Ya, Orang Terkasihnya Banyak yang mereka renggut dari Ryu kecil. Mereka berdua Sangat terpuruk waktu itu. Sehingga mama Merangkul mereka berdua seperti anak mama sendiri. Dan setelahnya tuhan menganugerahi mama sepasang anak yang sangat- huft, Sempurna"
" Sempurna?" Hani Merengut tidak mengerti.
" Ya, sempurna. Sempurna dalam segala hal Keburukan. bahkan mama tidak pernah berfikir Cheche akan tumbuh seperti itu. Mama berfikir Cheche akan menjadi pribadi seperti Mama Atau pun seperti dirimu. coba lihatlah cara berpakaian nya. Mama Takut dia tidak akan menemukan calon suami, Dirinya terlalu beringas Menjadi seorang perempuan yang lemah lembut hiks".
Mama Athena Kini terlihat sendu. Ia sungguh sangat mengkhawatirkan perkembangan anaknya yang satu itu. Tidak mengetahui bagaimana pertumbuhan Hani yang sama saja seperti Cheche. tetapi lebih buruknya, Hani Sampai digilai oleh kaum sejenisnya. mereka yang tidak pernah tau mengenai identitas asli seorang Hani.
" Tidak apa-apa mama. Cheche masih dalam tahap mencari jati dirinya. Hani melihat Cheche tidak terlalu beringas bahkan dirinya memiliki sisi lembut yang Hani tidak miliki"
Hani Memberikan sebuah pengertian Kepada mama Athena agar tidak terlalu pusing memikirkan Cheche.
" Sisi lembut?" Mama Athena memandang Hani penasaran.
"Sisi lembut bagaimana yang Hani maksud?"
__ADS_1
"itu- seperti memelihara seekor hewan. bukankah kita harus memiliki sisi lembut dan penyayang saat merawatnya? Dan Cheche sudah memiliki hal itu, mama".
"Tetapi, tidak dengan memelihara hewan yang berbisa Seperti ular cobra Hani, sayang. Itu bukan sisi lembut namanya melainkan mencari kematian".