
Sudah Beberapa Hari Nana Tinggal Di desa penghubung. Desa yang baru ia ketehui namanya dari Mama Athena. Ia sempat terkejut Ketika mengingat perkataan Sang kakek pernah menceritakan Desa penghubung memang benar benar ada.
Dimana Desa tersebut adalah pusat bagi para pedagang Diseluruh dunia ketika singgah saat dalam perjalanan. Membuat Beberapa pedagang Saling Bertukar Barang untuk diperjualbelikan ke daerah mereka masing-masing.
Sangat menakjubkan. Nana Dapat Menjumpai Lebih Sering Barang barang Ataupun Makanan yang sulit ia temui di Desanya sendiri.
Sesekali juga Nana Sedikit heran ketika melihat Beberapa bangsawan hilir mudik di Desa penghubung. namun, Tidak menjumpai mereka saat malam. Hanya akan ada beberapa penduduk setempat yang Nana hanya bisa lihat.
' Kemanakah mereka pergi? Apa secepat itu mereka meninggalkan Desa penghubung yang begitu indah tanpa menginap? oh ayolah, bahkan disini para warga telah banyak menyediakan Sewa tempat untuk menginap '.
Nana sangat menyayangkan mereka semua yang hanya sekedar mampir. Tanpa tahu menahu keadaan mereka didalam tempat Sewa telah tertidur pulas Layaknya orang mati. namun, Ketika sudah pagi mereka akan tersadar dari pengaruh ramuan spesial Milik penduduk desa penghubung.
Dan sekarang terjadi lagi, Desa tiba tiba menjadi Sepi. Karena Beberapa Pendatang seperti Menghilang Dan Besoknya Akan Ramai kembali. Ini sangat Aneh menurut Nana Dan perlu diselidiki.
Begadang menjadi pilihan untuk Nana Malam ini memantau aktivitas Keadaan di desa penghubung. Akan tetapi, Belum sempat Kakinya melangkah keluar Rumah.
Nana sudah roboh Jatuh tertidur di depan pintu rumah yang terbuka. Membuat Chen yang mengintip Nana sedari tadi Cekikikan bersama Cheche Yang tetap Saja Cemberut. Tidak ada Rasa Untuk mengikat tali pertemanan dengan Nana Dimata Cheche. Ia Sudah lebih dulu Mengangkat tangan tidak Sudi semenjak dirinya Disamakan dengan burung peliharaan kakak nya.
" Cih, gadis merepotkan" bersedekap tangan Chece memperhatikan Nana. Ia Tidak Memiliki Niat sekalipun untuk Menolong Nana yang tertidur di depan pintu.
" Lihatlah, Kak Nana sangat lucu ketika tidur" Chen menoel pipi Nana Gemas tanpa Adanya Penolakan Dari sang pemilik yang kini tertidur pulas.
" Biarkan saja ia disitu Chen. Ayo, kita harus latihan jika tidak ingin mendapatkan hukuman dari ayah"
Cheche mengingatkan Chen tentang betapa Tegasnya sang Ayah-Paman Dwayne. Agar Saat latihan Anak anaknya Harus disiplin untuk datang jika tidak ingin mendapatkan luka cambukan.
" Baiklah . Lalu, bagaimana dengan Kak Nana?" Chen Masih sibuk mengasihani Kondisi Nana yang tidur tidak tau tempat.
" Pergilah ! Aku yang akan mengurusi nya " Ichiro muncul entah darimana datang nya. Sehingga Membuat Chen memilih bergegas untuk menyusul Cheche.
Kakak perempuan nya itu Sudah meninggal kan Chen lebih dulu ketika merasakan kehadiran Ichiro. ia tidak Mau repot harus mengurusi Tamu tidak penting seperti Nana terlebih ia tidak berguna di mata Cheche.
Ichiro segera mengangkat tubuh Nana yang kian bertambah berat. Namun, masih Sangat Ringan bagi Ichiro untuk menggendong nya.
" Kau Tumbuh dengan sehat Rupanya Dua gunung" Ichiro Segera mengalihkan penglihatan nya Dari Dada Nana yang tidak sengaja terpangpang sekilas.
**************
Hari harinya Nana habiskan Untuk makan, jalan jalan keliling Desa dan tidur. Membuat Ichiro merasa khawatir dengan kesehatan Gadis yang ia bawa kian melebar seluruh Tubuhnya tanpa pelatihan.
Menoel sesekali mencubit pipi Nana lembut. Kini beralih Ichiro yang gemas dengan Nana setelah Chen. Pipinya mengundang tangan orang untuk memegang Ataupun mencubitnya gemas.
__ADS_1
" Sudah Selesai Acara mengantar Putri tidur nya? "
" Ah mama" Mama Athena mengagetkan kegiatan Ichiro yang memegang pipi bulat Nana.
" Apa kau menyukainya, sayang? "
" Tidak"
" benarkah?"
" ya"
" bagaimana jika mama menjodohkan Nana dengan kai?"
" Aku tidak setuju " tolak Ichiro keras.
" Oh begitu. Baiklah, jika seperti itu jawaban mu. Mulai besok mama akan melatih nya menjadi menantu yang kuat seperti Hani. bagaimana? " Tawar mama Athena penuh rencana.
" Terserah. aku tidak perduli" Lain dimulut lain pula di hati. Mata Ichiro tidak Dapat membohongi mama Athena jika dirinya penasaran dengan rencana yang mama Janjikan.
" Sudah cukup dirinya bersantai makan tidur, makan lagi, lalu tidur kembali layak nya beruang yang hibernasi. Mama akan melatihnya besok malam. Dan kau jangan melarang mama" Peringat mama Athena.
" Dia hanya gadis biasa. lagipula siapa yang akan Menjahati gadis galak seperti dia"
" Benarkah ? " Ichiro tidak percaya itu. Mustahil Gadis seperti Nana Dapat membuat beberapa pemuda didesa penghubung Tergoda akan Dirinya. mungkin, mata mereka sudah katarak tidak dapat menilai Antara Mana gadis Cantik dan baik sifatnya dengan Nana yang cerewet dan barbar seperti harimau betina.
" Hm".
"Rupanya dia laku juga ternyata".
"Apa kau ingin menjual nya sebagai budak?"
"Tidak, tidak. Dia terlalu jelek" Cantik . percayalah Mama Athena tidak mempercayai Ucapan itu. Seorang Ichiro terlalu pemalu untuk Jujur. Ya, bisa dilihat dari Kisah percintaan nya dengan permaisuri Diana yang berakhir patah.
" Ya, baiklah . besok mama tidak akan memberikan Obat tidur lagi padanya" .
****************
...Visual Nana...
__ADS_1
Tidurnya, Sangat lelap akhir akhir ini. Dari terlalu sering begadang hingga sampai tidak tau tempat untuk tidur.
Nana merasa hal itu Sangat aneh. ia di temukan tidur di depan pintu oleh Ichiro yang rela membopong nya hingga sampai ke kamar. tolong ingatkan Nana untuk berterima kasih pada Tuan Ichiro yang sudah baik dan berbudi pekerti luhur. Dengan sangat suka rela telah membopong tubuhnya yang seperti Babi guling.
Jangan salahkan berat badan tubuh Nana. salahkan saja pada jajanan pasar yang terus saja Menggoda ketika Nana ikut mama Athena berbelanja. Bahkan ada beberapa pemuda yang baik hati dan tidak sombong menawarkan makanan mereka yang dijual untuk dicicipi secara gratis. Kesempatan tidak terulang keduakali bukan.
" Hm, Kemana semua orang?" Nana bertanya seorang diri. ia terlihat bingung ketika tidak menemukan seorang pun dirumah setelah Mama athena menyuruhnya mengganti baju.
Kini ia sudah siap dengan pakaian yang terlihat seperti Akan berlatih bela diri. Nana bertanya tanya untuk apa ia memakai baju seperti ini ketika malam.
' ini sungguh sangat aneh '
Samar samar ia mendengar bising suara orang dari luar rumah. Saat ia akan melihat mama Athena muncul dari arah luar.
" Hei, Kau sudah siap? Ayo Kemari, Kau harus ikut bergabung dengan mereka" Nana mengerut bingung. namun ia tetap mengekor mengikuti mama Athena.
Setelah pintu Rumah bagian belakang terbuka. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Para Pria desa tengah berkumpul membentuk barisan layaknya seorang prajurit . Mereka Sedang berlatih dengan sangat baik.
" Wuahhhhh, Kegiatan apa ini mama. mengapa aku tidak pernah melihatnya selama disini?"
' ya, karena mama sering memberi mu obat tidur'
" Hanya pelatihan Biasa untuk mengasah keahlian mereka dalam bela diri. Terlebih untuk Benteng pertahanan mereka ketika menghadapi musuh" .
" Mereka sangat hebat seperti tuan Ichiro" Nana begitu kagum melihat beberapa pemuda berlatih pedang maupun memanah dengan lihai.
" Apa kau ingin berlatih juga?" tawar mama Athena.
" Apa boleh?"
" Tentu, sayang. kau bisa berlatih bersama Cheche"
" Ti-" belum sempat Nana menolak . ia sudah di Sanggah terlebih dahulu oleh Cheche.
" Ayo, akan kulatih kau menjadi perempuan yang kuat" Dari sorot mata Cheche, Nana seperti bisa mendengar bukan kata-kata itu yang keluar dari mulut Cheche. melainkan-
' Ayo, Akan kuhabisi kau dengan pelatihan ku'.
Sungguh, itu sangat mengerikan. Nana tidak ingin itu terjadi. tetapi mau bagaimana lagi harus dirinya menolak. nasi sudah menjadi bubur.
" Biar, kakak saja yang akan mengajarinya " Itu Suara Ichiro yang tiba-tiba saja bergabung. Lalu menggandeng tangan Nana Secara cepat. Membuat Nana tidak siap ditarik paksa mengikuti Langkah Ichiro yang besar.
__ADS_1
' Sangat sial ' Bahkan bubur Seperti nya Bertambah enak ketika ditambah dengan kuah Kaldu. Namun, tidak bagi nasib Nana saat ini.