Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
56. Kakak?


__ADS_3

Untuk sementara Ini, Pihak istana Memberikan sebuah kelonggaran untuk Hani rehat sejenak. ia mendapatkan hak istimewa untuk beristirahat selama beberapa hari kedepan. Alasannya, Karena telah membantu mengobati luka Kaisar Ryu ketika dalam keadaan sekarat. Tidak terlalu buruk, bahkan sangat baik untuk dirinya agar menjauh sebentar dari peredaran kaisar Ryu.


Ah, rasanya sangat menyenangkan. Hani tidak akan melewatkan kesempatan yang ada untuk menikmati kasur yang tidak ia tempati selama beberapa hari kemarin atau lebih.


Sungguh, Rasanya semua tulang yang ia miliki hampir patah karena tidak pernah Merasakan Perjalanan se ekstrim itu. Lebih Dari yang orang lain perkirakan. perjalanan kemarin itu sungguh sangat menguras fisik dan menguji mental.


Memandang langit Kamarnya ia mengingat ulang kejadian berturut-turut ketika menuju kerajaan Tan. Sungguh seperti sebuah mimpi yang sangat menegangkan. Namun di alaminya secara nyata.


Mengalihkan pandangan ke arah meja khususnya. Ada sebuah Toples berisi kue kering Bingkisan hadiah dari Permaisuri Diana . Dan itu tinggal separuh dilihat dari luar kaca toples yang bening.


berpikir sejenak, Hani belum menyadari sesuatu yang aneh.


kuenya tinggal separuh? ya, kue-ku tinggal separuh.


berbicara sendiri dalam batin. Lalu, terbangun dari posisi terlentang.


" KEMANA KUE KERING MILIK KU?"Hani berteriak histeris. ia segera beranjak keluar dari kamarnya. Meninggalkan kegiatan bermalas-malasannya karena suasana hatinya yang mendadak berubah. Mencari Sumber penyebab kue kering miliknya menghilang. Sepertinya Dapur menjadi tempat untuk mencari sang pencuri.


Bergegas menuju dapur tanpa memperdulikan para pelayan lain yang terkadang menyapanya tidak sengaja. ia hanya bisa menunduk kan kepala sebentar untuk memberi rasa hormat kepada mereka.


********


Tiba di depan Dapur istana, Hani lebih memilih mengintip terlebih dahulu keadaan didalam. Untuk Hari ini, ia tidak ingin berjumpa dengan nyonya zuang.


Nyonya Zuang pasti akan langsung memerintah nya kesana kemari untuk mengurusi masalah hidangan yang mulia kaisar. ia ingin menikmati masa liburnya tanpa gangguan tugas sedikit pun.


Merasa Aman, Hani masuk tanpa suara. namun masih disertai Dengan bunyi pintu yang Berderit. membuat para temannya yang berada di dalam dapur segera Waspada dan terdiam seketika.


Mereka langsung memusatkan perhatian kepada Seseorang yang telah mengganggu Acara penggosipan yang sedang panas. Dan Hani Sangat merasa senang ketika mendapati para teman-temannya langsung menyuguhkan tatapan penuh horor kepadanya.


" huffhhh " Mereka terlihat mengatur nafas lega secara bersamaan mendapati seseorang yang datang bukanlah seseorang yang mereka takuti.


" Aishhh mengagetkan saja " Beberapa teman pelayan Hani mengelus dada merasa terkejut. beruntung nya, mereka tidak memiliki riwayat penyakit jantung untuk meninggal di usia muda.


" Haishhh kukira kau Nyonya Zuang" Celetuk lili memegang spatula ditangan.

__ADS_1


"Yap betul, kau sedang apa kesini?" tanya sun ikut menimbrung.


" Bisakah kalian beri tau aku Hewan Rakus mana yang telah memakan kue keringku sehingga tinggal separuh?" Tidak perlu basa basi Hani langsung menanyakan inti permasalahan ia mendatangi dapur.


" Apa maksudmu? Bukankah Kamu sudah memberikan kami masing masing setoples kue kering?" Tanya lili sedikit bingung.


"ya betul" yang lain ikut menyetujui perkataan lili.


"Entah. Kue keringku tinggal separuh dan aku belum menyipinya sama sekali. siapa yang berani memakan milikkku?" Hani menatap tajam satu persatu temannya dengan penuh selidik.


Mereka semua menggelengkan kepala tidak tau. terkecuali Maomi yang menggigit jarinya penuh tekanan.


" kurasa aku tau siapa orangnya. maomi, Apa kau mengambil kue keringku? " tuduh Hani secara langsung.


" hei Hani kau tidak boleh menuduh orang secara sembarangan" peringat ziu kepada Hani. tetapi Hani hiraukan karena si pelaku sudah didepan mata.


" Katakan Maomi"


" i-itu...... Y-ya, aku mengambilnya hanya sedikit. maksud ku. aku tidak sengaja memakan nya sampai tinggal separuh toples. Kue kering nya sangat enak dan milikku telah habis. jadi, aku mengambil milikmu ketika kau sedang tertidur. maafkan aku" Maomi menunduk Takut menatap Hani. ia lebih memilih melihat lantai dapur yang berdebu dari pada harus melihat ketajaman mata Hani yang seperti pedang.


" huft, Baiklah. lain kali jangan kau ulangi" menarik nafas dalam-dalam Hani lebih memilih untuk mendinginkan fikirilannya dan berniat melupakan permasalahan yang ada.


" ya, aku janji Hani" Maomi mengangguk bersemangat karena telah dimaafkan. ia merasa lega Hani tidak menuntutnya untuk mengganti kue kering yang telah dirinya makan. lagipula ia harus mencari kemana kue kering khas kerajaan Tan itu jikalau tidak ke kerajaan nya langsung. Dan juga harganya yang melangit sehingga hanya para kaum bangsawan yang dapat membelinya. Lalu, bagaimana cara Maomi bisa membelikannya untuk Hani sedangkan ia hanya pelayan biasa yang upahnya hanya beberapa koin perak.


Hampir reda suasana panas hati Hani. Ziu malah menambah Kayu kembali kedalam api yang akan redup.


" Sudahlah Hani, itu hanya kue kering biasa saja. Di pasar pun kau bisa menemukannya" Dengan santainya ziu berbicara tanpa tau para temannya telah menatap seram kepadanya. Bisa bisanya Ia menyamakan kue kering di pasar dengan kue kering Hani yang diberikan langsung oleh Permaisuri Diana.


" Ziu " lili memperingati ziu agar berhenti berbicara. ia mengedipkan matanya agar ziu tutup mulut tidak melanjutkan ucapannya.


Dasar Si mulut lebar. apa dia tidak tau bahwa kue kering Bingkisan Hani sangat langka? Maomi menatap kesal kepada ziu. ingin sekali rasanya ia menyumpahi Ziu .


" Apa? bukankah yang ku katakan memang benar lili?" Tamat sudah, Seperti nya Ziu tidak memiliki kepekaan ketika diberi Aba aba. Mulutnya tidak memiliki saringan sama sekali.


" oh benarkah? jika begitu - " Hani tersenyum menyeringai mendekati Ziu yang menatapnya acuh tak acuh. ia sedang memegang wadah berisi Almas caviar, telur ikan sturgeon yang sangat mahal.

__ADS_1


Hani mencolek telur ikan itu dengan mudah. memakan nya dengan santai tanpa memperdulikan tatapan ziu yang berubah . mematung seperti terkena sengatan petir tiba tiba. ia sangat syok dengan apa yang dilakukan Hani.


" Rasanya tidak terlalu buruk " tersenyum lebar memandang ziu yang berubah menjadi seram seperti hantu.


"KAU- KAU MEMAKAN NYA. ITU - ITU HIDANGAN CAVIAR UNTUK NONA ANGEL ".


" lalu kenapa? ini hanya sedikit. bukankah aku hanya sedikit mengambilnya seperti Maomi yang mengambil kue kering biasa ku . bukankah tidak masalah? benarkan teman teman?" Hani meminta dukungan ke arah para temannya yang terdiam canggung. mereka hanya bisa mengangguk kan kepala tidak enak hati.


"Sama saja bukan, ziu" Hani tersenyum manis kepada ziu sebelum mengambil ancang ancang lari dari amukan kekesalan ziu.


"HANI SIALAN. INI BUKAN HANYA SEKEDAR TELUR IKAN BIASA YANG DAPAT KAMU MAKAN SESUKA HATIMU. INI TELUR IKAN LANGKA BRENGSEK" Ziu tidak dapat membendungnya lagi, suaranya menggema memenuhi Seluruh dapur istana.


Sedangkan sosok yang ia ceramahi telah menghilang dari dapur dengan gelak tawa penuh kemenangan.


"Bisa jelaskan Siapa orang yang berteriak sangat kencang sampai terdengar menuju halaman istana? itu sungguh sangat menggangu " Nyonya Zuang tiba tiba muncul tanpa Mereka sadari.


" Nyonya Zuang " seluruh pelayan yang berada di dapur istana langsung terkejut. mereka menelan ludah dengan kasar. tampaknya seseorang akan mendapatkan sebuah hukuman.


**********************


Hani Bergegas menuju Kamarnya secepat mungkin. ia takut Ziu akan mengejarnya lalu mencincang dirinya karena telah memakan bahan makanan dapur yang sangat langka itu. Hah, itu bahkan Ganjaran setimpal untuk mulut pedas ziu yang ceplas ceplos Mengomentari kue kering pemberian permaisuri Diana. Dia tidak tau saja kue kering itu juga sangat langka seperti telur ikan Caviar yang Hani makan.


Tersenyum ceria Hani menghiraukan jalanan sekitar. ia tidak menyadari seseorang tengah memperhatikan dirinya dengan ikut tersenyum.


" Hani, kau kah itu?" Sapa seseorang itu menghampiri Hani.


" Oh Panglima Hiro!" seru Hani segara memberi hormat kepada panglima Hiro .


" Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu . terakhir kali kita bertemu kau memberikan surat untuk keluarga mu" Panglima Hiro segera menyerahkan sebuah gulungan kerangan Hani.


" Ini dari ibu. untuk Adik" Hani mendadak kaku mendengar perkataan panglima Hiro. menatap penuh selidik kepada panglima Hiro yang sedang tersenyum lebar kepadanya.


" Kau sudah tumbuh besar rupanya. Kakak sangat merindukanmu " Panglima Hiro mengusap Rambut Hani penuh lembut.


" Ka- kakak" hani Ragu untuk mengucapkan panggilan itu. namun ketika melihat panglima Hiro Tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Hani tidak kuasa untuk berhambur memeluk panglima Hiro. Kini tangis Hani pecah beserta kerinduan yang mendalam.

__ADS_1


__ADS_2