Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
38. Kabar Gembira? Tamu Desa Nil.


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat. Senja telah menorehkan jingganya Di langit Biru.


Para burung Hendak kembali menuju sarang masing-masing. Mereka terlihat bahagia berkerumun bersama para kawanan untuk pulang. sama seperti Hani, Dirinya kini Pulang kembali kerumah Tetua desa penghubung.


Piknik yang sangat menyenangkan. Seharian penuh Hani lewati bersama keluarga Paman Dwayne. Sosok yang Kelihatan Sangar dari luar saja , Ternyata memiliki sisi penyayang didalam sifatnya.


Kadangkala Seseorang menilai orang lain dari penampilan luarnya saja. tetapi, tidak pernah memahami Sifat Orang tersebut Ketika saat sedang bersama. Jadi, Lebih Baik Amatilah terlebih dahulu sebelum menilai sifat Orang secara gamblang. Itu akan sangat menyesatkan bagimu Dimasa depan.


terkadang Penampilan juga bisa menyembunyikan sifat Buruk seseorang. ya, seperti contohnya Kaisar Ryu.


Sekarang Ia meminta untuk Melakukan Lomba dadakan. Memacu kuda siapa yang paling cepat sampai dirumah Akan Mendapatkan Sesuatu yang diinginkan darinya.


Dia Kaisar yang memang sialan, mencari kesempatan dalam kesempitan. Hani memanyunkan bibirnya diatas tunggangan. Ini sama saja Membunuh Hani secara perlahan. Duduk saja sudah berdempetan seperti Ini . Apalagi memacu kuda dengan kecepatan penuh.


Hani tidak mau Kaisar Ryu memeluknya dari belakang dengan alasan menarik tali kekang zero agar Larinya bertambah cepat. Dan itu, sudah terjadi sejak tadi.


Kaisar Ryu menikmati nya, Memeluk Hani dari belakang. Mengurung sosok kecil itu dalam dekapan nya. Ada Raut senang dalam wajah Kaisar Ryu Mengintip Hani yang Terlihat Kesal.


Sedikit lagi ia akan Menjadi pemenang. Paman Dwayne dan Mama Athena Tertinggal jauh dibelakang. Kaisar Ryu dapat melihat mama Athena Mengomel Kesal karena tertinggal jauh dari anak anaknya.


Kini tinggal Kaisar Ryu Di ikuti Ichiro selangkah dibelakang nya. Cheche, Chen dan Kei terlihat kelelahan tidak kuat lagi untuk mengejar. mereka memilih Memacu kuda Masing masing Seperti biasa.Tersisa Ichiro sebagai Saingan Kaisar Ryu menambah kecepatan.


" YANG MULIA, JIKA YANG MULIA INGIN BUNUH DIRI JANGAN LIBATKAN HAMBA. HAMBA MASIH INGIN MENIKAH " Hani berteriak menutup matanya karena Kecepatan zero diluar batas. Bahkan Para warga ataupun orang asing yang mereka lewati langsung minggir karena Aksi kehebohan mereka.


Ha ~ ha ~ha


" Jika kau mati bersamaku Dan Belum menikah . Ketahuilah aku siap menjadi pasangan mu setelah mati Nanti. itu jika kau mau?"


Hani Diam seketika meneguk ludahnya Kasar. percuma saja Ia berbicara. Kaisar Ryu tidak akan Mau memenuhi permintaannya Untuk Memacu kudanya lebih pelan. Yang Ada, Hanyalah mendapatkan Gombalan pemerah pipinya yang bualan belaka saja.


Kaisar Ryu tertawa Senang. Ia Sudah lama merindukan Kegiatan seperti ini . " Apa kau takut? Kau ingin turun disini?"


" TIDAK YANG MULIA "


" jadi, berpeganganlah yang erat kita akan segera sampai"


Aaaaaaaa ~ Hani berteriak sekencang mungkin namun, Suaranya yang keluar tidak membuahkan hasil karena terbawa angin begitu cepat. Sungguh, tidak berguna.


Akhirnya, Kawanan paman Dwayne sampai dengan selamat. dengan di menangkan oleh Ichiro yang tiba lebih awal dihalaman depan. Sedangkan Hani dan Kaisar Ryu baru saja tiba.


Hiks hiks~


Hani menangis dengan tangan bergetar. Ia menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangan. Membuat Kaisar Ryu yang bersamanya merasa khawatir.


" Kau kenapa? "

__ADS_1


Ichiro yang tiba lebih awal langsung menghampiri Kaisar Ryu untuk menurunkan Hani dari atas kuda.


" Ada apa dengan dirinya? "


"Aku tidak tau. tiba-tiba ia menangis. Bahkan aku tidak mencubitnya sedikitpun" Ichiro menggeleng kan kepalanya mendengar candaan kaisar Ryu Yang begitu konyol.


"Ada apa dengannya?" Mama Athena Baru saja tiba. ia langsung menghampiri Hani dengan raut wajah cemas.


Ichiro dan kaisar Ryu menggelengkan kepala serentak. menandakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa.


" Lalu, kenapa dia sampai menangis ?" Untuk kedua kalinya kaisar Ryu dan Ichiro menggeleng lagi tanda tidak tahu.


" Sayang, Kemarilah" Mama Athena Langsung memeluk Hani untuk menenangkannya.


" Kamu kenapa? Cerita kepada mama? Apa mereka Berdua melakukan sesuatu kepadamu? " Tanya mama Athena sambil mengusap punggung Hani menenangkan.


Cheche Langsung sigap Menghampiri Hani dengan membawa segelas air. Ia memberikan nya Kepada Hani untuk diminum.


" Apa Kau sudah merasa lebih tenang?"


" en~ Mama" Hani Mengangguk kan kepalanya.


" Lain kali jangan Lakukan Perlombaan itu lagi. Sepertinya, Hani Memiliki trauma ketika berkuda" Peringat mama Athena kepada Kaisar Ryu.


" Ti~ tidak Mama, Bukan seperti itu. aku tidak mempermasalahkan Perlombaan nya"


sayang?"


" Hani tidak tau, Dada Hani terasa sakit secara tiba-tiba. Seperti ada sesuatu yang mengganjal nya"


"Dimana yang sakit? Mari masuk. Mama akan memeriksa mu" Mama Athena Memapah Hani menuju Kedalam rumah untuk segera diperiksa.


Menyisakan Kaisar Ryu dan Ichiro yang berada dihalaman rumah.


" Ichiro, ada apa dengan matamu? Kau ~Kau juga ikut menangis? " Kaisar Ryu Terkejut mendapati Mata Ichiro yang berair.


" Tidak. Seperti nya Aku Kemasukan debu" Ichiro langsung mengucek Matanya yang berair . Ia tidak ingin mendengar kan Celotehan Kaisar Ryu yang akan meminta penjelasan panjang lebar.


Pergi adalah jalan satu-satunya. Menyendiri Mencari tau Mengapa Dirinya Ikut Menetes kan Air mata . Padahal sudah lama Ini tidak pernah terjadi didalam Kehidupan Ichiro.


Mengapa aku ikut menangis?


****************


Desa Nil Kedatangan tamu Istimewa. Seorang utusan dari kerajaan Tin tengah membawa Kabar Yang harus Disampaikan. Ia Menanyai Seluruh Warga Desa Nil Tentang Posisi Rumah " Hani " . Namun, tidak ada satupun yang mengenal gadis berkulit coklat tersebut.

__ADS_1


Sampai salah satu warga Memberikan saran kepadanya untuk pergi ke tetua desa Nil. barangkali ia dapat menemukan rumah seseorang yang ia cari.


Pria tersebut Langsung menuju rumah tetua desa sesuai arahan Warga. Dan ia menemukannya. Seorang Pria Tua Menyambutnya dengan tangan terbuka.


" Sebelumnya sebuah kehormatan Bagi Desa Nil Atas kedatangan tuan ini yang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Dan Mohon maaf atas jamuan kami yang terbatas".


" Ah, tidak apa-apa tetua. itu bukan masalah . Aku Kesini Hanya ingin mencari Rumah Hani. Apa kau mengetahuinya?"


Tetua Desa Langsung terkejut Mendengar pertanyaan sang utusan. Ia Diam seketika dengan raut wajah Tegang. Pasalnya, Ia tidak berharap Hal ini akan terjadi.


Apa sesuatu terjadi Kepada anak nyonya Hana?


Seperti dapat membaca pikiran tetua desa sang utusan Langsung menyampaikan Maksud dirinya Datang.


" Aku hanya ingin Menyampaikan Surat yang Hani Kirim untuk keluarga nya" .


****Deg****


siapa Hani? aku tidak pernah mendengar nama itu? Seorang gadis tengah menguping dibalik Dinding ruangan tersebut. Mencari tau Hal apa yang dibicarakan sang kakek dengan Tamu istimewa tersebut.


Sedangkan Tetua desa Merasa lega dengan Jawaban sang utusan. Ia merasa Nyawanya yang sempat mengambang kini bersemayam lagi ditubuhnya.


" Surat?"


" En"


" Baiklah, Mari tuan Hamba akan menunjukkan Kediaman rumah Hani"


*************


Rumah itu berada di ujung desa. Plat bertuliskan Rumah pengobatan mengingat kan sang utusan kepada masa kecilnya. Dulunya, sang ibu adalah seorang tabib.


" Tuan Han, nyonya Hana" Panggil Tetua desa kepada Sosok yang sedang dicari cari.


" Ya, tetua desa" Nyonya Hana Keluar dari dalam rumah.


" Nyonya, Ada Seorang utusan Dari istana mencarimu"


" Siapa?" Nyonya Hana menatap sosok pria yang semenjak tadi menatapnya mematung.


" Ibu " Panggilan sang utusan membuat nyonya Hana dan Tetua desa seketika terkejut.


" Siapa kamu? "


" Ibu, Aku Ryeon " Pria tersebut langsung memeluk Tubuh nyonya Hana begitu erat. Tidak Memperdulikan Tuan Han yang baru saja tiba terkejut dengan Kejadian yang berlangsung.

__ADS_1


Jeng jeng Sekian Hi :)


__ADS_2