
"Ini harus segera diobati" Tanpa perduli Dengan Raut wajah Kaisar ryu yang semakin Senang dengan kecemasan nya. Hani Langsung menyeret Kaisar Ryu menuju Rumah pengobatan Kerajaan Tan Tanpa penolakan.
**********
jari jemari lentik itu dengan sangat telaten merawat luka ditangan Kaisar Ryu. Sesekali melirik Kaisar Ryu yang tidak sedikitpun mengadu kesakitan ketika Hani mencabuti pecahan gelas halus yang telah masuk kedalam pori pori tangan kaisar ryu.
'Sungguh Kaisar yang sangat kuat bahkan Sekalipun tangannya berdarah ia seperti tidak merasakan hal apapun'
Hani merasa prihatin dengan kaisar Ryu . perkataan Selir Sassy terbukti. seorang kaisar Ryu sudah tidak memiliki rasa Kesakitan . Rasa sakit jiwanya maupun fisiknya telah berubah menjadi Kekejaman.
Ia menghembuskan nafasnya lega ketika telah menyelesaikan kegiatannya dengan rapi. Melihat hal itu Kaisar Ryu Mengerut tidak senang. Ia membolak balikkan tangannya yang telah terbalut perban. mencari kesalahan Dalam membalut lukanya . Namun, ia tidak mendapatkan hasil yang cacat.
Ini sempurna
"terimakasih" Kaisar Ryu tersenyum datar.
"Apa? ya, itu sudah Tugas Hamba untuk membantu yang mulia"
Hani segera membereskan alat alat pengobatan untuk dikembalikan kerumah pengobatan Kerajaan Tan. Pasalnya, Kaisar Ryu menolak untuk diobati kerumah pengobatan karena jarak yang sedikit jauh dari Aula Istana .
Alasan yang sangat sempurna untuk mendapat kesempatan berduaan dengan Hani. ia menggiring Hani menuju taman istana dan meminta Pelayan untuk mencarikan Alat pengobatan seadanya.
Hani beranjak akan segera pergi tetapi tangan kaisar Ryu yang lain mencekalnya.
"Kau mau kemana?"
"Hamba ingin mengembalikan alat pengobatan kerumah pengobatan"
" Biarkan saja. Aku akan menyuruh pelayan untuk mengembalikan nya nanti. jadi, duduklah! kau sudah berjanji untuk menceritakan perihal dirimu PUTRI ISABELLA" Kaisar Ryu Menekankan perkataanya. Ia tidak suka Perintah nya dibantah.
"Ba-baiklah yang mulia" Kegugupan Hani kembali muncul. ia lebih memilih kembali duduk terdiam membisu daripada harus bertarung seperti terakhir kali bertemu. Ia kebingungan harus memulai nya darimana.
"Kau bisa memulainya dari Mana asalmu?" Seperti bisa membaca pikiran Hani. Kaisar Ryu menatap Hani intens.
" Ham-hamba dari Kerajaan seberang. Ya, asal hamba dari kerajaan seberang". Hani meyakinkan dirinya untuk tidak gugup.
"Kerajaan Seberang ? Begitukah?" Kaisar Ryu memperhatikan Hani dengan Lekat. membuat Hani terintimidasi oleh Mata tajam bak elang tersebut.
"Pertama, Aku menjumpai mu dikedalaman hutan terlarang dengan baju layaknya seorang pria. kedua, menjadi penyusup didalam istanaku. dan ketiga saat ini kau-" kaisar Ryu menggantungkan ucapannya. Ia Mengalihkan pusat perhatiannya pada raut ketakutan Hani kepadanya.
'itu sangat menggemaskan ha~ha'
"Sebenarnya siapa dirimu?"
Hani tidak dapat berbicara lagi. ia seperti terkena senjata tajam yang langsung menembus jantungnya seketika. Rasanya ia tidak dapat bernafas kembali mendengar penjelasan Kaisar Ryu yang begitu lengkap mengenai dirinya. Ia harus mencari Alasan yang masuk akal sesegera mungkin.
__ADS_1
'bagaimana ini ? Apa yang harus aku katakan? aku tidak ingin semuanya terbongkar secepat ini.keberadaan Ayah masih belum aku temukan. kumohon berpikir lah hani'.
" Bicaralah ".
" Apa yang, yang mulia katakan?"
"Aku akan mempercayai setiap ucapan mu. Jadi bicaralah" pinta kaisar Ryu.
glek
Hani menelan ludah nya kering . "Yang-yang mulia se-sebenarnya Hamba adalah-
"Ya"
"Hamba bukanlah seorang putri dari sebuah kerajaan . melainkan hanya anak dari seorang tabib biasa di kerajaan seberang. Hamba kesini hanya ingin menghadiri undangan permintaan dari seorang teman. itu saja" dengan sangat mulusnya Hani berbohong. Ia menatap Kaisar Ryu dengan seluruh keberanian nya.
"Benarkah? Lalu, dimana Pendamping mu? Aku ingin tau. bukankah setiap Tamu yang hadir memiliki pengawal ataupun pendamping yang menemani?"
"aku Hanya seorang diri" Kaisar Ryu mengerutkan alisnya tidak percaya.
"Kebenarannya adalah orang tuaku tidak mengizinkanku untuk menghadiri pesta perayaan ini. karena Jarak tempuh yang cukup jauh dari wilayah kerajaan ku. Jadi, aku memutuskan untuk datang seorang diri sesekali menjadi seorang pengelana. Dan maaf untuk kelancangan hamba telah memasuki wilayah istana tin tanpa seizin yang mulia terlebih dahulu". Ini Kebohongan yang paling sempurna seumur hidup Hani. Kaisar Ryu mengangguk paham. Dan Hani hanya bisa melotot menyaksikan kaisar terkejam Seantero Daratan ini dengan mudahnya ia kelabui.
'mabukkah iya? apa bermimpi hal aneh semalam? atau kepalanya terantuk sesuatu ?' Hani Tidak begitu yakin ucapan nya dengan sangat mudah dipercayai oleh kaisar Ryu. sedangkan Kaisar didepannya ini bukanlah sosok orang biasa yang mudah ia pengaruhi.
"Apa nama kerajaan mu? Aku ingin sekali bertamu Ke rumah mu"
" Kerajaan ku..? " Kaisar Ryu mengangguk tidak sabaran
'itu adalah dibawah Kekuasaan mu'. "Rahasia" Baru kali ini Hani memilih menantang sosok didepannya untuk tidak memberitahu kan tempat tinggalnya.
" Kau bercanda" Kaisar Ryu menyeringai mendengar Jawaban Hani. ia belum tau seberapa besar kekuasaan ditangan kaisar Ryu.
"Baiklah , Kalau begitu apa kau mau memberiku petunjuk dengan Rasi bintang. dimana letak kerajaan mu?"
"Rasi bintang?" Hani merasa Penasaran dengan perkataan Kaisar Ryu.
"Lihatlah dilangit" Kaisar Ryu menunjuk langit berbintang Dan Hani mengikuti arahannya.
"kau lihat garis itu. jika kita menggabungkan satu titik bintang ke yang lain maka kau akan mendapatkan Rasi bintang berbentuk beruang besar atau lebih dikenal Ursa mayor atau biduk . itu menjadi patokan untuk para pelaut menunjukkan arah utara. dan itu Orion Rasi bintang berbentuk pemburu digunakan untuk menunjukkan arah barat"
"Ah itu, hamba tau . paman selalu memperingatiku ketika aku tersesat dihutan. kau cukup melihat dimana rasi Orion berada maka kau akan tau jalan untuk pulang" Hani Tersenyum mengingat kembali kenangan bersama pamannya dan sesaat kemungkinan ia Tersadar ada yang telah ia lewatkan.
terdiam membisu Hani langsung menoleh ketempat seseorang yang berada disebelah nya. Dan sesuatu yang tidak ia harapkan telah terjadi. Kaisar Ryu tersenyum penuh kemenangan seperti mendapatkan Sebuah Harta Karun.
"jadi, Kau Tinggal di sekitar Hutan terlarang?" Kaisar Ryu menggoda Hani dengan Petunjuk yang telah ia dapatkan.
__ADS_1
"ti-tidak yang mulia. Hamba berasal dari wilayah timur" ah Hani menambah kebohongan lagi. Itu menambah Raut Kaisar Ryu semakin menyeringai.
" Timur? Jika begitu dimana rasi bintang penunjuk arah timur? " Kaisar Ryu semakin menjadi jadi mempermainkan Hani yang hanya sedikit mengetahui ilmu perbintangan.
"it-itu disana" tunjuk Hani kepada garis bintang yang benbentuk layangan. Dan Kaisar Ryu mengikuti arahannya.
ha~ ha
Tawa kaisar Ryu pecah melihat Arahan yang dimaksud Hani. ia sangat senang Melihat ekspresi Hani yang sedang menyembunyikan kesulitannya.
" itu crux, rasi bintang berbentuk layangan. Kau mengatakan arah timur? ha~ha"
Hani mengangguk kikuk. ia tidak terlalu banyak mengetahui ilmu tentang perbintangan. salahkan saja pada pamannya yang hanya mengajarinya cara melindungi diri serta bertahan hidup di alam liar.
Sepertinya, Tebakan Hani salah. ia dapat melihat itu dari tawa menjengkelkan Kaisar Ryu kepadanya. Sungguh, itu membuat rasa kesal dalam diri Hani timbul.
" Baiklah, Aku akan memberitahumu " Tawa kaisar Ryu mereda. " itu rasi bintang yang berbentuk layangan penunjuk arah selatan. Kau bisa mengetahui juga dara arah mata angin yang ikut serta mendukung nya ketika pagi. Biasanya angin menebarkan layangan ke arah Utara . Jadi, bisa kita pastikan Arah sebaliknya tentu selatan".
Hani mengangguk paham. rasa kesalnya Hilang sedikit demi sedikit karena penjelasan Kaisar Ryu tentang perbintangan . ia merasa Keingin Tahuannnya bertambah ketika Kaisar Ryu semakin banyak berceloteh.
'Kaisar kejam yang terkenal Dingin ini bisa berbicara banyak juga ternyata' Hani tidak akan melewatkan Ucapan kaisar Ryu sedetikpun ia harus mengingatnya dengan seksama. Dilain waktu munkin bermanfaat untuknya sebagai penunjuk arah.
"Dan itu Kau bisa melihatnya" tunjuk kaisar Ryu ke arah langit yang bertabur bintang. Dan Hani mengikuti nya menengadah ke Atas langit.
" Apa Kau menemukan sesuatu yang berbentuk Kalajengking?" Hani Meneliti setiap bintang yang ada. ia merangkai satu bintang kebintang yang lain. mencari gambaran yang medekati seekor Kalajengking.
"Ehm ya, itu dia" tunjuk Hani berhasil menemukan yang ia cari.
" itu adalah Scorpio Rasi bintang penunjuk arah tenggara atau timur. digambarkan seperti seekor Kalajengking. Kau sudah paham em~ Kurasa nona Isabella lebih tepat "
" en~ itu lebih baik yang mulia. Terimakasih banyak telah mengajari hamba yang mulia yang tidak tau ini. Dan Semoga Yang mulia Mendapatkan Berkah yang setimpal sudah mengajari hamba dengan suka rela"
" Berkah? " Kaisar Ryu terlihat memikirkan sesuatu "Kurasa imbalan darimu lebih pantas kudapat".
"Maksud yang mulia"
" Bisakah aku mengetahui kampung halaman nona" Hani mengerut tidak mengerti.
"untuk Apa?"
" Untuk meminta restu kedua orang tuamu memboyongmu Kekerajaanku"
Kretak~
"PAMAANNNN"
__ADS_1
Suara Dahan pohon terjatuh serta jeritan bocah kecil menjadi akhir Dari pembicaraan Kaisar Ryu dengan Hani.
'Setan Alas' Kaisar Ryu menyumpahi Sosok bocah yang telah mengganggu Pembicaraan pentingnya kepada Nona Isabella. Sepertinya, kedepannya akan ada kendala untuk dirinya mengejar Nona Isabella. ia harus lebih Cepat dari siapapun yang akan menjadi saingannya kelak.