
Wushhhhhh
Hani mengembalikan jubah Kaisar Ryu kepada tempat nya. ia memasangkan lagi jubah besar tersebut ke tubuh yang Kaisar Ryu. Membuat Kaisar Ryu melotot tidak percaya dan langsung menghentikan zero ditengah perjalanan.
" apa yang kamu lakukan? " kaisar Ryu terkejut
" Sudah, lebih baik seperti ini " Selesai Memasang kan Jubah di tubuh Kaisar Ryu. Hani segera Menguburkan dirinya didada Kaisar Ryu agar tidak kebasahan. Ia Melakukannya nya tanpa memandang Wajah kaisar Ryu yang berubah Mematung tanpa kata.
Sungguh, Kaisar Ryu lebih baik berada di antara seribu wanita cantik seperti selirnya didalam istana daripada harus berdekatan seperti ini bersama Hani. Detak jantungnya sangat tidak baik baik saja.
Merasakan Zero yang tiba-tiba berhenti tanpa bergerak kembali . Hani Akhirnya Menengadah lagi ke arah wajah kaisar Ryu.
" Ada apa? mengapa yang mulia tidak melanjutkan perjalanan ? apa yang mulia memutuskan untuk berteduh? " Tanya Hani heran.
" Ah tidak. itu hanya-haish " Kaisar Ryu Kebingungan. isi dalam otaknya tiba tiba hilang karena Hani. Baru kali ini ia kehilangan kefokusan nya.
'Gadis nakal'
Kaisar Ryu Segera menarik tubuh Hani kembali. Menyembunyikannya di dalam Jubah kebesaran nya. mendekapnya dari luar Agar merasakan hangat.
" Kamu cukup memelukku Dan jangan banyak bicara. tidurlah, Waktu Kita sangat sedikit" Sedikit untuk bersama lagi dan sedikit untuk berdekatan seperti ini lagi.
Ha ha ha.
Hani tertawa Kecil Didalam jubah tersebut. Ia tidak mengira Kaisar Ryu akan bereaksi Secanggang itu atas tindakan nya. Lain Waktu, ia pastikan akan mencobanya lagi Menggoda Balik kaisar Ryu.
Dan sekarang, waktunya untuk Hani terlelap di pelukan hangat kaisar Ryu. Membiarkan rintik hujan mengiringi nya dalam perjalanan. Berharap semuanya bukan hanya sekedar mimpi semata yang semu.
...**********************...
Pagi buta sekali mereka telah tiba di desa terdekat dari Istana. Kaisar Ryu mencari sebuah pemandian umum untuk mengganti Baju penyamarannya sebagai tuan Ryu.
Tidak Melupakan Barang bawaannya yang berselimut Jubah tebalnya. sosok yang bernyawa itu masih belum Memberikan tanda Untuk bangun dari alam mimpinya.
Hani masih Tertidur pulas di gendongan kaisar Ryu. meskipun dirinya sudah diturunkan dari zero. Ia ditempat di sebuah kursi panjang dekat pemandian.
Merasa waktu sudah terlewat, Kaisar Ryu memutuskan untuk menyingkap Jubahnya yang menutupi seluruh tubuh Hani. Ia sangat Heran kepada Sang kekasih yang tidak merasa panas ataupun Sesak .
Pipi gembul itu muncul lebih awal untuk kaisar Ryu lihat. Disana ada rona merah Samar menjadi penghiasnya. lalu bibir Semerah Delima yang pernah Kaisar Ryu icip. Sesekali terdengar dengkuran halus dari bibir menggoda itu.
'Seperti nya dia sangat kelelahan' Mungkin Karena perjalanan ku yang begitu ekstrim. sehingga tidak ada waktu untuk Hani beristirahat sebentar pun.
__ADS_1
Kaisar Ryu mengelus pipi Gembul Hani. Dan sang pemilik akhirnya terusik dari tidur panjangnya. Hani Mengerjabkan penglihatan nya. menyesuaikan pencahayaan yang ada karena matahari sudah sedikit mengintip.
" yang mulia?" Hani terkejut saat mendapati kaisar Ryu berada di hadapan nya setelah terbangun.
" Apa yang- " Hani melihat sekitar yang terasa asing baginya lagi.
" Ini dimana? "
" Kita sudah berada di desa terdekat dari istana. sebaiknya kau mengganti pakaianmu. wajahmu terlihat kotor" Berusaha menghilangkan noda putih yang berada di pipi Hani. Namun tidak dapat di hapus sama sekali.
"Maksud yang mulia Kita Sudah memasuki wilayah istana? "
" Hm, mengapa Noda putih di wajahmu susah untuk dihilangkan. Apa ini baik baik saja?" Tanya kaisar Ryu Karena noda putih Tersebut tidak bisa di hilangkan. Malah Kulit coklat Hani yang yang bertambah mengelupas ketika Kaisar Ryu mengelusnya.
" APA?! No-no da puuu-tih yang mulia " Hani seketika gugup. ia teringat Malam tadi terguyur hujan deras. sangat memungkinkan jika Ramuannya mengelupas karena terkena Hujan.
' Sial, aku harus segera Memakainya kembali'
Hani segera menutupi wajahnya dengan Lengan besar bajunya. Menjaga jarak sebisa mungkin agar kaisar Ryu tidak mencurigai nya.
" Yang-yang mulia bisakah Hamba Mengganti pakaian hamba sekarang? " Hani mengalihkan pembicaraan. ia ingin segera menjauh dari sosok yang berada didepannya saat ini.
" Baik yang mulia "
'Akhirnya aku bisa pergi'
Langsung melesat pergi dari hadapan kaisar Ryu. Bak Sedang dikejar anjing . membuat Kaisar Ryu yang berada dibelakang nya Heran melihat tingkah nya.
'Sepertinya aku memang sudah gila, menyukai gadis seperti dirinya'
Bahkan istana memiliki banyak stok perempuan Sempurna untuk dapat kaisar Ryu pilih Sesuka hati. Tetapi ntah mengapa Dirinya lebih menyukai gadis Unik satu ini daripada yang lain. Mungkin memang Benar Cinta itu Membutakan segalanya.
********
Hani tidak begitu yakin dengan apa yang dilihat nya. Tiba Dengan selamat di kerajaan Tin Dan Di sambut antusias oleh Orang orang istana. adalah Sebuah halusinasi nyata yang dirasakan Hani saat ini.
Orang orang istana langsung menyambut Kedatangannya dan juga Kaisar Ryu sebegitu heboh. Mereka semua berbondong bondong menuju halaman Istana untuk memberikan penyambutan.
Bahkan Kasim Lee yang terlihat tua karena usianya. Sampai Tergopoh-gopoh karena melihat kedatangan kaisar Ryu. Ia langsung Mendekati Kaisar Ryu seperti orang kesetanan.
"YANG MULIA, YANG MULIA. ANDA SELAMAT. SYUKURLAH ANDA SELAMAT" Kasim Lee berurai air mata Melihat kaisar Kecilnya Baik baik saja.
__ADS_1
Tidak menggubris Kasim Lee sekalipun. Kaisar Ryu lebih memilih menurunkan Hani. membuat Orang orang saling berbisik satu sama lain.
Menyadari hal itu Hani segera undur diri. Ia tidak ingin menjadi Bahan gosip terbaru di seluruh istana Karena Bersama kaisar Ryu. ia segera berjumpa dengan para teman pelayannya yang ikut serta menyambut dirinya.
*******
" HANIIIIIIII " Lily berteriak kencang melepaskan kerinduan nya yang telah lama tidak bertemu.
" Hani, Kau hidup. Hani ku hidup huuuu~" Lili menangis tersedu memeluk Hani. Dan dengan begitu hebohnya Maomi ikut serta berebut memeluk Hani.
" Oh tuhan, Syukurlah kau selamat Hani"
" Ck, Apa yang kau lakukan bersama Kaisar Ryu sampai-sampai Kembali cukup lama melebihi selir Sassy. Apa jangan jangan kalian.... "
"Ziu " Potong lili. mulut siapa lagi yang memiliki perkataan sarkas seperti itu jika tidak ziu seorang. Lili Memberi isyarat kepada Ziu agar untuk saat ini tidak banyak bicara seperti petasan yang mau dibakar.
" Baiklah " Ziu mengalah diam seketika. ia memilih memperhatikan kukunya yang lebih cocok untuk dipandang daripada harus menonton pertunjukan dramatis sedih para temannya.
Huuuu
Lily melanjutkan tangisnya, Ia memeluk Hani begitu erat seperti tidak ada hari esok.
" Sudahlah, aku telah kembali dengan selamat" Hani menenangkan lili yang sesenggukan. ia tidak pernah berfikir akan memiliki Teman teman yang mengkhawatirkan nya seperti ini.
" Aku sangat mencemaskanmu dengan yang lain ketika mendapati dirimu tidak kembali pulang bersama rombongan Selir Sassy, apa yang terjadi kepadamu? Apakah benar yang dikatakan orang orang jika Rombongan mengalami penyerangan di saat pulang? dan Kau bersama Kaisar Ryu terpisah dengan rombongan".
" En- Apakah selir Sassy baik baik saja? "
" Dia sangat baik . Bahkan rombongan tiba dengan selamat tanpa kekurangan hal apapun kecuali dirimu dan juga Kaisar Ryu " Tambah Sun yang terdiam sejak tadi di samping Ziu.
" Lalu, mengapa kalian sangat lama untuk kembali pulang? Apa terjadi sesuatu kepadamu dan juga kaisar Ryu? " Pertanyaan Lily seperti mewakilkan perkataan yang tidak jadi Ziu lontarkan Tadi.
'Ya aku di ajak berpetualang olehnya serta di perkenalkan kepada keluarga Kedua nya didesa sebagai miliknya' Batin Hani.
" itu- Kaisar Ryu terluka pada saat penyerangan itu. Jadi, Yang mulia menunda perjalanan sampai Tubuhnya Kembali membaik".
" Apa kau tau Hani, Nona perguruan Tianyi Sangat Marah besar Ketika tidak mendapati Kaisar Ryu tidak berada di istana saat kedatangan nya Dan juga ditambah lagi dengan Rombongan yang pulang tanpa Kaisar Ryu. Dia sangat menakutkan".
Ziu kembali berulah dengan Perkataan nya. Membuat Hani sedikit mengerutkan alisnya mendengar nama seseorang yang sangat asing baginya.
" Nona Perguruan Tianyi? "
__ADS_1