
" Ya, Kak Kei Mengatakan bahwa Gisaeng adalah wanita yang berprofesi sebagai penghibur. Mereka bekerja untuk menghibur raja atau kaisar dan para bangsawan. Apa Kakak cantik juga Bekerja sebagai Gisaeng?" Jelas Chen dengan wajah bangga.
uhuk uhuk
Dan untuk kedua kalinya, Korban tersedak minuman bertambah menjadi Paman Dwayne, Kaisar Ryu serta Ichiro yang membelalakkan mata melotot mendengar penjelasan Chen yang sangat detail.
Mama Athena hanya bisa menggelengkan kepalanya. Merasa tidak Becus untuk mengatur pertemanan sang anak. kedepannya ia Berjanji akan menjauhkan sang anak dari Lelaki berkipas itu.
" Gisaeng? Dari sudut mana Chen nilai Kak Hani Seperti Gisaeng. Padahal Mama sudah Mengubahnya menjadi tuan putri yang cantik. Betulkan Ryu? Ichiro?" Tidak Perduli dengan komentar Chen. Mama Athena mencari Dukungan dari Ryu dan Ichiro.
Ichiro Pasrah saja, ia mengangguk mengiyakan Sang mama sedangkan Ryu Berdehem Tidak enak dengan arah pandangnya sejak tadi.
Hani yang menjadi pusat perhatian sejak tadi karena pakaian nya yang teramat Membentuk tubuhnya. Hanya bisa menyilang kan kedua tangannya kebagian depan terus menerus. Menutupi area bagian samping Pahanya yang sedikit mengintip keluar.
Mama Athena memberikannya sebuah Pakaian cheongsam yang Sedikit terbuka. Pakaian dicirikan oleh kerah berdiri itu Dan dibagian bawah pinggang terdapat Sisi yang dipotong terbuka ke bawah sampai mata kaki. membuat Tubuh Hani terlihat Membentuk sempurna. Warna pakaian Merah Hati yang dipilih oleh Mama Athena juga Menambah Kesan misterius Pada kulit Hani yang coklat.
Sedangkan Mama Athena sendiri memakai Cheongsam yang tidak terlalu terbuka. Namun, masih Dengan Warna merah kesukaannya. Ia terlihat sangat Anggun Meskipun sudah tua.
" Seperti nya Dia tidak terlalu menyukai Pakaian yang mama berikan. Mengapa mama tidak Meminjamkan pakaian ku saja. itu terlihat lebih baik Agar dia merasa nyaman" celetuk Cheche memberi pendapat.
" Benarkah seperti itu? apa kau tidak menyukai Pakaian nya sayang? Jika tidak Mari kita pergi ke pasar untuk membeli pakaian yang kamu inginkan". Hani Rasanya ingin mengiyakan Perkataan Mama Athena . tetapi, ia merasa tidak nyaman karena mama Athena telah bersusah payah membuatnya agar terlihat lebih cantik. Hani berada Diantara perasaan dilema.
"Ti-tidak Mama . ini sudah lebih dari cukup".
" Syukurlah jika begitu, Mari kita lekas makan. Karena setelah ini kita akan pergi ke bukit untuk piknik bersama"
"Horeeeeee" Chen sangat kegirangan mendengar nya. Sedangkan yang lain-
uhuk uhuk
Mereka Mengalami tersedak massal.
*********
Atas Rencana yang sudah diatur oleh Mama Athena. mereka semua telah siap Dengan kuda masing-masing. Paman Dwayne bersama Mama Athena, Cheche dengan kudanya sendiri, Chen yang memilih menaiki olimpus Dan tidak lupa dengan Peserta Baru yang tidak diharapkan oleh Mama Athena.
Kei ikut serta dalam piknik tersebut. Ia menyogok mama Athena dengan bingkisan yang dibawa nya atas pemberian sang ibunda yang berteman baik dengan mama Athena.
__ADS_1
"Apa kau yang memberi tahu Chen tentang gadis Gisaeng?" Mama Athena langsung menodongkan pertanyaan tersebut kepada Kei.
"Maksud Bibi?" Kei Bingung dengan pertanyaan yang diajukan mama Athena kepadanya.
" Pagi tadi Chen Mengatakan Hani seperti Wanita Gisaeng karena pakaian nya yang mirip seperti mereka. Padahal Hampir Mirip sedikit lagi jika sifatnya berubah nakal tidak sepolos itu" celutuk Cheche membuat Mama Athena langsung memelototkan Matanya.
" Cheche, Itu pakaian masa muda Mama. kau Mama beritahu. Ayahmu terpikat kepada mama saat mama memakai pakaian itu.jika Cheche tidak menyukai Pakaian yang dikenakan Hani, itu sama saja Cheche menyinggung perasaan mama" Mama Athena tidak tahan lagi, ia bersungut sungut marah atas ucapan Cheche.
" Maafkan Cheche, mama" Cheche Merasa bersalah atas ucapannya.
" Seharusnya kamu meminta maaf kepada Hani dari pada mama" Mama Athena melengos tidak mengindahkan permintaan maaf anaknya. Ia lebih memilih Berangkat lebih awal meningkatkan kan anak anaknya dibelakang.
Sedangkan Ryu Masih setia menanti Hani yang Belum keluar dari ruangan nya . Mama Athena memintanya untuk berbagi tumpangan kuda dengan Hani. Awalnya Ryu menolak Agar Hani bersama dengan Cheche yang sama sama wanita. tetapi, Apalah daya dengan Tuntutan seorang Mama yang disayanginya.
"Apa yang kau lakukan ? Lama sekali ck"
"Maafkan hamba yang mulia. Hamba tengah mencari Hanbuk luar hamba" Hani meremas bagian pinggir pakaian nya Karena Merasa Malu.
Ehm
Kaisar Ryu Berdehem Melegakan tenggorokan nya yang semenjak tadi tidak bisa di ajak bekerja sama. Bahkan detak jantung Saat ini ikut Serta berdetak cepat.
Kaisar Ryu Dengan cepat memakaikan Jubah Hitamnya ke badan kecil Hani. membuat Hani terkejut atas tindakan Kaisar Ryu.
" Pakai itu. Aku tidak kuat melihatmu mengenakan pakaian itu. Kau terlihat Lebih menggoda jika memakai pakaian berbentuk".
Kaisar Ryu memang ahlinya dalam menusuk hati melalui perkataan. Awalnya, Hani sudah terlena karena Kaisar Ryu Memakai kan Jubah hitamnya untuk Menutupi bagian Samping Hani yang terbuka.
Namun, ketika Mulut kaisar Ryu terbuka melontarkan kata-kata nya. Hani ingin sekali menyumpalnya dengan alas kaki yang saat ini ia pakai.
Kau harus ekstra sabar Hani. Menangani Kaisar kejam seperti dirinya. awas saja, dimasa depan kau pasti akan bisa membalasnya . Kaisar sialan ! Hani menyemangati dirinya sendiri untuk tetap tenang.
" Baiklah, ayo naik" Kaisar Ryu membantu Hani untuk Menaiki Zero yang sudah siap.
***********
Bukan Sampai keperbukitan yang luas seperti perkiraan Hani. Kaisar Ryu malah membawanya menuju area pasar. Melewati warga yang berkerumun melihat tontonan. Sebagian musik jalanan yang menarik perhatian warga yang menyukai seni.
__ADS_1
Ada beberapa warga yang menyapa Kaisar Ryu Di jalan. Mereka seperti memberi hormat yang begitu dalam kepada kaisar Ryu. Layaknya bawahan kepada seorang pemimpin. namun, kaisar Ryu hanya menanggapi nya dengan Anggukan kecil saja.
"Hani" Panggil kaisar Ryu dengan lembut. membuat Hani memalingkan wajahnya sedikit kebelakang. pasalnya, saat ini Hani berada pas dalam Kungkungan kaisar Ryu.
" Bisakah kau memanggil nama ku tanpa gelar ku? Mama Pasti sudah memberi tahumu tentang diriku semuanya. Jadi, Jangan Panggil Gelar itu didesa ini. Mereka Hanya akan mengenali ku sebagai Ryu anak Tetua desa dari pada yang lain. Kau mengerti?"
" Ba- baik yang mul- maksud ku Tuan Ryu"
" ah, itu lebih baik" Kaisar Ryu menghentikan kudanya Di depan sebuah stand pakaian. Turun dari kudanya, mbuat Hani mengernyit heran.
Apa yang sedang ingin ia lakukan?
" Kita sudah sampai. Kau harus mengganti pakaian mu dengan segera. Sejak tadi, Aku sangat terganggu dengan Wajah Risihmu. biarkan nanti, aku yang akan menjelaskan semuanya kepada mama".
" Ta- tapi tuan" Hani merasa terkejut karena Kaisar Ryu menyadari ketidak nyamanan nya Atas pakaian yang ia kenakan.
" Suuuutttttt, Aku yang akan membayar pakaiannya. Jadi, Jangan banyak membantah lagi. Kau mengerti"
Hani mengangguk paham Merasa Sangat senang. Ia tidak akan membuang kesempatan dengan percuma. Ini sama saja dirinya diberikan Hadiah langsung oleh seorang kaisar.
Tidak ingin membuang waktu lama. Kaisar Ryu langsung menggandeng tangan Hani memasuki stand pakaian. membuat Semua orang disekitarnya Kini tertuju kepada mereka.
" Oh Lihat, itu Anak tetua desa. dia telah kembli"
" Ya, benar dia membawa seorang wanita"
" Siapa dia? Dia cantik sekali seperti Nyonya Athena"
" Ya, dia sangat cantik meskipun kulitnya terlihat coklat"
" oh Lihat lah Garis tulang hidungnya sangat sempurna"
Orang disekitar kini sibuk berbisik satu sama lain. Membicarakan kedatangan nya dan juga kaisar Ryu . Hani menunduk kan pandangan nya karena merasa malu.
" Kau tau di desa ini seorang wanita cantik tidak dilihat dari Warna kulitnya. Melainkan dari Bentuk Wajahnya. Semakin sempurna bentuk wajahnya Maka akan semakin cantik dirinya meskipun ia berkulit coklat. jadi, Jangan menunduk. Tunjukkan kepada mereka bahwa kau pasangan ku"
Deg deg deg
__ADS_1
Jantung Hani tiba tiba berdetak tidak karuan dengan pipi bersemu merah.
Kaisar sialan, pintar sekali membolak-balik kan hatiku yang marah memnjadi reda. jika bisa, ingin sekali aku memukul mulutnya yang pandai bersilat lidah.