
Ichiro membawa Hani begitu cepat. Hanya membutuhkan beberapa menit saja. mereka sudah sampai dihalaman rumah.
Menelusup Bagai seorang maling kedalam rumah yang telah sepi. ia berpikir seperti nya para penghuni yang lain sudah memasuki alam mimpi masing-masing.
Ichiro langsung menuju kamar Hani. melewati sesosok bayangan yang sedang duduk di meja makan tanpa sadar. sosok tersebut tengah memperhatikan Dia semenjak memasuki rumah.
Dengan anggunnya meletakkan Cangkir yang mengepulkan asap. sosok tersebut Tampak enggan untuk menikmati teh hangatnya lagi. ia lebih Penasaran kepada keadaan gadis yang Ichiro gendong.
Kaisar Ryu yang tertinggal dibelakang Ichiro telah tiba. ia Bermaksud mengikuti Ichiro menuju kamar Hani. namun, di hadang oleh Mama Athena dengan wajah menelisik.
"Apalagi yang terjadi padanya? " todong Mama Athena dengan sambutan pertanyaan kepada kaisar Ryu yang baru saja tiba.
"itu- kakinya Terluka" Kaisar Ryu berniat menghindari mama Athena untuk Segera menyusul Ichiro . namun mama Athena tetap menghalangi dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.
"mengapa bisa? apa kau yang mencelakainya? Seberapa parah lukanya?"
" Tidak terlalu parah "
" Tetapi, Mengapa kau seperti mencemaskan nya?"
"ti-tidak. Aku tidak mencemaskan nya" Sanggah Kaisar Ryu.
" Lalu, mengapa kau terburu buru Mengikuti Ichiro?" Mama Athena Menatap lurus Kaisar Ryu Mengintimidasi lewat Sorot matanya.
" Tidak Aku hanya, hanya-"
" Hanya apa? ehm" Tantang mama Athena tersenyum Menyeringai. Sambil menggeleng kan kepalanya tidak pernah faham dengan sifat anaknya yang satu ini.
" Mama sudah lelah dengan sifat Kamu yang tidak pernah ingin Jujur. Apa Mama jodohkan saja Hani dengan Ichiro? Ah, itu pemikiran yang sangat baik"
" Setuju" entah darimana datangnya, Cheche Tiba tiba datang ikut mendukung rencana mama athena.
1 detik
(Kaisar Ryu Mengerjabkan Matanya. Memandang mama Athena dan Cheche bergantian)
2 detik
(ia mencerna Apa yang dikatakan Mama Athena kembali).
3 detik
(Kerutan di dahi Kaisar Ryu timbul).
__ADS_1
"Tidak Akan. Aku tidak akan menyetujui nya. Dia milikku" tekan Kaisar Ryu Sebelum beranjak pergi Melanjutkan tujuan Awalnya. Membiarkan Kedua perempuan berbeda jenis itu Cekikikan atas Reaksi kaisar Ryu.
" Lihatlah sayang, Kakak mu sangat cemburu ketika Mama menjodohkan Hani Dengan Ichiro. Bukankah dia sangat bodoh?"
" Ha~Ha Keberanian nya dalam peperangan saja. tetapi, ketika sudah dihadapkan Dengan Pelayan coklat itu. Kakak seperti tidak mempunyai Keberanian nya sama sekali" Cheche menimpali perkataan Mama Athena
" Ha ~ ha Kau Betul sekali. Mari kita lihat apa yang akan dia Perbuat ".
...****************...
Tergesa-gesa memasuki kamar Hani Seperti Seseorang yang Melewatkan hal begitu penting. Kaisar Ryu langsung menghampiri Keberadaan Hani yang Duduk Ditepi Ranjang dengan Ichiro yang berlutut didepannya.
Ichiro mengolesi Hani Olesan obat untuk mengeringkan luka di kakinya. Tidak Mau Ketinggalan Dengan Proses pengobatan Hani. Kaisar Ryu ikut serta berlutut didepan Hani.
Ia segera mengambil Alih kaki Hani untuk di obati dirinya. Bak seorang tabib yang handal ia Melanjutkan perawatan Ichiro pada kaki Hani . menghiraukan Hani dan Ichiro yang terheran dibuat olehnya.
Lewat tatapan nya, Hani seperti memberi isyarat suatu pertanyaan kepada Ichiro.
apa yang sedang terjadi dengan yang mulia. tuan?
Begitu pun dengan Ichiro, Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
Aku pun juga tidak tau.
ia tersenyum Geli melihat Tingkah Ryu yang sebenarnya Perduli kepada hani.
Seperti rombongan tapak kuda yang begitu banyak. padahal hanya dua orang sosok wanita yang ikut menyusul Kaisar Ryu menuju kamar Hani.
Kedua Wanita berbeda jenis itu tiba. Mereka Adalah Suatu kehebohan yang berbeda fungsi . yang satu kehebohan dalam berbicara. yang satu lagi, kehebohan dalam tindakan.
Mama Athena menghampiri Hani. Ia terlihat seperti mengkhawatirkan Sosok yang duduk di tepi ranjang itu.
" Oh tuhan, Apa yang terjadi? Mengapa Kau bisa terluka seperti ini? Apa anak anak mama yang telah mencelakaimu, sayang? " Duduk disamping Hani sembari Menatap kedua Anak lelakinya yang sudah menjaga jarak Kepada Hani karena kedatangan nya.
" Tidak Mama, ini hanya luka kecil. Kaki ku lecet karena Menyusuri jalanan Terjal tadi".
" Bukan karena Mereka. Atau satu diantara mereka?" Kaisar Ryu yang mendengar langsung memelototkan Matanya. Perkataan Mama Athena Seperti nada sindiran untuk seseorang. Dan ia Tekankan berulang kali Bahwa Hani terluka bukan karena kesalahan dirinya.
"Tidak Mama"
"Syukurlah, Mama selalu percaya mereka berdua adalah anak lelaki mama yang terbaik. Jangan ragukan lagi jika melindungi seorang wanita. mereka- Maksudku Ichiro saja. Dia Cocok menjadi pelindungmu dimasa depan. Apa kau mau menerima nya sebagai calon suami mu. sayang?" Mama Athena menyerocos tanpa saringan membuat Hani bingung dengan maksud perkataan Mama Athena.
"TIDAAAAKKKKKKK" Belum sempat Hani menjawabnya. Teriakan seseorang yang menyanggah nya membuat Seluruh pasang mata langsung tertuju darimana teriakan penolakan itu berasal.
__ADS_1
Kaisar Ryu bergeming di tempatnya dengan wajah yang susah untuk di tebak. antara Malu, dan Marah bercampur menjadi satu.
" Besok. Aku-maksudku. Aku dan Hani akan Kembali Kekerajaan. Sebaiknya kau beristirahat dengan baik karena besok Kita akan Memulai perjalanan jauh". Kaisar Ryu berlalu pergi Menghiraukan seluruh orang yang berada diruangan tersebut melongo dibuat olehnya.
Ha - ha
Tawa membahana Ibu dan anak yang Hani tidak dapat dimengerti. Sedangkan Ichiro Menggelengkan kepalanya melihat Aksi Nakal sang mama dan juga Adiknya Menggoda Ryu.
" Oh tuhan, aku tidak menyangka Ryu akan berkata seperti itu. dia sangat Malu malu sekali seperti anak ayam" Mama Athena mengusap air mata nya yang sempat keluar Karena ulah lucu kaisar Ryu.
...*******************...
Pagi Datang begitu cepat, membuat Hani yang bergelung dibalik selimut tidak ingin meninggalkan nya. Tetapi, Sebagai Seorang perempuan yang memiliki tata Krama ia harus Bangun segera.
Ia memeriksa kakinya yang sedikit lebih baik. Mengganti olesan yang sudah mengering Sebelum Hadir menuju ruang makan.
Ada ketukan Pada pintu kamarnya. " Apa Hani sudah bangun? bolehkah mama Masuk?"
" En, Mama bisa masuk"
Mama Athena memasuki kamar Hani sembari membawa sesuatu ditangannya. Mengerti akan tatapan Penasaran Hani, mama Athena memperlihatkan Sesuatu yang dibawanya.
" Sekeranjang Makanan Pokok untukmu dan juga ryu diperjalanan nanti. kau harus membawanya". Mama Athena menyerahkan Makanan tersebut kepada Hani yang Tidak mengerti.
" Apakah kita Akan piknik lagi hari ini ?"
" Mama berharap seperti itu. tetapi, Ryu Hanya ingin Kamu dimiliki nya sendiri"
" Maksud mama?"
" Apa kau melupakan perkataan Ryu tadi malam . jika Kalian akan pulang pagi ini"
" Pulang ? Pagi ini? " Hani masih Dalam kebingungan nya.
" Ia, Bukankah Ryu sudah berpesan untuk kamu istirahat lebih awal Tadi malam. Agar Tubuhmu Siap pagi ini"
Badan Hani merosot seketika seperti tidak punya tenaga. ia berpikir Perkataan kaisar Ryu hanya omong kosong belaka tadi malam. Lalu ini, Selalu saja Dadakan tanpa Persiapan.
oh Ayolah, Hani masih proses Menyembuhkan badannya yang remuk redam terus diperintah ataupun di peralat oleh kaisar Ryu.
Kaisar itu, sungguh tidak pernah memiliki belas kasih sedikit pun untuk diriku sehari saja. Beristirahat total tanpa gangguan nya.
Kakinya saja masih Lecet sana sini Dan sekarang ia Harus memulai perjalanan kembali untuk pulang Kekerajaan nya.
__ADS_1
Ingin rasanya Hani menangis berkeluh kesah atas perbuatan Kaisar Ryu kepadanya . Apa harus dirinya Mengadu kepada Mama Athena yang Berada di hadapan nya saat ini. Itu bukan suatu hal yang berdosa bukan?.
Hani hanyalah seorang pelayan biasa yang ingin Meminta keringanan Kepada ibu dari kaisar kejam itu . Agar anaknya tidak Menyiksanya lagi Secara fisik maupun tekanan batin.