
Bagaimana tetua desa menjelaskan pada cucunya jikalau aku sudah pergi?
Didesa Nil Nana telah mencari ryeon seharian penuh Bahkan sudah menanyakannya pada bibi Hana dan Paman Han. Dan mereka menyambutnya dengan sebuah gelengan ketidak Tahuan.
ini aneh tidak biasanya ia tidak melihat ryeon meskipun walau hanya sekilas. Kemana ia pergi? keputusan asaan menyelimuti Nana.
ia pulang melapor pada Kakeknya -Tetua desa.
Hiks. air matanya tidak terbendung lagi.
"kakek" Nana langsung menghampiri Tetua desa untuk mengadu. sedangkan tetua desa menatapnya sedih . ia paham betul kepada cucunya yang sudah memendam rasa pada ryeon semenjak kecil.
Dan sekarang bagaimana ia akan menjelaskan bahwa ryeon adalah sosok perempuan sama seperti diri Nana. ia tidak akan sanggup mengatakanya terlebih ia sudah berjanji pada Tabib Han dan nyonya Hana untuk merahasiakan identitas Ryeon.
"Mengapa kau menangis cucu?"
"Kakek, aku tidak dapat menemukan ryeon seharian ini . bahkan aku sudah mengunjungi bibi Hana dan Paman Han untuk menemuinya. tetapi, mereka mengatakan tidak tau keberadaan Ryeon . hiks"
"sudahlah, Jangan pernah mencari ryeon lagi"
mendengar hal itu membuat Nana langsung menatap kakeknya marah. "apa maksud kakek? apa kakek mengetahui kemana ryeon pergi?"
Nana mencari jawaban Dimata sang kakek, sedangkan Tetua desa menatapnya sedih.
"kakek, tolong katakan sesuatu," Nana memelas.
huft tarikan nafas berat tetua desa pertanda ia akan mengucapkan sesuatu.
"ryeon telah pergi bersama kekasihnya yang sedang mengandung untuk hidup bersama. Dan hal itu kakek, tabib Han dan nyonya Hana rahasiakan kepada warga Nil agar tidak menjadi masalah terlebih dirimu"
"APA!!! TIDAK MUNGKIN KAKEK BOHONG!"
Nana berteriak histeris mendengar hal tersebut dari kakeknya.
...**************...
Hachuuu.
Hani bersin Karena udara sungai yang begitu dingin . terlebih ini masih sangat gelap gulita untuk dikatakan pagi.
Pelan, namun pasti. tangan hani membuka sesuatu yang diberikan oleh ibunya. Rasa penasaran tak bisa ia bendung lagi ketika melihat sepucuk surat dan sebuah tusuk rambut kayu yang nampak indah.
Ia bisa melihat jelas bagaimana bentuk ujungnya yang berbentuk naga. Berwarna putih dan juga ada lubang kecil-kecil didaerah tertentu. Seperti menyerupai seruling tetapi bercampur tusuk rambut.
__ADS_1
'Penglihatanku tak salah melihatnya bukan? Ini sangat indah' batin hani sambil meraba tusuk rambut tersebut.
Hani melupakan sesuatu. Ia harus segera membaca surat yang diberikan ibunya. Ia mendekatkan dirinya kearah obor kecil yang ia bawa.
Sekarang ia tampak fokus menatap surat dari ibunya dalam kesunyian dipinggir sungai.
Teruntuk Hani
Maaf,
ibu baru bisa memberi taumu sekarang.
Maaf,
Ibu terlalu takut akan kenyataan pahit yang terjadi kepada ayah dan kakakmu.
Dan maaf,
ibu telah berbohong kepadamu tentang ayahmu yang seorang prajurit. Itu tidak benar.
Ayahmu bukanlah seorang prajurit yang gugur di medan perang. Melainkan ia adalah seorang Panglima. Tentang keberadaannya sekarang Ibu tidak pernah tau. ntah ia masih hidup atau telah meninggalkan ibu jauh saat ini.
Hari terakhir ibu melihatnya pada saat 17 tahun yang lalu. ayahmu menyuruh ibu , paman dan juga kakakmu , Ryeon. untuk pergi meninggalkan wilayah istana karena adanya pemberontak yang menyerang istana secara tiba-tiba.
Dengan keterpaksaan ibu pergi bersama paman dan kakakmu meninggalkannya sendiri diwaktu yang sangat sulit.
Dan juga, Ayahmu berjanji akan segera menjemput ibu saat peperangan telah usai. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Beberapa hari kemudian. pamanmu mendengar bahwa perang telah usai dengan menangnya pemberontak. Itu adalah kabar kesedihan bagi ibu, paman dan juga kakakmu.
Ibu merasa terpuruk waktu itu sampai dirimu lahir. Ibu merasa ayahmu kembali lagi pada saat ibu melihat dirimu.
Mata birumu yang seperti samudra mengingatkan ibu pada ayahmu. Ibu bertekad akan bangkit dari keterpurukan. Ibu harus kuat menjagamu karna kamu adalah kenangan terakhir darinya.
Tetapi, beberapa bulan kemudian. Hal yang ibu takutkan kembali hadir. Pemberontak datang menghancurkan desa yang ibu tinggali.
Mereka mengenal ibu, paman dan juga kakakmu. Ada perlawanan waktu itu. Terlebih kakakmu.
Dia anak yang sangat hebat. Ibu menyayanginya. Ia berkorban rela menjadi penghalang untuk ibu melarikan diri dengan pamanmu yang dalam keadaan sekarat.
Dia anak yang sangat baik. Dan ibu adalah orang yang sangat bodoh waktu itu. dengan menuruti perkataanya melarikan diri.
Ibu masih mengingat ia berkata pada ibu waktu itu untuk terakhir kalinya " Ibu selamatkan adikku, jaga dia demi aku dan ayah. Aku sangat menyayanginya. Dan ini untuknya". Ia memberikan tusuk rambut itu pada ibu sebelum ia menghajar para pemberontak dengan tubuh kecilnya. Dan setelahnya ibu tidak sadarkan diri.
Ketika ibu sadar. Ibu telah berada dirumah nenek junzi-seorang tabib dari desa Nil yang kita tempati saat ini.
__ADS_1
Ia yang telah menolong ibu dan pamanmu yang sekarat waktu itu. Dan ia juga yang telah memberikan tempat tinggal yang layak pada kita untuk bernaung sampai saat ini.
Ibu dan pamanmu merasa sangatlah berhutang budi padanya. Sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya 3 tahun kemudian.
Ia berpesan agar ibu dan pamanmu merawat rumah pengobatannya secara baik karena itu adalah rumah pengobatan turun-temurun.
Ibu tidak bisa menolaknya. Karena mungkin dengan cara inilah ibu bisa membalaskan kebaikan nenek junzi selama ini. Serta tidak adanya ahli waris karena nenek junzi hidup sendiri.
Sekarang tidak ada lagi yang ibu rahasiakan kepadapada hani. Tentang penyamaranmu sebagai sosok lelaki ibu menyamarkan dari para pemberontak yang mengincarmu.
Mereka menyebarkan berbagai lembaran fotomu dengan iming-iming koin emas. ntah dari mana mereka mendapatkan gambarmu sewaktu bayi.
Maafkan ibu yang menjadikanmu bukan perempuan sejati selama ini. Maaf.
Berhati-hatilah saat di istana nanti. Karena tempat itu bukanlah tempat damai seperti dulu.
Ibu masih belum mengetahui bagaimana kabar keadaan istana saat ini. Yang ibu bisa dengar adalah Putra mahkota yang telah kembali. Selebihnya ibu tak mengetahui apapun karena jarak dan waktu yang cukup jauh.
Jaga dirimu baik-baik disana. Sebisa mungkin jangan tampakkan siapa dirimu. Jika hani bisa, ibu ingin minta tolong kepada hani. Carikan kabar tentang keberadaan ayah dan kakakmu. meskipun ungkapan makam yang ibu dapat nantinya.
Ibu memohon kepada hani.
Dan Nama ayahmu adalah Han shin.
Salam
Ibumu yang berdosa
Tak terbendung sudah airmata hani. Ia sudah mengetahui segalanya. Rahasia yang selalu ibunya tutup rapat- rapat darinya.
Ternyata ibunya menyimpan banyak kesedihan dan kesakitan selama ini. Tanpa ia sadari.
" Ibu tidak bersalah. justru hanilah yang bersalah karna tidak memahami akan keadaan ibu. Maafkan hani. Hani berjanji akan mencari keberadaan ayah dan kakak" tekad hani bulat. Kini ia tahu apa tujuannya pergi ke istana selain menjadi seorang pelayan.
'Aku mempunyai seorang kakak. Ryeon. Ya, dia bernama ryeon. Bahkan sekalipun kakak ntah dimana. Ibu slalu merindukan kakak lewat panggilannya kepadaku. Nama samaranku selama ini, Ryeon' batin hani. Ia baru tersadar jika nama samarannya menjadi sosok seorang laki-laki adalah nama kakaknya selama ini.
Matahari hampir menampakkan cahayanya. Hani segera mengusap airmatanya. Ia segera menyimpan tusuk rambut pemberian kakaknya dibalik baju yang ia pakai.
'Hani kau tidak lemah. kau kuat. Kenapa akhir-akhir ini aku slalu menangis? Tak seperti biasanya' batinnya.
Sesekali ia menghembuskan napas untuk menetralkan perasaannya sehabis menangis.
Hani Mengambil obor dan segera berlalu dari sungai. Ia tak ingin para prajurit curiga padanya karena membersihkan diri terlalu pagi.
__ADS_1