Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
46. Drama pulang


__ADS_3

"Tetapi, tidak dengan memelihara hewan yang berbisa Seperti ular cobra Hani, sayang. Itu bukan sisi lembut namanya melainkan mencari kematian".


Hani tersenyum malu karena yang dikatakan Mama Athena memang terbukti adanya.


...*************...


Ini masih terbilang sangat pagi. Bahkan matahari belum muncul sepenuhnya dari ufuk timur. hanya bias bias pantulan sinarnya yang menyinari awan sehingga sedikit lebih terang.


Para anggota keluarga Paman Dwayne Kini Berada di halaman rumah. menyertai Hani dan juga kaisar Ryu yang akan pulang. Terkecuali Tuan Ichiro, Hani tidak melihat batang hidungnya sekalipun.


Hani penasaran Mengapa tuan Ichiro tidak Mengantar keberangkatan nya. Jika bukan untuk dirinya, setidaknya untuk kaisar Ryu yang bukan tamu sembarangan.


Hani memperhatikan sekitar mencari sosok Tuan Ichiro. Hanya ada burung gagaknya yang bertengger disamping pintu rumah. sedangkan pemilik nya tidak ada. Dan Cheche yang ikut serta mengantar keberangkatan nya menyadari itu.


" Siapa yang kamu cari? "


" ah-tidak ada" tertangkap basah dengan gelagatnya. Hani mengelak perkataan Cheche.


" Apa kau mencari Kak Ichiro? Dia belum bangun. Aku sudah membangun kan dirinya dan itu sangat sulit" Cheche merasa menyesal karena Ichiro sulit untuk dibangunkan. Mungkin, Akibat kelelahan.


" Karena aku telah memberinya obat tidur tadi malam ha-ha" Timpal Kaisar Ryu mengejutkan Kedua gadis yang saling berbincang serius.


"Yang-yang mulia" " kak-kak Ryu"


Hani dan Cheche seketika tergagap dengan jawaban Kaisar Ryu. mereka saling pandang tidak dapat mengatakan hal apapun.


" RYYYUUUUUUUUU SIALAAAANNNN" itu teriakan seseorang dari dalam rumah. Mengejutkan seluruh orang yang berada dihalaman rumah .


justru Kaisar Ryu yang kini tertawa semakin kencang mendengar teriakan tersebut. Ia menantikan seseorang itu keluar.


Ichiro muncul dengan wajah kusut dan pakaian yang terlihat berantakan tanpa diperbaiki. ia seperti orang yang baru Bangun dari tidurnya tetapi, masih dengan Uap mengantuk dari mulut nya.


" Kau-" tunjuk Ichiro kepada kaisar Ryu Sambil berjalan sempoyongan.


" Sialan kau, Aku berusaha keras untuk bangun pagi ini " mengucek matanya yang nampak merah menahan Kantuk terus menyerang. Ichiro memperhatikan sekitar. Mencari sosok keberadaan seseorang yang ingin ia temui sebelum pergi.

__ADS_1


" Hani " Panggil Ichiro kepada sosok Hani yang mematung melihat dirinya. Mungkin, karena keadaan nya yang seperti orang tidak waras karena baru bangun tidur. Ichiro belum sempat membasuh mukanya.


" Hani " Ichiro menjangkau tangan Hani dan menggenggam nya begitu erat. Sedangkan Kaisar Ryu ditempat nya yang semula menertawakan keadaan Ichiro kini berbanding terbalik. Alisnya menyatu tidak suka melihat Ichiro menggenggam tangan Hani.


" Sayang, seperti nya akan ada pertandingan perpisahan " bisik mama Athena kepada Paman Dwayne disebelahnya.


" sepertinya, apa kita akan menonton nya atau kita tinggalkan saja. sayang? " tanya paman Dwayne menanggapi sang istri.


" kita harus melihatnya sayang" mama Athena tersenyum Antusias. Menantikan pertunjukan apa yang akan ditampilkan oleh kedua anaknya Sebelum berpisah lagi setelah sekian lama.


" Hani.... A-aku ma-" Belum sempat Ichiro menyelesaikan tujuannya. Tangan Hani sudah ada yang merebut darinya.


" TIDAK . DIA MILIKKU, SIAPAPUN TIDAK BOLEH MEMILIKI NYA. AKU TEKANKAN MULAI DETIK INI. KAU-" kaisar Ryu menatap Hani secara tajam membuat aura disekitar Hani langsung menjadi terasa mencekam.


" yang-yang mulia" Hani Tercengang ditempat. mendapati kedua orang dihadapan nya seperti ingin memakan nya hidup hidup.


" KAU AKAN MENJADI KEKASIH KU MULAI DETIK INI. DAN TIDAK ADA YANG NAMANYA PENOLAKAN TITIK". Sudah, kaisar Ryu sudah Menyelamatkan Hani dari Ichiro yang seperti nya akan mengatakan cinta padanya. Dan Kaisar Ryu tidak mau itu terjadi.


Tersenyum senang Menampakkan wajah kemenangan kepada Ichiro . Berharap Ichiro marah karena dia kalah telak lebih awal Mengungkapkan perasaannya. Malah yang ia dapatkan seringai Sial dari Ichiro .


Ha ha ha


Tawa lepas dari Ichiro membahana mengisi halaman tersebut. Sampai orang orang yang berada disekitar heran dibuat nya.


" Apa yang kakak tertawakan? " Tanya Cheche menghentikan kesenangan Ichiro.


" Tidak ada. Hanya saja Kakak ikut bahagia karena Ryu sudah menyatakan perasaannya"


" Katakan saja jika kau cemburu" sungut Ryu kepada Ichiro.


" Ha ha ha mana mungkin". Ichiro tidak melanjutkan perkataannya lagi. ia lebih fokus kearah Hani . ia meraih tangan Hani kembali.


" Hani sebenarnya-" Kaisar ryu segera melepaskan tautan tangan Ichiro lagi dari Hani.


"SUDAH KUKATAKAN DIA MILIK KU ".teriak kaisar Ryu dengan nada penekanan.

__ADS_1


" Ia , aku mendengar nya dengan sangat jelas. telingaku tidak tuli YANG MULIA KAISAR RYU" tidak mau kalah Ichiro ikut memberi penekanan dalam nada suaranya.


" Aku hanya ingin menyerahkan Pita hadiah dari nenek Yuen yang sempat tertinggal. Aku menemukan nya didepan kamarmu tadi malam" Ichiro menyerahkan sebuah pita dari dalam sakunya kepada Hani .


" Terimakasih tuan"


"Tidak masalah".


"Jadi, kau-" Sialan ternyata kaisar Ryu telah salah faham dengan Ichiro. ia ditipu mentah-mentah. Kaisar ryu mengira Ichiro akan menjadi kan Hani kekasih nya. namun ternyata, Ichiro bermain sangat apik. sehingga dirinya yang termakan senjata makan tuan.


" Apa? Kau mengira aku akan mengatakan apa kepada Hani? Perasaanku? Aku sudah menganggap Hani sebagai adik ku sendiri. bukankah begitu Hani?" Ichiro tersenyum mengusap rambut Hani layaknya seorang kakak. Ia juga mengerlingkan matanya meminta dukungan kepada Hani.


" eh - itu iya " Hani tersenyum canggung .


" Kau dengar bukan? ha ha ha"


Kini bukan hanya Ichiro yang tertawa terbahak bahak. melainkan seluruh keluarga Paman Dwayne ikut serta menertawakan kekonyolan kaisar Ryu.


" Oh tuhan, berarti kalian resmi telah menjadi sepasang kekasih. Jadi, mama pesan kepada Ryu. jangan sampai membuat Hani menangis. karena jika itu terjadi mama tidak akan memaafkan mu. kau mengerti?" Ancam mama Athena kepada Ryu. Seperti Seorang ibu yang memperingati Kekasih dari sang anak.


' Mengapa ini terbalik. Bukankah Aku anaknya. sedangkan Hani adalah kekasih ku. lalu, mengapa mama yang Memperingati diriku . Haishhh ' . gerutu kaisar Ryu tidak setuju.


" Hm " sebuah Jawaban singkat dari Ryu untuk mendiamkan mulut cerewet sang mama yang akan lebih panjang jika tidak dihentikan.


" Baiklah, Kalau begitu aku pamit" Kaisar Ryu Langsung menggandeng tangan Hani. Menuntunnya untuk segera menaiki zero yang sudah lama menunggu.


" Maaf untuk tadi malam. aku hanya merindukan Masa dulu ketika kita menguji coba obat obat yang kita racik sendiri" Kaisar Ryu meminta maaf kepada Ichiro karena telah dengan sengaja mencampur air minumnya dengan obat tidur semalam.


" Sialan kau. Beruntung nya, Aku hanya meminum sedikit. Sehingga efeknya tidak terlalu kuat. kurasa aku harus tidur kembali" Ichiro mengusap wajahnya yang kembali menguap.


" Baiklah, Aku pergi " Kaisar Ryu melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan. Belum sempat keluar dari halaman Rumah paman Dwayne permasalahan datang kembali.


Aira menjinjing rok nya sampai melebihi batas normal. Pahanya yang sangat putih Terlihat mulus. ia berlari lari kecil hingga kedua bukit kembarnya hampir menyembul keluar . Pemandangan yang indah di pagi hari bagi para kaum jantan.


' Gisaeng sialan ' Rutuk kaisar Ryu melihat Aira yang telah menghalangi jalan kudanya untuk pergi.

__ADS_1


" Tidaaaakkkkk. Ryu sayang . kamu tidak boleh pergi" Aira menghadang di depan zero agar tidak bisa lewat.


__ADS_2