Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
104. Selesai


__ADS_3

Perayaan Berakhir sebelum waktunya. lebih tepatnya Para undangan Di bubarkan untuk meminimalisir Penyerangan Dadakan.


Prajurit langsung dikerahkan untuk Memperketat Keamanan. Mereka diperintah untuk tidak Mengizinkan Siapapun pergi dari wilayah kerajaan Tin sebelum di interogasi.


Atas kegaduhan yang terjadi, Berita telah menyebar ke seluruh pusat kota begitu cepat. Orang orang Kini Tengah heboh Membicarakan Kaisar Ryu yang dinyatakan Meninggal atas penusukan tersebut. bahkan beberapa orang membumbui Berita itu Dengan Rumor Bahwa Kaisar Ryu Mati atas karmanya Sendiri yang telah berbuat kejam.


" Mereka tidak tau saja, Kenyataan yang sebenarnya Hm" Cheche mencibir Miring Tanggapan yang dilayangkan beberapa Rakyat bodoh itu.


" Biarkan saja. Calon Adik ipar, Ayo Kita pilih buah segar saja" Ajak Sassy begitu antusias. Tidak Sadar jika Cheche Sudah jengah Atas Tingkah nya. Mencari muka untuk mendapatkan Ichiro. Padahal Cheche belum tentu mau membantu dirinya.


" Cihhh, Seperti kakak Akan mau saja dengan nya" Lirih Cheche. namun masih terdengar oleh seseorang yang berada disampingnya.


" Che, kau tidak boleh seperti itu. Kita tidak tau perasaan tuan Ichiro kepada nona Sassy Bagaimana?" Peringat Nana yang ikut serta pergi ke pasar membeli beberapa keperluan.


" Bagaimana? " Selidik Cheche penasaran.


" Aku tidak tau "


" Haishh, kau ini sama saja dengannya. yang jelas Kriteria Kakak tidak akan mau dengan modelan Gadis seperti itu" tunjuknya ke arah Sassy yang sedang memilih buah.


" Apalagi sudah bekas dijadikan Selir oleh kak Ryu" Cheche tersenyum miring.


" Takdir Siapa yang akan tau" Ucap Nana sebelum berlalu menghampiri Nona Sassy yang terlihat bersemangat memilih buah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hani telah Siuman, ia jatuh pingsan Saat perayaan dan tidak sadarkan diri. Ia Bangun mencari seseorang yang terakhir ia lihat sebelum pingsan.


Diruangan itu ia tidak menemukan keberadaan kaisar Ryu Membuat nya tiba tiba meraung terisak.


" Hiks~ hiks~ Ibu, Dimana yang mulia? YANG MULIA DIMANA?" Teriak Hani histeris mencari keberadaan kaisar Ryu Dan tidak menemukan kehadiran nya.


" Sayang, tenang" Nyonya Hana ikut Sedih ketika melihat sang anak terlihat Putus asa.


" Ibu, aku ingin bertemu yang mulia. Dimana dia? aku ingin bertemu dengan nya. hiks~ hiks~ "


" Sudah, Tenang Sayang. kau tidak boleh Seperti ini. Tenang ya?" Nyonya Hana mengelus rambut Hani penuh kasih.


" Tidak. aku ingin bertemu yang mulia. Dimana dia? DIMANA DIA IBU? " Hani turun dari Ranjang menghampiri Permaisuri Diana Bersama mama Athena yang tampak tidak berkutik sedari tadi. Mereka berdua tengah duduk diatas permadani.


" Apa yang Kalian lakukan? " Hani mengusap air matanya kasar ketika melihat kedua sosok itu justru tidak mengindahkan keadaan nya. mereka tengah fokus membaca sebuah buku. Dan Tidak terusik oleh teriakan Hani sama sekali .

__ADS_1


" Oh Ya Tuhan " Keduanya terperenjat Secara bersamaan setelah menutup akhir halaman buku. mereka tertangkap basah tidak Menyadari Hani yang telah sadar.


" Sayang kau sudah sadar? " Mama Athena terlihat heboh. ia berdiri dengan cepat memeluk Hani. Meninggal kan Diana yang Duduk sambil menyumpal mulut nya dengan kue. lalu buru buru bangun Untuk bersiap menghalangi Hani melakukan hal yang tidak di inginkan.


" Mama, hiks~ Dimana yang mulia? Beritahu aku. aku ingin bertemu dengan nya. Dia selamat kan? dia tidak meninggalkan ku seorang diri. bukan? "


Hani menggenggam tangan mama Athena . berharap mama Athena akan memberitahu dirinya akan kondisi kaisar Ryu yang selamat dari Racun mematikan itu.


" Iya, sayang. Tidak, Tidak. Dia, Dia Tidak meninggalkan mu seorang diri. Ada Cucu mama disini " Mama Athena mengalihkan perhatian nya ke arah perut Hani yang masih datar.


" Ap-apa? maksud mama?" Pikiran Hani seketika kosong.k


" Sayang , kau hamil. Mama sangat senang" Mama Athena memeluk erat tubuh Hani yang mematung.


" Iya, sayang. Sekarang ada Calon Bayi diperut kamu. jadi, Jaga ia dengan baik ya, nak" Nasehat nyonya Hana. sambil membelai Rambut Hani dengan lembut.


" Selamat Hani. Akhirnya, aku akan memiliki seorang keponakan yang lucu. yeayyyy" Teriak Permaisuri Diana penuh Semangat. menghiraukan Wajah Terkejut Hani yang masih Diam seribu bahasa. Mencerna semua yang terjadi.


" Ak-aku Hamil? " Mama Athena menganggukkan kepalanya. membenarkan perkataan Hani yang dalam keadaan bingung


" Dan sudah tidak memiliki suami Hiks~ hiks~ HUAAAA" Tangisan Hani semakin keras meratapi nasibnya ditinggal mati seorang suami.


" Sayang"


" Hani"


Ketiga Wanita dalam ruangan itu langsung mendekati Hani. Mereka kewalahan untuk menenangkan tangisan Hani yang semakin menjadi.


...****************...


-Perguruan Tianyi


Lembah gunung yang begitu luas tidak menghalangi kedua orang berpakaian Serba hitam penuh aura membunuh itu Lelah. bahkan mereka Sangat Bersemangat untuk segera Mencapai puncak lebih Awal.


Pergerakan mereka yang mendekat ke arah tempat perguruan. Rupanya Sudah terdeteksi oleh sang Pemilik. meskipun jaraknya masih cukup jauh.


Orang yang sudah menjadi tangan kanan nya pun ikut merasakan kehadiran mereka. ia terlihat gusar Ketika merasakan tekanan yang begitu kuat dari Seseorang yang belum menampakkan Batang hidungnya itu.


" Gu-guru " Dia terlihat resah.


" Kita kedatangan tamu Simon " Ucap Pria berumur Itu tenang. tanpa mengalihkan perhatian Sedikitpun dari pintu.

__ADS_1


DUK


BAMMMMMM


Abu berterbangan, Pintu diruangan itu Terbang dan Hancur berkeping-keping. Menampakkan siluet seseorang yang datang.


" Siapa kau anak muda? " Tanya Tuan Jung Sekaligus Pemilik perguruan Tianyi- Kakek dari Angel itu. Dia tidak mengenali Pemuda yang telah menghancurkan pintu Perguruannya Hingga Hancur. Dan tidak merasa sudah menyinggung seseorang.


" Oh Salam kenal Pak Tua, Aku tidak akan meminta maaf Atas pintu Rapuhnya yang sama tuanya seperti dirimu" ejek tamu tersebut.


Membuat Simon Mengepalkan tangan marah. ia tidak Suka mendengar Sang guru Direndahkan oleh Tamu tidak tau sopan santun itu.


" Jaga Bicara anda, pemuda" peringat Simon.


" Perkataan ku sudah benar. Apa yang harus di koreksi lagi? Gurumu memang sudah tua waktunya Bersama dengan tanah"


Simon beranjak untuk menghajar Tamu itu namun dicegah oleh Tuan Jung.


" Pemuda, Kau siapa? dan ada kepentingan apa untuk kemari?"


"Aku tidak memiliki kepentingan disini. hanya saja mengantar seseorang. Dan sepertinya dia sangat bersenang senang membantai habis muridmu."


sekilas terdengar jerit kesakitan dari arah luar .


"Apa yang kamu lakukan? Aku Tidak pernah menyinggung seseorang."


" Aku tidak melakukan apa pun. hanya mengantar seseorang. Lagipula aku sedang beristirahat saat ini untuk tidak membunuh. oh ya, Aku melupakan sesuatu pak tua. Perkenalkan namaku Ichiro Ryeon putra dari panglima besar Hanshin. Senang bertemu dengan anda" Ichiro tersenyum menyeringai Melihat Tuan Jung Terkejut ditempatnya.


Sejauh ini, Tuan Jung Begitu sadar ia tidak pernah bersinggungan dengan Keluarga Marga Han . Bahkan ia sangat menjauhi Keluarga Ahli bela diri itu. Siapa yang tidak mengenal Panglima besar Hanshin.


Panglima bermata biru itu Sulit untuk ditaklukkan bahkan Dulu sebelum menjadi panglima kerajaan Tin . ia Digadang gadang menjadi bahan rebutan beberapa kerajaan tetangga untuk dijadikan Panglima. Dan Justru malah berakhir dengan sukarela mengabdi pada kerajaan Tin.


Seseorang muncul dari arah luar. Berpakaian serba hitam dan tidak lupa mengenakan penutup wajah. Ia berjalan penuh dengan aura gelap dan mencekam . jangan lupakan Bercak darah yang sudah memenuhi pedang ditangan nya.


Tuan Jung Tiba tiba gentar ketika melihat Pedang naga Ditangan Orang itu. Pedang yang dimiliki oleh satu satunya Pemimpin Klan setan merah. Klan pembunuh bayaran yang tidak pernah terekspose keanggotaannya. akan tetapi hasil kerjanya begitu bagus untuk meratakan Satu kerajaan.


" Lama tidak bertemu pak Tua" Orang itu membuka penutup wajah nya.


" R-ryu" tuan Jung seperti tercekat ketika melihat Ryu Masih hidup. Ditambah dengan Kebenaran yang baru pertama kali ia ketahui jika Kaisar kerajaan Tin Adalah Pemimpin Tirani Dari Klan Setan merah yang tersohor.


" Mari kita Mulai permainan ini" Ucap Ryu penuh Penekanan.

__ADS_1


__ADS_2