
Perjalanan telah dimulai untuk kembali menuju kerajaan tercinta. Jika Perjalanan awal akan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ditujuan. Maka Kebanyakan orang akan beranggapan kepulangan kembali akan memakan waktu yang cepat.
Namun, perasaan Kaisar Ryu mengatakan pengecualian untuk perjalanan kali ini. Ingatan nya terus berputar kepada perkataan Permaisuri Diana sebelum pulang.
"Berhati-hatilah Seperti nya, musuh akan menjamu mu diperjalanan kali ini. Karena kamu Sudah membuat kegaduhan pada malam perayaan. Jagalah orang Terbaik yang selalu menjaga Kehormatanmu, mereka sedang mengincarnya".
Kaisar Ryu bertanya-tanya Siapa Orang yang dimaksud permaisuri Diana. Dia selalu saja Membuat seseorang penasaran dengan perkataan nya. Memberi sebuah petunjuk agar selamat namun tidak mengatakan nya secara jelas. terkutuklah permaisuri Peramal itu.
Kaisar Ryu terus saja berpikir keras. saat ini kehormatan nya adalah Sebuah Tahta . Dan seseorang yang slalu menemani nya untuk menjaga kehormatan nya Dimata rakyatnya Adalah dia.
Akhirnya aku menemukan jawabannya.
Kaisar Ryu tersenyum tipis Menenangkan Otaknya yang berpikir keras sejak tadi . Ia mulai melajukan Kudanya menuju arah sang jenderal yang memandu Kereta di arah terdepan.
Membisikkan sesuatu Hingga Raut Sang jenderal Berubah Terkejut seketika . Kaisar Ryu harus melakukan nya Demi sebuah keselamatan bersama.
*************
Angin Sore hari berhembus Kencang membawa Rombongan kaisar Ryu Begitu cepat dalam perjalanan. Namun Sejauh ini, masih belum ada tanda-tanda Akan ada seseorang yang menjamu Rombongan kaisar Ryu Di perjalanan.
Kini mereka akan Melewati Pegunungan dengan lembah lembah yang begitu curam . Rimbunan pohon bambu menyambut Mereka. Daun daun bergesekan satu sama lain menimbulkan bunyi Alami nyata.
Hawa dingin mulai menusuk karena Perubahan Waktu yang akan menjadi malam. Kaisar Ryu mengerahkan seluruh pengawal Untuk selalu waspada. Karena sorot pandang Akan sangat rendah Ketika Gelap gulita.
Mereka Segera Memotong bambu disekitar untuk dijadikan obor penerangan dalam perjalanan.
Gemerisik Daun mulai berubah, seperti nya Akan ada tamu yang datang. Kaisar Ryu langsung menajamkan pandangan nya. Menelusuri Arah sekitar. Memberikan kode kepada jenderal fang untuk bersiap.
Mereka yang ditunggu akhirnya datang. Sekolompok orang tidak dikenal mencegah rombongan kaisar Ryu. Masing masing dari mereka memakai pakaian serba hitam dengan wajah yang ditutupi kain.
Rombongan kaisar Ryu berhenti. menyebabkan Para kaum wanita yang berada di dalam kereta bertanya tanya.
"mengapa keretanya berhenti? apa yang sedang terjadi?" Selir Sassy menanyakan nya kepada Pengawal yang bertugas menjaga pintu Kereta nya.
"Sekelompok orang telah menghalangi jalur yg akan Kita lalui , yang mulia"
"APA?!"
"Mohon yang mulia tidak membuka Jendela atau pun pintu kereta sebelum yang mulia kaisar yang memerintah"
"Baiklah" Selir Sassy langsung menutup Jendela Dengan rapat. Kecemasan tertera di wajahnya. Membuat Hani yang berada disampingnya nya ikut serta mencemaskan keadaan diluar.
*************
Sebagai Pimpinan Keamanan Perjalanan kaisar Ryu Yang Bijaksana jenderal Fang turun Tangan Langsung menanyakan perihal perjalanan mereka yang dihalangi.
" Ada Kepentingan apa Tuan dan puan ini, Menghalangi Rombongan kami. Ada yang bisa Tuan ini bantu?"
Tidak ada sahutan apapun Dari kelompok tersebut . Mereka bahkan langsung mengambil Ancang-ancang menyerang ke arah rombongan Kaisar Ryu tanpa berbasa basi.
Siapa orang yang berani bermain main dengan diriku? Kaisar Ryu Hanya Mendengus Melihat pertunjukkan di depannya. Mereka seimbang Dan Kaisar Ryu tidak Menginginkan Hal itu.
__ADS_1
Sialan , Mereka melebihi prajurit ku.
Ting
Ting
tang
tang
sretttt
akhhhh........ Suara seseorang dari arah luar membuat Orang orang yang berada didalam kereta Bertambah semakin panik . Bahkan, Selir Sassy Bertambah panik ketika bayang bayang seseorang mendekati Pintu keretanya.
Sedangkan Hani dalam Kebingungan . Ia ingin mengambil tindakan untuk membantu Rombongan nya diluar kereta . Tangannya gatal sejak tadi . Namun, ia berada Dalam kebimbangan Janjinya kepada sang paman.
Ia tidak dapat berpikir Lagi. Jalan satu-satunya selamat adalah Melindungi dirinya. Hani mengambil Pisau buah yang tersedia didalam kereta . ia meneliti seberapa tajam pisau tersebut untuk menikam.
" Apa yang ingin kamu lakukan?" Selir Sassy yang berada disebelah nya begitu terkejut ketika mendapati Hani memegang pisau dalam keadaan genting seperti saat ini.
" Yang mulia, Tolong Jangan berpikir yang tidak tidak". Hani yakin, selir Sassy berpikir bahwa ia akan menikamnya.
"Tolong yang mulia bergeser. Cepat ! " Hani memerintah Selir Sassy yang terkejut atas tindakannya . Untuk kali ini Hani Tidak akan Memandang Kasta Apapun itu. Demi sebuah nyawa yang Akan dilindungi. Sedangkan selir Sassy menurutinya dengan cepat.
Pintu Kereta berderit Menandakan seseorang membukanya. Hani yang berada disebelah pintu Bersiap untuk menghunuskan pisau buah digenggam nya.
sretttt.
Ia berhasil menancapkan Pisau itu dilengan orang tersebut. Selir Sassy memelototkan Matanya ke arah sang korban.
Kini berdiri tegak Kaisar Ryu di pintu kereta dengan sorot mata tajam menatap Hani penuh Amarah. Sedangkan Hani hanya bisa terdiam kaku ditempatnya berada.
Dia seperti Kehilangan nyawa nya seketika ketika melihat seseorang yang bukan tujuannya. Ia salah sasaran Dan sepertinya akan ada badai setelah ini.
" Kau? - " Kaisar Ryu tercekat tidak dapat melanjutkan amarahnya yang ingin ia keluarkan saat ini. Memperhatikan sekitarnya yang bertambah Sengit. Ia harus segera membawa Selir Sassy ketempat yang lebih aman.
Menghiraukan lengannya yang berdarah ia Mencabut Pisau yang Hani tancapkan. Itu akan menghalangi gerakannya bertarung nanti.
Kaisar Ryu hanya bisa meringis Lirih.
"Yang mulia" Jenderal fang ikut turut berada disebelah nya mengkhawatirkan sang kaisar.
"Sassy, Berikan Hanbok luarmu kepadanya. Dan pakai Hanbok luarnya Pada dirimu". Perintah Kaisar Ryu.
"Ta-tapi yang mulia, anda-" Selir Sassy mengkhawatirkan lengan kaisar Ryu yang terus mengeluarkan darah.
" Tidak ada penolakan. Fang bawa Sassy bersamamu. Dan kau- Kemari" Perintahnya Bagaikan nyanyian kematian bagi Hani. ia diperintah untuk memakai hanbok luar Selir Sassy. Menutupi seluruh tubuhnya agar tidak diketahui oleh kelompok Diluar kereta.
Aaaaaa
Kaisar Ryu Langsung memanggulnya seperti karung beras . menempatkan Hani didepan Kudanya. Tanpa Memperdulikan Hani yang Dibantingnya sembarangan.
__ADS_1
Kaisar sialan, semestinya sudah kubunuh saja dia tadi. Hani bersungut kesal didalam balutan hanbok Karena tidak boleh melihat keadaan diluar.
Atas Perintah Kaisar Ryu Rombongan menjadi terpisah . Kaisar Ryu memilih Jalan yang berlawanan arah dari Jenderal fang. Ia dapat melihat Kelompok Hitam tersebut terus memburunya dengan Hani yang menjadi selir Sassy palsu.
Prajurit yang ikut serta bersamanya kini tumbang satu persatu. menyisakan Dirinya dan Hani yang terus melajukan si kuda. Menelusuri Gelapnya nya malam tanpa tau arah. Sampai.....
Duaggggg
Aaaaaaaa
Akar pohon membuat Kaki kuda Kaisar Ryu tersandung . Mengikik Kesakitan meninggalkan Kaisar Ryu dan Hani yang terjatuh berguling.
" Sial" Hani mendengar Kaisar ryu Mengumpat. Ia Segera membuka Hanbok yang membalut tubuhnya menjadi gerah. Memperhatikan Kaisar Ryu yang kesakitan Akibat ditimpa tubuh Kecilnya. Dan Hani sukses menimpa lengan sang kaisar yang terluka.
" Yang - Yang mulia, ampuni hamba. Hamba tidak seng-"
" Cepat Temukan Mereka ! "
Kaisar Ryu langsung membekap mulut Hani Dengan tangan kirinya . Ia menarik Hani untuk berlari Kembali Menjauh dari kelompok yang terus memburu nya.
Entah darimana datangnya. mereka telah Menemukan Kaisa Ryu Dan Hani. terus mengejar sampai mereka terpojok ke arah Tebing yang curang.
Hani memelototkan Matanya menatap ngeri ke arah jurang yang tidak bisa ia tebak dasarnya. Tidak mungkin bukan Sang kaisar mengajaknya melompat Kesana. itu sangat gelap Dan Hani tidak dapat membayangkan dirinya meninggal dengan tubuh yang hancur.
" Sudah cukup bermain-main nya . Siapa Tuan kalian? " Kaisar Ryu ingin menyudahi saling kejar mengejar nya. Lebih baik dari tadi ia mengadu kekuatan. Dan itu akan cepat selesai.
" Kami tidak memiliki Tuan. Serahkan nona itu kepada kami" Salah seorang dari kelompok tersebut meminta Hani yang masih terbalut hanbok milik Selis Sassy. Kaisar Ryu mendekapnya dengan sangat erat .
"Tidak akan"
deg deg
Perasaan apa ini? Hani seperti merasakan genggaman Kaisar Ryu semakin erat kepada tubuhnya seperti seseorang yang tidak ingin kehilangan dirinya.
"Yang mulia, Mari kita Lakukan agar lebih mudah . Berikan nona itu dan Anda akan bebas"
Hahahaha
"Dalam mimpimu" Entah mengapa Kaisar Ryu menyukai posisi ini. mendekap pelayan Jeleknya dengan begitu erat.
Kelompok tersebut terus mendekat menuju kaisar Ryu menghunus kan Pedang mereka serta Ada juga yang menyiapkan panah. Mengancam Kaisar Ryu agar Memberikan nona yang berada di dekapannya.
Sretttt.......
Panah meluncur secara bebas menuju kaisar Ryu menyebabkan ia terdorong kebelakang dan Melayang. Secara serentak kelompok tersebut terkejut dengan temannya yang sembarangan meleset kan panah. Malapetaka.
Hani Masih berada dalam dekapan Kaisar Ryu. ia merasakan tubuhnya seperti ringan. Benar benar ringan layaknya terbang. dekapannya terlepas membuat Dirinya melepaskan Hanboknya . Dan-
byurrrr
Sungai Deras menyambutnya.
__ADS_1