
Hani melalui Malam yang sangat panjang. sehingga menyebabkan dirinya tidak terbangun pagi ini. Ia kesiangan dan tidak ada seorangpun yang berniat membangunkannya. Sepertinya tuan pemilik rumah memang sengaja tidak membangun kan dirinya.
Alhasil, ia Baru saja keluar dari kamar yang ia tempati. ketika Matahari telah bersinar terang menebar panas menyengatnya. Sungguh memalukan.
Seorang gadis yang masih muda seperti dirinya tidak bisa Bangun sangat pagi. itu akan membuat nya menjadi bahan perbincangan bagi para wanita tua yang akan menjadi ibu dari prianya kelak.
Hani sangat malu untuk keluar menyapa penghuni rumah. Ia Memilih untuk mengintip sekitar. Mencari Seseorang yang bisa ia jumpai. Namun, tidak menemukan Siapapun dalam rumah tersebut.
Kemana seluruh orang? Mengapa aku tidak menjumpai satu orangpun sama sekali? apa aku masih berada di alam bawah sadarku?
Hani menepuk pipinya pelan berharap bahwa dirinya tidak sedang bermimpi saat ini.
"Awww" sakit.
Hani merasakan sakit ketika Tangannya beralih mencubit pelan pipinya.
" Apa yang sedang Kamu lakukan? " Cheche tiba tiba muncul dihadapan Hani bagaikan Hantu.
" Oh tuhan " Hani mengelus dadanya seketika. Membuat Cheche merasa bersalah.
" Maaf, mengagetkanmu " Cheche Menggaruk Rambutnya yang tidak gatal merasa bersalah
" ti-tidak. tidak apa apa "
Hani tersenyum canggung kepada Cheche. Ia Merasa ada yang keliru dari sikap Cheche padanya. Semakin hari dia seperti semakin baik padanya .
Sementara di awal pertemuan sifat Cheche sangatlah berkebalikan dengan sifatnya saat ini. Dan itu membuat Hani semakin Bingung dan juga bertanya tanya.
apa yang sebenarnya terjadi?
" Apa kau baru saja bangun?"
" En" Hani mengangguk Malu. Karena kedapatan Baru saja Selesai berbenah diri.
" Ah ya, Apa kau yang membantu persalinan ibu Yuen tadi malam?"
"en "Hani mengangguk pelan.
"Terimakasih banyak. berkat dirimu Ibu Yuen melahirkan dengan selamat. jika tidak ada dirimu. aku tidak dapat membayangkan dirinya bisa melalui proses persalinan dengan baik. Aku sangat sibuk tadi malam Hingga tidak memberitahu kan Siapapun akan pergi kemana. Jadilah, Kakak menungguku begitu lama tadi malam. Namun, Beruntung nya Ada kau yang dapat membantunya. terimakasih banyak, Kau berbakat untuk menjadi seorang tabib"
" Terimakasih atas Pujian Nona Cheche" Hani tersenyum lembut.
"Ah, Panggil saja aku Cheche. sepertinya Umur kita tidak jauh berbeda "
" Baik nona. maksudku che-che"
"Itu terdengar lebih baik. Baiklah, Sekarang kau sudah rapi akan aku antar dirimu Kepada kak Ichiro"
" Untuk apa saya diantar kepada tuan Ichiro?" Kerutan di dahi Hani menunjukkan ia bingung atas perkataan Cheche yang menyuruh nya untuk berjumpa dengan tuan Ichiro.
" Kakak menunggumu sedari tadi. ia ingin mengajakmu untuk mengunjungi Rumah Yuen. memeriksa bayi yang kamu bantu persalinan nya. Apa kau tidak mau?"
Ah begitu rupanya . Hani baru mengerti Akan perkataan Cheche. ia sangat berminat sekali untuk memeriksa Bayi yang ia bantu kelahirannya. itu akan sangat menyenangkan. menjenguk tunas baru manusia yang baru saja melihat dunia.
__ADS_1
"Baiklah "
...*****************...
Hani diantar menuju Halaman belakang oleh Cheche . Dimana sudah ada Tuan Ichiro yang sedang Bercengkrama dengan seekor burung gagak yang bertengger di tangan nya.
Entah apa yang dibicarakan Makhluk Berbeda ciptaan itu. membuat Hani yang melihatnya sangat penasaran. Mereka berdua Terlihat sangat serius membicarakan sesuatu.
Bahkan sang gagak Terdengar mengeluarkan suara nya meskipun hanya sebatas Cicitan kecil semata. Seperti menjawab seruan yang dikatakan oleh tuan Ichiro.
Ketika langkah Hani semakin mendekat Ichiro berpaling menghadap ke arah Hani. menyadari kehadiran seseorang, ia tersenyum lembut kepada Hani Sambil mengelus kepala sang gagak yang masih bertengger di tangannya.
"Hani, Apa Kau Beristirahat dengan baik?" Ichiro menanyakan perihal Keadaan Hani sehabis membantu persalinan tadi malam.
" Ya tuan, Aku tidur dengan sangat nyenyak. Sampai bangun pagi pun aku terlambat" Hani mengangguk malu Menyatakan kebodohannya yang bangun kesiangan.
Ha~ha~ha
Ichiro dan Cheche tertawa mendengar kejujuran Hani yang begitu menggemaskan. Mereka tidak percaya Gadis Seperti Hani Tidak malu untuk mengakui Dirinya yang terbangun kesiangan.
"Baiklah, karena kamu sudah sampai disini. Mari makan siang bersama. maksudku Makan siang untukku . lalu, Makan pagi menjelang siang untukmu" Ichiro segera menyuruh Hani untuk segera duduk. Sedangkan Cheche memilih untuk Pergi Karena ada beberapa rusan yang belum ia selesaikan.
Kini tinggal Hani dan Ichiro yang berada dihalaman rumah kediaman paman Dwayne. Hani sangat terkejut ketika mendapati meja bundar dihadapan Ichiro sudah tersedia berbagai makanan yang bisa ia nikmati.
Hani tidak berfikir tuan Ichiro akan meracuninya dengan cara serendah ini bukan?Menyuruhnya untuk memakan semua hidangan yang tersaji. Ia menatap Tuan Ichiro dengan raut menyeledik.
"Apa? Kau mencurigai makanan ini telah aku racuni?"Dengan mudahnya Ichiro menebak apa yang sedang bergejolak dipikiran Hani saat ini.
"Makanlah, Makanan ini aku masak sendiri sebagai hadiah karena kau telah membantuku menyelamatkan Bibi Yuen" Ucap Ichiro dengan lembut tanpa melihat Hani. ia terlalu fokus mengurusi burung gagak yang masih setia bertengger ditangannya.
"Ba-baik tuan . terimakasih banyak" Hani segera memakan Masakannya karena perutnya sudah tidak terkontrol lagi. Karena sedari Bangun ia merasa sangat lapar. Sumber tenaganya sudah habis ia keluarkan Semua ketika malam tadi.
Awalnya, Hani menikmatinya dengan begitu Tenang. lambat laun ia merasa seperti diawasi oleh sepasang mata namun tidak dapat menemukan nya. ia sudah mengalihkan pandangan nya Ke segala arah. tetapi, tidak dapat menerima apapun.
mungkin hanya pikiran ku saja. Hani melanjutkan Makannya kembali . setelah selesai ia Menyudahi makan nya dengan perut yang kekenyangan.
Tidak sengaja melihat mata gagak tuan Ichiro yang seperti memperhatikan nya sedari tadi. ia merasa penasaran dengan Peliharaan tuan Ichiro.
Apa mungkin dia yang sedari tadi memperhatikan ku? Seperti nya Hani sudah mulai gila. menuduh seekor gagak yang tidak tahu apa-apa memperhatikan nya sejak tadi. itu adalah hal terbodoh bagi manusia.
"Apakah Burung itu milik tuan?" Tanya Hani dengan rasa penasaran.
"Ya, Dia sahabat terbaik ku namanya Han. kau bisa memanggil nya dengan sebutan Han"
Kuaaakkkkk
Sang gagak berbunyi Layaknya seorang manusia yang membenarkan ucapan tuan Ichiro.
Ha~ ha ~ha
Hani tertawa mendengar Nama sang gagak sama dengan nama pamannya.
" namanya Han?" Tanya Hani memastikan kembali.
__ADS_1
" ya , apa ada yang salah?"
" Tidak tuan. tetapi, namanya sungguh sama dengan nama pamanku"
"Benarkah? " Ada rasa Keingintahuan pada raut wajah ichiro.
" Ya, Nama pamanku juga Han. Kebetulan yang sangat Lucu sekali. ya tuan ? " Hani tertawa Geli Mengingat nama pamannya yang sama dengan peliharaan milik tuan Ichiro.
" Ya, sangat lucu . Bahkan Aku sangat penasaran dengan pamanmu itu. Apakah dia akan Secerdik Han-ku?"
Kuuuuaaaaakkkk
Han yang terpanggil namanya Ikut menyeru lewat Bunyinya.
Ha~ha~ha
Baru kali ini Hani tertawa karena ulah seekor binatang. Biasanya ia akan bersedih karena melihat Seekor binatang yang telah ia bunuh dengan sengaja ketika berburu.
Hani segera menormalkan Keadaan kembali. ia baru tersadar bahwa sedari tadi tidak melihat sosok mama Athena dan yang lainnya.
" Tuan, Kemana yang lain? mengapa Aku tidak Melihat batang hidung seorang pun semenjak tadi?"
" Ah itu. Mama Pergi Kepasar untuk membeli keperluan bersama Ryu, Paman Dwayne melaksanakan tugas nya sebagai Tetua desa, sedangkan Chen seperti nya dia sedang bermain dengan teman teman nya. Itu mereka sudah datang" Ichiro memberi arahan kepada Hani.
Kaisar ryu tiba bersama Mama Athena Dengan berbagai Macam Barang yang memenuhi kereta. Ada Pengangkutan yang segera mengurus memindahkan barang-barang menuju Kedalam rumah. Mama Athena sibuk memberi arahan Kepada sang pengangkut. sedangkan Ryu langsung menghampiri tempat Ichiro Dan Hani yang sedang berduaan.
Wajah Kaisar Ryu memerah. terlihat jelas dari Kulit disekitar Dagunya. Matanya Sangat tajam menatap Hani. Membuat Hani tidak dapat memprediksi nya .
Apakah kaisar Ryu sedang kelelahan karena membantu Mama Athena, Atau ia dalam keadaan marah? Tetapi, kepada siapa? entah lah. Hani tidak ingin mengurusi hal itu.
" Kau sudah pulang? " Ichiro menyapa Kaisar Ryu yang tiba-tiba duduk disebelahnya.
" Ya" Jawab kaisar Ryu singkat.
"Oh ya, selagi Ada kau. aku meminta izin untuk membawa Hani menuju kediaman Paman Yuen nanti malam"
" untuk apa? " Tatapan Kaisar Ryu terlihat tidak mengenakkan kepada Ichiro.
" Hanya sebatas undangan makan malam Paman Yuen untuk rasa terima kasih nya kepada Hani yang telah membantu persalinan bibi Yuen dengan lancar" Ichiro menerangkan kepada Ryu agar tidak terjadi kesalah fahaman.
" Tidak. Aku tidak mengizinkan nya" Putus Kaisar Ryu. Membuat Ichiro Sangat kesal.
" Mengapa begitu? aku hanya mengajaknya sebentar saja. Lagipula aku tidak Ada niatan untuk merebutnya darimu" Kaisar ryu melotot tajam kearah Ichiro Karena perkataan nya yang mulus seperti pedang yang baru diasah.
Sedangkan Hani yang mendengar penuturan Ichiro . Mengerutkan alisnya Mencari sebuah kefahaman dari perkataan Ichiro.
" Baiklah, asalkan-"
"Asalkan apa?" Kaisar Ryu sepertinya akan memberi sebuah syarat kepada Ichiro Untuk bisa Membawa Hani Keluar nanti malam.
" Aku ikut bersama Kalian" Kaisar Ryu tersenyum menang.
" Sialan. Katakan saja Jika Kau Cemburu . tidak terima jika aku berduaan dengan Hani" Ichiro langsung Mengeluarkan serangan telak kepada Kaisar Ryu. Tidak perduli dengan Hani yang terdiam kaku ditempatnya.
__ADS_1