
Dan pada akhirnya Hani dengan panglima Hiro tidak dapat menyembunyikan Status Mereka terlalu lama. ini demi kebaikan bersama agar kaisar Ryu dimasa depan tidak salah faham lagi.
Keduanya mengatakan jika mereka bersaudara dan terpisah sewaktu masa pemberontakan dulu. Kini mereka telah dipertemukan kembali Dengan keadaan yang tidak terduga yakni di istana.
" Jadi, kau kakak kekasihku? " Kaisar Ryu tidak memperpanjang masalah nya karena ia takut tidak mendapatkan restu dari sang kakak ipar.
" kekasih? " Panglima Hiro kebingungan atas pernyataan kaisar Ryu yang ambigu. ia mencari jawaban ke arah sang adik yang terdiam membisu.
" Hani, apa kakak melewatkan sesuatu hal? ".
"itu-" Hani meremas hanboknya gugup dan juga kesal karena kaisar Ryu tidak bisa bungkam untuk sementara waktu.
'Dasar kekasih posesif ' Ingin sekali rasanya Hani memukul wajah dibalik topeng yang sialannya tampan itu menjadi jelek.
lihatlah bagaimana tatapan mata kaisar Ryu menyembunyikan tawa puas karena mempermainkan Hani. Andai saja tidak ada sang kakak dihadapan Hani . mungkin saja Hani akan mengomelinya dengan puas.
" Kami sudah menjadi sepasang kekasih, kakak ipar" . begitu lancarnya kata kata itu keluar dari mulut kaisar Ryu. sehingga membuat Hani memilih untuk menunduk kan kepalanya. lalu-
Wushhhhhhhh
Hani melarikan diri meninggalkan kaisar Ryu dan sang kakak.
" APAAAAA? Hei Adik ! Jelaskan padaku dulu" teriak Panglima Hiro kepada hani yang sudah pergi menjauh membawa beribu pertanyaan dibenaknya.
" Kekasih ku lucu sekali. Maaf, maksudku adikmu sangat lucu" Panglima Hiro tersenyum kikuk merasa aneh dengan keadaan yang berlangsung.
" Maaf sebelumnya. aku telah mencurigai mu akan merebut Hani dariku. tetapi ternyata justru kau adalah kakaknya".
" itu- Bagaimana yang mulia menyukai ha-maksudku adikku yang - seperti itu" Panglima Hiro tidak dapat melanjutkan ucapannya karena kaisar Ryu pasti tau akan yang di maksud.
" Aku tidak memandangnya dengan fisiknya. namun aku memandangnya dengan ini" kaisar Ryu meletakkan satu tangannya di dada.
" jantung? "
" Ya, jantungku telah jatuh cinta kepadanya sedari pertama kali bertemu ".
"Apa disaat insiden kecil di aula pertemuan? ". tanya panglima Hiro.
'lebih sebelum waktu itu'
" Bagaimana kau tau insiden itu?"
"hahahah bahkan itu telah menjadi berita hangat seantero istana ketika para pelayan baru pertama kali datang".
" Haishhh Rupanya banyak sekali orang orang istana yang bertelinga besar hahahah "
" Seperti itu lah istana yang mulia . apalagi jika sudah para wanita yang menyalurkan. mereka akan menjadi Dalang terbaik bagi sebuah rumor hahahaha "
__ADS_1
" kau benar " Awal yang baik bagi mereka berdua untuk menjadi sebuah keluarga. membiarkan sosok mungil Hani pulang sendirian. Dan itu menjadi langkah awal untuk para tikus kecil memangsa Hani.
***************
" Cepat ikuti gadis itu jangan sampai lolos".
" berpencar "
Hani merasa seseorang mengikutinya. bukan kakaknya atau kaisar Ryu yang jelas mereka orang orang yang tidak pernah Hani kenali.
Hani menggiring mereka ketempat yang lebih sempit. sebuah gang yang hampir dekat dengan istana. seperti nya bisa untuk dirinya mengeksekusi mereka sebentar.
Hani masuk kedalam gang yang gelap. lalu menghilangkan wujud nya menyatu dengan gelapnya malam.
" Sialan, kita kehilangan jejaknya" umpat seorang pria bermasker yang Hani yakini memiliki niat tidak baik untuk dirinya.
" Nona pasti akan menghukum kita"
'nona ? nona siapa yang mereka maksud? apa nona Angel?'
" kita laporkan saja kepada nona. jika gadis itu bukan gadis sembarangan. bagaimana mungkin seseorang bisa menghilang dengan sekejap mata jika tidak memiliki kemampuan Setara dengan pendekar"
" sebelum kau melaporkan nya. alangkah lebih baiknya aku memotong lidahmu itu agar bertambah lancar berbicara nanti. atau kau ingin Langsung menghadap sang tuhan untuk menceritakan bagaimana hebatnya aku menghilang". Hani tiba tiba muncul dari kegelapan.
"darimana gadis ini muncul?"
"hahaha hanya sedikit" . Hani tersenyum menyeringai menantang.
" Sialan, tangkap gadis itu, dan habisi dia" perintah salah seorang yang Hani yakini menjadi pemimpin nya.
Hani bersiap ditempat dengan pisau lipat kesayangan nya. Sudah lama ia merindukan saat ini. dimana tangan kecilnya berayun lihai menggores titik vital orang orang yang mengincar nya.
Suara teriakan mewarnai gang sempit itu. darah bercipratan dimanapun. itu balasan bagi mereka yang berbuat jahat kepada Hani. sekarang tinggal sang ketua yang telah berada diambang Kematian.
Hani menghampiri nya. " Siapa yang mengirimmu?".
sang ketua memilih diam meskipun dalam keadaan sekarat. mungkin, ada seseorang yang menjadi taruhan dibalik pekerjaan nya.
" Sungguh merepotkan. Baiklah kau akan kuberi kesempatan hidup. Asal, jangan pernah berkata kepada pengirimmu aku yang melakukan semuanya. Anda mengerti?" Sang ketua hanya bisa menggangguk pasrah karena dirinya sudah tidak lagi memiliki tenaga . bahkan tubuh nya penuh dengan luka goresan.
" jika tidak. aku akan memburumu bahkan sampai keluarga mu akan ku tiadakan ikut bersamamu" . sang ketua menggeleng lemah. ia tidak ingin keluarga nya ikut terlibat.
" Bagus, sampai jumpa " Hani meninggal kan tempat kejadian seperti tidak terjadi hal apapun. ia segera masuk kedalam istana mengelabui beberapa prajurit yang berjaga. berbelok kesana kemari mencari jalan menuju kamar nya. hingga sampai ia didepan Ruangan yang tidak asing lagi baginya.
'Mengapa aku tersesat sampai ketempat ini?'
Hani tidak habis pikir bukannya sampai dikamar nya. ia justru tiba dihalaman ruang perpustakaan setelah memanjat tembok pembatas .
__ADS_1
" Selagi masih ada di sini. mari kita mencoba keberuntungan" Hani memasuki perpustakaan lewat jendela. teringat lagi kejadian itu, saat hanbok nya tersangkut di jendela karena memilih untuk tidak mengeluarkan keahliannya.
itu sungguh sangat memalukan. Hani tidak akan dapat melupakan nya seumur hidup.
menyusuri beberapa rak buku hingga sampai disuatu tempat yang dikhususkan untuk menyimpan dokumen penting. Hani menggeledah nya dengan hati hati mencari sesuatu yang ia inginkan dapat selama ini.
" Riwayat Panglima Besar kerajaan Tin" Hani mencari Nama sang ayah dikumpulan nama nama panglima kerajaan. Hani tidak begitu yakin akan menemukan Nama sang ayah dikumpulan nama nama orang penting. tetapi, apa salahnya untuk mencoba terlebih dahulu.
" Han Shin, Han Shin, Han Shin " . Hani merapalkan nama sang ayah.
' ketemu '
**Panglima Han Shin adalah Sosok Panglima besar terkuat di kerajaan Tin. ia memiliki peran tertinggi sebagai Kaki tangan langsung dari kaisar Hyun Shik.
Menikahi Anak Panglima kerajaan Tin sebelumnya, yakni Nona Kim Hana . Dan dikarunia 1 orang anak bernama Ichiro Ryeon**.
' nama kakak sudah ditulis dalam dokumen sejarah penting sejak dulu. jadi, Sudah tidak diragukan lagi, jika saat ini ia menjadi orang yang sangat berpengaruh di kerajaan ini'
Senyum Hani mengembang ketika membaca prestasi apa saja yang didapat sang ayah ketika menjabat sebagai panglima besar kerajaan Tin. Sampai senyum itu luntur ketika membaca kalimat terakhir dari riwayat sang ayah.
**Panglima Han Shin dijatuhi Hukuman Mati karena telah menculik Pangeran Ryu serta memiliki kerjasama dengan kaum pemberontak untuk menaklukkan Kerajaan Tin.
Dengan itu, hukuman tersebut langsung dihakimi oleh pangeran Ryu setelah dinobatkan menjadi Seorang kaisar**.
BUMMMMMMM
' Itu tidak mungkin, itu pasti tidak mungkin' Air mata hani mengalir deras membaca kalimat tersebut. ia langsung meninggalkan perpustakaan Karena mendengar suara prajurit yang berpatroli.
********
" Siapa disana? " itu suara prajurit yang berpatroli. mereka mendekat ke arah perpustakaan pribadi Kaisar Ryu karena mendengar sesuatu barang yang jatuh.
" Ada apa? "
" Ah, salam kepada yang mulia. Ada bunyi sesuatu yang jatuh dari dalam perpustakaan yang mulia. kami akan memeriksa nya" Prajurit tersebut terkejut ketika mendapati kaisar Ryu tiba tiba muncul didepannya.
" tidak usah. lanjutkan tugas kalian".
" Baik, yang mulia " Para prajurit segera melanjutkan tugas patroli mereka. meninggal kaisar Ryu yang memilih untuk mengecek nya sendiri.
**********
" Tikus mana yang bisa mengeluarkan dokumen sejarah penting hingga terjatuh seperti ini" Kaisar Ryu tersenyum menyeringai ketika mendapati barang yang jatuh di perpustakaan adalah sebuah dokumen penting.
Ia membaca lembaran terbuka itu dan menautkan alisnya ketika mendapati ulasan yang terjatuh pada kumpulan nama-nama panglima besar kerajaan Tin .
" Paman Han Shin? " Kaisar Ryu berpikir rumit.
__ADS_1