
Sretttt.......
Panah meluncur secara bebas menuju kaisar Ryu. menyebabkan ia terdorong mundur kebelakang dan Melayang. Secara serentak kelompok tersebut terkejut dengan temannya yang sembarangan meleset kan panah. Malapetaka.
Kelompok Tersebut Mundur dengan segera. Mereka harus Kembali untuk melapor kepada sang tuan. Rencana untuk tidak sedikitpun melukai Rombongan kaisar Ryu berakhir Gagal. Mereka Sudah diwanti untuk membawa Nona yang dilindungi kaisar Ryu itu saja. Dan mereka berakhir dengan kekacauan.
***********
"APA ?! MEREKA TERJATUH KEDALAM JURANG?" Teriakan itu melengking memenuhi ruangan tersebut.
Kelompok Penculik tersebut Hanya mengiyakan apa yang ditanyakan sang tuan.
" Gabe Hiks, Pamanmu Gabe hiks. Kau tidak punya Paman bertopeng lagi Gabe Huhuuuuuu" Permaisuri Diana menangis tersedu. Ia menyesal telah memerintahkan Ksatria Bayangannya untuk Menculik Selir Sassy.
Awalnya, ia berencana Untuk Memanipulasi Kaisar Ryu Untuk Melindungi Selir Sassy dalam perjalanan. Supaya Hani yang berada dalam satu kereta bersama Selir Sassy akan dijadikan kambing hitam oleh kaisar Ryu sebagai umpan untuk mengelabui Sang penculik.
Prediksi permaisuri Diana benar. Hani dan Kaisar Ryu bersama . namun, ia tidak mengira bahwa Ryu akan melakukan tindakan seperti itu untuk selamat. Menjatuhkan dirinya kedalam jurang. itu sangat disayangkan.
Kaisar William yang mendengar nya hanya memutar matanya Malas untuk berdebat. Ia Sudah sangat lelah untuk menanyakan perihal Rencana gila tersebut.
" Sudah lah sayang. Aku akan memerintahkan mereka untuk mencari mayat Ryu" Kaisar William Berusaha untuk menenangkan. tetapi, hasilnya nihil.
Huhuuuuuu huuuuuu
Bukan Semakin Tenang permaisuri Diana Malah semakin Nyaring menangis. Begitulah sifat wanita Mereka tidak dapat ditebak. Kaisar William tidak dapat berbuat sesuatu lagi. Ia Sendiri bingung dengan pola pikir sang istri.
"Paman masih hidup ibunda" Seruan Gabriel yang duduk tenang membaca buku langsung membuat permaisuri Diana menghentikan tangisnya.
"Benarkah Gabe? " Permaisuri Diana mengusap air matanya Mendekat ke arah tempat Gabriel.
"Ya, Rencana ibu berhasil. Tapi- " Gabriel merengutkan alisnya Menatap Ksatria bayangan milik sang ibu.
" Tapi, apa ?" Permaisuri Diana tidak memahami maksud Pangeran Gabriel. Ia dibingungkan oleh sang anak yang menatap ksatria bayangan nya tanpa berkedip.
" Mereka memanah Paman Dengan panah beracun"
"APA?!" Secara serentak Kasiar William serta permaisuri Diana Dibuat terkejut oleh perkataan Gabriel.
" APA YANG KALIAN LAKUKAN HAH?" Permaisuri Diana langsung meminta penjelasan.
" Ampuni hamba yang mulia" Salah satu Ksatria bayangan langsung Bersujud meminta permohonan ampun atas tindakan kelalaian dirinya bertugas.
"Ampuni hamba yang mulia, Hamba tidak sengaja melesatkan anak panah ketika sedang mengancam yang mulia kaisar Ryu. Mohon ampuni hamba yang mulia"
" Oh tuhan ! " permaisuri Diana merasa sangat cemas.
__ADS_1
" Berikan saja Mereka hadiah ibunda. Lagipula Paman Baik baik saja bersama Calon ratuku" Diluar dugaan dengan tenangnya Pangeran Gabriel memberikan masukan kepada permaisuri Diana untuk tidak memperpanjang permasalahan tersebut. Bahkan ia memberikan tanggapan sebaliknya.
Para ksatria bayangan Menggigil gemetar satu sama lain. mereka takut sebuah Hadiah yang dimaksud oleh perkataan Gabriel adalah sebuah hukuman karena telah lalai melaksanakan tugas dengan baik.
Mereka pasrah jika nyawa mereka menjadi taruhannya . Bahkan ketika awal mereka mengabdi . Sumpah kesetiaan seumur hidup telah mereka lakukan.
"Baiklah, Kalian Boleh Mengambil libur 1 Minggu kedepan. kalian bebas melakukan apa saja. Dan minta Hadiah kalian kepada bendahara Istana"
Bagai Menemukan Lautan digurun pasir yang sangat panas. Itu sangat mustahil Dan mereka Masih Didalam keterdiaman. Memastikan bahwa yang mereka dengan benar atau salah.
" Kalian tidak mau mengambil hadiahnya? Atau kalian menyukai sebuah hukuman"
Mereka tidak salah dengar. Dan segera para ksatria bayangan Mengambil Hadiah mereka masing-masing.
***********
Hani Masih berada dalam dekapan Kaisar Ryu. ia merasakan tubuhnya seperti ringan bagai kapas. Benar benar ringan layaknya terbang diangkasa. dekapannya terlepas membuat Dirinya melepaskan Hanboknya dengan segera . Dan-
byurrrr
akhhhhh
Sungai Deras menyambutnya. Ia baru tersadar Bahwa Yang terjadi adalah ia Terjatuh dari atas tebing. Ia tidak dapat melihat sekitar semuanya Gelap gulita .
Dimana Kaisar sialan itu? Hani mencari sosok tersebut dalam Aliran sungai yang cukup deras. Ia melihat sesuatu yang berkilau . Topeng sang kaisar berkilau karena pantulan sinar bulan.
masih bernafas . Kemungkinan Kaisar Ryu Kemasukan air begitu banyak. Hani meletakkan tangan di tengah-tengah dada. Tangan lainnya diletakkan di atasnya. Ia melakukan itu untuk menekan bagian dada. Masih belum ada Reaksi Jalan satu satunya Harus melakukan nafas buatan.
ia mendekat kan Mulutnya ke arah wajah kaisar Ryu. Tidak Memperdulikan Bahwa perbuatannya adalah hal tidak Pantas Karena sudah Melanggar batasan ia sebagai seorang pelayan. untuk Sekarang Hani tidak memperdulikan apapun . karena keselamatan Seseorang yang terluka Lebih Utama bagi seorang tabib.
fuhhhh
uhuk uhuk
Ia berhasil. Kaisar Ryu akhirnya Selamat. Perlahan kelopak matanya Terbuka. Dalam keburamannya di tengah malam Kaisa Ryu bisa melihat Nona Isabella berada di Hadapannya.
apa ia sedang bermimpi?
" Nona Isabell" Kaisar Ryu berkata lirih sebelum Matanya tertutup rapat. Ia kehilangan kesadaran kembali. Membuat Hani Panik.
Tidak, Hani Tidak panik karena Kaisar Ryu pingsan . melainkan Karena kondisi dirinya yang hampir Diketahui oleh kaisar Ryu.
Ramuan Kulitnya telah pudar Karena Air sungai yang sangat deras . Ia harus segera Mengoleskan nya kembali . Beruntung, ia selalu mengantongi nya kemanapun ia pergi. Jika tidak, Dia tidak dapat membayangkan penyamaran nya akan terbongkar secepat ini.
syukurlah, aku masih selamat.
__ADS_1
****************
Pagi yang Begitu cerah menyadarkan Kaisar Ryu dari Alam bawah sadarnya. Seperti nya tadi malam ia bermimpi bertemu dengan nona Isabella. Kepalanya begitu sakit, ia tidak dapat mengingat apa yang telah terjadi. Terakhir kali ia mengingat Dirinya terkena panah sampai terdorong jatuh ke bawah tebing.
Ia mengingat sesuatu, Pelayan berkulit coklat nya. Kemana ia? dan Mengapa aku tidak memakai Baju?
Kaisar Ryu baru menyadari dirinya sedang bertelanjang dada. Ada balutan kain sobek pada lengannya yang terkena tancapan pisau buah sipelayan serta Dibagian dada atas kanannya .
seperti nya ini Bagian yang terkena panah itu. Kaisar Ryu meraba balutan Kain dibagian dadanya. Ia Sangat Senang Terkesima dengan Balutannya yang sangat rapi. Pelayannya yang satu itu sungguh mahir dalam mengobati. Ia harus memberikan sebuah imbalan karena sudah menyelamatkan dirinya.
" Tapi, Kemana dia? " Kaisar Ryu penasaran kemana perginya sang Pelayan berkulit coklat itu. Ia meneliti Pinggiran sungai dengan pandangan nya.
Kaisar Ryu menemukannya. Pelayan itu Sedang membawa sesuatu dengan susah payah menuju dirinya.
Ketika Hani mendekat. ia tidak mengira Kaisar Ryu telah siuman. " yang - yang mulia. Anda telah sadar? "
Hani langsung melepaskan Ikan hasil tangkapan nya disungai. ia segera mendekat menuju Kaisar Ryu . mengecek kondisi Kaisar Ryu yang begitu parah semalam.
" Apa yang terjadi semalam? bisa kau ceritakan? "
" Yang - yang mulia mengalami Demam tinggi semalam karena efek racun didalam Panah itu. Ham-hamba berinisiatif untuk mengobati yang mulia. maafkan hamba yang mulia" Hani menunduk takut Karena telah lancang menyentuh Kaisar Ryu sembarangan.
" Mengapa Kau tidak meninggalkan ku saja tadi malam"
" Ya, yang mulia? " Hani tidak memahami perkataan kaisar ryu.
" Bukankah Ketika diriku sekarat tadi malam adalah hal yang Bagus untuk dirimu lari. Kau sudah Menusuk diriku dibagian lengan. Dan hukuman akan menantimu dikerajaan. Lalu, Mengapa kau tidak melarikan diri? "
Hani tersadar Bahwa ia telah menusuk Kaisar Ryu Atas dasar ketidak sengajaan. " mohon, Ampuni hamba yang mulia. Hamba tidak sengaja melakukan hal itu untuk melindungi Selir Sassy. Hamba mengira yang mulia adalah kawan Kelompok itu. mohon ampuni hamba yang mulia" Hani pasrah jika dirinya dihukum . ia siap menerima resikonya.
Ha-ha-ha
Kaisar Ryu tertawa melihat Hani yang selalu ketakutan dengan Ancamannya.
" Siapa namamu? aku melupakannya"
" Han- Hani yang mulia"
" Pergilah, Aku memberikan kebebasan Untuk mu. itu untuk balasan mu menyelamatkan hidupku"
" Tapi yang mulia" Hani Khawatir Dengan Keadaan kaisar Ryu yang belum cukup baik.
Wajah itu masih pucat karena efek racun yang masih ada.
" Pergilah !" Perintah kaisar Ryu.
__ADS_1
" Tidak. Hamba tidak akan pergi. Biarkan Hamba mengobati yang mulia sampai keadaan yang mulia membaik" Hani memutuskan untuk tetap bertahan bersama kaisar Ryu.
" Jika itu pilihan mu, hani . Maka jangan pernah menyesal nantinya" Kaisar Ryu Tersenyum lembut karena keputusan Hani memilih untuk tetap bertahan bersama dirinya.