Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
24. Hani perduli


__ADS_3

Aula istana Tan cukup ramai, Para tamu undangan sangat menyukai pelayanan yang telah disuguhkan oleh Keluarga Kerajaan dari kedatangan mereka hingga perayaan tiba.


Hani dapat melihat Semua Tamu undangan terlihat bahagia. Berbincang satu sama lain dengan canda dan tawa. Namun, semenjak saat dirinya turun Aura didalam istana menjadi berubah seketika.


Terkadang Hani mendengar bisik bisik para tamu undangan mempertanyakan dirinya satu sama lain. Raut penasaran dari berbagai Orang Membuat Hani sedikit gugup. Karena seumur hidup nya baru kali ini ia dapat menghadiri Perayaan Besar Melebihi perayaan didesanya.


"Apakah Ada sesuatu Putri Isabella? " Ichiro memecah lamunan Hani yang semenjak tadi terdiam . Dansa sedang berlangsung Namun Ichiro pastikan Pikiran Hani tidak pada tempatnya. terbukti dari Kaki mungil Hani yang dengan seenaknya menginjak Kaki Ichiro tanpa sadar.


"ya, tuan" Hani gelagapan dengan seruan Ichiro. ia seperti tertangkap basah telah menghiraukan pasangan dansanya semenjak tadi.


"Apa yang sedang putri pikirkan? sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiran Putri? Apakah aku bisa membantu? " Ichiro menawarkan bantuan kepada Hani yang terlihat gugup.


"Ti-tidak . Terimakasih tuan atas tawaran nya. Putri ini hanya sedikit Gugup karena Baru pertama kalinya menghadiri perayaan yang begitu besar. Dan juga Putri ini tidak bisa berdansa".


" Benarkah?" Ichiro begitu terkejut mendengar penuturan Hani . pantas saja Kaki Ichiro selalu terinjak oleh Hani . Tidak diperpustakaan pada saat itu, ataupun saat ini ketika sudah berlangsung perayaan.


Rupanya Dia masih pemula.


"Tidak apa. Aku akan mengajarimu" Ichiro tersenyum menawan. Sedangkan Hani di buat keheranan atas Tanggapan Tuan Ichiro kepada dirinya dengan begitu santai.


"Maafkan Putri ini, sepertinya Kakiku selalu menginjak kaki Tuan" Hani menunduk malu melihat kakinya yang telah berada diatas kaki Ichiro tanpa sadar.


"Tidak masalah. Kakimu tidak terlalu berat untuk ku. Malah seperti seringan kapas" Ichiro Mengerling nakal Membuat kegugupan Hani sedikit berkurang karena candaannya.


"Tetapi, seperti nya masalah datang" Hani merengut tidak paham dengan maksud perkataan Ichiro.


"Apa maksud tu-…" Belum sempat Hani menyelesaikan ucapannya. Tubuhnya sudah beralih Rangkulan Ke tangan orang lain. Matanya membulat Menatap sosok yang begitu dekat dengan nya saat ini.


"Yang-yang mulia" Dunia seakan berhenti berputar bagi Hani. para tamu undangan disekelilingnya seperti terkejut atas tindakan Kaisar Ryu kepadanya. Merebut Pasangan dansa Orang lain ketika Dansa sedang berlangsung Adalah tindakan tidak sopan bagi setiap orang.

__ADS_1


Namun Bagi kaisar Ryu, Tidak ada aturan untuk kaisar kejam seperti dirinya. Siapa orang yang akan berani melarang tindakannya. Bahkan orang orang hanya bisa memandanginya tanpa suara.


"Kita bertemu Lagi" Mata Kaisar Ryu menyorot bak elang Pada satu titik. Wajah yang tidak pernah bisa ia lupakan semenjak pertemuan pertama kali. Wajah yang setiap malam selalu menghantuinya . Sekilas ia tersenyum. Ada rasa hangat yang membelenggu kaisar Ryu. membuat Aura dingin Dan mencekam disekelilingnya Terasa memudar membuat Keadaan seperti membaik .


"Yang mu-mulia" Hani sangat gugup. Bahkan ia tidak berharap akan sebegitu dekatnya dengan kaisar Ryu yang ingin ia hindari saat ini ataupun sebelum sebelumnya. Seperti takdir selalu mempermainkan jalan takdirnya.


"Mengapa Putri ini ketika bertemu denganku selalu ingin menjauh? Apakah Kita pernah memiliki masalah atau kau takut denganku?"


"Tidak, bukan seperti itu yang mulia" Hani merasa Bodoh saat ini. Ia tidak memiliki alasan yang begitu masuk akal agar supaya bisa menghindar dari jangkauan Kaisar Ryu. Kini ia sudah terperangkap Kedalamnya.


"Lalu?" Kaisar Ryu bertanya dengan Lembut. sesekali Ia tersenyum tipis melihat Kegugupan Hani.


"i-itu" Hani tidak dapat menjawabnya. ia terus mengalihkan pandangan nya kearah lain selain mata elang Kaisar Ryu. itu bisa membuat Hani merasa jantungan.


Dan alhasil Hani dapat melihat Para tamu undangan sedang memusatkan perhatian mereka kepada dirinya dan kaisar Ryu. bahkan pasangan dansa yang lain tampak menyingkir meninggalkan dirinya dan kaisar Ryu saja yang melanjutkan dansa.


Meskipun Kekacauan Sedang berlangsung dilantai dansa. itu tidak membuat permaisuri Diana ikut serta dalam mendamaikan suasana yang mencekam tersebut. ia sebagai tuan Rumah yang menjadi ibu peri itu tetap duduk santai Menikmati makanan yang ada.


Meja bundar Terkhusus Keluarga istana itu Ditempati oleh Ichiro, Pangeran Gabriel, Kaisar William, Selir Sassy Dan juga dirinya.


"Apa lagi yang Kau lakukan sayang? Siapa perempuan itu sebenarnya? Kau tau ada selir Sassy yang menjadi pasangan Kaisar ryu " Kaisar William berbisik pelan kepada Permaisuri Diana yang berada disampingnya.


" Aku berharap Selir Sassy tidak keberatan jika Temanku Isabella berdansa sebentar dengan kaisar Ryu, Bolehkan?" Bukan menjawab pertanyaan yang di bisikkan kaisar William. Permaisuri Diana malah memilih untuk meminta izin kepada selir sassy yang duduk berseberangan dengannya.


" Tidak masalah. asal dia tidak lupa mengembalikan yang mulia kaisar Ryu ketempat semula" Selir Sassy tersenyum Datar sebelum kembali memfokuskan perhatian nya. kearah kedua insan yang menjadi pusat perhatian dadakan selain Tuan rumah pemilik perayaan.


"ohh syukurlah, Temanku Adalah orang paling beruntung dapat berdansa dengan Ryu. betulkan, sayang?" permaisuri Diana Tersenyum manis Meminta dukungan Kepada Kaisar William yang Begitu pusing Atas tindakan Istrinya yang tidak bisa ditebak.


"Putri Isabella lebih cocok bersama ku. Ahhh Hanya Karena Permainan nenek sihir yang gila . aku menjadi dilema saat ini" Ichiro Menimang minuman merah ditangannya tidak berminat melihat sekitar.

__ADS_1


" Apa maksud tuan Ichiro?" permaisuri Diana merasa sedikit tersinggung dengan perkataan Ichiro. Ia merasa Ichiro tengah menyindir dirinya.


"Aishhh, Sudah jelas aku tertarik kepadanya lebih dulu. Tetapi, Permaisuri Diana memilih untuk memberikan nya kepada Ryu. Apa Permaisuri belum cukup puas menorehkan luka dalam hatiku. ahhh ini begitu sakit" Ichiro memegang dadanya seperti halnya orang kesakitan.


" Ap-Apa maksudmu Ichiro? ka-kau? " permaisuri Diana gelagapan mendengar Ichiro Telah berpindah hati. Ini tidak seperti yang Permaisuri Diana prediksi. Ichiro Memasuki Takdir yang tidak seharusnya Ia miliki.


"Ya, Aku sudah Tidak menyukai nenek sihir lagi"


Ichiro tersenyum menawan mendapatkan reaksi syok dari permaisuri diana. Sedangkan kaisar William menghela napas malas menjadi Penonton setia dengan Selir Sassy yang tidak tau menahu perihal apa yang dibicarakan.


****************


Waktu terasa begitu lama Ketika seseorang Menunggu ataupun menanti. sedangkan Waktu sangat cepat ketika seseorang menikmati Dan merasakan Keadaan. Disitu kita dapat melihat perbedaan Dari Hani yang semenjak tadi Begitu gugup.


" Kau Masih belum menjawab pertanyaan ku" Kaisar Ryu Masih bersikukuh meminta penjelasan Hani.


" Itu, Bisakah kita menepi Membicarakan nya Tanpa harus melanjutkan dansa? Hamba merasa tidak nyaman" Hani merasa sedikit lebih baik bisa mendapatkan keberanian nya kembali.


"Baiklah" Kaisar Ryu Tersenyum senang dari balik topeng separuhnya. Ya, dia hanya menggunakan topeng sebatas Mata sampai hidung . Tidak untuk topeng keseluruhan nya. Kurasa dari sekarang ia akan meninggalkan topeng itu untuk sang Dewi . bukan, untuk putri Isabella seorang.


Awalnya, Hani berniat untuk melepaskan genggaman tangan dari Kaisar Ryu yang semakin Erat menggenggam nya. Namun, ketika tangannya telah terlepas ia baru menyadari Telapak tangannya sangat lengket. Dan juga berlumur darah serta terdapat sisa pecahan kaca yang begitu halus.


"ini? " Hani Bingung Dari mana asal darah tersebut . ia beralih memperhatikan tangan Kaisar Ryu yang baru saja menggenggam nya.


"Yang mulia , Tangan anda terluka". Hani sangat panik baru menyadari Darah telah menetes dilantai dansa semenjak tadi. Namun, tidak ada seorang pun yang mendekat untuk menegur.


Mengapa tidak ada seorang pun yang berani Menolong Kaisar Ryu ataupun memperingati nya untuk Segera di obati? perasaan Hani berkecamuk Kasihan melihat Kaisar Ryu yang terlihat biasa-biasa saja Tanpa ada rasa Kesakitan.


"Ini harus segera diobati" Tanpa perduli Dengan Raut wajah Kaisar ryu yang semakin Senang dengan kecemasan nya. Hani Langsung menyeret Kaisar Ryu menuju Rumah pengobatan Kerajaan Tan Tanpa penolakan.

__ADS_1


__ADS_2