
Salju pertama Turun begitu lebat .Hani tidak yakin ia akan ditemukan. Mungkin sudah waktunya ia kembali
Hani merasa Kakinya Mengalami keram. Arus sungai sangat deras untuk dirinya berenang. Nafasnya telah memburu Pertanda ia Tidak kuat lagi untuk menghirup Udara.
Ia pasrah Ketika Tubuhnya perlahan tenggelam. Dihanyutkan oleh derasnya arus sungai yang semakin menjadi.
**********
Uhuk uhuk Uhuk.
Terbatuk hebat setelah mengeluarkan air dari mulut dan hidungnya. Hani merasa tubuhnya lemas dan juga kedinginan.
Rupanya, Tuhan masih memberikan kesempatan diri nya untuk hidup. Melalui seseorang yang samar ia lihat di kegelapan malam. Seberapa lama ia terhanyut hingga sampai waktu berlalu sangat cepat menjadi malam.
" Bertahan lah Sayang. Aku mohon Gula aren ku Jangan tinggalkan aku" Orang itu memeluk Hani begitu erat Membuat Hani tersadar bahwa orang yang telah menyelamatkan nya adalah sang kekasih.
" Dingin " Hani berkata lirih. Namun, Kaisar Ryu dapat mendengar nya. ia segera menyelimuti Seluruh tubuh Hani dengan Jubah berbulu yang ia miliki. Lalu, membopong tubuh Hani dengan Cepat.
" Bertahanlah sayang" Kaisar Ryu segera membawa Hani. mencari tempat berteduh sementara untuk menghindari Badai Salju yang berlangsung .
*******************
Sebuah Rumah kayu kecil di Dalam Hutan menjadi tempat persinggahan Kaisar Ryu untuk berlindung. Ia memutuskan untuk tidak membawa Hani ke perkemahan. karena cuaca serta keadaan Hani sangat tidak memungkinkan untuk dibawa pulang.
Hani Menggigil hebat Kain yang menyelimuti nya Tidak membuahkan hasil sama sekali. Bahkan kompresan Air yang diberikan oleh pemilik Rumah tidak berefek sekalipun.
" Bagaimana Paman? " Tanya Kaisar Ryu cemas melihat kondisi Hani yang semakin parah.
Menggeleng Pasrah sosok yang disebut paman itu menatap Kaisar Ryu Gusar.
" Tidak bisa. Jalan satu-satunya adalah Kau harus menghangatkan tubuh nya secara langsung"
" Apa tidak ada cara lain paman?" Kaisar Ryu Bimbang ia tidak ingin Hani akan membencinya nanti saat sadar atas apa yang akan ia lakukan.
" Tidak ada yang mulia "
" Baiklah sebelum itu terjadi. Aku berharap Paman mau Melakukan sesuatu untukku" pinta kaisar Ryu.
" Baik yang mulia".
********
Badai salju sedang berlangsung diluar Kamar. Kaisar Ryu hanya bisa mengintip sesekali dari balik selimut yang tebal. Ia mengerang sangat keras Bertarung dengan akal sehatnya.
' Ah Sialan, Kapan ini akan segera berakhir? '
Kaisar Ryu berharap Malam yang begitu panjang ini akan cepat berlalu. namun, kenyataan yang ia dapat hanyalah rasa frustasi yang memenuhi isi kepala nya . Ketika setiap kali Hani yang berada di pelukannya terus bergerak membuat yang dibawah sana menegang keras.
"Di-dingin" Dalam ketidak sadarannya Hani bergumam lirih.
" Aku mohon, segeralah membaik" Mengecup puncak kepala Hani dengan lembut. Kaisar Ryu memeluk tubuh Hani yang polos dalam Gulungan selimut tebal.
" Ah, Sangat Dingin " Nafas Hani menderu didepan wajah Kaisar Ryu yang sialnya semenjak tadi sudah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
" Aku benar-benar tidak kuat. maaf kan aku " Kaisar Ryu langsung menyambar Bibir mungil Hani yang merah menggoda. ia sudah terlalu Sangat menahan sedari tadi. akan tetapi Hani terus saja Menggoda nya meskipun dalam keadaan tidak sadar.
" Maaf Sayang, Jika Besok pagi kau akan menemukan beberapa Tanda kepemilikan dariku " Ucap Kaisar Ryu sebelum kembali menyerang Bibir Hani yang Sudah memerah akibat ulahnya.
*****************
Pagi yang cerah setelah badai membuat Hani yang tertidur pulas Kini Terbangun Perlahan.
Melihat kesekitar kamar yang sangat asing bagi dirinya.
memegang kepalanya pusing mengingat kembali kejadian yang terjadi pada dirinya. Kaisar Ryu yang telah menolong nya dan setelah nya ia tidak sadar kembali.
Lalu, semalam ia seperti bermimpi Tidur bersama dengan kaisar Ryu. Dan yang lebih Parahnya lagi Dalam mimpinya ia sempat bercumbu begitu hebat bersama Kaisar Ryu.
" Tidak, Tidak. itu hanyalah mimpi" Hani menggeleng-gelengkan kepalanya agar sadar dari Halusinasi nya. Hingga selimut yang menutupi tubuhnya merosot. Barulah ia tersadar bahwa kejadian semalam memang benar benar terjadi.
" AKKHHHHHHHHHH KAISAR SIALANNNNNN " Teriaknya begitu kencang hingga terdengar sampai ke telinga Kaisar Ryu.
Tersangka utama hanya Tertawa Penuh kemenangan menikmati Teh hangat dipagi hari bersama seseorang yang disebut nya dengan Paman.
" Apa Semua nya baik baik saja nak?"
" Hm ya, paman"
" Siapa namanya? "
" Hani, paman"
" En " Kaisar Ryu mengangguk membenarkan.
"Apa Nama keluarga nya? Mata sebiru itu tidak mungkin mudah ditemukan pada saat ini" .
Kaisar Ryu menyadari yang dikatakan sang paman memang benar. Orang bermata biru di kerajaan Tin Sangat lah langka. mustahil keturunan orang biasa memiliki nya jika berhubungan langsung dengan keluarga besar Panglima Han.
" Apa Paman memiliki saudara?" Tanya Kaisar Ryu serius.
" Tidak, Paman anak Tunggal "
" Jadi, dia Anak Dari keluarga paman yang mana? jika seandainya paman tidak memiliki saudara. Atau paman sering Bermain di luar bersama Gisaeng? "
" Bibimu akan meracuni paman dengan Racikan racunnya "
HAHAHAHAHAHA
Keduanya tertawa.
" Paman benar "
" Jadi, Dia siapa?" Kaisar Ryu melihat ke arah rumah itu. Menerawang Jauh seperti bisa Melihat keberadaan Hani didalam.
Sedangkan Sang paman tampak Diam Bergelung dengan pikirannya sendiri. Menghirup teh hangat yang menganggur Sedari tadi. Telinganya Awas karena merasakan pergerakan Dari jarak jauh.
" Apa kau merasakannya, nak?"
__ADS_1
" Ya, seperti nya kita akan kedatangan tamu- " Belum sempat Kaisar Ryu menyelesaikan perkataannya. Ia telah mendapatkan Anak panah menancap tepat Pada meja kayu dihadapan nya.
Syuuuuuuttttttt
" Kurasa bukan tamu yang baik paman " Kaisar Ryu tersenyum menyeringai dan setelahnya Terjadi kegaduhan.
Beberapa orang berpakaian hitam Dan juga bermasker menyerang Kaisar Ryu dan sang paman membabi buta.
Butuh beberapa saat untuk melumpuhkan mereka. namun yang terjadi justru kelompok mereka datang bertambah semakin banyak. Membuat Kaisar Ryu merasa Senang.
CRASSSHHHHH
PRANGGGG
Cipratan darah dimana mana. membuat Hamparan Salju seperti Sirup yang tersaji oleh Darah Manusia.
Untuk beberapa Kaisar Ryu lengah kepada sosok yang masih berada di dalam rumah Sendirian. Hingga Suara Teriakan Hani menyadarkan Kesenangannya.
" AAAAKKKKHHHHHHHHHH "
Kaisar Ryu segera berlari memasuki Rumah Untuk Menolong Hani Akan tetapi Sudah terlambat. Hani menghilang dan Kamar telah menjadi kamar pecah. Gadisnya telah Diculik.
" Sialan " Umpat kaisar Ryu Karena kebodohan nya sendiri. Tidak menyadari keadaan Hani yang masih begitu lemah untuk ditinggal sendiri.
*******************
Hani terbangun dalam keadaan bertelanjang bulat. Ia menyumpah serapahi Kaisar Ryu yang telah melewati Batas perjanjian hubungan dengannya.
Dengan lemah Ia memasang Pakaian yang telah disediakan Oleh Kaisar Ryu. Tidak lupa mengecek Seluruh Bagian tubuhnya.
Hani bersyukur Area bawah Dalam keadaan Baik. Namun Tidak pada bagian lehernya yang putih. Sudah mendapatkan Gigitan membekas dari Kaisar sialan itu. ia bingung bagaimana caranya agar bisa tidak terlihat. Sungguh sangat memalukan jika seseorang melihat nya.
Tak Ayal belum sempat Hani membubuhkan Taburan bedak pada lehernya. ia sudah terlebih dulu dikejutkan oleh kehadiran seseorang.
" Waaahhhhhhh Nona cantik sekali. Ternyata Pria Tua itu selama ini tengah menyembunyikan Seseorang secantik bidadari. Atau Mungkin Nona Adalah Simpanan nya? Melihat Seperti nya Nona bukan Gadis yang baik"
Beberapa pria berpakaian hitam yang tidak dikenali Hani menerobos masuk ke kamar nya lewat jendela. Ia Tersenyum Nakal Memperhatikan Tubuh Hani yang menggoda.
" Kalian siapa? "
" Nona tidak perlu Tau kami. lebih baik nona ikut kami" Menarik tangan Hani secara paksa. namun Hani menghindarinya dengan cepat.
" Tidak " tolak Hani Bersikeras untuk melawan. Akan tetapi tenaga nya masih sangat lemah Akibat Kejadian semalam.
Settt
" AAAAKKKKHHHHHHHHHH "
Salah satu pria itu berhasil melukai tangan Hani dengan pisau kecil yang ia bawa. Membuat Hani berteriak seketika Karena Perih.
Melihat Hani lengah sesaat. Pria yang lain menyempatkan diri untuk membius Hani. Lalu, dengan cepat membawa tubuh Hani pergi.
Hadiah besar untuk sang pimpinan. meskipun misi mereka untuk membunuh Pria Tua yang sedang bersama kaisar Ryu tidak berhasil. akan tetapi mereka Telah Mendapatkan umpan besar untuk mengancam pria Tua itu atau pun Kaisar Ryu. Karena Sepertinya Gadis yang mereka bawa Bukanlah sosok sembarangan. Melainkan Sosok yang begitu penting Entah Bagi kaisar Ryu ataupun pria tua itu.
__ADS_1