
Merah, Kaisar Ryu memilih kan Hani Hanbuk berwarna merah. Pagi tadi Hani sudah mengenakan cheongsam berwarna merah hati pilihan mama Athena. dan sekarang, Kaisar Ryu Dengan Kesenangan hatinya. hanya mau membayar kan pakaiannya jika itu berwarna Merah juga. benar benar Sungguh gila.
Alhasil, Hani menerima nya dengan Berat hati. Meskipun bukan Hanbuk yang diinginkan. Tetapi, cukup lebih baik untuk ia kenakan daripada pakaian Sebelumnya.
Kaisar Ryu Membantu Hani untuk menaiki zero kembali. mereka segera melanjutkan perjalanan yang tertunda menuju bukit untuk piknik.
" Aku baru menyadari sesuatu. Sepertinya Badanmu berkembang cukup baik. Istanaku Memang Surga terbaik Bagi para penghuninya. Lihat saja, Lemak itu menumpuk Di bagian yang sangat tepat. bagus sekali". Bisikan Kaisar Ryu membuat bulu kuduk Hani berdiri seketika.
Hani tidak mengira sifat mesum Kaisar Ryu akan Timbul pada saat posisi Dirinya Sesulit ini. Duduk berdua menunggangi kuda Membuat Hani harus ekstra waspada akan Aksi kaisar Ryu yang susah ditebak.
Hani merasa tangan besar Kaisar Ryu bergerak melepas tali kekang. Seharusnya ia memilih duduk dibelakang saja daripada harus mendapatkan cobaan yang berat seperti ini.
Mempunyai seorang kaisar yang kejam begitu juga mesum. Ingin melakukan hal tidak senonoh didepan umum bahkan di keramaian orang banyak seperti ini.
Berteriakpun untuk meminta pertolongan percuma saja. Kaisar Ryu memiliki Kekuasaan didaerah ini. Sepertinya, Menangis adalah pilihan terbaik Sejauh ini.
Rela? Siapa Juga yang akan rela menerima perlakuan tidak senonoh didepan umum. jika saja tangan Besar kaisar Ryu itu tidak Akan meraba raba Tubuh dibalik Hanbuk dirinya.
Sialan, Hani tidak mengira kejadian nya akan seperti ini. Tangan Besar itu tidak Mendarat ditempat yang Hani pikirkan.
Bahkan, Tangan Besar itu Malah Memegang tangan Hani. menuntunnya untuk menggenggam tali kekang Zero.
" Pegang, Aku akan mengajarimu caranya berkuda" Terkejut dengan perkataan Kaisar Ryu. Hani tidak sengaja menarik tali zero Begitu kuat. Membuat zero kehilangan kendali mengangkat kedua Kaki depannya.
" Bukan seperti itu" Kaisar Ryu panik Karena zero mengikik cukup keras membuat orang-orang disekitar menjadi panik melihat zerokehilangan kendali.
Kaisar ryu langsung mengambil alih tali Zero kembali. menariknya secara tajam ke arah kanan atau kiri, Agar tidak memberontak kembali. Setelah tenang Kaisar Ryu memberikan tali zero kembali Kepada Hani yang terdiam bak patung di atas kuda.
" Pegang ini. apa kau tidak apa-apa? "
" iy- iya tuan. hamba tidak apa-apa" Hani pucat pasi karena baru kali ini dirinya menunggangi kuda.
" Pegang ini Dengan baik. Jangan terlalu kuat ditarik. Zero akan memberontak kembali. Kau harus pelan menariknya. lalu, hentakkan kedua kakimu sedikit ke perut Zero dan Zero akan bergerak maju. Pastikan posisi dudukmu sudah penuh di pelana dan merasa nyaman. Kau mengerti".
"en" Hani mengangguk paham. Ia langsung mempraktekkan nya dengan Kaisar Ryu yang memperhatikan dibelakang tunggangan. Memberikan Arahan jika Hani melakukan kesalahan.
" Kau cepat Memahami" Puji Kaisar Ryu kepada Hani Yang Memerah pipinya. ia langsung menunduk Kepalanya agar Sang kaisar tidak melihat.
Rupanya Mereka sudah sampai menuju bukit. Mama Athena Melambaikan tangannya agar Hani dan Kaisar Ryu cepat mendekat.
__ADS_1
Bukit kecil itu berada tepat dikaki gunung menuju hutan. Pemandangan nya langsung menghadap pemukiman Desa penghubung. sehingga, Hani bisa melihat orang orang yang beraktivitas dengan kesibukan mereka masing-masing.
Kaisar Ryu turun. Namun, dirinya dicegah untuk turun dari zero.
" Tetap Disitu, Kau harus belajar menunggang dengan baik. Cheche akan membantumu"
"ta-tapi yang mulia"
Kaisar Ryu menggeleng kan kepala. Menandakan tidak ada penolakan Atas perintah darinya.
" Pergilah, Jika zero memberontak kembali. Lakukan cara seperti yang aku contohkan tadi.
dan kamu harus menyentuhkan kakimu dengan hidungnya. maka ia hanya akan mampu bergerak dalam sebuah lingkaran yang terbatas. Hal itu juga bisa menekan bahwa kamu adalah sosok pengendalinya. Kau paham Hani?"
" en. terimakasih yang mulia" Hani mengangguk paham. kini, ia sedikit Tertarik meskipun Tadi sempat menolak untuk belajar berkuda.
" Baiklah, sekarang coba" Kaisar Ryu Menepuk pantat Zero Supaya Bergerak. Setelah Hani pergi bergabung bersama Cheche yang berkuda. Ia segera Menghampiri Ichiro yang sedang menunggunya di atas pohon.
" Kau sangat peduli padanya? " Ichiro langsung mencerca pertanyaan kepada kaisar Ryu yang bergabung duduk diatas pohon bersamanya.
Dan kaisar Ryu hanya menanggapi dengan tersenyum tipis.
" Apa maksudmu? "
" Kau tidak boleh serakah? Aku Merasa tertarik kepada sosok Nona Isabella. Bisa kau berikan Nona Isabella kepadaku?"
" Jika Nona Isabella mau kepadamu. aku tidak keberatan. Jika tidak, jangan harap".
" Sejujurnya, Kau memilih yang mana diantara keduanya? " Ichiro Merasa akhir akhir ini berbicara dengan Ryu semakin menyebalkan. Dan seperti nya itu diakibatkan oleh kedatangan Hani si pelayan coklat itu. Sungguh perkembangan yang sangat pesat.
Akhirnya, Kaisar Ryu menceritakan perihal bertemunya ia dengan Nona Isabella Secara menyeluruh tanpa terkecuali.
" Aku melihat nona Isabella seperti Mama Athena . Dewi penyelamat Hidup ku . Dan Dia-" Kaisar Ryu mengarahkan pandangannya kearah Hani.
" Aku melihat sosok ibunda dalam dirinya" Sekali lagi Kaisar Ryu tersenyum tipis melihat Hani yang sedang dikejar oleh Olimpus yang ditunggangi Chen.
" Baiklah, itu sudah cukup menjadi peringatan ku Kedepan nantinya. Lalu, Dimana awal kau berjumpa dengan Nona Isabella? "
" Hutan larangan?"
__ADS_1
" ya, hutan larangan. Aku merasa Nona Isabella tinggal disekitar hutan larangan. Tetapi, ia Menampik dengan menyebut dirinya hanyalah Seorang pengelana saja. itu tidak masuk akal. Dan aku melupakan sesuatu"
Kaisar Ryu segera mengeluarkan sesuatu dari balik pakaian nya. Sebuah tusuk Rambut yang diberi lubang mirip seruling.
" Apa kau tau asal jenis kayu ini? "
" Ini- " Ichiro seperti mengingat sesuatu ketika Kaisar Ryu memperlihatkan tusuk Rambut tersebut kepadanya.
" Darimana kau mendapatkan ini? "
" Aku tidak sengaja menemukan nya Ketika Bertemu Isabella. Dan aku belum sempat mengembalikan itu kepada nya"
"Kurasa aku mengetahui nya"
*************
" Kau menaiki zero? " Cheche Sangat syok melihat Zero yang tenang ditunggangi oleh Hani.
" Maksud nona?"
" Dia kuda pemilih, Bahkan aku saja tidak pernah menungganginya. Dia sangat Jahat" Seperti mengerti kata kata yang diucapkan Cheche Zero mendengus memalingkan muka.
"Benarkan apa yang ku katakan. Haishhh Dasar Kuda menyebalkan" Cheche mengolok-olok Zero . Sedangkan zero Merasa tidak perduli dan Seperti ingin menjauh dari Keberadaan Cheche.
Hani hanya bisa tertawa melihat Tingkah konyol Cheche yang berbicara deng zero. Seperti seseorang yang akrab satu sama lain. Tanpa memandang Fisik mereka Dibentuk seperti apa oleh sang pencipta.
Disamping mereka Sudah bergumul Chen dan olimpus yang saling bergelut di atas rumput lebat. Hani meringis melihat Gigi Taring olimpus yang begitu tajam Menggigit gigit kecil pada tangan Chen.
" Mereka sudah Terbiasa seperti itu. Apa kau sudah tau Kucing besar yang dimaksud Chen mirip dengan mu?"
"en" Hani mengangguk " Mengapa mama Athena mengizinkan hewan buas Seperti olimpus dipelihara? Apa itu tidak berbahaya untuk keselamatan Chen?"
" Justru itu, Keluarga ku mengizinkannya untuk dipelihara . agar Aku dan saudara ku bisa belajar bertahan hidup dari mereka. Bagaimana caranya? Ya, hidup bersama dengan mereka, Mempelajari pola pikir mereka Dan kebiasaan mereka. Mereka sama seperti kita Namun yang membedakannya adalah bentuk dan Akal yang kita miliki sebagai manusia, mereka tidak memiliki nya". Ucap Cheche dengan serius.
Hani dibuat takjub dengan penjelasan Cheche yang begitu Hebat. Baru kali ini Hani mendengar kan seseorang berpendapat bahwa hewan buas Adalah sama seperti Makhluk makhluk yang lain. Namun, yang membedakannya adalah bentuk dan Akal mereka yang tidak sama seperti manusia.
" Dan satu hal lagi. Kemari! " Cheche menyuruh Hani untuk mendekat.
" Kau Tau setiap hewan juga memiliki perasaan. Jadi, berhati-hati lah. Kemarahan Zero juga bisa menjadi Malaikat mautmu Jika ia tidak menyukai mu". Hani menelan ludahnya Kasar mendengar Bisikan cheche . Pasalnya, ia masih dalam posisi menunggangi zero.
__ADS_1
" Kau tenang saja, Seperti nya zero sangat menyukaimu. Betulkan zero?" Zero hanya mendengus tidak suka dengan perkataan Cheche yang memojokkan dirinya.