Takhluknya Hati Kaisar Kejam

Takhluknya Hati Kaisar Kejam
26 Menandai Kepemilikan secara sepihak


__ADS_3

Pesta perayaan belum usai. Namun Anak Dari Musuh bebuyutan Ichiro sangatlah pintar untuk menghasut. Benar saja, Pangeran Gabriel dengan Akal piciknya merayu Ichiro untuk melarikan diri dari pesta perayaan yang begitu memuakkan.


Tolong ingatkan Ichiro, jika tidak karena Permaisuri Diana yang pernah singgah dihatinya ia tidak akan sanggup berlama lama menghadiri pesta apapun itu. yang jelas ia hadir disini hanya untuk menghargai undangan dari Permaisuri Diana tidak dengan yang lain.


Dan kini ia berada di taman istana. mengikuti keinginan anak dari musuh bebuyutan nya. alhasil ia terbebas dari keramaian pesta. sepertinya, Di masa depan Pangeran Gabriel bisa ia pergunakan untuk merebut permaisuri Diana kembali menjadi miliknya.


'oh sungguh hal picik yang sangat menggiurkan' Pikiran itu sangat jelas dalam kepala Ichiro sesaat. Ia tersenyum miring Mengamati Pangeran Gabriel yang tidak kunjung berhasil memanjat dahan pohon dibawah sana. itu sangat menyedihkan.


Ichiro merasa Prihatin dengan Pangeran Gabriel yang begitu lemah Karena memiliki sosok seorang ayah yang tidak pernah pengertian seperti dirinya.


berbangga diri, itu sangat Jelas. tampan dan berbakat. Ia lebih Pantas mendapatkan cinta permaisuri Diana dari pada kaisar bodoh itu. tetapi, itu kembali lagi kepada perasaan yang dimiliki permaisuri Diana kepadanya. takdir ichiro memang sangat menyedihkan.


jika saja Ayah Gabriel adalah dirinya. Ichiro pastikan kemampuan nya bisa saja seperti Chen yang sangat menakjubkan ataupun melebihi batas dari yang diperkirakan.


'Hah' Mengingat Chen Ichiro sangat bangga kepadanya. dimasa mendatang ia tidak akan bersusah payah lagi mencari seseorang untuk menjadi penerusnya kelak ketika pensiun.


"Huft" Pangeran Gabriel menghela napas lega karena telah berhasil memanjat pohon. Ia Mencari posisi terenak agar tidak terjatuh dari atas pohon.


Sibuk dengan pemilihan tempat yang sempurna untuk duduk di atas dahan pohon dengan benar. Sementara Ichiro Tidak sengaja menemukan satu titik yang membuat dirinya Tergoda untuk menguping.


'Seluruh sudut istana telah ku geledah. rupanya disini mereka. pantas saja, aku tidak menemukannya' .


"Siapa yang paman bicarakan?"


'Aish' Ichiro Melupakan Sosok penting yang terlalu tau segala hal disampingnya.


"Ah, aku tau Paman membicarakan mereka?" tunjuk pangeran Gabriel ke arah kursi taman. terisi beberapa orang yang sedang asyik bercengkrama.


" Paman tau tidak? Gabriel mengajak paman Kesini untuk mengawasi mereka. Lebih tepatnya Untuk calon ratu Gabriel. aish, Paman Ryu sungguh Kegenitan. Bahkan lukanya saja tidak begitu parah". Gabriel mengomel begitu lincah membuat Ichiro terheran heran dengan perkataannya.


'sialan, Kau menyuruh paman melarikan diri bersama hanya untuk memantau mereka berdua' Mata Ichiro berkilat tajam menatap Gabriel yang berwajah tanpa dosa.


" Ya, seperti yang paman pikirkan" pangeran Gabriel menjawab perkataan batin Ichiro secara gamblang.


'Dasar bocah'


"Paman, apa yang sedang mereka bicarakan? Aku ingin tau. bukankah paman memiliki telinga panjang"


Untuk kedua kalinya Ichiro menatap Gabriel dengan mata tajam. Semudah itu Gabriel memerintah kepada dirinya tanpa kata embel MEMINTA TOLONG. Sungguh, Ichiro rasa sifat anak dan ayah sama saja. sama sama sangat menyebalkan dan juga menyusahkan.


Beberapa saat mereka terdiam satu sama lain. memerhatikan Kaisar Ryu beserta Putri Isabella dengan sangat serius. Sesekali Ichiro memicing aneh.


"Ada apa paman? apa yang mereka bicarakan?"


" Mereka membicarakan perbintangan. tentang Rasi bintang"


" benarkah? " pangeran Gabriel berbinar senang mendengar nya dan seketika berubah sendu.


" hei , kenapa wajahmu seperti itu?" Ichiro panik dengan perubahan Raut wajah Gabriel yang tiba tiba sendu.


"Menyebalkan , mengapa Ratuku tidak memintaku saja untuk memberitahu nya. padahal aku sangat ahli mengenai rasi bintang".


Mata kecil Pangeran Gabriel berkaca-kaca Siap untuk Menumpahkan Air mata sandiwara nya. Sebelum Keadaan semakin memburuk Akan tempat persembunyian mereka . Ichiro berniat untuk membekap Mulut pangeran Gabriel sebelum menggema nyaring.


Hap~


Tangan Ichiro berhasil membekap. Namun, ia merasakan sesuatu akan terjadi.


KRETAKKKK


"PAMAANNNN"

__ADS_1


Suara Dahan pohon patah serta jeritan bocah kecil menjadi pemicu Kedua orang yang saling bercengkrama semenjak tadi mengalihkan pandangan satu sama lain. mencari Darimana sumber suara tersebut berasal.


BUMMMMM


Hani beserta Kaisar Ryu langsung menghampiri tempat kejadian. debu berterbangan memenuhi sekeliling Pohon paling tinggi ditaman. Hani menerka nerka Siapa orang yang begitu berani terjatuh dari pohon setinggi itu.bahkan ia perkirakan tinggi nya mencapai 15 meter atau lebih .


Sedangkan kaisar Ryu menatap malas menunggu sosok yang akan segera membuat suatu keajaiban sebentar lagi. mungkin lebih tepatnya kehebohan.


Para prajurit yang sedang berjaga disekitar ikut Andil dalam memeriksa. Mereka tidak tinggal diam meskipun ada sosok yang begitu ditakuti dari sekian pelosok berada disamping mereka. Berjaga-jaga Jika sesuatu terjadi hal yang begitu penting Meraka bisa langsung melaporkan kepada Kaisar Mereka sendiri.


Huuuaaaaaaaaa


Suara tangisan seorang bocah terdengar. Debu telah pergi perlahan. memperjelas penglihatan kepada sosok Ichiro yang tengah terlentang serta Pangeran Gabriel yang menangis diatas perutnya.


Semuanya terkejut. salah satu seorang prajurit langsung meninggalkan tempat kejadian Seperti hendak melapor.


Hani yang tercengang langsung menghampiri Pangerang Gabriel hendak menenangkan. Bajunya compang camping . Hani menatap iba serta penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Pangeran Gabriel, Bagaimana ini bisa terjadi? apa pangeran terluka? Bagian tubuh mana yang sakit?" Hani Memeriksa setiap inci tubuh Pangeran Gabriel dengan teliti tanpa terlewat. ia Takut ada bagian yang telah terluka.


Miris sekali, Bagaimana bisa seseorang seseorang jatuh dari pohon benang sutera yang batang pohonnya saja ditumbuhi oleh duri duri tajam. serta tingginya yang begitu mencengangkan.


Apa mungkin mereka memanjatnya? itu tidak masuk akal .


mungkin hanya orang bodoh saja lah yang mencari mati untuk memanjatnya . Dan kenyataan nya saat ini, Hani tengah dikelilingi oleh orang orang bodoh tersebut.


" Gabriel memang memanjatnya Dengan Paman" Cicitan kecil Gabriel membuat Hani terkejut. ia bertukar Arah kearah Ichiro meminta jawaban pasti.


" Hahhhh~ untung saja aku tidak terlambat" Ichiro mengerjab-ngerjabkan penglihatan nya Dan setelahnya Bangkit duduk dari posisi terlentang. mengibas pakaiannya yang sedikit kotor. Ia tidak menjawab pertanyaan Hani. membiarkan Hani Tetap dengan Keterkejutan nya.


"Gaaaaaabbbbbbbbbbrrrrriiiieeeellllllllllllll"


Ichiro merasakan bulu kuduk nya secara mendadak meremang. ia dapat melihat Malaikat mautnya dari arah kejauhan tengah berlari kecil sambil menjinjing Gaunnya yang terlihat menyusahkan.


"Ibunda. ibundaaaaa" Bagai menyaksikan sebuah pertemuan dari seorang ibu dan anak yang telah lama tidak berjumpa. mereka berdua saling berpelukan erat satu sama lain.


"Hiksssss~ ibunda"


Rupanya tetes air mata pengaduan dari seorang Gabriel telah dimulai.


"Sayang" Permaisuri Diana terkejut mendapati baju Anaknya Compang camping seperti terkena Goresan benda tajam.


" SIAPA YANG MELAKUKAN INI? MENGAPA BAJU ANAKKU BISA SAMPAI SEPERTI INI? . KATAKAN " Sepertinya Api Kemarahan permaisuri Diana akan segera disemburkan.


Kaisar Ryu hanya mengendikkan bahu mengisyaratkan ia tidak tahu apa-apa kepada permaisuri Diana yang meminta penjelasan dengan tatapan amarahnya. Hani Pun sama memberi jawaban sebuah tatapan murninya yang polos.


Dan beralih kearah Ichiro yang masih terdiam duduk dengan santainya di bawah pohon. ia tengah asyik mengambil bunga dari dahan pohon yang ikut serta jatuh bersama dirinya. Menghiraukan Seorang permaisuri Diana yang siap meledak.


" KAU, KAU APAKAN ANAKKU ICHIRO"


teriakan permaisuri Diana membuat seluruh orang di tempat tersebut terdiam. bahkan dayang yang mengikutinya sampai bergetar ketakutan.


" Aku tidak melakukan apapun" . "Paman tidak melakukan apapun" secara bersamaan Ichiro dan Pangeran Gabriel menjawabnya.


"Ibunda hiks, ini salah Gabe. Gabe hanya ingin Belajar memanjat".


" Tetapi, tidak dengan memanjat pohon itu Gabe. itu sangat berbahaya. Gabe bisa belajar dari Pohon Terendah terlebih dahulu"


" Pohon yang lain terlalu rendah . Paman tidak akan mau menjadi guru ku jika pohon yang ku panjat saja sangat rendah".


Permaisuri Diana melirik Ichiro Begitu tajam.

__ADS_1


"Ti- tidak . Kata siapa?Ka- Kau akan menjadi muridku dari sekarang. iya, tanpa persyaratan apapun" Dengan Pasrahnya Ichiro membantah. Ia tidak ingin mendapatkan amukan dari permaisuri Diana. Itu akan sangat menyakitkan.


"Kau dengar sayang, Paman Ichiro sudah menerimamu menjadi muridnya. jadi, jangan ulangi hal itu kembali. kau mengerti Gabe?"


"Hemmm Jadi boleh aku belajar apapun bersama paman?" Gabriel sangat sumringah . Akhirnya ia mendapat kan keinginan itu. Keinginan untuk terbebas dari aturan menjadi seorang pangeran yang taat akan aturan. ini kesempatan yang sangat langka didapat Bisa mengembara berkeliling ketempat tempat terjauh yang tidak pernah ia kunjungi bersama seseorang yang sudah berpengalaman seperti paman Ichironya.


"Tidak" senyum sumringah Pangeran Gabriel hilang seketika digantikan dengan tatapan sedih memohon kepada sang ibu.


" Ibu tau apa yang ada didalam isi pikiran mu saat ini. Ibu tau Kamu menginginkan sebuah kebebasan . ibu tau itu. tapi, jangan untuk sekarang. Kamu masih terlalu kecil untuk ibu relakan ikut bersama paman idiotmu itu. Jadi ibu mohon, Gabe mengerti Ya, sayang" Permaisuri Diana mengelus pipi Gabriel meminta pengertian nya. Dan Gabriel hanya bisa mengangguk lemah.


" Baiklah kalau begitu. Mari kita ganti pakaian pangeran tidak layak ini sebelum pesta perayaan berakhir. Dan - " Permaisuri Diana menunjuk kearah seseorang yang semenjak tadi hilang dari pesta.


"Kau- Nona Isabella . bisakah Ikut bersamaku Kembali ke aula istana? Para Kaisar, pangeran maupun kesatria yang hadir selalu menanyakan dirimu sejak tadi. Aish bahkan Putriku saja belum tumbuh seperti dirimu. mengapa aku merasa Seperti ibu yang menerima banyak lamaran untuk anak gadisnya? ayo , Kau harus Meredakan kegilaan para pria itu. Kepalaku sangat pening memikirkan nya". Permaisuri Diana memberikan uluran tangannya mengisyaratkan agar Hani mengikuti nya.


Hal yang baik untuk Hani lari dari berbagai pertanyaan kaisar Ryu yang nantinya akan semakin Bermasalah bagi hidupnya. Hani Sudah bersiap menjauh dari Kaisar Ryu Namun, Telapak tangan Kokoh telah mencegahnya dengan sangat erat.


"Dia akan kembali bersamaku" Putus kaisar Ryu disamping Hani.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


"Kaisar William , Bisakah anda memberitahu Kami, Nama Nona tadi yang berdansa dengan Kaisar topeng itu?" Tanya salah seorang pangeran dari kerajaan tetangga.


"ya, bisakah aku tau dari mana dia berasal?" salah seorang dari kaum kesatria ikut bertanya.


"apa nama kerajaan nya?" timpal yang lain.


"Aku ingin melamar nya"


"Hei kau, aku akan melamarnya"


" Tidak, kau tidak bisa merebut nya dariku"


" Dia milikku"


Kaisar William mengusap wajahnya cemas. Ia tidak ingin sesuatu terjadi di kerajaannya Karena hal sepele memperebutkan seorang Wanita. tetapi, jika wanitanya seperti nona Isabella. Mungkin bisa di pikir ulang.


Pikiran nya bertambah kotor. Kaisar William menggeleng kan kepalanya agar waras kembali. permaisuri nya saja sangat sempurna Dan Orang lain belum tentu memiliki nya . Bagaimana bisa ia tidak menjadi orang yang tidak bersyukur? Sungguh, idiot.


Lalu, kemana Wanitanya berada. Ia baru sadar Sang permaisuri menghilang dan Ichiro juga tidak ada . Apa jangan-jangan?Aish.


Sepertinya, ia mengalami stress mendadak karna dicekoki berbagai macam pertanyaan dari para Tamu.


Permaisuri Diana menghampiri Kaisar William yang memijit pelipisnya. Ia tidak sadar akan kedatangan sang istri.


" Apa yang terjadi? Apa kau tidak apa-apa sayang?"


"Ah syukur lah kau kembali. Para tamu terus menerus menanyakan tentang temanmu. Dimana dia?"


" Mereka disana" Permaisuri Diana mengisyaratkan kaisar William agar mengikuti arah pandangnya.


Di pintu masuk Aula yang Menembus langsung taman istana. Kaisar Ryu menggandeng tangan Hani begitu erat. Ia Berjalan berdampingan memasuki aula istana. tatapan nya lurus bak panah yang siap membidik siapa saja orang yang akan membuatnya Tersinggung nanti.


Hani bisa merasakan Aura dingin tiba tiba mengelilingi nya. Sepertinya itu datang dari orang yang berada disampingnya. Ia dapat melihat Pandangan Kaisar Ryu begitu tajam seperti ada amarah yang sedang ia tahan.


Para Kaisar, pangeran maupun kesatria yang sadar akan kembali nya Hani. Bersiap untuk mendekati nya. Namun, Langkah itu Terhenti ketika melihat seseorang yang kembali bersamanya. Kaisar Topeng yang terkenal dengan kekejamannya tengah menggandeng Sang Buruan.


Para pangeran maupun kesatria memilih untuk tetap ditempat . Namun, para kaisar yang masih sendiri maupun Yang ingin melamar untuk Pasangan anaknya tetap melangkah satu persatu menuju Hani tetapi dengan perasaan tidak karuan.


" Apa kalian masih belum mengerti?" Langkah para kaisar terhenti. mereka bergidik ngeri melihat kaisar Ryu tersenyum tipis dari balik topeng nya.


" AKU UMUMKAN ! MULAI SAAT INI DIA ADALAH MILIK KU. JIKA KALIAN INGIN MENGAMBIL NYA DARIKU. JANGAN LUPA KIRIM SURAT TERBUKA KALIAN MENUJU KERAJAAN KU . DENGAN SENANG HATI AKU AKAN MERATAKAN KERAJAAN KALIAN"

__ADS_1


DEG


Semuanya nampak terdiam kaku.


__ADS_2