
"permisi, mbak. Ini pesanannya." ucap seorang pelayan dengan sopan kepada Clara dan Cindy. Mereka berdua mengganguk dan mempersilahkan pelayan menaruh di meja mereka.
"Cindy, banyak banget yang lu pesen. Siapa yang bakal habisin!" bisik Clara yang agar tidak didengar oleh pelayan di sana. Cindy hanya tersenyum menanggapi sahabatnya itu.
"Ini sudah semuanya, mbak. Apa masih ada tambahan?" tanya pelayan itu memastikan semua pesanan mereka. Cindy mengganguk dan mempersilahkan pelayan itu meninggalkan mereka berdua.
"Cindy,,,,Kok mesen makanannya banyak banget sih?" Kali ini Clara bertanya secara terang-terangan kepada Cindy setelah para pelayan itu pergi.
"Hehehe,,, Kan ada kamu." Jawab Cindy dengan santainya dan mulai menyicipi semua hidangan di depannya.
"iya, ada aku. Cuman, aku gak makan sebanyak ini. Apalagi kamu, bukannya kamu selalu memperhatikan pola makanmu agar tetap sexy?" Ucap Clara menekankan kata terakhirnya. Di antara mereka berdua, Cindy merupakan orang yang perfesionis. Dia begitu memperhatikan penampilannya. Ketika mereka berdua masih sama-sama jomblo, tidak pernah sekalipun Clara melihat Cindy makan banyak, khususnya makanan berkarbohidrat tinggi. Oleh karena itu Clara heran dengan sikap aneh Cindy.
"hmm,, kamu kan lagi ada masalah. Jadi harus banyak makan Clara. Yang ini cobain, deh. Enak banget." Balas Cindy sambil menaruh hidangan seafood ke piring Clara. Ingin sekali rasanya Cindy melanjutkan makannya, tapi karena tak enak hati dengan tatapan heran Clara, dia akhirnya menyerah dan membisiki Clara. "Aku lagi hamil."
__ADS_1
"What?! kamu hamil?!" Ungkap Clara terperanjat omongan sahabatnya itu. "Seriusan, Cindy? Sudah berapa bulan?"
"Hmm,,, udah satu bulan." Jawab Cindy sambil memakan beberapa seafood yang ada di atas meja.
"hah? sebulan? kenapa gak gasih tahu aku?" serbu Clara karena begitu gemas kepada sahabatnya.
"Hehehe, suprise. lagian kamu itu orang pertama yang aku kasih tahu." Jelas Cindy tak berpaling dari makanannya.
Seperti ketika kehamilan anak pertama Cindy. Ketika itu Alex tidak memperbolehkan Cindy keluar dari rumah dengan alasan takut istri dan anaknya kenapa-napa. Semenjak itulah Clara yang harus menanggung resiko sebagai sahabatnya. Dialah yang harus pergi keluar dan membelikan apa saja yang diinginkan Cindy, bahkan pernah dia harus pergi ke luar negri hanya untuk membeli sebuah mie instan. Sebenarnya dia sangat enggan menjadi kurir Cindy, tapi karena tidak ingin memiliki keponakan yang berkelaian, jadi dia terpaksa harus melakukan semuanya. Tentu saja si Alex merupakan korban yang paling sial dalam sudut pandang Clara.
Jika Clara masih bisa menolak satu atau dua permintaan Cindy, berbeda dengan Alex. Semua permintaan Cindy bagaikan perintah langit, harus dituruti olehnya. Jadi, Clara menaruh respek terhadap suami sahabatnya itu yang bahkan sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri. Terlebih, permintaan Cindy tidak semuanya normal. Akan sangat sulit untuk menuruti permintaannya. Namun untungnya Alex merupakan sesosok pria yang sabar. Jadi semua permintaan dapat sesuai dengan jatah yang diberikan oleh Cindy.
"hem, aku males kasih tahu dia." Jawab Cindy cuek. Clara yang melihat perubahan sikap Cindy ketika dia membahas tentang Alex paham bahwa Cindy sedang marah kepada suaninya.
__ADS_1
"Kenapa? Apa kalian sedang bertengkar?" Kini Clara mulai menyantap makanannya.
"Ntah lah, memikirkannya saja membuat aku kesal sekali." Ungkap Cindy menggenggam garpu dengan erat dan menusuk sepotong nugget dengan begitu kencang, sehingga muncul suara gesekan yang berlebihan. Clara yang sedang menikmati makanannya dibuat kaget dengan gesekan itu. Dia menatap wajah sahabatnya. Tak ada angin apa, tiba-tiba air mata Cindy mengalir keluar. Sontak Clara mendekat dan membawa sahabatnya ke dalam pelukannya.
"Hiks,,,Hiks,,, Aku bener-bener kecewa sama Alex." Sambung Cindy sesegukan di dalam pelukan Clara. Sedangkan Clara mengelus kepala Cindy mencoba agar Cindy tidak terlalu terpuruk, apalagi dia sedang hamil. Clara juga binggung, mereka janjian bertemu untuk membahas masalahnya. Tapi ternyata Cindy juga punya masalah yang sama dengannya, yaitu dikhianati.
"Maaf, Tuan. Anda tidak diperkenankan masuk ke ruangan ini tanpa izin," ucap seorang pria yang nampaknya adalah pelayan di luar ruangan meteka berdua. Sepertinya ada seseorang yang ingin masuk ke ruangan mereka, namun ditahan oleh pelayan.
"Tuan, jika anda bersikeras, maka saya tidak akan segan-segan memanggil security untuk mengusir anda." cegah pelayan tersebut masih berusaha menahan orang itu. Sebab untuk ruang VIP hanya boleh dimasuki oleh orang yang sudah memesan ataupun tamu si pemesan. Sedangkan orang itu memaksa untuk masuk ke dalam sebelum pelayan menanyakan kepada Cindy apakah dia tamunya.
"Clara, kira-kira siapa ya?" tanya Cindy penasaran sambil mengusap air matanya. Clara pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia tidak mengajak siapapun untuk datang kemari. Berselang beberapa detik, suara dari luar menghilang. Namun sedetik kemudian pintu dibuka secara paksa oleh seorang pria. Mereka melihat kejadian itu hanya bisa kaget, tetapi betapa terkejutnya mereka setelah melihat siapa itu.
"Alex?!!" Ucap keduanya bersamaan begitu pintu terbuka.
__ADS_1