
"And, i love you." Balas Alex dengan tulus.
Ada perasaan senang ketika Cindy mendengarnya, namun perasaannya yang lain masih belum mau menerima perkataan suaminya. Padahal hati kecilnya ingin sekali memeluk pria itu, terlebih anak yang dikandungannya seperti ingin merasakan kehangatan ayahnya. Tapi Alex tidak kehabisan akal untuk membujuk istrinya. Dengan halus dia mengelus tangan Cindy, sehingga Cindy merasa lebih nyaman. Terakhir, dia memberikan sebuah ciuman di punggung tangan istrinya.
"My darling, kamu percaya sama aku kan?" Tanya Alex menatap Cindy begitu tulus. Bukannya menjawab, Cindy hanya tersenyum kecut kepada Alex.
Alex tidak kehilangan semangat, dia tetap mencoba membuat Cindy percaya padanya. Dia menempelkan tangan Cindy ke dadanya sehingga Cindy dapat merasakan detak jantungnya. "Kamu dengar itu, Sayang? Jantungku hanya satu dan yang kucintai pun hanya satu, yaitu kamu. Kumohon kamu percayalah. Kamu ingat janji kita? bukannya kamu bilang aku tidak boleh berbohong? Dan waktu itu aku sudah jujur padamu, aku punya hadiah untukmu. Dan hadiahnya adalah liburan untuk keluarga kita. Tapi karena pekerjaanku sedang padat, aku menyuruh Maya untuk mengurusnya."
"Lalu siapa Maya? Sampai kamu suruh dia untuk mengurus semua itu? Bahkan hotel dan yang lainnya?" Serang Cindy dengan pertanyaan beruntun yang menuntut untuk dijawab. Dengan tenang Alex menatap istrinya.
"Kamu ingat seminggu yang lalu? Kamu memecat Sekretarisku. Alasan kamu memecatnya karena dia berpakaian terlalu terbuka." Tutur Alex tanpa menggalihkan pandangannya dari istrinya.
__ADS_1
"Iya, itu benar. Lalu kenapa? kamu tidak senang dengan keputusanku?" Jawab Cindy masih dengan nada yang sama.
"Tidak, apapun kemauan istriku akan aku laksanakan. Tapi sayang, kamu tahukan kalau CEO tanpa sekretaris adalah hal yang sulit bukan?" Kali ini situasi mulai berubah. Cindy yang awalnya galak nampak lebih melunak.
"Hm, iya." Jawab Cindy singkat.
"Jadi, sayang. Izinkan aku sekali lagi memperkenalkan Sekretaris baruku. Namanya Maya, usianya 25 dan dia sudah menikah. Sekarang, dia berada di belakangku. Sebagai seketaris, aku menyuruhnya untuk melakukan tugasnya sebagai seorang sekretaris. Salah satunya adalah menyiapkan liburan untuk kita berdua. Cindyku yang paling cantik dan paling kucintai, kamu paham kan?" Terang Alex tanpa menutup-nutupi sesuatu.
"Maafkan aku, Alex." Ucap Cindy meminta maaf pada Alex dan begitupun sebaliknya. Sedangkan Clara yang sedari tadi menjadi nyamuk di sana hanya bisa berbahagia melihat drama sahabatnya itu.
Flash back off
__ADS_1
"Tapi, Clara. Alex sedang ada pesta perusahaan." jawab Cindy datar. Dia nampak tidak bersemangat dengan pernyataannya.
"Hah, kenapa kamu tidak memberi tahuku? Kalau tahu begitu kita tidak perlu pergi ke bar barusan," Balas Clara dari balik kendali mobilnya.
"Karena aku malas ke sana," Jawab Cindy tanpa banya berpikir panjang. Clara dibuat semakin binggung dengan jawaban Cindy. "Aku tahu kamu pasti binggung, tapi intinya, pesta Alex pasti rumit buat aku."
Clara hanya bisa tersenyum melihat wajah jutek Cindy. Kini dia paham kenapa Cindy mengajaknya pergi dari Alex, yaitu agar tidak menjadi tuan rumah. Bagi Cindy, menjadi tuan rumah sangat rumit dan membosankan. Makanya dia menjadikan Clara sebagai alasan agar bisa pergi dari pesta itu.
"Terus bagaimana denganku? bukannya kamu tadi bilang bakal kasih hiburan setelah kamu denger ceritaku?" Clara mengucapkan perkataannya dengan nada seimut yang dia bisa, seolah seperti anak kecil yang sedang merengek meminta permen. Sedangkan Cindy hanya bisa pasrah. Dia memang berjanji membawa Clara ke tempat hiburan. Apalagi setelah mendengar tentang pernikahan Clara yang sedang di ujung tanduk. Dia semakin tidak enak bila harus menolak tawaran sahabatnya.
"Baiklah. Kalau bukan karena sahabat baikku, tidak mau aku pergi ke pesta itu." Balas Cindy dengan senyum kecut.
__ADS_1
"hehehe, terima kasih, sahabatku. Terbaik deh." Sambung Clara memepercepar laju mobilnya. Sebenarnya dia tidak terlalu ingin pergi ke pesta. Tapi mengingat sahabatnya ingin menolongnya, maka tidak ada salahnya untuk ikut pesta. Walaupun hatinya masih begitu sakit dan kecewa karena bayangan pernikahan selalu muncul dalam benaknya.