
"Heh, siapa juga yang mau mencari tahu." Satu perkataan Clara yang masih teringat jelas dibenak Bira sekaligus membuatnya menggerutu kesal.
"cih wanita itu. Pedas sekali kata-katanya." Gerutu Bira dalam hati sambil menyeruput kopi miliknya. Dirinya kini sedang menikmati sarapannya yang kesiangan di restoran dekat hotel semalam ia menginap. Tak lama berselang, dua orang pria berpakaian rapih menghampiri mejanya.
"Pagi, bos." Sapa kedua pria tersebut sambil membungkukkan badan mereka dengan maksud memberikan hormat padanya. Untungnya restoran itu sangat sepi atau lebih tepatnya sudah ia pesan sehingga tidak ada yang perlu Bira khawatirkan tentang sapaan keduanya.
"Duduklah." Balas Bira mempersilahkan kedua pria yang tak lain adalah Donny dan sekretaris Jay. "Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan semua yang ku suruh?"
Keduanya mengangguk sebagai jawaban. Jujur, ketakutan adalah hal yang dirasakan oleh kedua pria itu. Bagaimana tidak takut jika aura yang dikeluarkan oleh bos mereka sangat tidak ramah.
"Aku mau tahu dari wanita bangs*t itu dulu." Ucap Bira penuh penekanan ketika menyebut kata wanita bangs*t. Sebelum kemari dia sudah menyuruh Jay dan Donny untuk menyelidiki tentang wanita asal muasal kesialan yang menimpanya semalam. Dengan reflek Jay menyerahkan sebuah tab pada Bira.
__ADS_1
"Nama aslinya Sri Astutik. Tapi semenjak diadopsi oleh keluarga Louise namanya menjadi Sisca Louise." Terang Jay setelah Bira mulai melihat-lihat data dalam tab yang ia berikan.
"Adopsi?!" Heran Bira dengan perkataan Jay yang menyebut Sisca adalah anak adopsi bukan anak kandung.
"Iya, bos. Ada beberapa bukti di sini." Jay kemudian mengintruksikan agar membuka folder lain dalam tab tersebut. "Ini foto waktu dia bayi, bukti adopsi, dan panti tempat dia diadopsi."
Bira menggeser-geser layar untuk melihat foto-foto dimaksud oleh Jay. Benar saja, semua foto berupa bukti adopsi dan lain-lain ada di sana. Setelah selesai melihat foto-foto, ia menemukan beberapa fakta tentang wanita bernama Sisca.
"Lalu bagaimana dengan wanita bernama Clara ini?" Kini Bira beralih ke Donny.
"Ehm, wanita ini cukup terkenal, bos. Dia seorang wanita dari keluarga terpandang di negeri ini. Ayahnya merupakan seorang pengusaha yang sudah merintis karirnya puluhan tahun lamanya. Kini wanita bernama Clara inilah yang melanjutkan bisnis ayahnya. Ditangan wanita ini, perusahaan mereka meningkat pesar bos belakangan ini. Banyak pengusaha lain yang mengakui keahlian wanita ini dalam berbisnis. Dan di lain sisi, dia juga wanita cantik yang kerap menjadi model. Bos bisa lihat di,,,"
__ADS_1
Bira menghentikan ucapan Donny dengan mengangkat sebelah tangannya. Rasanya sudah cukup bagi Donny untuk menjelaskan perihal kepribadian Clara.
"Ada satu hal yang mengganjal pikiran ku daritadi. Apakah Sisca dan Clara memiliki hubungan?" Tanya Bira karena ingat ucapan Clara yang seolah-olah sudah tahu bahwa Sisca pelakunya.
"Sebenarnya keduanya adalah orang asing, bos." Jawab Donny.
"Kau yakin?"
"Ya, bos." Jawab kedua pria di depannya secara bersamaan.
"Hanya saja orang yang mereka sukai itu sama, bos." Kali ini giliran Jay yang menjelaskan.
__ADS_1