
Keempatnya menatap ke arah sumber suara yang menghentikan mereka. Secara spontan pria di depan Bira membungkuk dan memberi hormat padanya, disusul kedua wanita itu mengikuti bosnya. "Selamat datang, Tuan Donny. Sungguh suatu kehormatan bisa menyambut anda."
Dia hanya menghiraukan pria dan kedua wanita itu. Dan membungkuk kepada Bira. "Selamat datang, Tuan."
Lantas semuanya tercengang atas yang dilakukan oleh Donny, tak terkecuali beberapa orang yang sedang berada di sana. Mereka semua tentu kenal dengan orang yang di sapa Donny ini. Seseorang yang sudah sering keluar masuk layar televisi, khusus ranah internasional. Siapa lagi kalau bukan, Donny Joko Sasilo, CEO dari perusahaan terbesar keempat di dunia.
"Tuan Donny?" Heran pria itu mempertanyakan tindakan Donny barusan. Ternyata apa yang dilakukan Donny barusan adalah spontanitas begitu melihat Bira sehingga ia tidak melihat kondisi sekitarnya. Jadi, beberapa orang saling berbisik membuat asumsi masing-masing tentang Donny dan Bira. Menyadari bisikan tentang dirinya, ia mencoba melihat ke arah bosnya karena dia baru sadar bosnya tidak suka dengan gosip. Dan ternyata benar, Bira sudah menatapnya dengan tatapan tajam.
"Ehem, Tuan Alex. Saya adalah Donny, CEO dari B&D group. Dan orang ini adalah kerabat jauh saya," jelas Donny memberi alasan kepada Alex agar tatapan tajam dari Bira bisa menghilang.
"Oh, kerabat jauh anda. Maaf tuan, saya tidak tahu. Perkenalkan saya Alex, tuan rumah sekaligus pemilik hotel ini. Maaf atas ketidaksopanan saya tuan," Alex memotong ucapannya sambil mengulurkan tangan mengajak Bira berjabat tangan.
__ADS_1
"Oh,panggil saja saya Bira. Tidak usah pakai tuan," Jawab Bira dengan sopan membalas jabatan tangan Alex.
"ehm, kami ingin langsung masuk. Tidak masalah bukan?"
Tanya Donny menghentikan perkenalan keduanya.
"Oh, tentu saja. Silahkan masuk tuan Donny dan tuan Bira. Maaf menahan anda di sini tuan Bira," ucap Alex mempersilahkan keduanya untuk masuk.
"Hei, kau dengar itu? Tuan Donny yang keras kepala memiliki kerabat jauh yang sangat ia hormati," ungkap salah satunya.
"iya, aku tidak percaya hal itu. Kamu ingat betapa susahnya mendapatkan kesempatan bertemu dengan tuan Donny? bahkan perusahaan kita harus menunggu 2 tahun untuk pertemuan ini." Balas yang di sebelahnya. Alex yang sedari tadi masih di sana mendengarkan percakapan mereka berdua, menyetujui percakapan itu dalam hati. Karena memang benar dia sudah mencoba dengan susah payah untuk bertemu dengan Donny, namun tak pernah sekalipun dia berhasil. Hingga beberapa hari yang lalu, secara tiba-tiba Donny berkata akan datang ke pesta nya.
__ADS_1
Dan tentu saja Alex tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan hadirnya Donny di pestanya, dia jadi lebih mudah mengembangkan perusahaannya. Dan tentu saja itu semua karena kehadiran Donny di pestanya.
"Sudahlah kalian berdua. Lebih baik kalian masuk dan kerjakan tugas kalian. Aku sudah membayar kalian mahal bukan untuk menggosip," Kata Alex sambil menyalami beberapa tamu yang ia kenal. Sehingga mereka berdua hanya bisa menuruti perkataan bosnya itu.
"Kerabat jauh? sungguh konyol. Lagian kenapa kau tiba-tiba datang dan membungkuk padaku. Dan itu di tempat umum. Kalau memang kau ingin membuatku terekspos, lalu untuk apa aku memberikan kamu pekerjaan ini." Ucap Bira ketika hendak masuk ke lobby hotel. Donny hanya bisa menunduk pasrah. Dia memang salah kali ini.
"Maaf, bos. Tadi sudah jadi naluri saya untuk langsung hormat begitu melihat bos. Tentu saja itu sebagai rasa syukur dan respek saya, bos. Tanpa bos, saya bukan siapa-siapa." Balas Donny dengan tulus. Memang benar bahwa dulu Donny bukanlah siapa-siapa. Tapi ketika Bira bertemu dengannya dan memberikannya bantuan, hal itu berubah seketika. Dia yang awalnya hanya kuli bangunan, kini bisa menjadi CEO atau lebih tepatnya wajah dari perusahaan yang dimiliki oleh Bira. Bira hanya bisa membiarkan hal itu berlalu. Dia tidak ingin terlalu memperpanjang masalah yang tidak terlalu penting ini.
Dan mereka berduapun langsung di arahkan ke tempat pesta berada, yaitu di belakang area hotel.
"Yasudahlah, kau urus pesta ini. Pilih perusahaan mana yang kau anggap bagus, baru kau bisa berikan mereka kesempatan untuk bisnis dengan kita." kata Bira ketika mereka berdua hendak masuk ke area pesta. Tapi Sebelum sempat Donny membalas, perhatian mereka berdua terpecahkan ke satu arah yang sama.
__ADS_1
"Baiklah awak media dan rekan bisnisku yang ku hormati. Izinkan aku memperkenalkan sekali lagi secara jelas siapa wanita di sampingku ini. Dia adalah Maiko Siscalia Mayu, seorang model internasional sekaligus calon istriku." Jelas Adelard kepada semua yang ada di sana.