Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
47. Porsi 5 Orang


__ADS_3

"Kakak tenang aja. Aku dan Cia pasti ada buat kakak, kok." Bagas mengatakan hal itu bukan semata-mata untuk menenangkan Clara. Melainkan memang itu adalah suatu kewajiban yang harus ia laksanakan sepanjang hidupnya. Setidaknya itulah prinsip hidup yang ia jalani.


"Iya, kak. Apa kata abang barusan benar. Kami akan selalu support kakak." Timpal Cia seraya menggenggam tangan Clara pelan.


Jujur melihat keadaan seperti ini membuat Clara ingin menangis. Tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk jadi wanita yang kuat. Bukan saatnya untuk menangis dalam kondisi ini. Setidaknya itu salah satu langkah yang Clara pahami setelah ia mencoba melepaskan cinta pertamanya.


"Terimakasih, terimakasih banget adik-adikku yang cantik dan ganteng ini. Kakak sangat bersyukur punya kalian sebagai adikku." Balas Clara yang kemudian memberikan sebuah kecupan di dahi Cia dan Bagas. Namun, baru hendak mengecup bagas, dirinya langsung ditolak mentah-mentah oleh adik laki-lakinya itu.


"Hahahaha,,,, Sudahlah mending kita makan dulu." Lanjut Clara karena melihat para pelayan datang membawakan pesanan mereka.


Mereka kemudian menyantap makanan mereka dengan khidmat, terutama Clara. Dia nampak menjadi orang yang paling menikmati makanannya. Menghiraukan tatapan kedua adiknya yang merasa kakak mereka berbeda.


"Apa itu juga salah satu hal yang terjadi jika kita hamil?" Celetuk Cia setelah melihat pelayan membawakan Clara 2 porsi lagi untuk daging yang ia pesan.


"Hah?! Entahlah aku tak tahu juga," Jawab Clara tanpa melirik ke arah Cia. Dia lebih fokus pada makanannya saat ini.

__ADS_1


Sontak Bagas dan Cia saling tukar pandangan. Mereka sudah bersaudara sejak mereka dilahirkan. Jadi tentunya mereka sudah paham watak pribadi masing-masing. Dan ini adalah hal baru bagi mereka. Biasanya Clara tak begitu suka makan banyak daging tapi kini malah terlihat sangat menyukai hal itu.


"Ci, kayaknya kak Clara lagi ngidam tuh." Kata Bagas dengan nada pelan karena hanya ingin Cia yang mendengarnya.


"Kayaknya iya deh, bang. Seinget aku dulu, kak Clara itu gak kuat kalo makan daging banyak-banyak. Tapi lihat sekarang. Bahkan dia sudah mau ngabisin porsi buat 3 orang." Takjub Cia menggelengkan kepalanya setiap melihat Clara yang lahap.


Lima belas menit berlalu. Clara telah membersihkan setiap piring pesanannya yang kalau ditotal cukup untuk lima orang.


"Ààà,,,, Kenyangnya." Clara bersendawa setelah menghabiskan minuman sodanya.


"Ah, ide bagus itu, Gas. Pesenin aku satu buat di bawa pulang." Clara malah menanggapinya dengan serius.


Bagas menepuk jidatnya. Ternyata kepolosan kakaknya memang masih belum hilang sejak dulu. Ia kira semakin bertambah usia pikiran kakaknya bisa lebih realistik. Tapi ini malah sama saja.


"Ya. Ini aku pesanin." Bagas pasrah dan langsung memanggil pelayan untuk membungkuskan mereka satu porsi daging lagi.

__ADS_1


"Terimakasih adikku yang paling ganteng." Clara memberikan dua jempol tanggannya pada Bagas. "Oh iya, Cia. Katanya kamu mau ngenalin cowok ke kakak, mana? Sudah 2 minggu semenjak kamu cerita loh."


Topik pembicaraan yang Clara angkat membuat muka Cia menjadi merah merona. Nampaknya ia sedang tersipu malu kalau ingat tentang pria itu.


"Ah, itu. Belum nemu momennya aja. Xixixi," Ucap Cia dengan cengengesan.


"Kamu itu mending nyelesein kuliah yang bener." Timpal Bagas sambil mengacak-acak rambut adiknya itu.


"Ih abang apaan sih! Jadi berantakan tahu." Protes Cia.


"Tapi Cia, hubungan kamu sama pria itu gimana?" Clara nampak bersemangat membahas persoalan ini.


"Hhhm, cuman temen aja sih. Cuman aku yakin kalian berdua pasti bakal suka sama orang itu," Jawab Cia.


Clara malah menjadi semakin tertarik dengan sosok pria itu. Sebab dua minggu lalu ketika Clara di rawat di rumah sakit, Cia datang menjenguknya dan menceritakan padanya kalau ia menemukan pria yang menarik. Bahkan Cia berniat untuk mengenalkannya pada ayah dan mama.

__ADS_1


"Siapa ya nama pria itu. Kok, aku bisa lupa." Batin Clara yang mencoba mengingat-ingat cerita Cia ketika menyebutkan nama pria itu.


__ADS_2