Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
34. Ingatan


__ADS_3

"Ji, jilat saja sa, sayang. Ah,,,," ******* panjang Cindy menghiasi panggilan suara itu. Sontak tanpa aba-aba Clara langsung menutup panggilan itu.


"Banjingan gila?! Sedang berkegiatan intim malah ngangkat telpon aku.!" Bentak Clara pada layar ponselnya sendiri. Perasaan kesal tentu memenuhi pikirannya saat ini. Tapi selain kesal, ada perasaan lain yang menjalar dalam dirinya. Dan Clara mencoba menahan semua rasa itu dalam-dalam. "Hufht,, awas aja nanti kalau ketemu bakalan aku jadiin makanan kucing kamu, Cindy."


Clara kemudian memilih untuk membersihkan berkas-berkas di atas mejanya karena memiliki niatan untuk pulang habis ini. Selesai dengan tumpukan berkas, dia mematikan laptop miliknya. Beberapa menit harus ia gunakan untuk menunggu laptop miliknya mati dengan sempurna.


"Kok, perkataan Cindy barusan tidak asing ya," Pikir Clara sambil menatap layar laptop yang sedang berproses.

__ADS_1


Sekelebat bayangan pun muncul dalam pikirannya. Bayangan tentang suatu malam di sebuah kamar dengan pencahayaan yang sangat minim. Terdapat dua insan yang sedang memadu kasih. Keduanya nampaknya melepaskan hasrat mereka tanpa mempedulikan apapun yang akan menjadi masalah bagi mereka. Terlebih sang wanita yang terlihat sangat menikmati setiap sentuhan pria itu. Bahkan sesekali si wanita mengeluarkan suara-suara merdu yang mampu membuat semua pria melayang bagaikan ke langit.


"Ah,,, ah,, ehm,,, jan, jangan di, gi, git." Desah wanita itu dengan memejamkan kedua matanya. Gigi-giginya menggigit bibir bagian bawah mencoba menahan gejolak yang akan keluar setiap waktu. Peluh demi peluh silih berganti membasahi kulit putih dan mulus si wanita.


Tangannya dengan liar menggenggam seprai dan rambut pria yang sedang bermain di bagian sana. Bahkan saat si pria mulai bermain dengan miliknya, ia semakin mencengkram seprai dengan sangat kuat. Tanpa bisa menahan gejolak rasa, wanita itu hanya bisa pasrah begitu pria itu mulai memasukkan an*nya ke dalam miliknya.


Sekali lagi Clara membasuh wajahnya. Ia berharap dengan dinginnya air dapat membuat pikiran kotor yang ada di otaknya dapat lenyap. Dirinya memang sudah beberapa kali mengalami kejadian seperti ini. Hanya dengan sedikit ransangan dapat membuatnya ingat kembali pada kejadian malam itu. Dan yang paling parah adalah ketika ia melihat lekuk tubuhnya sendiri. Ya, setiap kali Clara melihat tubuhnya sendiri membuat dirinya kembali mengingat kejadian malam itu.

__ADS_1


Bahkan beberapa hari yang lalu ia pernah terbanyang malam itu hanya karena melihat orang makan. Sejujurnya ini cukup mengganggu dirinya. Tapi karena banyaknya aktivitas yang ia lakukan belakangan ini membuat ia tak terlalu mengambil pusing tentang persoalan ini.


"Toh, nanti hilang sendiri." Ucapnya setiap kali pikiran mesum itu muncul. Setelah itu Clara melirik jam yang ada di tangannya. "Hhmm,,, daripada kepikiran ini terus, lebih baik aku pulang saja."


Clara langsung keluar dari kamar mandi dan menyambar tas miliknya. Ia memasukkan beberapa berkas yang akan ia bawa untuk pulang. Barulah setelahnya ia keluar dari ruangannya langsung menuju ke arah lift. Tangannya menekan salah satu tombol untuk turun.


"Ah, sepertinya masak mie bakal enak ini." Angan Clara ketika sudah berada di dalam lift.

__ADS_1


__ADS_2