Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
18. Kenyataan Yang Pahit


__ADS_3

"Clara, jangan lupa besok telepon aku yah!" teriak Cindy agar tidak kalah dengan suara musik. Clara hanya bisa tersenyum mendengar teriakan sahabatnya yang membuat mereka menjadi sorotan orang-orang di sana. Dia melambaikan tangan kepada sahabatnya yang mulai menjauh.


Kini tinggallah Clara sendirian di tengah meriahnya pesta. Sebenarnya Cindy ingin sekali menemaninya di pesta ini. Tetapi dia tidak bisa, karena Alex merupakan perusahaan tuan rumah. Jadi dia harus ikut Alex untuk menyapa para petinggi perusahaan yang datang. Akhirnya Clara memilih untuk menikmati pesta ini sendirian.


Semua orang yang hadir pada pesta itu, tampil berkelas. Karena memang semua tamu yang ada di sana merupakan pengusaha-pengusaha besar di Indonesia. Tak hanya tamu undangan saja yang tampil glamor dan mewah, tempat dilaksanakannya pesta pun terlihat begitu megah dan indah. Entah siapa yang menjadi perancang pesta ini. Tapi bisa dipastikan dia memiliki selera berkelas. Semua benda yang terpajang di setiap sudut merupakan barang-barang mahal. Bahkan merea mengundang artis-artis ternama sebagai penghibur pesta ini. Mungkin jika ditaksir secara kasar, pengeluaran untuk mengadakan pesta ini mencapai 1 milliar lebih sedikit.


Tapi bagi Clara semua kemegahan pesta tidak ada artinya. Dia merasa begitu hampa. Badannya memang mengikuti pesta, tapi raganya melayang buana meninggalkan pesta itu. Benaknya terus menerus mengingat satu nama, yaitu Adelard Gira Angkara. Suaminya yang telah ia cintai selama 8 tahun. Dan selama itu pula cintanya bertepuk sebelah tangan. Clara begitu mencintai Adelard, meski orang yang dicintainya sudah memiliki orang lain.

__ADS_1


Terdengar aneh memang, tapi bagi Clara itu adalah fakta dalam hidupnya. Perjodohan yang mempertemukan mereka berdua membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok Adelard. Sesosok pria angkuh dan sombong yang selalu berpikir bahwa dia adalah nomer satu. Perkataannya adalah mutlak dan harus dituruti. Namun 8 tahun yang lalu, perkataannya tidak bisa menang melawan perintah orang tuanya. Dia menolak perjodohan antara dirinya dan Clara. Tapi hasilnya nihil. Kedua orang tuanya bersikeras memaksa dia agar menikahi Clara. Karena memang, pernikahan keduanya memiliki keuntungan yang besar di antara kedua belah pihak.


Clara binggung, dia harus bersyukur atau marah pada keadaannya saat ini. Dia memang terlihat seperti gadis sempurna. Tapi sebenarnya, dia hanyalah gadis rapuh yang butuh perhatian dan cinta seseorang.


"Hem, Apa yang harus kulakukan?" Bisik Clara pada dirinya sendiri. Dia melihat sekelilingnya. Begitu banyak hidangan mewah tertata di sana, tapi tak ada satu pun yang membuat mood Clara membaik. Sampai pada detik berikutnya, dia melihat ke arah yang sedang dibicarakan orang-orang. "Hah, itu tidak mungkin, kan? itu pasti bukan dia."


Clara benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dua orang yang baru saja datang membuat dia kaku seperti patung. Mereka tak lain adalah Adelard suaminya dan orang yang selalu ia hindari, yaitu Sisca, wanita yang dicintai oleh Adelard. Orang-orang menatap mereka sama seperti yang dirasakan Clara. Pasalnya mereka tahu Adelard sang pengusaha nomer satu di Indonesia sudah memiliki seorang istri, dan itu bukan orang yang disebelahnya.

__ADS_1


"Selamat malam juga semuanya, saya juga terhormat bisa hadir di sini." Balas Adelard sebagai basa-basi. Dia menyadari bahwa sedari tadi orang-orang menatapnya. Bukan karena dia merupakan tamu istimewa, melainkan wanita disebelahnya yang baru pertama kali mereka lihat. "Ehem, oh iya mungkin kalian baru pertama kali melihatnya. Dia adalah kekasihku yang paling aku cintai, Sisca."


Menusuk. Itulah yang dirasakan Clara begitu mendengar pernyataan Adelard dari jauh. Hatinya seperti sedang ditusuk oleh ribuan jarum, perih tapi tak berdarah.


"maksud anda apa , tuan Adelard." kini yang lainnya buka suara. Tentu saja, pernyataan Adelard barusan membuat semua orang yang ada di sekitar sana penasaran. Mereka tentu tidak tahu tentang perjodohan antara Adelard dan Clara. Karena selama ini fakta yang tersebar tentang pernikahan Clara dan Adelard atas dasar saling mencintai, bukan karena perjodohan. Jadi fakta ini merupakan hal yang sangat mengejutkan bagi mereka., terutama setelah perusahaan Adelard yang kini menjadi nomer 1 di Indonesia.


Cup, sebuah kecupan mendarat di kening Sisca.

__ADS_1


"Ah, mas. Kamu membuat aku malu," ucap Sisca malu-malu. Dan semua yang melihatnya semakin terkejut, terutama Clara. Tanpa terasa air mata Clara sudah jatuh menandakan hatinya yang begitu hancur melihat kemesraan mereka berdua. Ingin rasanya dia pergi dari sana, tapi entah mengapa tubuhnya tidak mau untuk bergerak.


"Tak apa, Sayang. Tak perlu malu. Bukannya aku sudah berjanji padamu bahwa mulai saat ini akan ku ungkapkan pada dunia bahwa kamu adalah kekasih hatiku," Terang Adelard kepada semua orang yang ada di sana dengan lantang.


__ADS_2