Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
82. Tak Seperti yang Diharapkan


__ADS_3

"Maaf, maksud kamu?" Clara dengan cepat menanggapi ucapan Bira.


Dirinya merasa tak pernah melanggar kesepakatan yang ada.


Mendapati pertanyaan balik dari Clara membuat Bira tersenyum kecil. Nampaknya Clara sudah lupa atas perbuatan di beberapa bulan belakangan ini.


"Oh, nona Clara. Nampaknya anda lupa tentang perbuatan anda beberapa waktu belakangan ini." Bira menjeda ucapannya.


Ia kemudian membenarkan posisi duduk dan menatap Clara dengan lebih serius.


"Tapi apa anda lupa dengan para bawahan anda yang sering kali mencari saya?!" Bira menekankan nadanya ketika mengucapkan kata bawahan.


Macam disengat listrik, Clara terdiam tak mampu membuka mulut. Apa yang dikatakan Bira membuat Clara teringat semuanya. Dia memang menyuruh beberapa orang untuk mencari Bira.


"Maaf apabila saya menyela, tapi itu semua nona Clara lakukan untuk memastikan anda aman, tuan." Kali ini Sella ikut angkat bicara.

__ADS_1


"Aman?! Apa kau serius mengatakan hal itu? Apakah kalian mengira aku anak kecil?" Bira membalas dengan rentetan pertanyaan pada Sella dan juga Clara.


Entah apa yang merasuki Bira kali ini tapi yang jelas perasaan Bira hanya ada amarah.


"Kalau memang ingin aku aman, lalu kenapa kalian mencari-cari aku sebelum aku hilang?!" Lanjut Bira membeberkan fakta yang sudah sangat lama ia ketahui.


Sebenarnya Bira tak terlalu mempermasalahkan pasal Clara yang mencarinya. Toh, mustahil pula Clara bisa tahu siapa Bira sebenarnya. Tapi kondisi saat ini berbeda. Bira merasa sangat sentimental saat ini. Rasanya ia sangat ingin mengamuk.


"Mungkin anda sal,," Belum genap ucapan Sella, Bira memotong dengan mengeluarkan handphone nya dan memperlihatkan beberapa foto.


Sella dan Clara tentunya langsung terkejut. Mereka tentu tahu apa maksud foto itu tanpa harus melihatnya secara jelas.


"Ya, tentu." Bira memberikan handphone nya pada Sella.


Saat handphone itu sudah di tangan Sella, kedua wanita itu langsung menyadari kalau ternyata mereka memang benar-benar sudah ketahuan oleh Bira.

__ADS_1


"Tak perlu bertanya-tanya dapat dari mana foto ini, lebih baik kita membahas poin pentingnya di sini. Dalam kesepakatan yang dibuat, ada lima bait isi dari pihak pertama dan satu bait tambahan dari ku. Dan kurasa kalian sudah melanggar beberapa yang tertera di dalam kesepakatan." Sebelum Sella dan Clara bertanya, Bira sudah terlebih dahulu membeberkan semua fakta.


Clara kemudian teringat dengan isi dari kesepakatan yang ia buat. Dan ternyata memang benar dirinya lah yang melanggar semua kontrak itu. Mulai dari mencari Bira hingga tetap mengenal Bira di depan orang lain yang tak lain adalah keluarga Clara itu sendiri.


"Tapi,,," Sella ingin menyanggah ucapan Bira namun tangannya dipegang oleh Clara untuk menahannya berbicara.


"Oke, aku mengakui kesalahanku. Aku memang melanggar kesepakatan kita. Jadi, apa maumu sekarang?" Giliran Clara yang berbicara.


Bagi Clara, dirinya sudah tertangkap basah. Jadi, tak ada lagi yang perlu di sembunyikan olehnya. Setidaknya ia sudah siap menerima apapun kemauan Bira.


Bira yang mendengar ucapan Clara mengeluarkan sebuah senyuman tipis di wajahnya.


"Dari pandanganku, kau sudah banyak berubah ya, Clara. Kurasa saat insiden ini pertama kali terjadi, kau nampak lebih sombong." Terang Bira melihat sikap Clara.


"Yah, aku tak peduli akan hal itu. Karena yang terpenting adalah kau harus mengabulkan satu permintaanku." Sambung Bira.

__ADS_1


"Apa itu? Permintaanmu." Tanya balik Clara.


"Mudah saja. Aku ingin Biantara meminta maaf padaku,"


__ADS_2