Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
13. Salah Paham


__ADS_3

"Alex!!!" ucap keduanya bersamaan.


"Maaf mengganggu, Nona. Pria ini berusaha masuk sebelum mendapat izin dari anda." Jelas sang pelayan kepada Cindy dan Clara.


"Clara, tolong dengerin aku. Semuanya salah paham, sayang." Ucap Alex lirih tidak peduli kepada pelayan yang sedari tadi menahannya.


"Maaf, Tuan. Anda tidak boleh di sini." Seorang security datang dan menahan tangan Alex hendak membawanya keluar. Cindy yang melihat hal itu hanya membuang muka seperti enggan melihat wajah Alex.


"Cindy, please. I know I'm wrong, but please give me a chance to explain." Tutur Alex bersikeras tak mau meninggalkan ruangan itu meski security menarik tangannya.


"You're lying, I can't believe the words that come out of your mouth." Balas Cindy tak kuat menahan perih di hatinya. Dia kembali menangis. Clara paham apa yang dirasakan oleh Cindy, sangat paham.


"Pak, biarkan saja. lepaskan dia," Pinta Clara pada security yang hendak menarik paksa Alex. Mendengar ucapan Clara, security segera melepaskan Alex dan mohon untuk pergi karena dia sadar ini adalah masalah pribadi bukan konsumsi untuk umum. "Alex, aki sungguh kecewa denganmu. Bagaimana bisa kamu membuat sahabatku menangis!"


"Clara, ku tahu aku salah. Tapi apa yang terjadi hanya salah paham," Kata Alex mencoba menjelaskan kesalah pahaman di antara dirinya dengan sang istri.

__ADS_1


"Kamu bohong," potong Cindy tak mau mendengarkan perkataan Alex.


"Cindy, tenanglah. Aku yang memintanya untuk di sini. Rasanya kurang lengkap bila aku hanya mendengar cerita darimu. Jadi, siapa duluan yang ingin bercerita?" tanya Clara mencoba untuk menemukan akar masalahnya.


"Dia duluan," Ucap keduanya bersamaan sambil saling menunjuk satu sama lain. Jelas Clara di buat tersenyum melihat tingkah keduanya. Dia yakin bahwa ini adalah kesalah pahaman di antara keduanya. Hanya tinggal membuka pikiran mereka agar tidak terlalu egois.


"Ladies first," kata Bira mempersilahkan Cindy, untuk memulai penjelasannya.


"Cih, bilang saja kamu takut salah. Ketika aku cerita, pasti kamu cari alasan." Ejek Cindy tak terima dipersilahkan duluan.


"Enggak, enggak. Pasti kamu ubah ceritanya kalo kamu duluan," potong Cindy masih tidak terima dengan keputusan Alex. Clara hanya bisa mengumpat dalam hatinya karena terjebak dalam masalah rumah tangga orang lain, padahal rumah tangganya sedang di ujung tanduk.


"Haduh, Kalian berdua ini. Seperti anak kecil saja. Baiklah, biarkan aku saja yang menentukan siapa yang terlebih dahulu berbicara. Aku mau dengar pernyataan dari Cindy dulu,”Clara memaksa Cindy menerima keputusannya.


“oke, oke. Jadi ini tentang perselingkuhan Alex,” Ucap Cindy begitu marah ketika mengingat kembali kejadian itu

__ADS_1


.


“Hah, kapan Cindy? Kapan aku selingkuh dari kamu,” potong Alex tak terima dengan ucapan Cindy. Dia merasa bahwa dirinya tidak berbuat kesalahan. Tapi dua hari yang lalu, entah mengapaCindy tiba-tiba marah kepadanya dan pergi ke Indonesia tanpa sepengetahuannya.


“Coba saja kamu tanyakan pada wanita licik yang selalu bersamamu,” Terang Cindy begitu kesal kepada Alex, ingin sekali rasanya Dia menjambak rambut alex dan menggigit lehernya.


“Tenanglah, Cindy. Dan Alex lebih baik kamu diam. Aku percaya ini hanya kesalah pahaman kalian saja. Lanjut ceritakan masalahmu Cindy,” Tahan Clara agar keduanya tidak ribut di cafe itu.Dengan malas Cindy melanjutkan ceritanya. “Dia telah berselingkuh dengan wanita lain di belakangku!”


Cindy menunjuk Alex dengan perasaan yang begitu hancur, sementara tangannya yang satunya mencoba menahan air matanya agar tidak keluar. Alex yang melihat istrinya menangis begitu merasa terpukul. Ingin rasanya dia berada di sebelah istrinya dan memeluknya dengan erat. Namun dengan isyarat dari Clara, dia mengurungkan niatnya. Dia paham maksud dari Clara. Bertindak gegabah tidak akan membuat Cindy membaik, melainkan semakin terluka.


“Apa alasanmu berkata seperti itu,Cindy?” Tanya Clara mencoba membongkar akar permasalahan ini. Dan dengan menahan air matanya, Cindy menjelaskan kepada Clara bagaimana dia tahu perselingkuhan Alex.


“Kamu yakin akan hal itu, Cindy? Pernikahan kalian sudah berlangsung 5 tahun, dan kamu yakin akan hal itu?” lanjut Clara setelah mendengarkan penjelasan Cindy. Dia benar-benar tidak mengerti. Pasalnya, pasangan yang sedang berada di depannya adalah pasangan tersolid yang pernah dia temukan. Mereka berdua seperti memiliki kunci kehidupan masing-masing. Mengerti satu sama lain tanpa harus mengutarakan maksudnya. Jadi kekadian ini sungguh membuat Clara heran. Tak


“Iya, Clara. Aku mendegar dengan jelas semua percakapan itu degan kedua telingaku. Dan untuk bukti, aku memilikinya.” Tutur Cindy seraya memperlihatkan sebuah foto dalam handphonenya. Clara memperhatikan dengan seksama foto tersebut. Tapi tidak ada sesuatu hal yang mencurigakan dalam foto itu, sehingga Clara memasang muka binggung ke arah Cindy meminta penjelasan.

__ADS_1


“Ini tiket liburan untuk dua orang. Dan kedua orang itu adalah Maya, Maya dan Alex,” Sontak kedua orang yang mendengar penjelasan itu kaget. Satu pertanyaan besar dibenak Cindy. Yaitu, siapa itu Maya.


__ADS_2