
Hoek,, Hoekkk,,,, terdengar suara seorang wanita sedang memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi.
"Kenapa setiap pagi begini? Hoek,," Ucap Clara sambil memuntahkan semua makanannya semalam. Salah satu alasan kenapa porsi makan Clara sangat banyak semalalm adalah karena ketika pagi hari dia pasti akan merasa mual dan ketika malam perutnya akan baik-baik saja.
"Clara,, Clara, ayo turun. Semuanya sudah menunggu di bawah," Nesya mengetuk pintu kamar Clara dari luar. Tak ada balasan dari dalam membuat Nesya menerobos masuk ke dalam kamar Clara. Dan anehnya dia tak menemukan sosok anaknya di sana.
"Clara? Kamu di mana, nak?" Nesya menaikkan sedikit intonasi suaranya agar Clara dapat mendengarnya dengan jelas.
"Di, di kamar mandi, ma." Jawab Clara dengan sisa tenaganya. Sontak Nesya beralan ke arah kamar mandi. Dan jelas ia terkejut melihat kondisi putrinya yang lemas tak berdaya di lantai kamar mandi.
"Haduh, Clara. Kamu kenapa, nak? Kamu sakit? Kita kedokter ya?" Panik Nesya yang langsung menghambur ke arah Clara. Dia langsung memapah Clara untuk bisa berdiri.
"Gak usah, ma. Biasanya juga habis ini mendingan." Balas Clara yang tak mau dibawa ke dokter.
__ADS_1
"Mana bisa gitu. Kalau sakit ya ke dokter!" Nesya tetap tegas untuk membawa putrinya itu ke doker. "Tunggu di sini sebentar. Mama panggilin Bagas sama ayah buat gotong kamu ke rumah sakit."
Nesya meletakkan Clara di pinggiran tempat tidur. Ia menuntun Clara agar duduk menyender di ujung tempat tidur dengan bantal sebagai bantalan punggungnya. Barulah kemudian dia berjalan untuk keluar. Namun, baru satu langkah berjalan sebuah tangan menghentikannya. Dan tentunya itu adalah tangan Clara.
"Ma, aku gak papa, kok. Biasanya habis ini mendingan. Cuman mual karena hamil aja, kok." Ucap Clara sambil mengelus perutnya yang masih rata. Seketika itu pula Nesya menepuk jidatnya sendiri.
"Heh, kok mama lupa kalo kamu itu bakal jadi seorang ibu." Nesya geleng-geleng kepala karena saking paniknya dia sampai lupa kalau anaknya itu sedang hamil. Ia pun mengurungkan niatnya untuk meninggalkan Clara dan memilih untuk duduk di samping Clara. "Udah sering mual-mual kayak gini?"
"Waktu 2 minggu sebelum tahu aku hamil sih cuman gak separah ini. Cuman setelah tahu aku hamil entah kenapa aku malah jadi mual kalo pagi-pagi." Terang Clara yang mulai membaik kondisinya.
"Berarti sudah 1 bulan ya kandungan kamu?" Tanya Nesya kembali.
"Iya, ma." Clara membalas dengan senyuman manis miliknya.
__ADS_1
"Liat kamu kayak gini jadi ingat masa hamil mama dulu." Ungkap Nesya sambil mengingat kembali memori masa lalunya ketika sedang mengandung.
"Memangnya kenapa, ma?"
"Dulu itu mama sama kayak kamu, sayang. Waktu lahiran kamu sama Bagas mama itu mual terus kalo pagi. Yah, walaupun yang paling mual waktu hamilnya Bagas. Kalo kamu itu anteng gak terlalu rewel soalnya."
Clara cekikikan sendiri mendengar cerita mamanya sendiri. Bayangan tentang Bagas yang rewel terlintas dalam benak dan karena itulah dia tertawa geli.
"Eits, yang lucu bukan bagian situnya."
"Trus di mananya, ma?" Tanya Clara penasaran.
"Yang lucunya itu ya ayah kamu itu. Waktu hamil kamu sama Bagas kan yang mual itu mama. Nah, pas lahiran Cia gantian tuh ayah yang gantiin mualnya mama. Kamu tahu apa ucapan papa waktu pertama kali ngerasain mual?"
__ADS_1
"Apa, ma?"
"Dia bilang gini, Kalau tahu gini besok-besok gak bikin lagi, deh." Sontak Keduanya tertawa bersama.