Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
50. Latihan Rutin


__ADS_3

"Halo, kak! Bira!!" Teriak Cia dari arah belakang dengan sangat kencang. Bahkan orang-orang yang berjarak cukup jauh sampai menoleh ke arahnya. Dan tentunya Bira juga menoleh ke arahnya.


"Oh, hai Cia." Balas Bira melambaikan tangannya pada Cia.


Cukup dengan lambaian tangan dan senyum tipis dari Bira membuat Cia salah tingkah. Bukannya lanjut berjalan ke arah Bira, Cia malah langsung berlari ke arah sebaliknya.


"Aih tampan sekali. Gak kuat aku lihatnya!" Batin Cia yang sudah luluh seluluhnya karena Bira.


"Cia?!" Dengan sedikit menaikkan intonasinya, Bira memanggil Cia. Namun, sayangnya Cia tetap berlari menghiraukannya. "Gadis lucu. Dia yang manggil, dia yang kabur."


Semenjak pertemuan pertamanya dengan Cia, Bira selalu menganggap wanita itu begitu lucu. Meskipun hal itu bertolak belakang dengan cerita orang-orang selalu memberitahukan padanya kalau Cia itu sangat galak.


"Ketemu pawang emang suka gitu dia, mas." Dengan santainya seorang pria merangkul Bira dari sebelah kanan. Pria itu adalah Anggi. Di belakangnya menyusul Bian dan kekasihnya, Verly.

__ADS_1


"Pawang apaan? Monyet?" Canda Bira dengan memaparkan wajah polosnya pada Anggi.


"Ya, pawang hati lah, mas."


"Jomblo gak usah sok-sok an bahas hati deh." Bukannya Bira yang jawab, Bian malah menyerobot untuk menjawab.


"Yaelah. Jomblo gini gua pro kali." Balas Anggi tak terima.


"Solo player?" Sindir Bira. Sontak Bian dan Verly tertawa mendengarnya. Mereka tentu paham ke mana arah dan tujuan ucapan Bira itu.


"Bi, tanding lagi gak?" Tanya Bira pada Bian setelah mereka berjalan menghiraukan Anggi.


"Ada mas. Tanding lawan fakultas sebelah. Tapi gak tahu juga jadi atau nggak." Jawab Bian.

__ADS_1


"Jadi, jadi. Aku sendiri yang nanya sama si Farid, kapten tim fakultas sebelah." Sahut Anggi sambil menyamakan langkah dengan Bian, Bira, dan Verly.


Keempatnya berjalan ke sebuah lapangan futsal yang berjarak beberapa meter saja dari tempat mereka berdiri. Nampak sudah banyak pria yang duduk di luar lapangan. Dan tentunya mereka adalah rekan satu tim Bian, Anggi, dan Bira.


Ya, Bira merupakan anggota tim futsal Bian dan Anggi meski dirinya tidak berkuliah di sana. Ini terjadi sekitar Beberapa bulan yang lalu ketika Bian dan Anggi memaksa Bira untuk join bersama mereka. Tentu pada awalnya Bira menolak. Dirinya sadar diri kalau futsal ini beranggotakan mahasiswa fakultas Anggi dan Bian. Oleh karenanya dia menolak ketika ditawari untuk masuk ke sana.


Namun, bukan Anggi dan Bian namanya kalau tidak bisa membujuk Bira untuk bergabung. Dengan sedikit tipu muslihat, Bira akhirnya mengiyakan kemauan keduanya untuk bergabung bersama mereka. Untungnya anggota tim yang lain menyetujui hal itu, mungkin lebih tepatnya membutuhkan skill bermain Bira yang sangat berkelas itu.


Semua orang melihat ke empatnya datang langsung menyapa mereka dan memberikan tempat untuk mereka duduk. Selanjutnya mereka bercengkrama dan bertukar tawa satu sama lain. Hal inilah yang membuat Bira betah untuk berlama-lama di sini. Dirinya merasa setara dengan orang lain tanpa perlu adanya embel-embel pangkat atau jabatan yang mengikuti, seperti di tanah kelahirannya.


Tak berselang lama, mereka semua akhirnya berdiri dan memulai pemanasan bersama. Hari ini agenda mereka adalah latihan rutin bersama.


Namun, baru hendak masuk ke dalam lapangan, Bira mendapat notif dari ponselnya yang kebetulan masih sedang ia perhatikan.

__ADS_1


Cia : "Malam nanti bisa temani aku dinner?"


__ADS_2