Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
39. Berita


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya


"Tuan, nampaknya kita harus ke rumah sakit sekarang." Liam yang baru masuk ke dalam ruangan kerja Biantara langsung mengutarakan maksudnya.


"Kenapa, Liam?" Biantara menanggapinya dengan cuek sambil terus menatap berkas-berkas pekerjaannya.


" Nona Clara masuk rumah sakit."


"Apa?!" Dengan spontan Biantara berdiri dari tempat duduknya. "Kamu jangan mengada-ada, Liam!"


"Berita ini benar adanya, tuan. Saya dapat pesan ini dari mbok Inem barusan."


Tanpa banyak berpikir, Biantara langsung mengambil jasnya dan langsung berjalan ke arah Liam. "Tunggu apalagi. Kalau berita itu benar maka kita harus segera ke rumah sakit!"


"Baik, tuan." Liam langsung mengekori bosnya menuju mobil yang selalu siap 24 jam untuk bosnya itu.


Setelah membukakan pintu mobil, Liam langsung menjalankan mobil tersebut menuju rumah sakit tempat Clara di rawat.


"Apa istriku sudah tahu hal ini?" Tanya Biantara dengan perasaan gelisah.


"Nampaknya sudah, tuan. Tadi saya diberitahu oleh mbok Inem kalau dia sudah menghubungi nyonya. Apa tuan mau menghubungi beliau? Biar saya sambungkan jika tuan berkenan." Jawab Liam di belakang kemudi mobil.


"Tak perlu. Biar aku sendiri saja yang menelponnya. Kamu fokus saja menyetir. Usahakan 5 menit lagi kita sampai di sana." Titah Biantara mencoba untuk tetap tenang. Dirinya langsung mengeluarkan ponselnya yang biasa ia taruh di saku jasnya.


Setelah mendial nomor, sebuah tampilan panggilan muncul di layar ponselnya. Beberapa kali dengung berbunyi tanda bahwa belum ada yang merespon panggilannya. Dan di dengung terakhir, panggilan diangkat oleh orang yang ia telpon.

__ADS_1


"Halo, sayang"~Biantara.


"Sayang, anak kita. Clara,,,"~Nesya.


"Iya, sayang. Aku tahu. kamu yang kuat, yah. Aku yakin dia tidak kenapa-kenapa."~Biantara.


"Hiks,,,"~Nesya.


Sedih rasanya mendengar istrinya sendiri menangis walau hanya lewat telpon.


"Sayang,,,"~Biantara.


"Hhmm,,,"~Nesya.


"Iy, iya. Aku yakin Clara tidak kenapa-kenapa."~Nesya.


"kamu di mana, sayang?"~Biantara.


"Aku lagi di jalan mau ke rumah sakit tempat Clara dirawat."~Nesya.


"Bareng siapa?"~Biantara.


"Aku sama kang Adji. Tadi begitu dengar kondisi Clara dari mbok Inem, aku langsung minta kang Adji buat anterin ke sana."~Nesya.


"Oh, oke. Aku juga sedang perjalanan ke sana. Mungkin lima menit lagi sampai. Ya sudah, sampai ketemu di sana. Jangan sedih lagi, oke?"~Biantara.

__ADS_1


"Iya, bye, sayang."~Nesya.


Biantara menutup panggilan tersebut. Perasaannya tidak jauh berbeda dengan sang istri. Dia khawatir tentang Clara walaupun dia berkata bahwa Clara pasti baik-baik saja.


"Saya yakin nona Clara pasti baik-baik saja, tuan. Dia adalah gadis yang kuat." Liam mencoba menenangkan bosnya itu dari balik kemudi. Meski sering marah-marah di depan para karyawan, Liam tahu kalau bosnya ini akan sangat lembut dengan keluarganya. Dan itulah bukti kasih sayang beliau sebagai seorang ayah.


"Tentu, Liam. Clara pasti baik-baik saja. Terimakasih sudah mencoba menenangkanku." Liam hanya membalas anggukan pada bosnya. Lebih baik baginya untuk memberikan bosnya waktu untuk tenang meski hanya beberapa menit.


Tak terasa perjalanan mereka akhirnya sampai di depan rumah sakit. Dengan cepat Biantara keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah sakit.


"Tuan Biantara!" Panggil salah satu perempuan yang mengenakan pakaian khas dokter.


Rasanya enggan untuk Biantara berhenti di sana. Tapi suara itu sangat ia kenali. Jadi mau tak mau ia menghentikan langkahnya dan mencari suara yang memanggilnya barusan. Ternyata perempuan itu berdiri tak jauh darinya.


"Pas sekali kamu di sini, Efi. Kamu tahu di kamar mana Clara di rawat?" Biantara langsung ke inti dari permasalahannya. Dia lupa untuk menanyakan kamar rawat Clara pada Liam.


"Oh tentu, tuan. Kebetulan sekali tadi aku yang memeriksanya. Ah aku lupa, bukannya aku memang aku dokter pribadi keluarga Biantara? hahahaha." Wanita itu tertawa sendiri tanpa mempedulikan Biantara di depannya. "Ah, maaf, tuan. Aku terbawa jokes ku sendiri. Nona Clara di rawat di ruang VIP di lantai 2. Dan saya ucapkan selamat untuk itu."


"Apa?! Berani kamu lancang dengan putri saya?!" Emosi Biantara langsung meningkat begitu saja karena merasa perempuan ini sedang bermain-main dengan kondisi anaknya.


"Hah?! tidak, tuan. Maksud saya adalah selamat karena sebentar lagi anda akan jadi kakek."


"Maksud mu?"


"Iya, tuan. Selamat anak anda positif hamil."

__ADS_1


__ADS_2