
Setelah mengucapkan itu, Bira kembali mencium bibir Clara. Kali ini dengan sangat lembut dan diterima baik oleh Clara. Yang awalnya hanya ciuman kini berubah menjadi sebuah pangutan dan kecapan. Clara tanpa sadar mengeluarkan lenguhan-leguhan sexy yang membuat Bira semakin kehilangan akal sehatnya.
Bira berhenti mencium bibir Clara sejenak. Dia menatap wajah Clara dengan intens. Lalu tanpa berbicara sedikit pun ia menyergap jenjang leher Clara yang putih dengan rakus. Meski rakus namun tidak sampai membuat sang empu merasakan kesakitan. Bahkan Clara terlihat begitu menikmati perbuatan Bira.
Beberapa suara merdu kembali Clara latunkan karena perbuatan Bira itu. Keduanya nampak saling menikmati tanpa ada rasa ingin berhenti. Dan kini giliran tangan Bira yang bermain nakal.
Tangannya dengan sangat lincah mulai bermain di bagian buah dada Clara. Kedua tangannya seperti sedang menilai dan menimbang sesuatu yang ada di balik dress Clara. Dan ketika penilaiannya selesai, Bira kembali mencium Clara.
Seperti sedang berada dalam surga dunia, Bira nampak mulai tak dapat lagi mengontrol dirinya. Rasanya seperti sudah tidak ada lagi kata mundur. Kata yang terlintas dalam benak Bira saat ini hanya, "Aku ingin wanita ini."
__ADS_1
Tepat saat kata itu terlintas, Bira dengan perlahan membawa Clara ke atas kasur. Mungkin lebih tepatnya adalah Bira melempar Clara ke atas kasur. Untungnya kasur itu sangat empuk sehingga tak terjadi apapun dengan Clara.
Namun, hal itulah yang membuat posisi keduanya sangat cocok untuk saat ini. Di mana Bira berada di atas Clara. Dengan sangat tenang Bira berada atas Clara. Ia tak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya membiarkan nafas mereka saling menyapa dan pandangan mereka saling bertukar pandang.
Dan beberapa detik berlalu, Bira mulai kembali bergerak. Tangannya dengan sangat menjiwai mengusap pelan wajah Clara. Sentuhan tangannya berhenti tepat di bibir ranum milik Clara. Ia usap pelan bibir yang tadi sudah ia cicip beberapa kali itu. Saat itulah baru Bira mulai mendekati wajah Clara dan kembali mencium Clara.
Ciuman keduanya nampak tenang tapi tetap menuntut keduanya agar melakukan tahap selanjutnya. Dan Bira tahu kalau Clara sudah mulai di ambang batasnya untuk menahan gejolak hasratnya hanya dari alunan nafasnya yang kian memberat.
Masih dalam pangutannya, tangan Bira yang mulai gatal langsung bermain nakal di atas tubuh Clara. Tangannya mulai menjelajahi setiap inci bagian yang bisa ia raih. Hal itu membuat Clara menjadi semakin menengang. Bahkan tanpa sadar Clara melepaskan pangutannya demi mengeluarkan desahannya karena sentuhan Bira sungguh membuat tubuhnya menegang.
__ADS_1
Melihat itu, Bira mulai berinisiatif untuk bermain di atas tubuh Clara. Dengan sangat pelan ia menelusuri kembali tubuh Clara. Dicium dan dikecap kulit putih nan mulus itu. Tangannya yang semula bermain di dua gundukan milik Clara beralih profesi untuk membuka dress Clara agar ia lebih leluasa bermain-main.
Hanya dengan satu gerakan, Bira bisa dengan lancarnya membuat Clara polos layaknya bayi yang baru lahir. Pikirannya yang kalut membuat Bira melempar dress itu secara sembarangan. Dan tangannya kembali menelusuri setiap inci tubuh Clara bergantian dengan mulutnya. Hingga akhirnya, tangan Bira mulai menyentuh bagian inti milik Clara.
Tangan Bira berhenti sejenak. Bira mendongkakkan kepalanya menatap ke arah Clara. Lalu, ia kembali mencium Clara. Bersamaan dengan itu, jari tengahnya mulai masuk ke dalam bagian inti milik Clara.
"Akh,,," Desah Clara ketika jari Bira bermain di tubuhnya.
Secara spontan Clara melepaskan pangutannya untuk mengeluarkan desahannya, walaupun sebenarnya ia sangat malu untuk mengeluarkan suara itu.
__ADS_1
"I want you, babe." Ucap Bira dengan nada yang sangat lemah tepat di telinga Clara.