Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
44. Ronde Tambahan


__ADS_3

Biantara langsung merobohkan badannya di samping sang istri. Setelah melakukan kegiatan bersama sang istri, dirinya langsung merasakan cukup lelah. Namun, sebelum beranjak tidur, dirinya membawa sang istri ke dalam pelukannya.


"Sweet dream, honey." Bisik Biantara di dekat telinga sang istri. Yang dibisiki hanya bisa tersenyum tanpa membuka matanya dan ikut memeluk tubuh sang suami. Hingga akhirnya kedua tertidur lelap dengan kondisi saling memeluk satu sama lain.


****


"Ah,,, pelan-pelan." Lenguh seorang wanita sambil menggenggam erat seprai kasur di sampingnya. Namun bukannya menuruti kemauan si wanita, pria di atasnya malah mempercepat gerakannya dan menekan miliknya lebih ke dalam milik si wanita.


Sontak karena hal itu si wanita semakin menjerit kencang. Alunan suara yang keluar setara dengan jumlah keringat yang kedua insan itu buat. Suhu ruangan yang dingin karena AC secara ajaib padam begitu saja. Dan tentunya itu karena kegiatan panas mereka.


"Akh, Clara! Clara! CLARA!!"

__ADS_1


Bug, Clara malah terjatuh dari kasur miliknya.


"Aw,,," Clara mengaduh kesakitan karena jatuhnya ia tepat dibagian bokongnya. Seketika itu juga ia langsung sadar dari tidurnya. "Hais, bisa-bisanya aku mimpi begituan sampai jatuh dari kasur."


Clara langsung bangkit dari lantai dan berjalan ke arah kamar mandi. Di depan cermin kamar mandi dia berhenti untuk menatap pantulan dirinya sendiri.


"Kenapa seperti ada yang beda?" Ucap Clara ketika melihat bagian tubuhnya, khususnya dibagian dadanya. Clara memutar anggota tubuhnya. Dirinya semakin merasakan ada yang berbeda dari anggota tubuhnya. "Ah, mungkin hanya perasaanku saja."


"Ah, nikmatnya!" Ungkap Clara setelah seluruh tubuhnya masuk ke dalam bathup. Dia menyenderkan punggungnya di pinggiran bathup untuk mencoba membuat dirinya senyaman mungkin.


Dengan aroma terapi yang sudah ia siapkan, dirinya mampu berada di sana hingga lima belas menit tanpa melakukan apapun. Bagi Clara ini adalah salah satu cara yang biasa ia gunakan untuk meredakan beban pikirannya. Tanpa perlu harus keluar biaya dan waktu yang banyak. Cukup membuat dirinya senyaman mungkin.

__ADS_1


Setelah merasa cukup, Clara beranjak dari bathup menuju ke arah shower. Ia berniat untuk membersihkan badannya. Di bawah shower itu Clara membersihkan dirinya. Dan pada saat itu juga tiba-tiba dia terbayang sosok pria yang belakangan ini. sering kali muncul dalam pikirannya.


"Hai otakku. Apa yang salah sih denganmu. Kenapa dari beberapa minggu ini kamu malah memikirkan pria itu. Bahkan sampai membawanya dalam mimpi kotor?" Dengus Clara lantaran kesal dengan isi kepalanya sendiri.


Ia mencoba menghilangkan pikirannya tentang pria itu dengan memperbesar volume air showernya. Dan bukannya menghilang, dirinya malah kedinginan.


"Hais, dingin!" Teriak Clara langsung mematikan shower. Dirinya langsung mengambil bathrobe yang sudah tersedia di ujung kamar mandi dan langsung memakainya.


Setelah itu dia pun berjalan ke arah sofa yang ada di kamarnya. Saat duduk dia melihat sebuah map coklat yang ada di atas meja depan sofa. Ia kemudian mengambilnya dan mengeluarkan isinya. Di dalamnya tertulis sebuah kalimat yang Clara sangat hafal apapun isinya. Maklum, sudah beberapa minggu ini dia membawa map itu kemana pun ia pergi.


"Aku sudah resmi bercerai dengan Adelard. Tapi kenapa surat kesepakatan ini yang justru malah membuat aku sakit hati?" Ucap Clara.

__ADS_1


__ADS_2