Teman Pelampiasan

Teman Pelampiasan
67. Kebenaran


__ADS_3

Kini makanan dan minuman pesanan Bira sudah sampai. Bira langsung menyantap semuanya karena memang ia belum makan sejak kemari pagi. Di depannya sudah ada Jay yang sedang membacakan laporan perusahaan. Nampaknya perasaan hati Bira sudah seperti semula, ia siap untuk kembali ke dunianya.


"Mungkin hanya itu saja, tuan." Tutup Jay seraya mencatat poin-poin yang Bira tambahkan dalam laporannya.


"Oke, sekarang bacakan kondisi wanita itu." Balas Bira dengan tangan memotong-motong daging.


"Baik, tuan. Apa saya harus mulai dari awal? Lebih tepatnya semenjak anda disekap oleh tuan Biantara?"


"Hhhhm, boleh."


"Oke. Mungkin hal yang pertama anda dengar ini akan membuat anda sedikit terkejut."


"Kenapa begitu?"


Jay sedikit ragu mengatakannya. Ia tahu betul bosnya ini baru selesai menata mental dan hati selama dua bulan di sini. Jadi, ia takut dengan membeberkan kebenarannya akan membuat mental Bira sakit lagi.


"Bicaralah. Aku sudah baikan." Sambung Bira yang paham kalau Jay khawatir dengannya.


"Oke kalau tuan sendiri bilang begitu. Jadi, setelah anda dibawa oleh Biantara, Clara nampak sangat marah pada ayahnya."

__ADS_1


"Hhhhm, itu bukan sesuatu yang bisa membuatku syok." Balas Bira heran karena nampaknya ucapan Jay tidak terlalu mengangetkannya.


"Memang tidak terlalu mengangetkan. Tapi setelah anda dibawa selama dua jam oleh Biantara. Clara tak bisa menghubungi ayahnya. Bahkan Liam, tangan kanan Biantara tak tahu di mana bosnya berada. Dan pada saat itulah nona Clara dibawa ke rumah sakit."


"Apa?!" Tanpa sadar Bira langsung berdiri di tempatnya. "Kau gila! Kenapa tidak memberitahukan aku soal ini waktu itu?"


"Ma, maaf, tuan. Waktu itu prioritas kami adalah menemukan, tuan. Jadi kami lupa untuk mengabarkan hal ini pada tuan ketika anda menelpon dari kediaman nona Cordelia. Tapi tuan tak perlu khawatir, nona Clara masuk rumah sakit hanya karena terlalu banyak pikiran. Kondisinya aman waktu itu dan kandungannya pun sama amannya." Terang Jay dengan sangat serius. Ia tak mau Bira terlalu terbawa emosi di sini.


"Ah, jadi Clara dan anakku baik-baik saja?" Tanya Bira sudah sedikit tenang mendengarnya.


"Iya, tuan. Tapi kondisi baiknya hanya sampai tuan Biantara mengatakan pada nona Clara kalau anda baik-baik saja dan beliau akan membawa anda padanya."


"Iya, tuan. Nona Clara kembali pingsan waktu tahu anda hilang dari bangunan tempat anda disekap. Untungnya nona Clara tak mengalami masalah apapun dengan kandungannya. Hanya,"


"Hanya apa?" Tanya Bira sudah tak sabar mendengar kelanjutan cerita Jay.


"Hhhhm,, itu. Kepribadian nona Clara berubah, tuan. Tak hanya itu, dia juga jadi mengundurkan diri dari jabatannya dan hubungannya dengan keluarganya kian memburuk."


"Hah? Memburuk? maksudmu?"

__ADS_1


"Iya. Hubungan Clara dengan keluarganya memburuk kecuali dengan ibunya."


"Dasar gadis aneh. Sudah tahu sedang hamil, kenapa malah memperburuk hubungan dengan keluargamu? Kalau kau kenapa-kenapa siapa yang akan mengurusmu kalau bukan keluargamu? Hais. Jay, persiapkan helikopter siang ini. Kita akan kembali ke ibu kota."


"Hah?! serius, tuan?"


"Kenapa masih bertanya, apa wajahku terlihat sedang bercanda?"


"Ti, tidak, tuan. Tapi kan ada kesepakatan di atas kertas antara kalian berdua. Apakah anda ingin melanggar kesepakatan itu?"


"Halah, omong kosong dengan kesepakatan. Jika aku memang pria, maka aku seharusnya benar-benar bertanggung jawab atasnya. Lupakan kesepakatan itu. Kita temui dia secepatnya."


"Baik, tuan. Akan saya panggilkan helikopter agar kita bisa kembali secepatnya."


"Oke, dan satu lagi. Kalau aku tak salah dengar, tadi kau menyebutkan nama Cordelia. Siapa itu? Kurasa aku tak pernah bertemu dengan seseorang dengan nama itu."


"Ah, itu. Jadi, begini tuan. Cordelia adalah nama asli dari penyelamat anda, Irissabela. Setidaknya begitulah data yang kami dapatkan setelah kami telusuri nama yang anda sebut waktu di telpon itu."


"Apa?! Jadi Irissabela itu bukan nama aslinya?" Sudah berapa kali Bira dibuat tercengang oleh fakta-fakta baru ini. Rasanya banyak penyesalan dalam dirinya karena 2 bulan ini ia habiskan hanya untuk menenangkan diri di sini sehingga ia banyak tak tahu menahu tentang sekitarnya.

__ADS_1


"Bukan, tuan. Nama asli beliau bukan Irissabela, melainkan Louise Cordelia." Jelas Jay sambil menunjukkan tab berisi data-data tersebut.


__ADS_2