Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
- SEASON 2 -


__ADS_3

Pagi hari yang malas untuk Evashya, masih dengan mata yang sipit dan sangat mengantuk ia meraih ponselnya yang ada di bawah bantalnya.


"Pagi-pagi sudah berisik sekali." Kata Evashya lemah masih dalam keadaan mengantuk.


Evashya kemudian membuka ponselnya dan seketika matanya membelalak, kantuknya seperti terpental jauh dari mata dan kesadarannya.


"Benarkah semua ini...?"


"Tunggu... Tunggu dulu..."


Evsahya yang membuka forum grup chat terkejut setengah mati, jantungnya berdebar kencang melihat foto yang benar-benar tidak asing baginya. Meski foto-foto itu hanya memperlihatkan mereka dari belakang.


"Aku yakin ini adalah paman Dax...!!!" Pekik Evashya yang kemudian menutup mulutnya.


"Tidak... Tidak... Ini tidak mungkin...." Evashya lemas dan ponselnya jatuh di atas ranjang.


Kaki jenjang yang mungil pun turun dari atas ranjang, ia segera berlari ke arah kamar kakaknya.


"Kakak...!"


"Kakak...!"


Evashya berteriak teriak sembari menggedor-gedor pintu kamar Zack.


"Tuan muda sudah berangkat pagi-pagi sekali nona..." Kata seorang pelayan wanita dengan sopan dan menunduk untuk undur diri.


"Kenapa dia pergi sekolah pagi sekali, pergi sendiri dan meninggalkanku." Evashya memegangi dahi dan kepalanya.


"Aku harus cepat...."


Evashya pergi ke dalam kamarnya kembali untuk bersiap berangkat ke sekolah. Setelah mandi ala bebek dan memakai seragam serta menyemprotkan banyak parfum mewah Evashya menyambar tas dan berlari menuruni tangga.


"Shya berangkat Mommy..." Teriak Evashya.


"Sarapan dulu!" Teriak Laura.


"Tidak sempat!"


Sebelum masuk ke dalam mobil Evashya melihat garasi, dan benar saja Zack pergi bersekolah menggunakan mobilnya dan meninggalkan dirinya juga.


Laura melenguh, ketika masakannya sepi tak ada yang memakannya, sedang Zafran pun sedang tidak berada di mansion sejak pembicaraan tentang masalah Dax.


***


Di tempat lain Zack memarkirkan mobil dan keluar bersama Isabella. Semua siswa dan siswi saling berbisik dan saling bergunjing.


"Bagaimana bisa Zack sang bintang sekolah berangkat sekolah bersama Isabella." Kata salah satu siswa.


"Mata ku pasti salah, aku perlu memeriksanya ke dokter." Kata Siswa yang lain sembari mengkucek-kucek matanya.


"Oh tidak pangeranku, kenapa dia justru berjalan beriringan dengan gadis miskin dari jalur beasiswa itu!" Kesal seorang siswi yang kemudian mematahkan pensilnya.


Dalam perjalan menuju kelas Zack dan Isabella tak memperdulikan banyak pasang mata melihat pada mereka, bahkan banyak mulut menggunjingkan mereka.


Namun pandangan Zack terkejut ketika dari atas beberapa siswa akan menyiramkan air kotor pada Isabella. Membuat Zack menarik Isabella dengan sebelah tangannya ke dalam pelukannya, kemudian Zack mengangkat tasnya dan melindungi Isabella.


"BYURRR!!!"


Zack basah kuyup karena terkena air comberan, Isabella berada di bawah tubuh Zack, dimana Zack berusaha melindungi tubuh Isabella.


Isabella kemudian melihat tubuh Zack yang kotor penuh lumpur.


Sedangkan para siswa pun berlari karena takut, karena sasarannya meleset.

__ADS_1


Evashya yang baru tiba pun terkejut melihat tubuh Zack basah penuh lumpur dan tentunya juga bau.


"Kakak!" Teriak Evashya.


"Hiii... Bau sekali!" Kata Evashya meringis dan menutup hidungnya.


Isabella berdiri mematung tidak tahu harus melakukan apa, dan terlihat Zack pun juga kesal, ia marah dan murka.


"Mungkin nanti saja aku bicara denganmu Zack, kau bau!" Evashya berlari dan masuk menuju kelasnya.


"Maafkan aku Zack..."


"Kau juga kotor ganti baju mu Isabella..." Kata Zack.


"Tapi..." Isabella ragu.


"Ambil seragam di ruang koperasi, pakai kartu ku, dan bawakan aku seragam baru juga."


Kata Zack yang kemudian memberikan dompetnya.


Isabella menggangguk dan pergi ke koperasi.


Zack pun berjalan menuju kamar mandi luar.


Setelah beberapa lama, Isabella kembali membawa seragam baru untuk Zack dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Siapa?"


"A... Aku." Kata Isabella.


Zack membuka sedikit pintu kamar mandi dan hanya terlihat tangan yang sepenuhnya basah mengulur keluarĀ  untuk meminta seragam baru.


Isabella pun mengulurkannya dengan sedikit gemetar, setelah pintu di tutup Isabella masih menunggu di luar dengan cemas.


"Kenapa kau tidak mengganti bajumu?"


"Aku tidak kotor, hanya butuh mengganti stocking saja. Terimakasih."


"Baiklah..." Kata Zack.


"Bagaimana dengan pakaian kotor mu?"


"Sudah ku buang. Ayo!" Zack menggandeng Isabella masuk ke dalam kelas.


Mereka melewati koridor dimana banyak siswa dan siswi sudah ramai saling membicarakan sesuatu.


Seseorang dari belakang tiba-tiba memberikan telur busuk pada kepala Isabella.


"Plukk!!"


Sebelum siswa itu berhasil melarikan diri, dengan cepat Zack berbalik dan menarik seragam siswa tersebut dan menyeretnya.


"Bersihkan benda itu dari kepala Isabella." Kata Zack dengan mencengkram siswa tersebut, memitingnya di atas lantai, siswa itu sudah terpojok di bawah kakinya.


"Zack, aku tidak percaya kau masih membela pelacurr itu. Dia menjual tubuhnya dan masih tidak tahu malu!" Teriak Sezi.


"Apa?" Sahut Zack yang kemudian melepaskan cengkramannya


Sezi berdiri di tengah koridor dengan menyedekapkan tangan ,kemudian menyeringaikan bibirnya.


"Dia tidur dengan seorang pria tua!" Ucap Fay.


Isabella tidak mengerti apa maksud perkataan mereka.

__ADS_1


"Seandainya aku bisa menarik lidahmu." Sahut Zack.


"Zack, dia pelacurr, buka matamu!!!"


Air mata Isabella berlinang, ia tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


"Lihat sendiri foto ini."


Billy maju dan menunjukkan foto seorang gadis yang persis dengan Isabella sedang bermesraan dengan seorang pria dewasa, dan Zack tahu siapa pria itu.


"Ini adalah foto yang sama tentang si gadis misterius itu, dan semua fakta menunjuk bahwa foto-foto itu mengarah pada si jalangg ini." Kata Billy melirik benci pada Isabella.


"Ini foto dari belakang, siapapun bisa memiliki kemiripan!" Kata Zack membanting ponsel itu ke lantai karena kesal.


Apalagi, yang ada di dalam foto tersebut adalah pamannya sendiri.


"Aku akan membunuh paparazi ini!" Kesal zack.


Isabella pun berlari menerobos para siswa, sembari menangis. Para siswa dengan sendiri menyingkar karena bau telur busuk tersebut.


"Wuu...!!"


"Wuuu!!"


"Dasar pelacurrr...!!!"


"Enyahlah dari sini!!!"


"Pergi saja, dasar Jalangg!!"


"Dasar tidak tahu diri!!!"


Semua kalimat itu mencuat di kepala Isabella, membuat Isabella pun terhuyung ketika berlari, hingga kakinya terkilir dan kemudian terjatuh.


Para siswa seketika menyingkir dan melempari Isabella dengan kertas-kertas yang sudah di bentuk bola.


Seseorang pun menuangkan air dan tepung serta kertas-kertas kecil.


"Dia sudah mirip dengan badut!" Teriak salah satu siswa.


"Dia pantas mendapatkannya!" Teriak siswi lain.


"Membuat malu sekolah, aku tidak mau sekolah ini menjadi sarang para jalangg!"


"Keluarlah dari sekolah ini dasar tidak punya malu!"


"Pergi dan jangan bersekolah di sini!"


Semua siswa mengeluarkan makian mereka masing-masing.


Sezi serta Fay pun tersenyum menyeringai dan menyedekapkan tangan mereka sembari diam-diam melakukan tos tangan.


Isabella kebingungan dan menutup telinganya dengan kedua tangan, pandangannya pun mulai tak beraturan, apalagi para siswa sudah mengerumuni dirinya. Tubuhnya gemetar hebat karena ketakutan dan seolah ia kehabisan oksigen karena semua siswa mengerumuni dan menertawaiya.


Tiba-tiba Isabella merasa sepasang tangan kuat mengangkat dan meggendongnya.


"Zack...." Suara lirih Isabella hingga akhirnya ia tenggelam dalam tangisnya sendiri.


Tangannya merangkul leher Zack dan membenamkan wajahnya di leher Zack.


Namun sayangnya, itu bukanlah Zack. Di sisi yang lain saat dimana kaki Zack akan melangkah dan menjemput Isabella, ia tidak bisa menerobos semua siswa yang menghalanginya, dan ada siswa lain yang lebih dulu mengangkat Isabella kemudian menggendong Isabella pergi dari sana.


Sedangkan Isabella masih dalam keadaan syock dan tidak sadarkan diri, ia mengira itu adalah Zack.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2