Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 57-


__ADS_3

"Apakah dia akan di sama selamanya?"


Tanya Laura.


"Yah seumur hidupnya, kasus nya cukup banyak tentang penelantaran anak, eksploitasi dan penganiayaan, ditambah kasus perdagangan anak, dan ada lain nya lagi."


Kata Zafran malas.


Laura tidak berani lagi bertanya tentang Martinez, ia tahu meski Zafran terlihat baik-baik saja namun luka yang ada di hatinya masih sangat perih tentang bagaimana seorang ibu yang seharus nya menjadi pelindung justru bertindak sebaliknya.


"Apa di sini ada pengawal yang berkhianat, kenapa Gaby bisa masuk..."


"Gaby datang di saat yang tepat."


Jawab Zafran.


"Aku yang memberikan perintah agar mereka mengijinkan Gaby masuk, aku pulang dengan berpura-pura bahwa kakiku mengalami kecacatan, saat kejadian tabrakan itu, dokter di rumah sakit juga berpura-pura."


"Lagi pula, karena kejadian ini aku mendapatkan temanku kembali."


Sahut Zafran puas.


"Teman??"


Tanya Laura.


"Edward datang dengan kepanikan yang luar biasa, ia tahu dari informan para pengawalnya. Setelah dari ruang operasi aku berpura-pura pingsan karena mata-mata Arnold masih mengawasi kami, para dokter juga tahu rencana ini. Namun tidak dengan Edward, dia masuk ke dalam ruanganku, meminta maaf dan berjanji sedikit demi sedikit akan melupakan mu."


Laura hanya diam.


"Apa kau sedih, Edward akan melupakanmu?"


Zafran sedikit menekan kalimatnya, ia tidak menyukai raut sedih Laura seolah menunjukkan kehilangan seorang pengagum.


"Bukan begitu, aku hanya kasihan padanya, semoga ada wanita yang membuatnya melupakanku, dia baik dan..."


Laura menghentikan kalimatnya.


"Dann apa?"


Desak Zafran.


"Dan juga ramah... Itu saja."


Kata Laura.


"Aku penasaran berapa uang mu..."


Laura mengalihkan pembicaraan.


"Kau akan lemas dan syock jika ku beritahu."


Zafran tersenyum dan mencium Laura kembali, menggendongnya naik ke atas kamar dan membaringkan istrinya di atas ranjang.


"Aku mencintaimu..."


Kata Zafran menciumi leher istrinya.


"Aku merindukanmu."


Zafran menelusuri leher itu hingga turun ke bawah.


"Aku tidak ingin kehilanganmu."


Pria itu berhenti tepat di atas dada Laura yang semakin padat karena hormon kehamilan.


"Aku juga merindukan ini."


Kata Zafran menyes..ap nya perlahan, membuat Laura melenguh dan mendes*h.


"Aku... juga mencintaimu... Ta-tapi kepalamu masih terluka."


Kalimat Laura terbata, ia menggigit bibir bawahnya, tangan Zafran mulai bergerilya, meraba seluruh tubuh Laura.


"Hanya luka kecil tidak berpengaruh apapun "


Zafran berhenti di titik paling sensitif milik Laura, membuat tubuh Laura menegang, dan memohon untuk berhenti.


"Zafran kita tidak boleh melakukannya... Ingat apa kata dokter Leizya.


"Aku harus menahannya... Aku benar-benar frustasi."

__ADS_1


Zafran menggerutu, dan kembali menciumi Laura.


"Ini demi kau anak ku... Ayah akan mandi air dingin."


Kata Zafran mencium perut Laura, di susul tawa geli di wajah Laura, jemarinya meremas rambut suaminya.


***


Gaby berjalan dengan gontai, pandangan matanya hampa. Kemudian wanita itu masuk ke dalam ruang kerja Arnold. Terlihat seorang pria yang sedang meminum alkoholnya, berdiri di depan kaca jendela yang cukup besar dengan tirai yang menjuntai. Kemudian pria itu menyesap rokok nya lagi.


"Nikahi aku Arnold."


Kata Gaby tiba-tiba.


Dude dan Arnold berbalik secara bersamaan dan memandangi Gaby.


"Apa kau mengigau?"


Arnold menyeringai malas.


"Nikahi aku Arnold!!!"


Teriak Gaby.


"Kau gila."


Umpat Arnold pelan.


"Ini adalah anakmu, Zafran cacat!!! Aku tidak mau pria cacat, dia juga sudah miskin!!! Kau membuatnya seperti itu!!!"


"Aku justru ingin membunuhnya, tapi kecacatan jauh lebih menarik."


Arnold tertawa mengejek.


"Dan aku hanya akan menikahi Laura, dia akan memilihku daripada suaminya yang cacat."


"Laura juga sedang mengandung... Anak Zafran."


Geram Gaby.


"Apa!!!"


Arnold membelalakkan matanya.


"Apa yang harus kita lakukan?"


Tanya Arnold.


"Kita harus menutup kasus ini dan anda menikah dengan Nona Gaby untuk pengalihan, apalagi Martinez di tangkap karena kasus nya saat ada di perancis, jika dia membuka mulutnya dan menyebutkan nama anda..."


Dude menghentikan kalimatnya.


"Tidak mungkin!!!"


Kata Arnold.


"Pertimbangkan apa yang akan terjadi jika wanita itu nekad membeberkan semuanya, dia sangat gila."


Bisik Dude.


"Kirim orang untuk mengancam wanita itu!!!"


Sahut Arnold.


"Tapi Nona Gaby juga tidak bisa dianggap remeh, sejauh ini dialah yang memiliki ide-ide kejahatan."


Dude masih memprovokasi.


"Hmm..."


Arnold melenguhkan nafasnya.


"Baiklah... Kau siapkan semuanya."


Arnold pergi dengan perasaan yang tidak karuan, putus asa dan sangat kesal, semua rencananya gagal, dan ia juga harus melepaskan obsesinya pada Laura, namun pria itu berjanji akan tetap merebut Laura suatu saat nanti.


"Aku akan rebut Laura, suatu hari nanti."


Kata Arnold dalam hatinya, dengan mengepalkan tangan.


Terlihat senyuman menyeringai dari mulut Dude, melihat Arnold yang sudah tidak berdaya dan menuruti perkataannya, pria itu akan menikahi Gaby.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian pesta pernikahan Arnold dilakukan secara tertutup dan sederhana.


Namun Gaby akan tetap di beri hukuman, karena pemberian informasi palsu pada Komite serta berita bohong, wanita itu harus menjadi tahanan rumah selama 10 tahun.


***


Semua kembali seperti semula, hari berganti dengan minggu dan minggu pun berganti menjadi bulan, sedangkan bulan bergulir terus dan kehamilan Laura menjadi kan Zafran menjadi pria paling beruntung.


Seperti biasanya Zafran sedang menemani istrinya melakukan pemeriksaan rutin, dokter Leizya tersenyum-senyum melihat USG perut Laura.


"Apa yang kau lihat?"


Kata Zafran.


"Kau bertahan dengan sangat baik selama 3 bulan masa riskan kehamilan."


Kata Leizya.


"Kau benar-benar tidak melakukan nya pada Laura?"


Leizya bertanya dengan sedikit terkejut.


"Aku menjaga anakku dengan sangat baik, yah meskipun sesekali aku bermain-main sedikit."


Kata Zafran canggung.


"Hari ini Laura memasuki bulan ke-4... Artinya bisa berhubungan badan tapi lakukan dengan lembut."


"Benarkah?"


Wajah Zafran berbinar.


"Kau harus melakukannya dengan lembut..."


Leizya memperingatkan.


"Aku tahu, aku pria paling lembut."


Zafran mengecup punggung tangan Laura, yang terus ia genggam.


Laura merasa wajahnya sangat panas, kenapa Dokter Leizya selalu membahas masalah ranjang dengan fulgar.


"Aku akan mengganti vitamin nya, kali ini untuk perkembangan otak bayi, kau juga bisa mendengarkan musik-musik mozart Laura, itu sangat bagus untuk otak bayi, dia akan menjadi anak pintar."


"Baiklah."


Laura tersenyum.


"Ku lihat ada banyak lukisan di mansion, apa itu kau yang melukis?"


Tanya Dokter Leizya lagi.


"Iya aku suka dengan seni."


"Itu sangat bagus, kau bisa melukis dengan mendengarkan musik Mozart. Apa kau masih merasa mual?"


"Istriku selalu muntah di pagi hari."


Kata Zafran.


"Dan juga, aku harus menggosok punggungnya setelah istriku selesai makan, katanya agar makanan nya turun ke lambung."


"Wanita hamil akan mengalami masalah pencernaan, karena janin yang semakin besar dan mendorong organ-organ di dalam perut, dan membuat perut akan terasa kembung. Kau harus lebih sabar Zafran."


"Aku sangat sabar, apa kau tahu rasanya malam-malam mencari es krim yang sudah 5 tahun tidak lagi produksi? Aku harus mengetuk pintu rumah pria itu malam-malam dan memintanya membuat es krim, untung saja dia mau karena Stark membawa beberapa tas berisi uang."


Laura menyeringai kan bibirnya.


"Dan kau tahu saat ku bawakan es krim itu pulang, dia bahkan tidak menyentuhnya sama sekali."


"Karena kau membawa begitu banyak es krim, membuatku merasa mual, aku hanya ingin satu es krim saja."


Protes Laura.


"Astaga... Hanya istriku yang dapat memperdayaiku seperti itu."


.


.


.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2