
"Zafran ku pikir itu ide yang sedikit gila, aku takut ketinggian dan kau mengajakku melakukannya di dalam pesawat, bagaimana kalau tiba-tiba... Pesawat ini... Astaga aku tidak bisa bayangkan?"
Kata Laura takut.
Zafran kemudian tertawa mendengar penuturan Laura.
"Pesawat ini aman sayang."
Zafran membelai rambut Laura dengan lembut.
"Atau kita lakukan di sini saja, aku akan duduk dan kau yang memegang kendali permainan kita."
Kata Zafran.
"Zafran... A-aku..."
Wajah Laura merona ia menelan ludahnya kasar membanyangkan apa yang ada di pikiran Zafran.
"Kemarilah duduk lah di atasku, menghadap padaku."
Kata Zafran.
Tiba-tiba Laura memukul bahu Zafran, berkali-kali.
"Aku malu Zafran kenapa membicarakan itu..."
Zafran hanya tertawa dan memeluk Laura.
"Bahkan aku masih memiliki ide-ide gila lainnya bersamamu... Baiklah kita akan melakukannya pelan-pelan."
Kata Zafran masih memeluk Laura dan tertawa.
Tiba-tiba pesawat terguncang, terjadi turbulensi yang cukup keras. Laura terkejut, Zafran dengan cepat memasangkan Belt Safety (sabuk pengaman) pada Laura.
"Tunggu di sini."
Kata Zafran pada Laura.
"Tapi..."
Kata Laura panik dan takut.
"Percayalah padaku."
Kata Zafran menenangkan.
"Cepatlah kembali."
Laura memohon.
Zafran menganggukan kepalanya.
Zafran melihat sayap kiri pesawat jet nya terbakar. Pria itu menuju ke ruang kemudi pilot, dan kemudian berbicara dengan sang pilot dan co pilot terluhat pilot cadangan juga sedang berada di sana, mereka berbicara menggunakan bahasa rusia.
Zafran kemudian kembali di samping Laura.
"Kita akan melakukan pendaratan darurat, pegangan yang kuat sayang. Aku mencintaimu."
Kata Zafran pada Laura.
"Zafran aku sangat takut."
"Jangan berfikir sesuatu yang tidak akan terjadi."
Zafran memeluk Laura.
Tak berapa lama Stark datang dari bagian belakang, menjaga Zafran dan juga Laura, Stark mengambil tempat duduk di belakang mereka.
"Bahkan belum keluar dari perbatasan, pesawat baru saja take off(terbang)."
Kata Zafran dalam hatinya.
Akhirnya pilot mendarat mendadak di bandara pribadi milik seorang pebisnis, pilot meminta ijin pada Navigasi dan keamanan bandara untuk melakukan pendaratan darurat karena masalah teknis dan masalah keamanan.
Pesawat dengan ketidakteraturan dan keguncangan serta sayap yang terbakar, mendarat dengan banyak guncangan. Bahkan kepala Laura terbentur berkali-kali, membuat Zafran harus memeluk tubuh Laura ke dalam dekapannya.
Akhirnya pesawat berhenti, dan dengan cepat Zafran membawa Laura turun, diikuti pramugari dan beberapa pengawal yang duduk di belakang.
__ADS_1
Stark dan semua pilot juga sudah keluar, pemadam kebakaran datang dan mengambil alih pesawat, tak berapa lama para petugas keamanan juga datang.
Laura masih sangat gemetar, bahkan hampir tidak kuat untuk berdiri. Zafran memapah istrinya untuk duduk di ruangan VVIP.
Kemudian Zafran menghampiri Stark dan memukul wajah pria itu.
"BUGGH...!!!"
"BUGGH...!!!
Pukulan keras mendarat tepat di wajah Stark, dan pukulan kedua di perut Stark.
"Sudah berapa kali kau melakukan kesalahan!!!"
Zafran geram dan kesal.
Kemudian Zafran hendak memukul wajah Stark lagi namun dengan cepat Laura memeluk Zafran.
"Sudah...."
Kata Laura lirih.
"Yang penting kita sudah selamat."
Jawab Laura.
"Kita belum keluar dari negara, kita kembali ke Mansion batalkan semua perjalanan."
Kata Zafran pada Stark, kemudian Zafran memeluk Laura meninggalkan Stark dan para pengawal.
Stark diliputi perasaan amarah, pria itu menampar satu persatu para pengawal dan menendang mereka.
"Panggil orang untuk menjemput tuan Zafran dan Nona Laura."
Perintah Stark.
"Jangan ada kesalahan lagi atau nyawa kalian akan dipertaruhkan."
Ancam Strak lagi.
Kemudian Stark kembali ke landasan dimana pesawat sudah terbakar dan hangus. Pria itu memeriksa dan kemudian menemukan sesuatu.
Mobil limousine telah menjemput dengan pengawalan, Zafran dan Laura yang menunggu di ruang VVIP bandara kemudian masuk dan kembali ke Mansion.
"Apa kau sudah lebih baik sayang?"
Tanya Zafran cemas sambil memeluk tubuh mungil istrinya.
"Hm..."
Jawab Laura singkat.
"Kita akan segera sampai, tenanglah, kau akan baik-baik saja, untuk sementara kita batalkan dulu honeymoon nya. Maaf sayang."
"Tidak apa... Aku lebih tenang jika ada dirumah bersamamu."
Kata Laura.
Perjalanan di tempuh hampir 3 jam lamanya, dan kini mereka sudah kembali. Para pelayan terkejut melihat tuan dan nyonya pulang namun tidak ada satu pun yang berani bertanya.
"Aku akan menggendongmu."
Kata Zafran hendak menggendong Laura masuk ke dalam Mansion.
"Tidak Zafran aku bisa jalan sendiri."
Laura tersenyum, tidak ingin membuat suaminya cemas, ia tahu ada yang tidak beres, entah ini karena persaingan bisnis atau memang murni kecelakaan, belum bisa di pastikan.
Laura berada di kamarnya, dan Zafran berada di ruang kerja, Stark yang mengecek sesuatu lebih dulu, baru saja tiba di Mansion dan dengan langkah cepat masuk ke ruangan Zafran.
"Tuan..."
Kata Stark.
Zafran yang sedang duduk memikirkan sesuatu terkejut, ketika Stark memberikan sesuatu padanya.
"Korek api..."
__ADS_1
Kata Zafran dan mengamati benda itu.
"Dasar bajing*an...!!!"
Umpat Zafran geram, dan meremas korek api itu dalam genggaman tangannya.
Korek api yang dilapisi emas, dan memiliki logo lambang batu bara.
"Hubungi si kepar*t itu!"
perintah Zafran pada Stark.
"Baik tuan."
Kata Stark kemudian menekan beberapa tombol nomor, menggunakan telepon yang ada di meja Zafran, dan mengeraskan suaranya.
Tak berapa lama telfon tersbung dan seorang pria menjawab.
"Ya..."
Katanya dari ujung telfon.
"Kau pasti tahu siapa aku, apa kau tidak merasa kehilangan sesuatu?"
Kata Zafran yang masih berdiri dan memainkan korek api yang ada di tangannya.
"Itu Kecerobohan pengawalku, bagaimana sapaan ku, apa kau terhibur?"
Kata pria itu.
"Arnold Benyamin, sepertinya kau menyimpan dendam padaku dan juga istriku... "
Kata Zafran basa-basi.
"Tidak untuk istrimu, aku masih mengaguminya sampai detik ini, hanya saja para pengawalku sedikit berlebihan, aku akan memarahi mereka nanti..."
Kata Arnold sembari tertawa.
"Laura sudah menjadi istriku..."
Jawab Zafran.
"Ku pikir Istri orang lain justru lebih menantang, aku semakin bersemangat ingin mendapatkannya... Dan ada seseorang yang ingin menyapamu..."
Arnold memberikan telfonnya pada seseorang.
"Hai sayang, masih mengingat suara merduku...?"
Zafran sedikit terkejut, dan hafal betul dengan suara itu.
"Gaby"
Kata Zafran dalam hati.
"Apa Laura memuaskanmu... Atau kau perlu bantuan dari ku? Beruntung nya dia bisa selamat dari obat yang ku berikan, padahal itu dosis nya cukup tinggi, tanggih juga dia."
Kata Gaby, terdengar tawanya mencemoh.
"Laura jauh lebih baik dan lebih memikat, bahkan kau tidak bisa dibandingkan dengannya. Aku cukup terkejut kau mengenal Arnold, tapi kurasa kalian akan cocok di atas ranjang."
Kata Zafran.
"Tunggu kejutan-kejutan yang akan ku kirim selanjutnya, semoga kau menikmatinya."
Kata Arnold.
"Sebelum kau melakukannya kurasa, kau yang lebih dulu merasakan kejutan dariku."
Kata Zafran, dan kemudian menutup telfonnya.
.
.
.
-bersambung~
__ADS_1