Terjerat Cinta Pria Miliarder

Terjerat Cinta Pria Miliarder
-EPISODE 37-


__ADS_3

"Aku menunggu jawabanmu Laura."


Kata Zafran lembut.


Setelah cukup lama Laura berfikir, gadis itu tidak bisa membohongi perasaannya, bahwa hanya Zafran yang membuat jantung dan dadanya berdebar, hanya Zafran yang membuatnya gugup dan gemetar serta hanya Zafran yang bisa membuatnya merasakan apa itu patah hati.


"Aku bersedia menikah denganmu."


Kata Laura.


Zafran tersenyum puas dan memeluk Laura. Pria itu merasakan siraman kelegaan di dalam benak nya, kesejukkan di dalam hatinya, dan cinta nya pada Laura semakin bertambah.


"Terima kasih sayang."


Kata Zafran mengecup kening Laura.


"Kruukk..."


Terdengar suara perut Laura dan membuat mereka tertawa.


"Tunggu aku dibawah aku akan mandi lebih dulu dan kita makan bersama."


"Aku masih harus menunggumu selesai mandi?"


Protes Laura.


"Apa kau mau menyuapiku sambil aku mandi?"


"Aku tidak mauu..."


Kata Laura beranjak dari pangkuan Zafran dan kabur keluar.


"Dia lupa membawa dokumennya."


Kata Zafran tersenyum.


Baru kali ini Zafran harus mandi dengan cepat, biasanya ia mandi cukup lama, pria itu tidak ingin membuat Laura menunggu hingga kelaparan.


Setelah mereka selesai makan, Zafran serta Laura duduk di sofa berbulu, di ruangan museum kenangan mereka. Lampu menyorot remang-remang. Laura duduk menyandarkan tubuh dan kepalanya pada tubuh besar Zafran dan pria itu memeluknya dengan satu tangan kiri.


"Aku akan melamarmu dengan pesta yang meriah dan megah."


Kata Zafran.


"Aku tidak suka itu, aku tidak suka pesta."


"Tapi aku ingin semua orang di dunia tahu bahwa kau akan menikah denganku sayang."


"Menurutku cukup undang beberapa teman saja Zafran."


"Baiklah sesuai kemauanmu, tapi temanku sangat banyak, apalagi relasi bisnis."


"Zafran..."


Peringat Laura sembari mendongakkan kepalanya.


"Iya sayang aku akan menuruti semua kemauanmu."


Laura dan Zafran saling menceritakan kenangan-kenangan mereka semasa remaja, dan tak di sadari Laura kini sudah tertidur dengan posisi miring berbantalkan paha Zafran.


"Akhirnya kau tidur dengan nyaman."


Kata Zafran.


"Dia tidak mengerutkan keningnya lagi."


Zafran menyingkap rambut yang menutupi wajah Laura.

__ADS_1


Saat perjalanan bisnis tiap kali Laura tidur, Zafran dengan pelan selalu masuk melalui pintu penghubung, untuk memastikan bahwa Laura baik-baik saja dan istirahat dengan benar. Namun Zafran selalu bertanya pada dirinya, kenapa Laura sering mengigau dan wajahnya terlihat tidak tenang.


"Kau sangat cantik Laura."


Kata Zafran memuji Laura dan menelan ludahnya.


Zafran menggendong Laura ke kamarnya, pria itu tidak ingin membuat Laura marah setelah Laura bisa bersikap hangat padanya, ia tidak ingin menggoreskan kepercayaan Laura.


"Mimpi indah."


Kata Zafran mengecup bibir Laura dan menyelimutinya. Lalu Zafran pergi ke ruangan kerjanya.


"Stark panggil Alex pulang dari Austria, suruh ia menggantikanmu menjaga Gaby, aku butuh kau."


Kata Zafran yang memghubungi Stark di kediaman nya ya lama.


"Baik tuan."


Sahut Stark di ujung ponsel Zafran.


***


Laura bangun terlalu siang, gadis itu sangat menikmati tidurnya. Setelah beberapa tahun berlalu kini ia merasakan kembali bahwa tidur benar-benar sebuah istirahat bukan hanya sekedar memejam kan mata.


Sebelum ini, Laura hanya sekedar menilai tidur malam hanyalah sebuah keharusan untuk memejamkan matanya agar esok saat bekerja ia jauh lebih baik, namun kenyatannya ketika tidur pikirannya gadis itu masih saja berkeliling, dan di penuhi perasaan cemas, membuat alisnya selalu mengerut.


"Tidur mu nyaman?"


Kata Zafran masuk ke dalam kamar dan memberikan nampan sarapan kemudian meletakkannya di depan Laura yang sudah duduk.


"Hmm..."


Kata Laura tersenyum dan tersipu malu.


Zafran kemudian meengecup punuk kepala Laura dengan lembut.


"Aku bukan anak kecil Zafran tidak bisa lagi di sebut masih dalam pertumbuhan."


"Tapi tubuhmu terus saja pendek, dan aku semakin tinggi."


Kata Zafran mengejek.


"Baiklah aku akan makan sarapan ini sampai habis."


Kata Laura mengalah.


"Aku akan membuat pesta lamaran di yacht milikku, bagaimana menurutmu?"


"Kita naik kapal pesiar lagi?"


Kata Laura terkejut dan kembali teringat dengan kejadian buruk yang menimpannya.


"Aku..."


"Kita hanya berlayar di dekat-dekat saja selama pesta lamaran, setelah itu selesai kita akan kembali ke daratan, banyaknya taburan kembang api di langit akan menjadi pesta lamaran paling meriah untuk kita."


Laura masih memikirkannya.


"Akan ada banyak pengawal yang menjaga kita, kau aman bersamaku sayang, aku pastikan itu, hanya undangan barkode khusus yang bisa masuk, semua akan dilakukan secara digital dan dengan pemeriksaan yang ketat."


"Kau janji?"


"Sangat janji."


Kata Zafran tersenyum.


"Habiskan sarapanmu kita harus mencari gaun pesta untuk acara itu, Stark akan mengurus semua persiapan pestanya."

__ADS_1


Kata Zafran bersemangat, dan membelai kepala Laura.


Setelah Laura bersiap, gadis itu memakai dress kuning bergambar bunga-bunga, dress yang cocok untuk musim panas.


Zafran menggandeng Laura dan terlihat mobil sudah berjajar. Laura serta Zafran memasuki mobil yang paling tengah, mobil-mobil itu mulai melaju berurutan melewati halaman Mansion yang memiliki pepohan berjajar, jarak Mansion dengan gerbang depan cukup jauh, dan kemudian mereka keluar dari gerbang yang menjulang tinggi.


"Kau lupa sesuatu Zafran."


Kata Laura.


"Apa itu?"


Kata Zafran berfikir dan melihat Laura.


"Seharus nya kau membangun kolam ikan dengan bebatuan alam yang cukup besar di halaman, agar terlihat sejuk."


"Desain yang kita gambar tidak ada kolam?"


Zafran mengerutkan alisnya memutar ingatannya kembali pada gambar desain milik mereka.


"Aku dulu ingin menambahkannya tapi kita..."


Kata Laura menghentikan kalimatnya dan mengingat kisah tragis itu kembali.


"Baiklah, seperti permintaanmu, aku akan menyuruh seseorang untuk membangun nya Nyonya Zafran."


Kata Zafran mencium bibir Laura cukup lama.


"Aku belum terbiasa dengan panggilan itu..."


Laura tersipu malu.


"Kau menggemaskan saat wajah mu merona, aku sangat menyukainya."


"Kau selalu menggodaku."


Sekali lagi Zafran mencium Laura, pria itu benar-benar sangat merasa lega ketika ia menyerahkan seluruh hatinya pada Laura.


Tidak berapa lama mereka sampai, dan di sambut beberapa orang yang berjajar rapi.


"Selamat Tuan Zafran dan Nona Laura kami ikut bahagia."


Kata Merriyana seorang desainer ternama.


"Mari silahkan."


"Terima kasih."


Kata Laura ramah dan di sambut senyuman ramah pula oleh Merriyana.


Mereka masuk ke dalam bangunan yang megah bergaya klasik dan Laura melakukan fitting baju di ruangan yang mewah sedang kan Zafran menunggunya.


Zafran berubah menjadi sosok yang lembut, ia tidak lagi mendominasi perannya pada Laura, pria itu kini selalu bertanya terlebih dulu dan meminta persetujuan Laura, apa dia mau atau tidak, suka atau tidak.


Tak berapa lama Laura keluar dengan gaun panjang yang cukup ketat di tubuhnya, memperlihatkan lekuk tubuh indah gadis itu dan belahan dada serta belahan gaun yang memperlihatkan pahanya, dengan lengan sabrina panjang hingga pergelangan tangannya dan memperlihatkan bahu serta punggung belakang.


"Terlalu seksi sayang. Merriyana biarkan Laura memilih gaun yang ia sukai aku ingin melihatnya."


Kata Zafran.


Sikap Zafran membuat gadis itu kembali menarik bibirnya, terlihat senyumannya merekah, Zafran tidak lagi menentukan ini dan itu untuk Laura, pria itu memberikan hak pada Laura untuk menentukan apa yang gadis itu inginkan.


.


.


.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2